Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
Alasan Paman Ken


__ADS_3

"Botol anggur?" tanya Rey heran.


Bobby meminta Rey mengikutinya, Luna juga ikut dengan mereka.


"Lihat ini" Bobby menunjukan beberapa kotak botol anggur yang diletakkan disana.


Rey memeriksanya, dan mengambil satu botol dari sana.


"Ini adalah anggur selundupan dari kota lain" kata Rey yang sudah memeriksa labelnya.


Bobby mengangguk.


"Sebaiknya kita telpon polisi" ujar Luna yang mulai terlihat takut.


"Bagaimana menurutmu Bobby?" Rey meminta persetujuan Bobby, karena Bobby lebih berpengalaman mengenai hal ini.


"Tunggu, lihat ini" Bobby melihat buku catatan yang terselip di bawah kotak-kotak itu.


Mata mereka bertiga melebar saat melihat catatan itu.


"Bagaimana bisa paman Ken terlibat dalam dunia penyelundupan seperti ini?" Rey frustasi, ia takut Bibi May akan sedih bila mengetahui semua ini.


"Ini sudah malam, aku akan menunggu Armando untuk penyeledikan lebih lanjut" ujar Bobby, ia mengembalikan buku itu ketempatnya dan mengajak Rey juga Luna keluar dari ruangan itu.


Bobby membuat tempat itu kembali seperti semula, setiap memulai penyisiran sebuah tempat ia selalu memfoto tampak sebelum ia membuka sesuatu. Itulah hal yang membuatnya mudah mengembalikan tempat itu seperti semula. Bobby langsung meminta Luna dan Rey masuk ke dalam Villa.


"Hubby, aku jadi sedikit khawatir. Aku akan menelpon Jiraiya untuk mengutus beberapa pengawal lagi" kata Luna sambil mengeluarkan ponsel dari sakunya, Rey setuju dengan usul Luna.


Sementara Luna menelpon Jiraiya, Rey dan Bobby melihat ke sekitar villa yang tidak terlalu luas itu dari balik jendela. Tak lama Armando kembali dari mengantar kedua saudara Rey.


"Sepertinya kita harus waspada" bisik Armando pada Bobby saat keluar dari mobil.


Bobby mengangguk, ia mengajak Armando keluar. Bobby tidak mau membuat Luna bertambah khawatir dan makin mengganggu bulan madu nona mudanya. Rey mengajak Luna masuk ke kamar.


"Bagaimana ini, sepertinya pengawalku tak dapat datang tepat waktu" Luna frustasi, ia merasa sangat was-was.


"Duduklah disini sayang, aku akan memelukmu agar kau merasa lebih tenang" Rey memegang jemari Luna.

__ADS_1


Luna duduk disebelah Rey, namun ia enggan dipeluk oleh Rey.


"Bulan madu kita menjadi sangat mencekam" Luna bergidik.


"Tenanglah sweety, ada aku disini. Aku akan selalu menjagamu" ujar Rey memeluk Luna.


Luna membalas pelukan Rey, namun sudah ada kehangatan bulan madu disana. Untuk memejamkan mata saja Luna sangat takut.


Tengah malam Bobby terjaga di ruang tamu bersama Armando. Terdengar suara gemericik diluar, keduanya mulai siaga. Bobby mengirim pesan kepada Rey untuk tetap dalam kondisi waspada, sedangkan Luna terlelap disamping Rey.


Bobby memberi kode kepada Armando untuk keluar dari pintu belakang, sedangkan Bobby akan mengintai dari depan. Benar saja, terlihat paman Ken bersama Mike mengendap-endap masuk kedalam villa.


"Jangan membuat kesalahan sedikit pun, kedua pengawal keponakan ku itu adalah pria-pria terlatih" bisik paman Ken kepada Mike, Mike mengangguk paham.


Mike memiliki badan besar dan tegap, ia pernah mengikuti pelatihan militer dikota hanya saja ia tak diterima untuk menjadi militer utama jadi dia kembali ke kampung halamannya.


Bobby dan Armando mengintai mereka dari kegelapan, mereka berdua sengaja menggunakan pakaian berwarna hitam untuk menyamarkan keberadaan mereka.


