Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
Menyembunyikan Kebenaran


__ADS_3

Bobby memberikan kode kepada Rey, Rey awalnya menolak dengan menggelengkan kepalanya. Tapi Bobby terus mengintimidasinya dengan tatapan penuh ancaman.


"Maafkan saya pak, teman saya hanya mau mengantar saya pulang. Saya buru-buru karna istri saya akan melahirkan Huhuhu" Rey memulai aktingnya, ia berlutut sambil memohon kepada pak polisi yang ada didepannya.


Bobby sempet terkejut mendengar alasan Rey, namun ia ikut membantu akting sahabatnya itu.


"Kasiani teman saya pak, ini anak pertamanya dan istrinya sedang dirumah sendirian" Bobby ikut berlutut.


Mereka berdua kompak memegangin kaki salah satu polisi yang terlihat senior. Polisi itu tampak ragu, namun Rey terlihat sangat sedih. Ia sudah terbiasa akting karna kepura-puraannya dengan Luna selama ini.


"Benarkah istrimu akan melahirkan?" Polisi itu terlihat terkejut.


Rey mengangguk yakin, Bobby juga.


"Apa kalian berusaha membohongiku? Hahaha aku tak mudah tertipu" Polisi itu menyeringai.


Rey mengambil ponselnya, ia menunjukan sebuah foto kepada Polisi itu.


"Ini foto istriku yang sedang hamil pak Huhuhu" Rey menunjukan foto Bibi May saat sedang hamil Syafa.


Polisi melihat foto yang perlihatkan Rey, ia terlihat agak ragu.


"Bila terjadi apa-apa pada istriku aku bisa mati" Rey memukul dadanya untuk lebih meyakinkan polisi itu, Bobby berusaha menghentikan Rey.


"Ya Tuhan, bila memang begitu segera temui istrimu dan antar dia ke rumah sakit" Polisi itu iba dan membiarkan Rey dan Bobby pergi.


"Terima kasih pak, terima kasih. Kau adalah orang berhati mulia Huhuhu" Rey masih pura-pura menangis.


"Lain kali jangan ugal-ugalan saat membawa kendaraan, kasihan istrimu bila terjadi apa-apa padamu" Pesan polisi itu.


"Baik pak baik Huhuhu"


"Sampaikan permintaan maaf ku kepadanya" ucap polisi itu terlihat menyesal.


Bobby menaiki motornya dan Rey ikut membonceng dibelakangnya, lalu pergi perlahan-lahan dari hadapan polisi itu.


Setelah cukup jauh keduanya tertawa terbahak-bahak.


"Kau sungguh gila mengaku istrimu akan melahirkan, menyentuhnya saja kau takut seperti ayam" ledek Bobby, membuat Rey memukul kepalanya karna kesal.


♥️♥️♥️


Rey berlari sampai ke apartemen Luna, ia menggunakan tangga dan terlihat terengah-engah memegang kedua lututnya didepan pintu masuk.


Ting...


Pintu lift terbuka, Luna keluar dari lift itu melihat heran ke arah Rey. Lalu ia masuk duluan ke dalam, Rey mengikutinya dari belakang.

__ADS_1


"Kau baru pulang nona?" tanya Rey, Luna tidak menjawab ia langsung masuk ke kamarnya.


Apa aku melakukan sebuah kesalahan sampai nona tidak menghiraukan ku?


Rey bertanya dalam hati. Ia menaruh tasnya di lemari dan masuk ke kamar mandi. Tak lama Luna keluar dari kamarnya, ia mencari keberadaan Rey.


"Rey..." panggil Luna, Rey yang sedang mandi dengan shower tidak mendengar panggilan Luna.


"Rey... apa kau didalam?" tanya Luna sambil mengetuk pintu kamar mandi.


Rey terdiam, ia merasa ada yang memanggilnya dan mengetuk pintu kamar mandi. Rey membuka pintu dan menyembulkan kepalanya.


"Iya nona"


Luna yang melihat tingkah laku Rey menahan senyumnya.


"Aku lapar, cepat buatkan makanan untukku" perintahnya lalu berjalan ke arah sofa sambil tersenyum lebar.


"Oke nona"


Rey segera menyelesaikan mandinya, ia memakai kaos dan celana panjang training.


"Apa yang akan kau masak?" Tanya Luna tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi.


