
Samuel sampai dilokasi syuting bersama Gio, seorang aktris baru nan muda mendekatinya.
"Aku penggemar beratmu" kata gadis yang bernama Carol mengulurkan tangannya.
Samuel tak suka dengan orang yang sok kenal dengannya walaupun gadis itu sesama artis dengannya.
"Kau siapa?" tanya Samuel, ia memang terkenal agak menyebalkan dengan sesama artis.
"Aku Carol, aku akan menjadi salah satu pemain utama di drama ini. Namun sayang aku tak berhasi menjadi pasanganmu" katanya sambil cemberut.
Samuel menyeringai.
"Berakting lah dengan bagus, nanti kau akan menjadi lebih pantas menjadi lawan mainku" ucap Samuel sombong, ia berjalan menuju tempat syuting dimulai.
Carol meremas bajunya, ia sangat menyukai Samuel dan ingin bisa berdekatan dengannya. Namun bagi Samuel Carol hanya bocah kecil karena memang usianya baru 17 tahun.
"Aku akan membuktikannya dan kau tidak bisa menolakku lagi" ucap Carol geram.
Gio menoleh ke arah Carol sambil tersenyum sinis.
♥️♥️♥️
Luna berada di apartemen, ia merasa kurang sehat dan meminta Rey menemaninya di sana.
"Ben mengirim pesan padaku, ia ingin datang menjenguk ke sini" ucap Luna membuat Rey seketika menoleh padanya dengan mata membulat.
"Aku akan menolaknya jika kau tak suka hubby" sambung Luna sambil mengetik sesuatu di ponselnya.
"Biarkan dia berkunjung ke sini, tak baik menolak tamu yang datang" kata Rey sambil tersenyum, Rey sudah berhasil mengalahkan rasa cemburunya namun bisa dibayangkan bila Luna yang sedang cemburu.
"Baiklah..." Luna mengetik pesan pada Ben untuk datang.
Pukul 12 siang Ben datang, ia membawakan buah-buahan untuk Luna. Rey membukakan pintu untuk Ben dan mempersilahkannya masuk.
"Terima kasih sudah menjenguk Luna" ucap Rey sambil tersenyum ramah, senyuman yang selalu membuat Luna tergila-gila.
Ben hanya mengangguk mendapat perlakuan baik dari Rey, ia tak menyangka Rey sama sekali tidak menunjukan sikap dingin padanya padahal Rey tahu bahwa Ben adalah pria yang mencintai istrinya.
"Em.. bagaimana keadaan Luna?" tanya Ben ragu, ia sedikit canggung kepada Rey.
"Sudah cukup baik kan, ia kelelahan dan butuh sedikit istirahat. Duduklah dulu, aku akan membuatkan kau minuman" kata Rey, ia menaruh buah yang dibawa oleh Ben dan berjalan ke dapur.
__ADS_1
Tak lama Luna keluar dari kamar dan tersenyum kedatangan Ben. Sebelum ia menghampiri Ben, Luna menunggu Rey selesai membuat minuman untuk Ben. Luna berusaha menjaga perasaan suaminya.
"Ini minumlah.." ujar Rey sambil meletakan cangkir dimeja.
Rey dan Luna duduk bersama, Luna mengaitkan tangannya dilengan Rey dengan posesif membuat Ben menelan ludahnya pelan.
"Terima kasih Ben sudah datang ke sini, aku hanya sedikit lelah jadi aku tak bisa ke hotel" kata Luna.
"Ya tak apa-apa, aku hanya ingin memberitahumu sebuah berita baik" kata Ben.
"Berita apa?" tanya Luna penasaran.
"Semua kerja sama kita mulai berjalan hari ini ada beberapa temanku yang bersedia menjadi investor di hotelmu"
Wajah Luna berbinar senang.
"Benarkah? Terima kasih banyak Ben" ucap Luna sambil memegang tangan Ben namun ia langsung menarik tangannya kembali.
"Jangan sungkan Luna, kita adalah teman lama" Ben menyentuh tangan yang habis dipegang oleh Luna.
Suasana mulai canggung.