"Aku tetap terjaga, paman Ken dan Mike sudah mulai memasuki ruang bawah tanah" gumam Rey dalam hati, tetap berada didalam dan mengunci pintu kamar.


Di dalam ruang bawah tanah, paman Ken menyalakan lampu dan melihat keadaan sekitar. Mike menunggu didepan ruangan itu.


Mike mengendap-endap keluar dari perkarangan dan memindahkan truk yang dibawanya kedekat pintu belakang villa, ada sebuah pagar kecil disana. Perlahan-lahan mereka berdua mengeluarkan kotak-kotak berisi botol anggur itu.


"Sepertinya ada yang mengintai kita paman" ujar Mike, ia mulai menyadari keberadaan Armando dan Bobby.


"Benarkah? Ayo cepat kita selesaikan semua ini, aku tak mau tuan George komplain karena semua botol anggur ilegal ini tidak sampai ke tangannya besok"


"Aku harus membereskan mereka berdua dulu" Mike menurunkan kotak yang dibawanya.


Mike mulai bisa melihat keberadaan Armando, ia segera menyerangnya. Armando dapat mengelak dengan cepat, Mike maju ke depan dan berusaha menangkap Armando. Walaupun gerakannya cepat namun Mike adalah pria yang terlatih, ia berhasil menangkap Armando dan dengan badan besarnya itu ia memiting Armando serta mencekik lehernya.


Brak...


Bobby menedang Mike dari belakang, Mike terkejut dan melepaskan leher Armando. Armando menghela napas sambil memegang lehernya, ia dan Bobby langsung berada keadaan siap berkelahi.


"Jangan ikut campur dengan urusan kami, karena kami tidak segan-segan akan membunuh kalian!" ucap Mike dengan nada sombong, paman Ken sudah bergabung dengannya untuk melawan Bobby juga Armando.

__ADS_1


"Kami tidak akan ikut campur, namun apa yang kalian lakukan adalah perbuatan melanggar hukum!" seru Bobby tak mau kalah.


"Kalian terlalu banyak bicara!!!" teriak Mike, ia menendang ke tengah Armando dan Bobby namun keduanya mengelak.


Armando dan Bobby terpisah, Bobby melawan Mike dan Armando melawan paman Ken.


"Sepertinya terjadi perkelahian diluar" Rey melihat Luna sudah sangat lelap, pelan-pelan ia membuka kunci dan keluar. Di luar terlihat Bobby dan Armadi berkelahi dengan Paman Ken dan Mike.


Hiaaat....


Rey memisahkan perkelahian itu.


"Cukup!!!"teriak Rey, membuat paman Ken terdiam.


"Ada apa ini paman?" tanya Rey heran.


Paman Ken dan Mike nampak malu melihat Rey. Mereka berdua sepertinya akan berlari untuk kabur, Bobby dan Armando dengan sigap mengejar mereka. Rey ikut mengejar.


"Paman!!" Rey menangkap paman Ken.


"Lepaskan Rey!" Paman Ken berusaha melepaskan pegangan Rey.


"Tidak paman, ayo kita bicarakan baik-baik" ujar Rey, paman Ken menangis.


Tubuh paman Ken seolah lemas ia mulai berjongkok dan memegang di kaki Rey sambil terisak.


"Maafkan paman Rey, maafkan paman" ucapnya dengan suara serak.


Bobby dan Armando sudah berhasil melumpuhkan Mike dan membawanya ke hadapan Rey. Rey meminta Bobby dan Armando membawa mereka ke dalam villa.


"Apa yang terjadi paman? Mengapa kau melakukan hal yang bisa membuatmu mendapatkan masalah?" tanya Rey heran.


Paman Ken hanya diam, begitu pula dengan Mike.


"Apa bibi May tahu tentang hal ini?" Keduanya saling tatap dan menggeleng.


Rey menghela napas panjang, ia berpikir sejenak sambil memijat kepalanya. Tiba-tiba paman Ken bersimpuh didepan Rey dan memohon.

__ADS_1


"Tolong jangan katakan apapun pada bibimu, paman sudah sebulan ini dipecat dari pekerjaan dan tak memiliki penghasilan"


__ADS_2