
Luna memukul kepala Rey dengan tangannya.
"Jangan mengatakan hal yang bodoh! Bila memang kemarin terjadi sesuatu mana mungkin aku bisa hamil dalam waktu kurang dari satu hari" ujar Luna kesal dengan kata-kata Rey.
"Maafkan aku nona, aku hanya mengkhawatirkan mu" ucap Rey malu-malu.
Ponsel Rey berdering, tidak biasanya malam-malam ada yang menelponnya.
"Boleh aku mengangkat telpon itu?" tanya Rey.
"Ya lakukan apapun maumu" Ujar Luna, ia berdiri mencuci tangannya di wastafel dapur.
"Halo"
"Hai Rey, ini aku Yasmin"
"Nona Yasmin.." ucap Rey, Luna langsung menoleh ke arah Rey dengan tatapan tidak suka.
Buat apa Yasmin menelpon Rey malam-malam begini?
Gumam Luna penasaran.
"Ya nona ada apa?"
"Aku ingin menemuimu besok di restauran, apa kau bekerja?"
"Tentu saja nona"
"Eehb tidak tidak... kita bertemu setelah kau selesai bekerja saja ya, aku akan menjemputmu"
"Apakah ada sesuatu yang penting?" tanya Rey ragu.
"Ya tentu saja, sangat penting"
"Baiklah nona"
Rey menutup telponnya. Luna duduk di sofa, ia menutupi rasa penasarannya.
"Nona Yasmin yang menelpon" ucap Rey sambil tersenyum.
"Aku tak bertanya" jawab Luna pura-pura acuh.
Rey menaruh ponselnya lalu berjalan ke meja makan untuk membersihkannya.
"Apakah nona ingin minum sesuatu?" tanya Rey dari dapur.
"Apa kau mau mengajakku minum bir lagi?"Luna menyeringai, Rey langsung gugup.
"Tidak nona, aku ingin menawarkan kopi atau teh hangat padamu"
"Aku mau teh" jawab Luna cepat.
Rey segera membuatkan teh untuk Luna, ia membawanya ke ruang tamu dan duduk di bawah sambil menatap Luna.
Andai saja kau benar-benar istriku, aku pasti duduk disebelah mu sambil memelukmu dari belakang
Rey berandai-andai sambil tersenyum, Luna aneh melihatnya.
"Jangan membayangkan sesuatu yang melanggar norma!"
__ADS_1
Khayalan Rey buyar seiring dengan kata-kata Luna yang selalu setajam pisau.
"Hehehe tidak nona"
Teh Luna sudah habis, Luna bergegas berjalan ke kamarnya.
"Nona jangan cepat-cepat jalannya" ujar Rey sambil mengikuti Luna dari belakang.
"Aku sudah bilang aku tidak hamil!!!"
Braaaak...
Luna membanting pintu kamarnya, Rey hanya terdiam didepan pintu. Ia mengusap pintu itu.
Selamat tidur nona
Ucap Rey sambil tersenyum pedih, ia kemudian membereskan sisa cangkir Luna dan terlelap di sofa.
Kriiing...
Alarm Rey berbunyi, Rey meraih ponselnya lalu beranjak ke kamar mandi sambil mengucek matanya.
"Hooaaam..." ia menguap.
"Tutup mulutmu saat menguap, aku hampir saja tersedot masuk ke sana" Luna yang sedang berada didapur membuat susu hangat mengagetkan Rey. Rey menutup mulutnya sambil malu-malu.
"Maaf nona" Rey segera masuk ke kamar mandi.
Luna hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Rey pagi itu, ia berjalan ke meja makan dan mengambil roti tawar yang tersedia dimeja itu. Rey baru membelinya tadi malam.
Rey keluar hanya dengan handuk yang membelit dipinggangnya. Luna tak sadar, ia memperhatikan Rey sampai tak berkedip. Rey mengambil pakaiannya, ia memakai kaos berkerah berwarna hitam lalu ia mengambil celana panjang hitam dan masuk kembali ke kamar mandi. Luna sampai menjatuhkan rotinya memperhatikan Rey.
Apa dia memang setampan itu?
Rey keluar dari kamar mandi, ia sudah siap berangkat bekerja. Ia menyemprotkan sedikit minyak wangi, Luna terbuai dengan wangi Rey.
Sadarlah Luna, sadar!!!!
Luna seperti tak ingin bangun dari alam bawah sadarnya. Ia menutup matanya rapat sambil membayangkan berada dipelukan Rey.
"Nona, apakah nona ingin sarapan sesuatu?" Luna diam saja, ia tersenyum-senyum sendiri.