"Eeeh sepertinya aku akan membuat nasi kare dan salad sayuran"


Rey segera memasak. Diam-diam Luna memperhatikannya, ia bersembunyi dibalik sofa sambil mengambil video Rey sedang memasak.


"Aku akan mendaftarkannya ikut kontes memasak" pikir Luna sambil tertawa kecil.


"Eeeh tidak tidak nanti dia menjadi populer dan memiliki banyak fans, itu merugikan ku! Ini akan ku jadikan koleksi pribadiku saja" Luna meralat idenya sendiri, ia tak sadar Rey sudah selesai masak dan tidak berada di dapur.


"Nona ayo kita makan" ajak Rey yang ternyata sudah berada didekat Luna sambil menatap heran.


Luna segera bangkit dari sofa, menyembunyikan rasa malunya dengan sikap ketus.


"Ya baiklah"


Ingin rasanya Luna mengutuk dirinya sendiri karna terlalu terbuai dengan isi dalam otaknya yang selalu tertuju pada Rey.


"Makanlah yang banyak nona"


Rey duduk didepan Luna sambil memperhatikan Luna makan, namun tak biasanya Luna salah tingkah. Ia jadi bingung mau makan nasi kare atau salad sayuran dulu.


Rey mengambil sendok yang ada ditangan Luna lalu menyuapkan nasi kare ke mulut Luna.


"Enak?" tanya Rey, Luna menyembunyikan rasa senangnya.

__ADS_1


"Ya lumayan" Ia mengambil sendok dengan paksa dari tangan Rey.


"Aku bisa makan sendiri, jangan menggangguku!"


Rey hanya tertawa kecil, ia melihat Luna dengan lahap memakan nasi kare itu tanpa melihat ke Rey karna ia akan salah tingkah lagi.


"Waah ini enak dan segar!!" Luna seakan keceplosan mengatakan salad buatan Rey enak, ia kembali ke wajah judesnya.


Rey hanya tersenyum.


"Aku membuatnya dengan segenap rasa sukaku padamu" jawab Rey membuat wajah Luna memerah.


"Jangan membuatku tertawa dengan rayuan gombalmu itu!" kata Luna ketus, ia banyak menyembunyikan rasa senangnya malam itu.


Luna selesai makan, ia segera meninggalkan meja makan dan duduk di sofa melanjutkan apa yang ditontonnya tadi. Rey membereskan meja dan mencuci piring.


"Apakah kau mau aku buatkan salad lagi besok?" tanya Rey.


"Ya buatkan yang banyak dan jangan tambahkan rayuan anehmu itu didalamnya!"


Rey tertawa geli tanpa bersuara, Luna pun tersenyum senang sambil menatap layar televisi.


Setelah mencuci tangan dan mengeringkannya Rey ikut duduk didepan televisi, ia duduki di bawah sambil minum sekaleng soda.


"Apakah kau tidak mengantuk nona?" tanya Rey, matanya tertuju ke televisi.


"Apa kau ingin mengusirku dari sofa ini?" Luna balik bertanya dengan nada ketus.


"Bukan begitu nona, tapi kau baru sembuh jadi aku khawatir kau sakit lagi" ucap Rey sambil tersenyum tulus menghadap ke Luna.


Saking gemasnya Luna menutup matanya, ia menahan diri untuk tidak menerjang Rey dan memeluknya lalu berkata 'Kau milikkuuuu selamanya'.


"Baiklah bila itu alasanmu" Luna berdiri dari sofa, Rey memegang pergelangan tangan Luna.


"Selamat tidur nonaku tersayang" katanya pelan sambil mengedipkan sebelah matanya.


Luna kembali menahan senyumannya, ia menepak tangan Rey dan berjalan ke kamarnya.


Ya Tuhaaan jangan kau berikan cobaan ini padaku!! Aku tak bisa merendahkan diriku dengan menyukai orang seperti Rey. Dia hanya orang bayaranku dan aku harus berpisah dengannya setelah kontrak habis.


Luna mengingatkan dirinya akan awal pernikahannya dengan Rey. Tiba-tiba ia merasakan perutnya tidak enak, ia merasa agak mual.


"Huweeekkk..."


Luna merasa ingin muntah, ia berlari ke kamar mandi yang berada didalam kamarnya.


"Kenapa rasanya tidak enak begini?" tanya Luna dalam hati.

__ADS_1


"Astaga itu tidak mungkin!!!!!!!! Apakah aku benar-benar hamil????"


__ADS_2