
Yasmin seketika gugup dengan pertanyaan Samuel, Samuel menatap tajam ke arah Yasmin menunggu jawaban istrinya.
"Apa yang kau katakan Sam?" Yasmin berusaha menutupi perasaannya.
"Apa aku tidak akan bisa berjalan lagi?" tanya Samuel lagi dengan wajah serius.
Yasmin menelan ludahnya pelan, kondisi Samuel tak separah itu namun Yasmin takut Samuel akan terpukul dengan kondisinya. Seorang Samuel yang narsis dan penuh percaya diri akan menjadi putus asa, tentu saja hal itu tidak diinginkan oleh Yasmin walaupun sebenarnya ia muak dengan kenarsisan suaminya itu.
"Makan ini Sam, jangan banyak bertanya! Atau aku akan pergi dari ruangan ini!" Yasmin tiba-tiba berubah menjadi galak.
Samuel merebahkan tubuhnya, satu tangannya dilipat keatas untuk menopang kepalanya.
"Begitu ya.. Kau berusaha menyembunyikan kondisiku dengan sikap emosional mu?" Samuel tersenyum miris menatap langit-langit ruang rawatnya.
"Sam.." Yasmin merasa bersalah.
"..Kau hanya membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dan kau akan bisa berjalan normal kembali" ucap Yasmin lirih.
Samuel menoleh ke Yasmin dengan tatapan heran.
"Apa kau serius?" kali ini mata Samuel terbelalak.
Yasmin mulai merasa apa yang tadi Samuel tampakan hanya sebuah akting belaka, terlihat dari wajah terkejut Samuel yang sangat b*d*h.
"Ya Tuhan.. aku lumpuh!!!" Samuel mulai histeris, sifat aslinya keluar dengan segala kemanjaannya.
"Tidak.. tidak.. bukan begitu maksudku Sam.." Yasmin berusaha menenangkan Samuel.
Samuel terlihat kurang terkendali, ia tatapannya mulai kosong. Ia terdiam dan air matanya menetes...
"Sam... kau akan baik-baik saja. Aku akan menjagamu" Yasmin memegang jemari Samuel perlahan.
Samuel menoleh kembali ke Yasmin, ia memastikan bahwa Yasmin sungguh-sungguh mengatakannya.
"Aku berjanji.." kata Yasmin lagi dengan yakin.
Wajah aktor ternama itu berubah kembali cerah.
"Baiklah, kau harus mengikuti semua keinginanku sampai aku benar-benar sembuh. Kau sudah berjanji" ucap Samuel sambil tersenyum puas.
"Lagipula siapa yang akan tahan merawat pria manja sepertimu kalau bukan aku, istrimu! Wanita yang sudah terlanjur terjebak pernikahan denganmu" tukas Yasmin kesal sambil mencubit lengan Samuel gemas.
"Kemarilah istriku, aku ingin memelukmu" Samuel duduk perlahan dan merentangkan tangannya.
__ADS_1
Yasmin mengulum senyumnya malu-malu dan mendekati Samuel. Ia membiarkan Samuel memeluknya erat, juga membelai rambutnya.
"Aku mencintaimu Yasmin" bisik Samuel.
"Aku juga.." jawab Yasmin pelan hampir tak terdengar.
♥️♥️♥️
Luna sampai dirumah, ia memberitahu mami bahw Samuel kecelakaan. Mami sangat terkejut, ia segera mengambil ponselnya untuk menelpon Samuel namun Gio yang mengangkatnya membuat mami menjadi kesal.
"Mami harus menjenguk Samuel sekarang!" ucap mami sambil berdiri dari duduknya.
"Jangan mi, didepan rumah sakit banyak wartawan yang berkerumun. Mami akan menjadi sorotan, aku tahu mami tak suka hal itu kan" kata Luna mencegah maminya.
Mami terduduk kembali dengan wajah lemas.
"Lebih baik kita nyalakan televisi dan melihat berita Samuel disana" usul Luna, mami langsung mengambil remote televisi.
Beberapa channel televisi diganti, sampai akhirnya mami menemukan channel yang memberitakan kecelakaan syuting Samuel. Sebuah program gosip yang memperlihatkan rumah sakit tempat Samuel dirawat.
"Berita macam apa ini? Mana Samuel?" mami sangat penasaran, matanya menjelajah keseluruh layar televisi mencari keberadaan Samuel.
