
Luna mondar-mandir menunggu mami diruang tamu, Erika hanya memperhatikan Luna. Bobby dan Rey asik bermain dengan anak mereka di kamar si kembar.
"Ini sudah hampir 1 jam setelah aku menelponnya, kenapa lama sekali" gerutu Luna kesal.
"Sabar kak, mungkin mereka sudah perjalan ke sini" Erika mencoba menenangkan Luna.
Tak lama mami datang dengan berjalan santai bersama Jiraiya, lalu mami duduk disofa.
"Ayah.. kau darimana saja?" bisik Erika sambil memegang lengan ayahnya yang sudah duduk disebelahnya.
Jiraiya hanya tersenyum sambil menepuk lembut punggung tangan Erika. Luna menghela nafas panjang dan memanggil Rey, Bobby juga Rara.
"Baiklah kita sudah berkumpul, kita akan membahas rencana pernikahan mami. Aku akan mulai dari tempatnya, mami mau menikah dimana?" tanya Luna dengan menahan segala kekesalannya pada mami.
"Hemmm.. pertanyaan bagus. Mami ingin menikah di gereja yang ada ditepi pantai dekat kota HK" ucap mami santai.
Luna menarik nafas dan menghembuskan ya perlahan, melirik sinis ke arah mami yang sepertinya tidak perduli dengan amarah Luna yang hampir meledak.
"Baiklah, lalu konsep apa yang mami inginkan?" tanya Luna lagi yang berusaha tersenyum wajar.
"Tidak perlu konsep yang aneh-aneh Luna, layaknya pernikahan berlatarkan pantai. Mami ingin gaun yang sederhana dengan rok pendek dengan nuasa putih"
"Gaun sederhana? Tapi waktu itu mami bilang...." Luna hampir saja meledak, untungnya Rey segera mendekati Luna dan memeluknya dari belakang.
Yasmin sudah membuat design gaun dengan rok lebar permintaan mami, dan tiba-tiba mami ingin gaun sederhana. Tentu saja hal itu membuat Luna marah.
"Jika memang mami ingin gaun sederhana, kita harus membicarakannya dengan Yasmin. Bukan begitu sweety?" ucap Rey sambil tersenyum pada Luna.
Luna memutar matanya karena kesal, mami terlihat santai tanpa menoleh ke Luna sedikitpun.
"Bagaimana dengan ayah? Apa ayah memiliki keinginan tersendiri untuk pernikahan?" tanya Erika ingin ayahnya juga ikut serta dalam pembicaraan tersebut.
"Hemmm... ayah suka dengan konsep yang diinginkan nyonya" kata Jiraiya sambil tersenyum dan melihat ke arah mami.
Mami membalas senyum Jiraiya membuat Luna menjadi semakin kesal.
"Apa aku tak salah mendengar? Kenapa Jiraiya masih memanggil mami dengan sebutan nyonya?" tanya Rey dengan polosnya.
"Bukankah itu sama dengan panggilanmu untuk istri kejammu itu dulu, Rey" tukas mami membuat Luna melotot padanya.
"Baiklah, karena konsepnya sudah jelas. Besok saya dan Armando akan ke kota HK untuk melihat keadaan disana. Jika memang dirasa cukup aman dan nyaman, maka nyonya dan ayah bisa melangsungkan pernikahan disana" ujar Bobby memecah suasana.
__ADS_1
"Itu ide yang bagus, apa kita juga harus ikut ke sana huby?" tanya Luna pada Rey.
"Buat apa kalian ikut, mami yang akan ikut ke sana bersama Rara dan Erika. Kau diam saja dirumah menjaga Avior dan Alioth" kata mami.
Ingin rasanya Luna membalas ucapan mami namun Rey sudah menggenggam jemarinya.
"Aku dan Luna akan menemui Yasmin sekaligus menjenguk Samuel besok untuk membicarakan gaun pengantin mami"
"Kau memang yang terbaik Rey" puji mami membuat Luna bersungut-sungut.
❤️❤️❤️
Keesokkan harinya, semua sesuai dengan rencana. Mami pergi ke kota HK bersama Bobby, Armando dan Rara. Erika tidak ikut karena Bintang sedang tidak sehat. Jiraiya memeriksa keadaan hotel. Luna dan Rey mengajak si kembar untuk menjenguk Samuel.
