
Luna agak terkejut dengan pesan balasan dari Yasmin. Ia berpikir sejenak, ada pesan masuk lagi dari Yasmin.
'Cepatlah datang, aku takut Sam terbangun jika kau tak segera..'
Luna tak percaya begitu saja, ia mencoba menelpon Yasmin namun panggilannya ditolak.
'Jangan menelpon, Sam akan bangun bila mendengar suara ponselku'
Luna sedikit curiga, namun ia belum mau pulang dan ingin berbicara dengan Yasmin. Luna berpikir sejenak namun ia tak suka dengan suasana kantin rumah sakit yang sepi.
"Baiklah..."
Luna beranjak dari kursinya, ia berjalan memasuki lift. Didalam lift hanya ada Luna sendiri, seketika ia teringat Rey saat sedang memeluk Rara. Ia menghela nafas kasar dan mengeraskan rahangnya tanda hatinya masih tak bisa menerima keadaan yang ia lihat tadi.
Ting...
Luna keluar dari lift, ia menoleh ke kanan dan kiri.
"Kamar VVIP no 67.." gumam Luna seraya melihat pintu-pintu kamar yang ada di rumah sakit tersebut.
Tak lama Luna sudah berada di depan kamar Samuel. Tangannya mulai meraih handle pintu kamar tersebut.
*Sementara itu....*
"Luna pasti akan datang..." Samuel terkekeh.
"Akan buktikan bahwa Luna masih sangat peduli padaku" Samuel bicara sendiri dengan nada congkak.
"..mana mungkin Luna bisa secepat itu melupakan cintanya yang besar padaku" Samuel terkekeh dengan bangganya.
Sang aktor menunggu sambil memainkan ponselnya, sesekali ia menoleh ke arah pintu lalu berdecak kesal.
"Lama sekali dia datang..."
Cekrekkk...
Pintu kamar rawat Samuel terbuka, wajah Samuel berubah menjadi riang.
"Sam.. aku datang membawa kontrak baru untukmu.."
Gio masuk ruang rawat Samuel tanpa rasa bersalah. Samuel mendengus kesal, ia melirik sinis ke arah Gio.
"Berikan padaku kontrak itu.." ujar Samuel dengan malas sambil menjulurkan tangannya untuk menerima kertas-kertas yang dibawa oleh Gio.
"Baiklah.."
Setelah memberikan berkas kontrak, Gio langsung duduk didekat sisi tempat tidur Samuel.
"Heiiii... apa yang kau lakukan?" tanya Samuel kesal.
__ADS_1
"Aku menunggumu membaca dan menanda tangani kontrak itu" ucap Gio santai.
"Tidak.. tidak... kau pergi sekarang! Aku akan membacanya nanti lalu akan aku tanda tangan bila sudah selesai membacanya! Aku ingin istirahat.." usir Samuel, Gio terlihat bingung namun ia mengikuti permintaan Samuel dan keluar.
"Huh... aku pikir itu Luna" gerutu Samuel bersungut-sungut.
Ia meletakan asal kontak yang diberikan oleh Gio. Matanya kembali melihat ke arah pintu berharap sang mantan datang menemuinya.
❤️❤️❤️
Luna baru saja akan membuka pintu, namun Gio keluar dari kamar Samuel.
"Nona Luna..?" Gio terlihat heran.
Luna hanya tersenyum kecut, Gio segera menutup pintu kamar Samuel takut mengganggu Samuel yang sedang beristirahat.
"Yasmin ada didalam?" tanya Luna sambil menunjuk ke arah pintu.
"Nona Yasmin? " Gio menggeleng.
"... itu nona Yasmin" ujar Gio lagi saat melihat Yasmin sedang berjalan ke arah mereka.
"Apa yang kau lakukan disini Luna?" Yasmin tak kalah heran dengan Gio.
"Bukan kah kau yang memintaku ke sini?" tanya Luna polos. Mama
Yasmin sedikit berpikir lalu menggeleng.
"Tapi kamu mengirim pesan padaku, agar aku menyusulmu ke kamar Samuel" Luna memperlihatkan pesan yang ia terima atas nama Yasmin.
Yasmin mengernyitkan keningnya, ia mencari ponsel di sakunya. Tak lama Yasmin tampak sangat kesal, ia langsung membuka pintu kamar Samuel dengan kasar dan menutupnya kembali membuat Luna dan Gio terpana.
"Sweety.."
