Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
Kabar Bahagia


__ADS_3

Sebulan kemudian, pernikahan Yasmin dan Samuel digelar. Keduanya terlihat tersenyum kepada semua tamu, banyak media yang hadir dan mengabadikan moment tersebut.


"Terima kasih untuk semua yang mencintai saya, dan doa kalian untuk kebahagiaan kami sangatlah kami harapkan" ujar Samuel penuh haru kepada media, Yasmin hanya senyum kesana kemari mendengar kata-kata Samuel.


Selama persiapan pernikahan perdebatan terus terjadi, memang tak ada cinta hanya kehamilan Yasmin yang menjadi alasan pernikahan ini.


"Pantas saja kau bisa menjadi aktor ternama, aktingmu sangat luar biasaaaa" sindir Yasmin saat ia dan Samuel sudah berada di kamar hotel.


"Kau harus mengakui itu, kau menikah dengan pria limited edition seperti ku. Kau haru bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan" ujar Samuel membuat bibir Yasmin mencibirnya.


"Ya aku akan mulai membiasakan diri dengan kenarsisanmu" ujar Yasmin jengkel.


"Itu bukan narsis istriku, tapi itu adalah kenyataan yang tidak bisa kau pungkiri. Suamimu terkenal, tampan dan menawan" lagi-lagi Samuel membanggakan dirinya, membuat Yasmin memutar matanya karena kesal.


"Aku akan lebih bersyukur apabila kau tidur disofa dan membiarkanku tidur dengan nyaman di tempat tidur malam ini" seru Yasmin lalu masuk ke kamar mandi.


♥️♥️♥️


Tak terasa usia kandungan Yasmin sudah memasuki usia 7 bulan. Ia mengadakan baby shower bersama Luna, Anne dan Erika, karena mereka semakin dekat satu sama lain. Tema baby shower Yasmin adalah princess karena menurut hasil USG anak yang akan lahir adalah perempuan.


"Kak Yasmin, aku berharap semoga keponakanku ini lahir dengan selamat dan memiliki wajah cantik serta bakat luar biasa sepertimu" ujar Anne yang memakai pakaian putri salju senang karena sebentar lagi keponakannya akan lahir ke dunia.


"Aku hanya berharap aku dan Bobby bisa segera menyusul" ucap Erika yang menggunakan pakaian Elsa dalam film Frozen dengan penuh harap.


"Doa terbaik aku berikan untukmu dan si mungil" Luna yang mengenakan baju Rapunzel tak mau kalah.


"Terima kasih semuanya, aku sangat senang kalian selalu membantuku. Terutama membantuku menghadapi suami yang b***h dan besar kepala seperti Samuel!" kata Yasmin yang bergaun kuning seperti princess Belle (Beauty and the beast) geram namun setelah itu ia tertawa.


Semua terasa senang, walaupun wajah Luna terlihat agak sedih hari itu.


"Dan kau Anne, cepat minta James untuk melamarmu. Sampai kapan kalian akan berkencan diam-diam dibelakang papi dan mami" tegur Yasmin membuat wajah Anne memerah.


"Jangan berkata seperti itu, usiaku baru 21 tahun, ia mengatakan tak mau menikahi gadis dibawah umur" ucap Anne dengan wajah cemberut.


Yang lain tertawa mendengar kata-kata Anne. Mereka berfoto dengan bahagia. Erika sudah membuka toko kue sendiri dan berhenti dari restauran, Rey dan Bobby membuka sebuah kedai kopi disebelah restauran. Dan Anne masih setia menemani James di restauran bersama beberapa koki baru.


"Apakah aku terlambat menghadiri acara baby shower anakku?" tiba-tiba Samuel yang mengenakan pakaian the beast datang dengan beberapa wartawan yang akan meliput.


Semua terkejut melihatnya, apalagi saat ia bersanding mesra dengan Yasmin didepan kamera dan membuat semua orang iri melihatnya.

__ADS_1


"Lihat itu, dimanapun dan kapanpun kak Samuel selalu saja membawa wartawan" gerutu Anne pelan.


"Kakakmu itu memang pria b***h yang beruntung, sahabatku itu menjadi istrinya dan dia menjadi tambah terkenal setelah menikah" Luna menimpali, Erika yang tak mengenal dekat Samuel hanya menjadi pendengar yang baik sambil mengangguk-angguk.


Sementara itu, Bobby dan Samuel sibuk dengan usaha baru mereka. Keduanya sangat kompak dan jarang terlibat percekcokan bisnis.