"Nona.. apa kau baik-baik saja?" Rey mulai khawatir karna Luna tak menjawab pertanyaannya.
Rey memegang tangan Luna, dan menggoyangkannya. Luna tersentak sadar, ia melihat Rey sudah berada didepannya.
"Ada apa?" jawab Luna ketus, ia seperti baru saja tertangkap basah.
"Kau ingin makan sesuatu? Aku akan berangkat, tapi sebelumnya aku ingin membuatkan mu sarapan" ujar Rey sambil tersenyum, Luna suka senyuman itu.
"Buatkan aku omelette" perintah Luna, ia mengalihkan pandangannya dari Rey.
Ya Tuhan ada apa denganku? Kenapa aku jadi tak dapat mengendalikan diriku saat melihat Rey...
Batin Luna merintih.
Tak lama Rey sudah selesai membuatkan sarapan untuk Luna.
"Ini nona omelette yang kau minta, aku berangkat dulu ya. Sampai bertemu lagi nonaku" ujar Rey sambil mengedipkan sebelah matanya. Ia berjalan ke pintu dan keluar.
__ADS_1
Ya Tuhaaan, aku ingin sekali menggigitnya!!! Kenapa pagi ini dia begitu menggemaskan...
Luna kembali merintih dalam hatinya.
"Aku harus menelpon Yasmin dan mengetahui apa rencananya kepada Rey hari ini, tapi aku tak mungkin terus terang bertanya pada Yasmin..
Bagaimana cara aku mengetahuinya?" Luna memutar-mutar ponselnya sambil berpikir.
Tiiing...
Luna mendapatkan ide.
"Hallo Yasmin, apakah hari ini kau ada acara?" Luna menelpon sahabatnya itu.
"Siang ini aku free, ada apa?"
"Aku akan menemuimu membicarakan tentang seragam pegawai ku di restauran"
"Baiklah, datanglah ke galeriku jam 10 pagi ini"
"Oke kita bertemu disana ya"
"Oke"
Luna bersorak senang, ia ingin menahan Yasmin untuk tidak bertemu dengan Rey.
"Tumben sekali kau yang bersemangat mengenai seragam pegawai mu" ujar Yasmin saat Luna sudah sampai di galerinya dan duduk diruangannya.
"Ya sesekali aku harus mengapresiasi kinerja mereka, dan aku pikir seragam yang mereka kenakan sudah cukup lama"
"Design seperti apa yang kau inginkan? Aku memiliki beberapa referensi" Yasmin memberikan beberapa designnya kepada Luna, Luna sebenarnya tidak tertarik ia hanya ingin menggali informasi tentang apa yang ingin Yasmin lakukan bersama Rey.
"Ehem.. apa siang ini kau akan pergi?" tanya Luna, sambil pura-pura memperhatikan dengan seksama design seragam Yasmin.
"Tidak, siang ini aku ingin berada di galeri sampai sore mengerjakan design baju nyonya Katrine untuk pesta perayaan ulang tahun pernikahannya" ucap Yasmin sambil memainkan ponselnya.
"Berarti sore ini kau berencana pergi?" Luna bertanya lagi. Yasmin pun menggeleng lagi.
"Sore ini aku akan pulang ke apartemen untuk istirahat sebentar, aku juga ingin menonton acara game show ditelevisi" ucap Yasmin santai.
"Malam??" Luna bertanya lagi, Yasmin mulai curiga.
"Kenapa kau bertanya terus? Ada apa sebenarnya?" Yasmin meletakkan ponselnya dan menatap tajam ke arah Luna.
Luna gugup ia ketahuan sebelum mendapat jawaban yang diinginkannya.
"Eeem rencananya aku ingin mengajakmu ke club" Luna tersenyum terpaksa, Yasmin memicingkan matanya.
"Kau tak mau?" tanya Luna lagi, ia mengalihkan pandangannya dari Yasmin dan membolak balik lembaran design yang Yasmin berikan.
"Baiklah, bila memang kau ingin mengajakku ke club malam ini. Tapi maaf Luna aku tak bisa"
"Kenapa?" tanya Luna seolah acuh.
"Nanti malam aku sudah mengajak Rey berkencan, dan aku sudah menyiapkan kejutan untuknya"
"Oowwh" Luna menjawab singkat.
Setelah selesai memilih design, Luna memilih untuk kembali ke apartemennya. Ia mengambil ponselnya dan menelpon.
__ADS_1
"Halo nona?" jawab Rey, diujung telpon.
"Rey, aku sakit..."