"Terima kasih kau mau meluangkan waktu menjenguk Sam" ucap Yasmin saat menyambut Luna dan Rey.
Luna dan Rey masuk ke dalam ruangan, si kembar digendong oleh baby sitter ya masing-masing. Yasmin mencium kedua keponakannya dan mencubit lembut pipi keduanya.
"Aku tahu kau pasti mengkhawatirkanku" kata Samuel penuh bangga.
"Tentu saja aku khawatir, aku sangat khawatir kalau Yasmin kehilangan suaminya dan mengganggu suamiku lagi" jawab Luna sambil tersenyum sinis pada Samuel.
Wajah bangga Samuel seketika berubah menjadi kesal.
"Apa itu?" Yasmin penasaran.
Mereka duduk bersama di sofa yang ada diruang rawat Samuel. Samuel sangat penasaran dengan apa yang mereka bicarakan, namun jaraknya agak jauh dari ranjangnya jadi ia kembali fokus pada gamenya.
"Mami ingin mengganti design gaunnya" ucap Luna perlahan.
Yasmin mengedipkan matanya tanda tak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Bisakah?" tanya Luna berhati-hati.
Yasmin menghela nafas dan mengangguk.
"Aku akan mendesign ulang gaun Tante Lauren segera, dan aku akan langsung mengirim hasil design terbaruku pada mamimu" kata Yasmin membuat Luna lega.
"Syukurlah, terima kasih Yasmin"
"Oh ya.. kapan rencana pernikahan Tante Lauren? apakah aku harus segera merevisi designnya?"
__ADS_1
"Ya kau harus lekas karena mami ingin menikah minggu depan"
Yasmin ternganga, ia menelan ludahnya perlahan.
"Baik baik, aku akan kerjakan hari ini dan jika design ku sudah disetujui oleh mami aku akan meminta assistenku mulai menjahitnya"
"Kau yang terbaik... Aku akan mengirimkan uang pembayaran lunas untuk gaun dan jas pernikahan segera" ucap Luna senang.
❤️❤️❤️
"Tempat ini sangat baguusss, aku juga mau menikah disini" pekik Rara bahagia.
Armando tersenyum mendengar kata-kata Rara.
"Itu merupakan tanda, bahwa kau harus mulai menabung jika ingin menikahinya" ujar Bobby pada Armando.
Armando hanya diam dan memperhatikan Rara yang sedang berfoto-foto dengan mami, terlihat rona bahagia di wajahnya.
"Aku berharap bisa membahagiakannya selalu" ucap Armando, Bobby menepuk pundak Armando dan merangkulnya.
"Itu adalah hal yang harus kau lakukan, Rara butuh pria yang bisa melindunginya. Aku yakin kau masih ingat wajah Rara saat pertama kali kau menyelamatkannya dari pernikahan b*d*h waktu itu" ungkap Bobby.
"Ya kau benar, aku melihat seorang gadis yang tidak memiliki kebahagiaan. Matanya kosong, tubuhnya gemetar dan tak punya harapan dalam hidupnya. Namun sekarang dia sudah menjadi gadis yang ceria dan penuh suka cita" kata Armando sambil tersenyum melihat ke arah Rara.
"Aku akan bertanya kepada nyonya bagaimana pendapatnya tentang tempat ini dan segera melakukan reservasi jika nyonya menyukainya"
Armando mengangguk, Bobby segera menemui nyonya besarnya. Setelah Mami dan Bobby pergi meninggalkan Rara sendiri, Armando mendekatinya.
"Kau benar-benar suka tempat ini?" tanya Armando.
Rara menoleh dan mengangguk dengan cepat.
"Tempatnya indah, dan kau lihat disana" Rara menunjuk sebuah penginapan mungil yang ada di sisi pantai tak jauh dari gereja.
"Setelah menikah aku ingin menginap ditempat itu" kata Rara terlihat membayangkan sebuah pernikahan.
Armando menunduk agak tersipu.
"Lihat lihat.. aku juga mau naik kapal boat itu.." tunjuk Rara lagi.
"Jadi aku naik diatas kapal boat bersama kak Rey dan kau menungguku di dermaga untuk pemberkatan pernikahan..." tiba-tiba Rara terdiam, wajahnya merah padam.
__ADS_1
Armando tertawa kecil melihat wajah malu Rara.
"Hem.. apa sebaiknya kita menikah di waktu yang sama dengan nyonya besar?"