"Kau makan lagi Rey? Tubuhmu bisa membengkak bila kau makan terus seperti itu" ujar Bobby yang heran melihat Rey yang makan terus sedari pagi.


"Aku merasa baru makan dua buah roti hari ini, apakah itu terlalu banyak buatmu?"


"Dua?? Hahaha kau pasti bercanda, kau sudah menghabiskan 4 roti siang ini" ujar Bobby terkekeh.


"Benarkah? Aku merasa lapar terus menerus hari ini. Bahkan aku masih ingin makan sesuatu yang pedas untuk mengisi perutku" jawab Rey, ia juga terlihat bingung dengan nafsu makannya.


"Hahaha kau akan benar-benar menjadi pria bertubuh gemuk Rey" ledek Bobby.


"Kau sendiri? Kenapa tidak makan sejak pagi? Kau bisa sakit bila tidak makan apapun, pekerjaan di kedai ini cukup sibuk. Aku tak mau kau pingsan dan harus menggotongmu" seru Rey.


"Aku merasa tak ingin makan Rey, rasanya mual bila melihat makanan atau mencium bau yang menyengat" Bobby menjelaskan kondisinya.


"Mual? Apakah kau salah makan kemarin?" Rey ikut heran dengan kondisi Bobby.


"Apakah ada pria yang mual karena istrinya hamil?" ucap Rey tiba-tiba membuat Bobby berpikir.


"Hahaha mana mungkin begitu, yang hamil adalah wanita. Bagaimana mungkin bisa pria yang mual dan tak nafsu makan? Kecuali bila aku yang hamil" Bobby menjawab enteng.


Rey tertawa mendengar ocehan Bobby siang itu. Ia mengambil lagi sebuah roti dan memakannya.


"Itu sudah roti yang keenam, kau harus membayarnya" seru Bobby, Rey terdiam karena ia tak sadar memakan lagi roti itu.


Sepulang dari kedai Bobby penasaran dengan kata-kata Rey, ia berhenti di sebuah apotik dan membeli beberapa testpack.


"Selamat datang honey..." sambut Erika saat Bobby pulang.


"Terima kasih darling, kau selalu menyambutku dengan senyuman manismu membuat rasa lelahku hilang" ucap Bobby sambil mengecup kening Erika.


"Apa yang kau bawa?" tanya Erika melihat bungkusan kecil yang dibawa Bobby.


"Ini untukmu"

__ADS_1


Dengan santai Bobby memberikan bingkisan itu.


"Untukku? Emm apa ini?" Erika membuka bingkisan itu dan terbelalak.


"Testpack?" tanya Erika heran.


Wajah Bobby terlihat pucat, ia menahan rasa mualnya mencium bau masakan Erika. Namun ia tak mau menyakiti hati Erika dengan muntah karena bau masakan itu.


"A.. aku mau..." Bobby berlari ke kamar mandi karena sudah tidak bisa menahan rasa mualnya.


"Huweekkk..." Bobby tidak memuntahkan apapun namun setelah ia mengeluarkan rasa mualnya rasanya menjadi lebih baik.


Erika segera menghampiri Bobby dan memijat tengkuk lehernya.


"Apa kau sakit honey?" tanya Erika khawatir, Bobby menggeleng.


"Aku belum makan dari tadi pagi" jawab Bobby sambil membasuh mulutnya.


"Ayo kita makan, aku sudah membuatkan makanan kesukaanmu" kata Erika sambil memijat pundak Bobby.


"Bisakah kau membuatkan aku teh, aku ingin membicarakan sesuatu"


Erika mengangguk, ia membuatkan teh untuk Bobby dan membawakannya ke sofa. Bobby sudah menunggunya disana.


"Cobalah kau buang air kecil dan gunakan testpack ini besok pagi, apoteker itu bilang akan lebih akurat saat pagi hari"


Erika terkejut dengan permintaan Bobby, namun ia juga merasa tanggal datang bulannya sudah lewat.


"Ya baiklah"


Keesokan paginya, Erika terbangun dan langsung menuju kamar mandi. Bobby masih terlelap. Setelah menggunakan testpack air matanya mengalir deras, ia keluar dari kamar mandi.


"Honey.. honey.. bangun.." seru Erika.


Bobby bangun dengan malas, ia masih mengantuk.


"Ada apa darling? kenapa kau menangis?" tanya Bobby panik karena saat membuka mata Erika berlinangan air mata.


"Aku hamil....."

__ADS_1


__ADS_2