Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Mudah Diterka


__ADS_3

Bobby mondar-mandir didepan pintu kamarnya, ia baru saja memberitahu Erika mengenai hubungan mami dan ayah mertuanya. Erika hanya diam dan meminta Bobby meninggalkannya dikamar seorang diri. Kini sudah 2 jam Bobby menunggu.


"Mana Erika?" Jiraiya baru saja sampai dirumah, ia langsung menuju kamar Erika dan bertemu Bobby.


Bobby hanya menjawab dengan senyuman kecut dan melirik ke arah kamar. Jiraiya menghela nafas berat.


"Jika memang Erika tidak setuju, ayah akan mengatakannya pada nyonya besar" ucap Jiraiya penuh kesedihan.


Bobby merangkul Jiraiya dan mengajaknya duduk bersama disofa panjang yang ada didekat kamarnya.


"Kita tunggu sampai Erika tenang ayah, jangan langsung mengambil keputusan" saran Bobby, Jiraiya mengangguk.


Klek..


Pintu kamar terbuka, Erika keluar dari kamar. Wajahnya terlihat habis menangis, ia langsung menghampiri ayahnya lalu memeluknya dengan erat.


"Kalau ayah bahagia dengannya aku akan menyetujuinya" ucap Erika dengan uraian air mata.


Jiraiya seperti tak percaya, ia membalas pelukkan putrinya juga dengan tangis yang tak terbendung. Bobby tersenyum melihatnya.


"Terima kasih putriku, ayah sangat menyayangimu"


"Aku juga sangat menyayangi ayah"


Bobby yang terharu ikut berpelukan. Setelah beberapa lama mereka melepaskan pelukkan dan duduk bersama dengan santai.


"Bagaimana bisa ayah menjalin hubungan dengan nyonya besar?" tanya Erika penasaran.


Jiraiya mengangkat kedua bahunya.


"Itu semua terjadi begitu saja. Kami sering bersama dalam rapat dan kejadian penting di hotel ataupun diluar hotel" ungkap Jiraiya seraya berpikir.


"Bukankah ayah sering makan ice cream dan nonton film bersama nyonya? Apakah itu bagian dari pekerjaan?" Bobby membuka kartu ayah mertuanya membuat Erik melotot padanya.


"Kau sudah tahu sekian lama dan tak memberitahuku" Erika gemas dan memukul agak kencang lengan suaminya.


"Tentu saja aku tahu, bahkan aku juga tahu apa yang kau lakukan saat aku sedang tak berada dirumah" kata Bobby dengan senyuman usil.


"Kadang aku lupa, aku menikah dengan seorang penguntit" ucap Erika enteng membuat Bobby tertawa lepas.


Jiraiya terlihat bahagia, sebentar lagi hidupnya akan lebih sempurna dengan memiliki seorang istri.


♥️♥️♥️


"Terima kasih Tuhan..." pekik Luna sambil memanjatkan rasa syukurnya setelah mendapatkan pesan singkat dari Bobby.

__ADS_1


"Ada apa sweety?" tanya Rey yang baru saja memasuki kamar pada istri tercintanya.


"Erika sudah setuju mami menikah dengan Jiraiya.." ucapnya bahagia lalu memeluk Rey dengan erat.


"Persiapan pernikahan harus segera diselesaikan" kata Rey mengingatkan Luna.


Luna melepaskan pelukannya dan langsung meraih ponselnya.


"Yasmin, segera selesaikan gaun pengantin mami..." ucapnya cepat lalu Luna menelpon yang lainnya untuk memastikan semua persiapan sudah matang.


Luna terlihat sangat sibuk, Rey tersenyum melihat istrinya lalu memeluk Luna dari belakang.


"Tenanglah sweety, nanti kau bisa stress. Coba kau hubungi Erika dan ajaklah dia mempersiapkan semuanya bersamamu" saran Rey.


Luna menoleh ke arah Rey dengan wajah cukup lelah karena banyak yang ia pikirkan.


"Aku tak enak hati memintanya" ucap Luna dengan senyum kecut.


"Kau kan belum mencobanya" Rey tersenyum untuk menyemangati istrinya.


"Entahlah.." Luna mengangkat kedua bahunya.


Tulalit...


Ponsel Luna berbunyi, nama Erika tertera disana. Luna terbelalak dan bertatapan dengan suaminya, seolah tak percaya.


