
Rey pulang ke apartemen, Luna sudah menunggu Rey. Ia masih menggunakan gaun Rapunzel agar Rey bisa memujinya.
"Aku pulang...." seru Rey saat masuk, Luna berdiri dari sofa dan melebarkan gaun yang dipakainya.
Rey terlihat acuh pada gaun yang dipakai Luna, ia hanya mendekati Luna dan menciumnya. Lalu berjalan ke dapur untuk mencuci tangan dan minum. Luna langsung menangis, ia merasa terabaikan dan sangat sensitif.
"Ada apa sweety?" tanya Rey berjalan cepat menghampiri Luna dengan khawatir.
"Aku tidak mengganti gaunku setelah pulang dari pesta Yasmin karena aku ingin kau memujiku memakai gaun ini... huaaa...." Luna menangis dengan keras.
Rey menjadi bingung dengan tingkah Luna, ia terlihat seperti anak kecil yang menangisi hal sepele.
"Maafkan aku sweety, aku agak lelah hari ini. Aku jadi tidak memperhatikan gaun yang kau pakai.. Ya Tuhan istriku terlihat lebih cantik dari princess aslinya.." puji Rey bersemangat, membuat Luna menghentikan tangisnya namun masih sesegukan.
"Benarkah?" tanya Luna ragu, Rey mengangguk yakin.
"Princess manapun akan iri melihat kecantikan istriku saat ini" ujar Rey sambil tersenyum, Luna memeluknya.
"Jangan seperti itu lagi, kau harus selalu memperhatikan aku dan hanya aku yang harus kau perhatikan" kata Luna manja.
"Iya.. hanya kau yang selalu ada di hatiku" kata Rey menghibur Luna.
"Apa kau sudah makan?" Rey bertanya pada Luna, Luna mengangguk pelan.
"Bagaimana bila kita minum teh sambil menonton televisi? Namun aku ingin mandi dulu, agar kau suka bila dekat denganku"
Luna mengangguk, ia mengusap air matanya. Mereka masuk ke kamar bersama-sama karena Luna ingin mengganti gaun yang terasa sangat membuatnya gerah.
"Ini tehnya" kata Rey sambil menyerahkan secangkir teh untuk Luna, Rey duduk disebelahnya.
"Hari ini Bobby sangat aneh, dia tidak makan seharian ini karena mual" ucap Rey.
"Benarkah?" Luna penasaran.
Rey menceritakan apa yang terjadi di kedai siang tadi.
"Kau makan 7 buah roti? Bagaimana kau bisa sama denganku? Aku juga makan banyak kue di pesta Yasmin tadi. Erika dan Anne yang menghentikan ku" cerita Luna.
"Apa kau merasa lapar terus menerus?" tanya Rey.
Luna mengangguk.
"Aku merasakan hal yang sama denganmu. Bahkan setelah makan aku ingin makan lagi dan lagi"
"Bagaimana hal itu bisa terjadi?" Luna menerka-nerka.
"Akhir-akhir ini tak ada masalah yang menerpa kehidupan kita sweety, mungkin saja kita menjadi lebih relax dan menikmatinya" kata Rey, membuat Luna mengangguk-anggukan kepalanya.
__ADS_1
Mereka menonton televisi hingga akhirnya mengantuk dan masuk ke dalam kamar.
♥️♥️♥️
Keesokan paginya Rey dan Luna dikejutkan dengan bel orang yang datang ke apartemennya. Rey dan Luna bersama-sama membuka pintu karena Luna sangat manja pagi itu.
"Lihat ini.."
Ternyata Bobby yang datang bersama Erika memamerkan hasil testpack Erika yang positif.
"Waaah selamat atas kehamilan istrimu Bobby" ucap Rey ikut bahagia, Luna memeluk Erika.
"Aku sangat bahagia Rey, akhirnya aku dan Erika akan memiliki bayi" Bobby sangat gembira.
Mereka memasuki apartemen Luna dan bersenda gurau disana.
"Baiklah, aku dan Erika pamit dulu. Mungkin aku akan terlambat datang ke kedai karena aku akan mengantar Erika ke dokter untuk memeriksakan kandungannya dulu"
"Oke, berhati-hati saat menyetir" pesan Rey, ia mengantar Erika dan Bobby keluar dari apartemennya.
