Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Malu-malu


__ADS_3

Setelah 3 hari dirumah sakit, Luna sudah diperbolehkan pulang. Luna juga setuju untuk tinggal dirumah mami. Sore itu mereka sampai dirumah mami


"Akhirnya kalian sampai" Sambut mami dengan wajah gembira, Rara berada disebelah mami dan langsung menghampiri kakaknya.


Kondisi Luna sudah membaik, ia menggendong Alioth sedangkan Rey menggendong Avior. Seperti biasa keduanya dibedakan dengan warna hijau dan biru.


"Masuklah, mami sudah tidak sabar untuk menunjukan kamar kedua cucu mami" ujar mami antusias.


"Kamarnya sangat bagus dan indah" Rara berbisik pada Rey, Rey tersenyum mendengar kata-kata adiknya.


Luna memasuki rumah mami, singasana yang biasa menyambut kedatangannya sudah tidak ada. Berganti dengan ruang tamu biasa dengan sofa besar nan elegan. Luna tersenyum melihatnya.


"Ini kamarnya.."


Dua orang baby sitter berdiri dengan seragam berwarna hijau dan biru, bisa terlihat mereka adalah baby sitter khusus untuk Avior dan Alioth. Baby sitter itu membukakan pintu untuk Luna, mata Luna terbelalak.


"Mamii..." Luna tak percaya, ia menatap maminya penuh haru.


Kamar anak dengan dua sisi yang berbeda, hijau dan biru. Dua box bayi nan cantik berwarna putih dengan seprai serta bantal guling berwarna sesuai sisinya.


"Avior dan Alioth pasti menyukainya"


Luna memeluk mami, pertama kalinya mami memiliki selera wajar dan sesuai dengan Luna.


"Ini design yang mami minta kepada arsitek ternama, mami ingin cucu mami betah disini namun untuk membuat cucu mami betah maka mami harus membuat betah mamanya terlebih dahulu" ucap mami memberi alasan.


"Terima kasih mami"


Luna meletakan Avior disisi biru dan Rey meletakkan Alioth di sisi hijau. Baby sitter mereka dengan sigap berada didekat box masing-masing.


"Ini Magda dan Elya, mereka yang akan menjaga cucu mami" mami memperkenalkan kedua baby sitter untuk bayi Luna.


"Aku Luna dan ini suamiku Rey" Luna juga mengenalkan diri.


Setelah melihat kamar bayinya, Luna merasa harus melakukan pumping. Rey, Rara dan mami keluar dari kamar Avior dan Alioth karena Luna sudah dibantu oleh para baby sitter.


"Kamar kalian ada disebelah kamar bayi" ucap mami dan mengajak Rey masuk.


"Kemarin Jiraiya sudah membawakan barang-barang kalian ke sini dan sudah ditata rapi dalam lemari" kata mami dengan santai.


"Oia, tadi mami lupa memberitahu. Ini adalah layar monitor untuk memantau Avior dan Alioth dikamarnya dan disebelah sana ada sebuah pintu yang terhubung langsung dengan kamar bayi"


Rey memperhatikan layar monitor, Luna sedang sibuk pumping dan tak menyadari ada cctv dikamar putranya.


"Kau sedang mengintip ya?"goda mami membuat wajah Rey memerah.


Rara juga melirik usil ke Rey.

__ADS_1


"Istirahatlah Rey, mami dan Rara akan keluar. Luna akan menyusulmu ke sini nanti" kata mami, Rey mengangguk.


Mami dan Rara keluar dari kamar, mereka berpapasan dengan Armando yang sedang membawakan barang Avior dan Alioth dari mobil.


"Mau apa kau disini?" tanya mami ketus.


"Saya hanya membawakan barang-barang tuan kecil nyonya" ucap Armando sambil membungkukkan badannya.


Rara mengulum senyumnya melihat Armando ada dirumah mami.


"Rara ayo kita pergi, jangan lama-lama berdekatan dengan pengawal nekat ini. Mami tidak suka" ujar mami sambil menarik tanga Rara, Rara tersenyum sekilas pada Armando.


Armando tak berani membalas ia hanya diam tanpa ekspresi apapun.


♥️♥️♥️


Luna telah selesai dikamar bayinya, ia berjalan perlahan keluar dari kamar. Rey sambil tersenyum sudah berada didepan kamar kedua putranya.