Luna mengangguk dan dengan tangan agak gemetar ia mengangkat telpon Erika.


"Ha... haloo.." Luna bersuara agak serak.


"Kak Luna... bagaimana persiapan pernikahan ayah dan nyonya besar? Aku ingin mempersiapkan kue pernikahan ayah.. Oia bagaimana dengan gaun dan jas pernikahan? Kak Luna sudah membicarakannya dengan Kak Yasmin kan?... " Dan masih banyak lagi yang Erika ucapkan membuat Luna menghela nafas panjang dan tersenyum bahagia.


"Erika.." Panggil Luna, namun Erika masih bicara.


"Erika..." Luna agak menaikan suaranya, Erika masih bicara dengan antusias.


"Erika!" Luna berteriak, Erika terdiam.


"Maa.. maaaf aku berteriak" kata Luna merasa bersalah.


"Aku yang minta maaf kak Luna, aku terlalu bersemangat sampai-sampai aku tak mendengarkanmu" ucap Erika merasa tak enak hati.


"Baiklah, besok kita akan bertemu di galeri Yasmin pukul 8 pagi. Aku juga ingin sedikit membujuk mami untuk merubah design gaun pengantinnya" Luna menyampaikan pendapatnya.


"Ada apa dengan gaunnya? Bukankah bila kita menikah gaunnya harus disesuaikan dengan keinginan pengantin wanitanya?" tanya Erika dengan nada heran.

__ADS_1


"Ya tentu saja namun mami memiliki kriteria tersendiri untuk pesta pernikahannya. Aku tak ingin bertengkar dengan mami hanya karena berbeda pendapat mengenai persiapan ini. Aku akan meminta Rey untuk membantuku memberikan pengertian pada mami"


Rey yang mendengar ucapan Luna agak terkejut, ia tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Bahkan Luna belum menceritakan rencananya itu pada Rey.


"Oke kak, sampai bertemu besok"


"Oke"


Luna menutup ponselnya, ada Rey yang memandangnya dengan senyuman penuh arti. Luna menggigit bibirnya pelan sambil tersenyum semanis mungkin agar suaminya mau menjalankan rencananya itu.


"Aku akan mencobanya.." ucap Rey tanpa Luna harus mengucapkan sepatah kata pun.


Luna langsung berhambur kepelukan suaminya, lalu menciumi kedua pipi suaminya itu.


"Kau memang selalu bisa diandalkan" puji Luna sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Sepertinya aku mau pingsan melihat senyummu yang sangat memikat itu" goda Rey membuat Luna sedikit malu.


Bibir Luna hampir menempel pada bibir suaminya kalau saja tidak ada yang mengetuk pintu kamar mereka.


"Luna..." mami memanggil.


"Ya.." jawab Luna dengan segera, ia pun berjalan menuju pintu kamar dan membukanya.


Mami langsung masuk tanpa aba-aba dan duduk di ranjang Luna lalu menatap Rey yang ada dihadapannya.


"Apa aku menganggu?" tanya mami santai.


Rey tersenyum dan menggeleng.


"Ada apa mi?" tanya Luna penuh selidik, gerak-gerik mami sangat aneh dan tak biasanya.


"Hem.. mami ingin pernikahan ini ditunda sampai pernikahan adik Samuel usai" ucap mami enteng.


Luna dan Rey ternganga.


"Tapi mi..."


"Tidak ada tapi.. tapi.." sanggah mami.


"Mami ingin persiapan pernikahan yang matang dan sempurna. Gaun mami juga harus sesuai dengan apa yang mami inginkan. Mami tidak mau kau menggunakan akal bulus mu dan memperalat Rey untuk membujuk mami" terka mami membuat Luna menutup mulutnya.


Mami melirik Luna dengan tatapan tak suka, ia benar-benar bisa menerka apa yang ada dalam pikiran Luna.


"Baiklah.. hanya itu yang ingin mami sampaikan pada kalian. Rey! Jangan selalu mengikuti permintaan Luna..." tukas mami sambil tersenyum pada Rey, Rey hanya tersenyum mendengar ucapan mami.

__ADS_1


Lalu mami berjalan keluar, tak lupa memberikan lirikan kejamnya sekali lagi pada Luna. Mami membuka pintu namun kembali membalikkan badannya ke arah Luna dan Rey.


"Ingat Luna, ini pernikahanku. Sesuaikan dengan apa yang aku inginkan atau aku akan lari saat pesta"


__ADS_2