"Apa kau sudah makan siang? Aku memasak makan siang untuk kita makan bersama" ucap Rey memecah keheningan diantara mereka.
Rey dan Luna mengajak Ben ke meja makan ada 3 buah menu favorit Luna disana, Rey sengaja memasaknya agar Luna bisa makan dengan lahap dan bisa kembali pulih.
"Ini semua kau yang memasaknya?" Ben seakan tak percaya.
"Ya... aku suka memasak untuk istriku. Dia butuh makanan bergizi dan cinta" ucap Rey sambil tersenyum kepada Luna.
"Ayo kita segera makan, aku sudah mulai lapar" Luna mendahului Rey dan Ben duduk, ia duduk ditengah antara Rey dan Ben.
Rey menyendokan nasi dan lauk untuk Luna, Luna menatap suaminya penuh cinta. Ben melihat keadaan itu dengan hati senang, karena wanita yang dicintainya menemukan pria yang tepat.
"Ini sangat enak Rey" puji Ben saat mencicipi masakan Rey.
"Aku tidak mengada-ada kan? Suamiku memang jago memasak dan memanjakanku" ucap Luna bangga disambut anggukan setuju dari Ben.
Mereka makan siang dengan lahap bersama. Rey senang melihat Luna dan Ben menyukai masakannya.
"Apa kau akan lama disini Ben?"tanya Luna saat mereka sudah selesai makan dan duduk kembali disofa bertiga.
__ADS_1
"Ya sepertinya begitu, perusahaan papaku di luar negeri sudah berkembang dengan baik dan aku mempercayakannya pada adik tiri ku" jawab Ben.
"Aku senang adikmu itu sudah bisa dipercaya sebagai seorang pria" ucap Luna sambil mengingat masa lalu.
"Ya pelajaran saat ia ditangkap pihak kepolisian saat itu menjadi pengalaman berharga untuknya. Hanya aku dan mama yang peduli padanya"
"Oh ya bagaimana kabar Tante Bianca?" Luna mengingat mama Ben yang juga sangat menyukainya.
"Ya begitulah, ia masih saja memaksaku untuk segera menikah hahaha padahal ia tahu hatiku tertinggal dikota ini" ucap Ben miris, Luna menendang kakinya.
"Aku hanya bercanda Luna, sudah saatnya move on dan menatap masa depan" Ben berkata dengan lantang.
"Benar!!! Jangan mengharapkan sesuatu yang tak bisa menjadi milikmu Ben" cibir Luna, Ben tertawa lepas.
Rey hanya menjadi pendengar yang baik karena ia sulit untuk bergabung dalam pembicaraan masa lalu itu.
"Emm... sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan padamu" ucap Ben ragu.
Rey dan Luna menatap Ben dengan penuh tanda tanya.
"Apa itu?" tanya Luna.
"Kemarin saat makan bersamamu direstauran, aku melihat gadis yang terlihat manis" ucap Ben penuh keraguan.
"Jangan bilang kau suka dengan salah satu pelayanmu Ben!" tebak Luna dengan wajah tak menyangka.
"Sepertinya dia bukan seorang pelayan, dia menggunakan apron berwarna kuning dengan rambut yang dikuncir ke belakang"
"Apron?" Luna dan Rey saling menatap.
"Apakah kau melihat salah satu koki direstauranku?"
Ben mengangguk.
"Gadis itu tersenyum dengan sangat lembut kepadaku, sepertinya aku menyukainya"
Luna dan Rey berpikir, gadis dengan apron? Ada dua wanita yang bekerja sebagai koki direstauran Luna, namun hanya satu yang belum menikah.
"Apakah kau berbicara tentang Anne?" tanya Luna dengan nada sedikit khawatir.
"Emm mungkin, aku tidak sempat menanyakan namanya karena aku tak bisa masuk ke dapur saat itu" Ben terlihat sedikit kecewa.
__ADS_1
Luna dan Rey menahan tawanya. Saat menjelang sore Ben pulang.
"Aku penasaran bagaimana ekspresi James bila ia tahu kekasihnya memiliki seorang pengagum tampan dan kaya seperti Ben"