Rey kembali masuk, dilihatnya Luna sedang menangis.
"Apa kau menangis bahagia karena Erika positif hamil?" tanya Rey sambil merangkul bahu Luna.
Luna mengangguk dan menggeleng. Rey menjadi tidak paham.
"Sabarlah sweety, aku juga menginginkan hal yang sama denganmu. Tuhan masih ingin aku dan kau dalam masa-masa berdua terlebih dahulu, jadi kita harus menikmati masa ini" hibur Rey, namun Luna masih terus menangis.
"Apa kau akan meninggalkan ku karena aku belum juga memberimu anak hubby?" air mata Luna berlinangan, bibirnya manyun beberapa centimeter.
Rey menggeleng.
"Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu sweety. Jangan pernah mengatakan hal itu lagi" ucap Rey tegas membuat Luna agak takut.
"Ya baiklah" jawab Luna pelan, Rey memeluknya erat.
"Sepertinya kita sudah lama tak memeriksakan rahimmu ke dokter. Ya siapa yang tahu kau sudah siap untuk hamil" kata Rey membuat Luna teringat ia sudah 2 bulan tidak memeriksakan kondisinya.
"Kau benar, setelah Bobby datang ke kedai kita akan ke dokter" ucap Luna disambut anggukan oleh Rey.
Siang hari, Bobby datang ke kedai dengan wajah gembira.
"Karena kau sudah datang, sekarang giliran ku untuk pergi sebentar" kata Rey sambil melangkah keluar, Bobby melihat heran kepada Rey.
"Kau mau kemana?"
"Ke dokter, Luna ingin memeriksakan rahimnya. Aku dan Luna juga ingin seperti kau dan Erika yang akan memiliki bayi" ujar Rey bersemangat.
__ADS_1
Bobby tersenyum antusias, ia mendukung penuh apa yang akan dilakukan Rey dan Luna.
"Bersemangat lah Rey, aku yakin kalian juga akan segera memiliki bayi"
Rey keluar dari kedai dan menjemput Luna dihotel lalu mereka bersama berangkat ke dokter.
"Selamat siang nona Luna, tuan Rey" sapa dokter itu dengan senyuman terbaiknya.
"Selamat siang dok"
Rey dan Luna langsung mengutarakan maksud kedatangan mereka. Dokter mengangguk.
"Apakah saya akan diperiksa lagi dok?" tanya Rey.
"Tidak tuan, tuan boleh mendampingi istri tuan disini" kata dokter membuat Luna menggenggam erat jemari Rey.
"Aku sedikit takut" bisik Luna.
"Ada aku disini sweety, apapun hasilnya aku akan tetap disisimu" Rey juga berbisik kepada Luna.
Luna membaringkan tubuhnya di ranjang, Rey tak melepaskan genggaman Luna. Dokter memeriksa Luna dengan seksama, ia tersenyum dan memint Luna turun dari ranjang.
"Bagaimana keadaan saya dok, apakah saya sudah siap untuk hamil?" tanya Luna dengan nada gugup.
"Anda bukan hanya siap, tapi sudah hamil sekitar 4 minggu nyonya" ucap dokter itu sambil tersenyum lebar.
Air mata Luna menetes, Rey menatap istrinya penuh rasa kasih sayang.
"Terima kasih Tuhan" ucap Rey.
"Apakah kehamilan saya adalah kehamilan normal?" tanya Luna ragu, ia takut kejadian sebelumnya terulang lagi.
"Ya, ini adalah kehamilan normal. Dan..... sepertinya bayi yang anda kandung kembar nyonya.."
❤️❤️❤️❤️❤️ TAMAT ❤️❤️❤️❤️❤️
Terima kasih untuk semua pembaca yang sudah mendukung author dalam penulisan novel ini, mohon maaf jika endingnya belum bisa memenuhi ekspektasi semua pembaca...
Pada waktunya Author akan melanjutkan novel ini namun minggu depan Author sudah harus bergelut dengan kesibukan normal 🙏🙏🙏
Salam sayang banyak-banyak untuk semua 🥰🥰🥰
Mampir juga ke karya ku lainnya ya
♥️ Tuan Muda Yang Tampan ♥️ (End)
♥️ I Love You, You Love Me Too ♥️ (On Going)
__ADS_1
♥️ Terjerat Cinta Pencuri ♥️ (On Going)