"Kesulitan berjalan nona?" goda Rey, Luna tersenyum malu melihat wajah suaminya.


"Gendong aku hubby" ujar Luna yang sudah mulai lelah.


"Apapun maumu sweety"


Rey menggendong Luna penuh kelembutan ia tak ingin istrinya kesakitan karena bekas operasinya masih belum terlalu kering. Rey merebahkan tubuh istrinya ditempat tidur dan menyelimutinya.


"Aku rindu berdua denganmu dikamar" ucap Luna yang tak mau melepaskan tangan Rey, Rey duduk disebelah istrinya.


"Jangan menggodaku terus hubby, aku lelah. Bisakah kau mengusap punggungku agar aku merasa lebih nyaman?"


Rey mengangguk dengan pasti. Luna tertidur karena merasa nyaman. Pelan-pelan Rey juga naik ke tempat tidur dan tertidur disamping istrinya.


Hari mulai malam, Rara mengendap-endap keluar dari kamar, tak sengaja ia menabrak Armando yang baru selesai makan malam dan hendak keluar.


"Aduh... " Rara memegang kepalanya.


"Apa yang nona lakukan?" tanya Armando heran.


"Sssttttt.. jangan berisik" ujar Rara sambil menaruh jari telunjuk dibibirnya.


Armando bingung dengan gelagat Rara, Rara menarik tangan Armando dan mengajaknya berbicara diruang olahraga.


"Ada apa nona?" Armando semakin heran.


Rara menghela nafas perlahan.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin menemuimu" ucap Rara jujur, Armando mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


"Menemuiku?"


Rara menganggu malu-malu. Armando mengusap wajahnya kasar, ia harus bisa mengendalikan perasaannya. Ia selalu ingat posisinya dan peringatan Bobby.


"Maaf nona tapi aku harus berjaga diluar" ujar Armando sambil membungkukkan badan dan hendak pergi.


Rara menahan tangan Armando.


"Apa kau benar-benar tak menyukai ku Armando?" tanya Rara sambil menoleh ke arah Armando.


Armando menelan ludahnya pelan menerima tatapan lekat Rara.


"Aku..." Armando mengalihkan pandangan dan menutup matanya.


"Nona adalah sesuatu yang tak dapat aku jangkau" ucap Armando, ia melepaskan tangannya dari genggaman Rara dan pergi.


Rara menatap nanar kepada Armando, ia menghela nafas panjang. Cinta pertamanya bertepuk sebelah tangan dan terasa menyakitkan. Rara kembali ke kamarnya dan memikirkan kata-kata Armando, tak ada teman untuknya berbagi cerita kecuali...


Kak Luna, apa kau sudah tidur?


Rara mengirim pesan kepada kakak iparnya. Kebetulan Luna terbangun dan harus kekamar si kembar untuk menyusui.


Ada apa Rara? Aku sedang dikamar Avior dan Alioth. Kemarilah bila kau tak bisa tidur.


Luna hanya bisa mengirimkan voice note pada Rara dibantu baby sitter putranya. Rara tersenyum, ia bergegas ke kamar keponakannya. Luna sedang mengancing bajunya karena si kembar sudah kenyang dan tertidur pulas.


"Ada apa?" tanya Luna sedikit khawatir dengan wajah sedih Rara.


Rara melihat ke arah dua baby sitter si kembar, Luna paham dan meminta kedua baby sitter itu untuk keluar.


"Sekarang ceritakan apa yang membuatmu muram?" tanya Luna lagi sambil memegang tanga Rara.


"Aku jatuh cinta pada Armando" ucap Rara gugup namun ia yakin untuk mengakuinya pada Luna.


Luna tersenyum.


"Lalu?"


"Mami tidak akan suka dan Armando..." Rara menggantung kata-katanya, ia takut Luna marah karena Armando menolaknya.


Luna menunggu sambungan dari ucapan Rara.


"Armando kenapa?" Luna mulai penasaran.


"Dia menolakku.." kata Rara pelan.


"Benarkah?" Luna sedikit terkejut karena ia bisa membaca bahwa Armando juga menyukai Rara.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan?" wajah Rara kecewa, namun ia terlihat masih ingin berjuang.


"Aku akan membantumu, tapi kita harus sembunyikan ini dari Rey dan mami"


__ADS_2