Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
Melamarmu


__ADS_3

Jiraiya meminta Erika menunggu di sebuah ruangan karena ia akan bertemu dengan Luna. Walaupun enggan Erika tetap mengikuti kata ayahnya.


Dengan berat hati, Erika memasuki ruangan yang ternyata adalah ballroom hotel. Ruangan itu sangat gelap. Tiba-tiba terdengar suara dentingan piano yang membuatnya terkejut.


Lalu sorot lampu memperlihatkan Bobby yang ada diujung sisi lain ballroom, ia mulai menyanyikan sebuah lagu berjudul perfect dari Ed Sheeran...


I found a love for me


Darling, just dive right in


And follow my lead


Well, I found a girl, beautiful and sweet


I never knew you were the someone waiting for me


'Cause we were just kids when we fell in love


Not knowing what it was


I will not give you up this time


Darling, just kiss me slow, your heart is all I own


And in your eyes, you're holding mine


Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms


Barefoot on the grass, we're listenin' to our favorite song


When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath


But you heard it, darling, you look perfect tonight


Well, I found a woman, stronger than anyone I know


She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home


I found a love, to carry more than just my secrets


To carry love, to carry children of our own


We are still kids, but we're so in love


Fightin' against all odds


I know we'll be alright this time


Darling, just hold my hand

__ADS_1


Be my girl, I'll be your man


I see my future in your eyes ...


Bobby bernyanyi sambil menghampiri Erika, ia membawa sebuah bucket bunga mawar merah yang besar. Erika tak dapat membendung air matanya. Setelah ia menyelesaikan nyanyiannya, ia memberikan bucket bunga itu untuk Erika.


"Honey, bukan kah kau sedang tugas ke kota sebelah?" tanya Erika sambil terisak.


Bobby mengusap air mata Erika, ia berlutut didepan Erika dan mengeluarkan sebuah cincin dari sakunya.


"Erika, aku mencintaimu dengan segenap hatiku. Maukah kau menikah denganku dan menjadi bagian dari masa depan bagi kehidupan ku?"


Erika tersenyum lalu mengangguk tanpa ragu, Bobby menyematkan cincin dijari manis Erika. Lalu mereka berpelukan.


"Terima kasih darling sudah menerima lamaranku" bisik Bobby.


"Sepanjang hari aku kesal padamu karena kita tak dapat bertemu dan kau memberikan kejutan yang indah untukku. Aku lah yang harus berterima kasih" Erika membenamkan wajahnya di dada Bobby.


Teman-teman Erika dari restauran dan teman-teman Bobby dari hotel keluar dari tempat persembunyian mereka lalu bertepuk tangan.


"Ya Tuhan aku malu, begitu banyak orang disini" ucap Erika seraya mengusap air matanya.


"Selamat ya Erika.."


Semua teman-temannya memberikan selamat atas lamaran mereka, Rey juga datang bersama Luna. Rey masih harus menggunakan kursi roda dan Luna mendorongnya.


"Akhirnya kau berhasil" Bobby dan Rey melakukan toss tinju andalan mereka.


"Apakah kau ingin aku melamarmu?" tanya Rey, Luna mengangguk senang.


"Tapi kita sudah menikah sweety, apa alasanku melamarmu?" Luna cemberut, apa yang dikatakan Rey benar.


Bobby dan Erika tersenyum menahan tawa melihat ekspresi Luna yang menahan kesal karena Rey sama sekali tidak romantis.


"Ini hadiahku"


Luna memberikan sebuah kertas kepada Erika.


"Apa ini?" tanya Erika heran, ia memperlihatkannya kepada Bobby.


"Apakah ini sungguhan nona?" wajah Bobby seperti tak percaya dengan hadiah yang Luna berikan.


Luna mengangguk, Bobby hampir saja salah akan memeluk Luna karena terlalu senang lalu ia berpindah memeluk Rey.


"Kalian bisa mulai tinggal di apartemen sebelahku setelah kalian resmi menikah" ujar Luna sambil tersenyum.


"Apartemen?" Erika masih bingung, ia berpikir sejenak.


Saat Erika sadar hadiah dari Luna adalah sebuah apartemen yang sama dengan tempat tinggal Luna bahkan bersebelahan, Erika meloncat kegirangan.

__ADS_1


"Terima kasih nona, terima kasih banyak" ucap Erika, ia ragu untuk memeluk Luna karena Luna adalah Bosnya.


Namun saat Luna membuka lebar tangannya, Erika langsung berhambur ke pelukan Luna.


"Erika..."


Jiraiya memanggil Erika dari belakang, Erika menoleh dan melepaskan pelukannya dari Luna. Ia mengucapkan terima kasih sekali lagi pada Luna dan menghampiri ayahnya.


"Apa ayah merencanakan ini bersama yang lainnya?" Jiraiya mengangguk sambil tersenyum.


"Ayah ingin semua yang terbaik untukmu" jawab Jiraiya membuat air mata Erika berlinang lagi karena haru.


"Ya Tuhan terima kasih karena sudah mempertemukan ku dengan ayah" Erika memeluk Jiraiya dengan erat.


"Erika, perkenalkan ini ayah dan ibuku" Bobby membawa serta kedua orang tuanya.


Erika malu-malu menjabat tangan kedua orang tua Bobby.


"Ibu tak menyangka, anak nakal seperti mu sangat beruntung mendapatkan gadis secantik dia" puji Ibu Bobby sambil memegang pipi Erika, wajah Erika menjadi memerah.


"Ayah Erika adalah tuan Jiraiya, ia yang menolongku saat ibu mengusirku waktu itu"


Ibu Bobby sangat terkejut, ia menjabat tangan Jiraiya dengan antusias.


"Terima kasih banyak tuan, kau sudah merubah anakku yang brutal ini menjadi berguna untuk keluarganya. Terima kasih juga kau mau menerima anakku menjadi menantumu"


Jiraiya mengangguk-angguk mendengar kata-kata Ibu Bobby.


"Sudahlah ibu, jangan mengatakan keburukan ku. Aku takut Erika akan berubah pikiran dan mengembalikan cincin yang sudah dipakainya"


Ibu Bobby tertawa, begitupun Erika, Jiraiya dan ayah Bobby. Ayah Bobby adalah seorang pria yang pendiam sangat bertolak belakang dengan ibunya yang suka bicara.


"Tapi saat ini Bobby sudah berubah, dia menjadi anak yang baik dan selalu membantu ibu juga ayahnya" ujar Ibu Bobby, Bobby yang memeluknya dari belakang.


Erika hanya tersenyum, Bobby mengedipkan matanya kepada Erika.


♥️♥️♥️


Luna dan Rey kembali ke rumah sakit, mereka tidak bisa berlama-lama di acara Bobby karena Rey masih harus di rawat. Rey sudah kembali berbaring.


"Semua rencana honeymoon kita akan gagal karena kecerobohan ku" kata Rey menyesal atas apa yang menimpanya.


"Bila kita memaksakan pergi untuk honeymoon aku takut itu bisa membahayakan mu hubby. Kita bisa pergi kapan saja saat kau sudah pulih" Lunas menghibur Rey.


"Aku sangat ingin mengabulkan setiap keinginan mu, namun apa dayaku Tuhan sudah menentukan keadaanku harus seperti ini"


"Tenanglah, aku hanya ingin kau sembuh saat ini" Luna mengelus kepala Rey.


Rey tersenyum, ia mengeluarkan sekuntum mawar merah yang ia dapatkan dari Bobby lalu memberikannya pada Luna.

__ADS_1


"Setelah aku sembuh, bagaimana bila kita menikah ulang?"


__ADS_2