Muhasabah (Cinta)

Muhasabah (Cinta)
Muhasabah (Cinta) - 70


__ADS_3

Itu hanyalah video pendek, hanya beberapa detik saja tapi dampaknya untuk Asri sungguh tidak terkira.


Di dalam video itu ia melihat Arka dan Lisa sedang berpegangan tangan bersama masuk ke dalam bioskop. Video ini baru di ambil satu jam yang lalu, artinya ini baru saja terjadi. Arka dan Lisa masih menggunakan pakaian yang sama, sepertinya mereka langsung pergi ke luar untuk jalan-jalan setelah mengantar barang-barang Lisa ke rumah.


"Mereka hari ini langsung pergi berkencan setelah mengirim semua barang-barang Kak Lisa ke rumahnya. Aku tidak tahu mereka kemana saja hari ini karena yang berhasil ku dapatkan hanya video ini saja. Ah...tapi apa kau tahu? Nonton bioskop hujan hujan begini pasti sangat menyenangkan, apakah kamu juga tidak ingin mengalaminya- ops, aku lupa hehehe... Paman Arka sekarang sudah kembali bersama Kak Lisa jadi kamu tidak akan memiliki kesempatan untuk melewatinya dengan Pamanku. Kecuali jika kamu mencari laki-laki lain diluar sana- ah, tapi kamu hanya bisa melakukannya setelah Paman Arka resmi menceraikan kamu. Bagaimana? Apakah kamu masih sabar menunggu sampai hari itu tiba?" Dia berbicara dengan ringan dan mudah, seakan-akan topik pilihan yang Riani bicarakan adalah topik biasa.


Sedangkan Asri, dia hanya duduk diam menatap ke arah luar, masih menatap air hujan yang turun kian deras dengan tatapan yang kosong. Hatinya terasa begitu perih dan jantungnya berdetak cepat dengan rasa sakit yang kian menggores. Setiap kata yang Riani ucapkan, setiap kata yang terucap dari bibir Riani bagaikan pisau tajam yang terarah tepat ke arah hatinya. Mengiris tempat rentan nan rapuh itu berkali-kali hingga bernafas saja rasanya begitu sulit.

__ADS_1


Ada cemburu, kecewa, dan luka... Luka yang pernah mengering kini kembali basah dengan pisau tajam yang berbeda.


Apa yang harus Asri lakukan sekarang?


Menunggu Arka pulang dan membicarakan semuanya secara baik-baik. Tapi bagaimana jika hasil akhir yang Asri dapatkah justru hasil buruk yang tidak ia harapkan?


Bukankah itu akan lebih sakit?

__ADS_1


Meskipun diam namun Asri mendengar semuanya. Dia mendengar semua kata-kata penuh keprihatinan Riani kepadanya, mendengarkan beberapa baris masa lalu suaminya dengan Lisa, dan mendengar...ia mendengarkan dengan baik bila suatu hari ia akan mendapatkan gelar 'janda' di usianya yang begitu muda.


Hah,


Nikah muda nyatanya tidak semudah yang ia pikirkan dulu. Ini sangat sulit, ini sungguh sangat sulit. 


Karena ini lagi-lagi Asri merindukan pondok pesantren, merindukan saat-saat dimana ia bertindak jahil mengintip ke arah stan makanan santri laki-laki. Saat itu, ia begitu memanjakan dirinya dengan wajah-wajah teduh dari santri laki-laki yang sepantaran dengannya. Tidak pernah terpikirkan di dalam hatinya akan menikah dengan orang yang lebih tua- dan lihat sekarang, ia menikah dengan laki-laki berusia 27 tahun, laki-laki yang jauh lebih tua dari Ustad Vano dan Ustad Azam namun... Laki-laki itu telah menorehkan luka di dalam hatinya tepat 1 bulan usia pernikahan mereka.

__ADS_1


1 bulan, ini tidak bisa disebut sebagai seumur jagung, tidak, ini masih jauh di bawah itu.


1 bulan, setelah 1 bulan pernikahannya apakah ia akan benar-benar menjadi janda?


__ADS_2