Luna menepuk keningnya pelan melihat tingkah mami, ia membawa si kembar ke kamar mereka.
Luna malas membahasnya, namun wajah Rara yang polos dan sangat ingin tahu membuatnya harus menjawabnya.
"Samuel dirawat dirumah sakit, mami sangat khawatir kepadanya" ucap Luna.
"Keadaannya baik-baik saja?" tanya Rara lagi.
Luna mengangkat kedua bahunya tanda tak tahu. Namun tiba-tiba ia tertawa kecil dan mengambil ponselnya, Luna menelpon Yasmin hal yang tak dilakukan mami.
"Baiklah, jangan terlalu lelah Yasmin. Jaga bayi dalam kandunganmu dan jangan terlalu benci pada Sam karena nanti anak keduamu akan lebih mirip dengan papinya seperti Sheryl" goda Luna sambil terbahak.
Setelah menutup telponnya, Luna dapat bernafas lega.
"Sam baik-baik saja, namun ia menjadi sangat manja" ujar Luna.
"Syukurlah.." ucap Rara.
Luna dan Rara keluar dari kamar si kembar. Mereka melihat mami masih sibuk menatap layar televisi.
"Mi... " panggil Luna sambil duduk disebelah maminya.
__ADS_1
Mami menoleh dengan malas, Luna menahan senyumnya.
"Yasmin mengatakan Sam baik-baik saja" kata Luna lagi.
Mami terkejut kembali saat mendengar kata-kata Luna. Mami langsung menyambar ponsel Luna dan menelpon Yasmin.
"Apa yang ingin mami lakukan?" Luna terkejut.
"Tentu saja mami ingin menelpon Yasmin, mami harus tahu kondisi Samuel yang sebenarnya. Berita di televisi hanya membuat kepala mami menjadi pusing" ucap mami santai sambil menelpon Yasmin menggunakan ponsel Luna.
Luna dan Rara saling menatap lalu menghela nafas bersamaan. Tak lama Rey pulang, Luna menyambutnya dengan senyuman terbaiknya.
"Kau sudah pulang sayang" ucap Luna sambil memeluk suaminya.
Mami yang masih sibuk menelpon Yasmin agak sebal melihatnya karena iri. Rara juga memanyunkan bibirnya, ia juga ingin seperti Rey dan Luna yang selalu mesra. Tiba-tiba mami terlihat sedih.
"Apa yang terjadi mi?" tanya Rara yang masih menemani mami, sedangkan Luna menemani Rey masuk ke dalam kamar untuk mengganti baju.
"Mami ingin menjenguk Samuel, tapi Yasmin mengatakan mami baru bisa menjenguk Samuel pukul 12 malam. Sangat banyak wartawan disana karena ini merupakan berita yang besar" ucap mami terlihat sedih.
"Tenanglah mami, aku yakin kak Sam pasti dirawat dengan sangat baik disana. Kak Yasmin akan menjaganya dengan sepenuh hati" hibur Rara.
Mami menatap Rara, Rara membalas tatapan mami sambil mengangguk untuk meyakinkan mami. Namun mami menghela nafasnya.
"Entah mengapa mami sangat menyukai Samuel sejak pertama melihatnya" kata mami seperti menerawang jauh.
"Bagaimana mami pertama mengenalnya?" tanya Rara penasaran.
"Tentu saja Luna yang mengenalkannya pada mami. Samuel terlihat seperti pria terhormat, dia menyapa mami dengan santun. Tapi mami tak menyangka akhirnya dia tidak berjodoh dengan Luna"
"Oh begitu.." ujar Rara agak kecewa dengan ucapan mami.
"Mami tetap bersyukur bahwa Rey adalah suami Luna, kau tak usah cemberut begitu" ujar mami sambil menggenggam tangan Rara, ia paham Rara tersinggung dengan ucapannya.
Rara tersenyum senang.
"Apakah ada cara agar kita bisa segera menjenguk kak Sam?" Rara berpikir karena ingin membuat mami senang.
Mami ikut berpikir, mereka berdua seolah memutar otak untuk menjenguk sang aktor ternama itu.
"Hmmm... sepertinya itu ide yang bagus" mami tiba-tiba tersenyum penuh arti sambil melirik ke arah Rara.
Rara menoleh ke arah mami dengan wajah agak bingung.
__ADS_1
"Segera bersiap dan ikut dengan mami...."