Tanpa mereka sadari, ada Rey yang sudah berdiri dibelakang Luna. Luna menoleh dengan malas dan langsung berjalan meninggalkan Rey yang mengikuti langkah Luna.
❤️❤️❤️
"Bila ada hal yang membuatmu marah, aku minta maaf" ucap Rey membuat Luna menghentikan langkahnya.
Luna menoleh sambil memicingkan matanya.
"Apa salahmu?!" tanya Luna penuh selidik karena Luna yakin Rey belum paham apa yang membuat Luna marah.
"Aku tak akan memeluk Rara didepanmu lagi" jawab Rey lalu tersenyum, membuat hati Luna melunak.
Luna mengulum senyumnya, ia menahan rasa senangnya. Tak pernah ia sangka bahwa Rey akan menjadi seorang pria sepeka itu.
"Kau mau memaafkan aku?" kata Rey lagi, tak lama Bobby datang membawakan sebuah bucket bunga mawar merah nan cantik lalu memberikannya pada Rey.
__ADS_1
Melihat bucket bunga yang begitu indah, Luna dengan malu-malu mengangguk. Rey segera memberikan bunga itu pada Luna dan memeluk istrinya.
"Tapi kau janji jangan mengulanginya" bisik Luna dengan nada merajuk.
"Baiklah nona..." goda Rey, Luna mencubit pelan lengan Rey.
Rey mengacungkan jempol pada Bobby, sambil tersenyum puas Bobby melangkah meninggalkan Rey dan Luna.
Dibalik semua hal yang romantis, ada Bobby yang memberitahukan semua hal yang membuat Luna marah. Bahkan bunga juga merupakan ide Bobby untuk membuat Luna lebih cepat luluh dan memaafkan sahabatnya tersebut.
❤️❤️❤️
Di sisi lain, Yasmin menemui Samuel dengan wajah yang sangat marah.
"Yasmin, kau sudah kembali?" tanya Samuel dengan nada sangat gugup.
"Kembalikan ponselku!" ucap Yasmin membuat Samuel terperanjat.
Samuel memutar matanya, ia berusaha mencari alasan.
"Ponselmu mulai kehabisan baterai sayang, biarkan aku mengisinya" kata Samuel sambil mencari charger ponselnya.
"Berikan ponselku sekarang!" nada bicara Yasmin meninggi, wajah kesalnya tak bisa disembunyikan.
Yasmin melihat ponselnya berada di sisi lain tempat tidur Samuel, ia berjalan cepat ke arah ponselnya. Namun Samuel segera memindahkan ponsel itu karena jarak Samuel lebih dekat.
"Jangan membuatku lebih marah!" ancam Yasmin, Samuel terlihat takut namun ia lebih takut kalau Yasmin memergokinya mengirim pesan pada Luna dari ponsel Yasmin.
"Sabarlah sebentar sayang, jika dibiarkan habis nanti ponselmu bisa rusak" Samuel masih berusaha mempertahankan ponsel Yasmin agar tetap ditangannya sambil mencari celah untuk menghapus pesan yang ia kirimkan pada Luna.
"Aku minta ponselku sekarang juga!!!!" seru Yasmin semakin kesal, Samuel tak berani menatap Yasmin.
"Jika kau sedang membutuhkan ponsel, ini gunakan saja ponselku" Samuel memberikan ponselnya pada Yasmin, tentu saja hal itu membuat amarah Yasmin memuncak.
"Kau sudah ketahuan Sam! Cepat kembalikan ponselku dan lihat apa yang akan aku lakukan padamu nanti!!" Yasmin mengancam lagi.
"Ketahuan apa? Aku tidak melakukan apapun" Samuel berusaha menghindar.
Yasmin menarik nafas panjang.
"Kau masih menyukai Luna? Hahaha sepicik itu pikiranmu untuk dapat bertemu dengannya" Yasmin tertawa kesal sambil meledek Samuel.
Samuel tertawa sambil menenangkan dirinya sendiri.
"Kau cemburu?" goda Samuel dengan tatapan iseng.
Kini giliran Yasmin yang memutar matanya, tentu saja Yasmin gengsi untuk mengakuinya.
"Tidak..." jawab Yasmin ragu.
__ADS_1
Bila Yasmin mengakuinya maka kepala Samuel akan menjadi besar, Samuel tak melepaskan pandangannya dari Yasmin yang berusaha tak menghiraukan tatapan suaminya.
"Jika kau cemburu berarti aku sudah berhasil membuatmu semakin mencintaiku"