Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Pemikiran Erika


__ADS_3

"Kalian tidak boleh menikah diwaktu yang sama denganku" seru mami yang ternyata sudah berada dekat dengan Rara dan Armando.


Armando membalikkan badannya karena merasa tak enak. Wajah Rara pun terlihat memerah karena malu, dengan gaya angkuhnya mami berjalan ke arah Rara dan Armando.


"Aku ingin di pernikahanku hanya aku yang menjadi pusat perhatian, jadi jangan menghalangiku saat menjadi ratu" ucap mami lagi.


"Tapii... kalian boleh menikah sehari setelah mami" mami tertawa lepas setelah mengatakan hal itu.


Bobby menahan tawa melihat wajah memerah Armando.


❤️❤️❤️


Yasmin sibuk dengan iPad-nya, ia membuat ulang design gaun yang mami inginkan. Ia terlihat sibuk dan sesekali mengernyitkan dahinya, sesekali juga ia menelpon asistennya untuk memastikan beberapa hal.


"Bisakah kau letakkan iPad itu dan temani aku mengobrol?" keluh Samuel yang mulai jenuh dengan video gamenya.


"Sudah kau lakukan live di media sosialmu saja" ucap Yasmin asal, matanya tak lepas dari iPad yang ada digenggamannya.


Mata Samuel membulat seakan mendapatkan sebuah ide yang cemerlang.


"Kau benar... Kenapa tidak terpikirkan olehku sejak kemarin? Fans ku pasti ingin melihat keadaanku. Apakah aku harus terlihat lemas? atau sebaiknya aku terlihat kuat? Hmm" Samuel menimbang-nimbang dulu apa yang akan ia lakukan lalu mengambil ponselnya dan melakukan live.


Saat live sangat banyak fans Samuel yang menonton siarannya, mungkin karena mereka mengetahui Samuel sedang sakit dan Mendoakan kesembuhannya.


"..Kakiku sangat sakit dan ini butuh waktu yang lama untuk penyembuhan, lihat ini kakiku diperban seperti mumi.." celoteh Samuel dalam live-nya.


Sesekali Yasmin melirik ke arah Samuel yang terlihat bahagia mendapatkan banyak perhatian dari fansnya.


"..Kalau kalian ingin melihat ruang perawatanku, aku akan menunjukkannya..."


Samuel mengarahkan kamera ponselnya ke setiap sudut ruang perawatannya, dan saat kamera itu menangkap gambar Yasmin..


"..nah ini istriku yang paling cantik di dunia, Yasmin. Dia merawatku dengan sangat baik, bahkan dia menemaniku menginap disini. Namun lihat dia, selalu sibuk untuk mendesign pakaian untuk orang lain..." keluh Samuel pada fansnya.


Yasmin menghela nafas dan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Samuel.


"..Oh ya apa kalian tahu? Saat ini istriku sedang membuat gaun untuk siapa? Istriku membuat gaun untuk...."


Samuel menghentikan ucapannya karena Yasmin mencubit lengannya dengan keras. Samuel berusaha menahan sakit dan menghentikan live-nya.


"Aduuhh... itu sangat sakit Yasmin" gerutu Samuel sambil mengelus lengannya.


"Apa maksudmu? Kau mau memberitahu semua orang tentang pernikahan Tante Lauren?" tanya Yasmin sambil berbisik dengan wajah kesal.


"Tentu saja.. apa salahnya?" Samuel malah menantang.


"Kau itu benar-benar b*d*h ya.. Kita tidak boleh mengumumkan pernikahan seseorang sebelum mereka yang mengumumkannya, lagipula apa kata orang-orang jika tahu Tante Lauren akan menikah lagi" ujar Yasmin kembali sibuk dengan iPad-nya.

__ADS_1


"Aku ingin menjadi orang pertama yang mengumumkannya!" seru Samuel yakin.


"Untuk apa?!!! Kau itu bukan siapa-siapa Tante Lauren! Kau hanya mantan calon menantunya!!" kata-kata Yasmin menusuk hati Samuel.


"Akkkhh...." Samuel memegang dadanya.


Yasmin menjadi panik.


"Apa kakimu sakit lagi?" tanya Yasmin sambil meletakkan iPad dan melihat ke arah kaki Samuel.


"Aku memegang dadaku karena sakitnya disini, bukan dikaki" gerutu Samuel kesal karena Yasmin tidak memperhatikannya dengan benar.


"Syukurlah yang sakit hanya hatimu, itu artinya kau masih punya perasaan" ucap Yasmin santai dan kembali mengambil iPad-nya.


"Sebaiknya kau tidur, sore ini dokter akan memberitahukan hasil observasi kakimu dan jadwal operasi" kata Yasmin mengingatkan.


"Aku mau tidur asal kau mengelus kepalaku seperti semalam" pinta Samuel.


Yasmin menatap malas ke Samuel.


"Ya baiklah.."


❤️❤️❤️


Erika mulai mempersiapkan diri untuk konsep kue pernikahan ayahnya sambil menemani Bintang yang sedang agak demam. Saat sedang menulis, tiba-tiba ia teringat akan mendiang ibunya.


"Ibu apa kau marah karena ayah akan menikah dengan wanita lain?" ujarnya melayang jauh, Erika menutup matanya dan tak terasa air matanya menetes.


"Apa ibu juga marah padaku karena aku mendukung ayah untuk menikah?" tanya Erika lagi.


Tiba-tiba sebuah tangan memegang bahunya, Erika menoleh pada si empunya tangan tersebut.


"Ayah..."


Jiraiya tersenyum dan menghapus air mata dari sudut mata putri cantiknya.


"Ibumu adalah wanita yang sangat luar biasa, dia pasti sedang melihat kita saat ini dan mendoakan kebahagiaan kita disini" ucap Jiraiya sambil memeluk Erika.


"Ayah benar, bahkan selama ibu masih ada ibu tidak pernah marah kepadaku. Padahal aku adalah anak yang nakal" ucap Erika lirih.


"Seorang ibu akan selalu memaafkan kesalahan anaknya"


Erika tersenyum, ia memeluk ayahnya dengan perasaan haru.


Tulalit...


Ponsel Erika berdering, Erika segera melihat layar ponselnya. Mata Erika membulat karena terperangah. Jiraiya menatap Erika penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Nyonya besar.." ucap Erika terbata-bata.


Jiraiya tersenyum dan mengangguk tanda meminta Erika mengangkat telpon dari calon ibu tirinya. Erika menelan ludah perlahan dan menarik nafas panjang.


"Selamat sore nyonya.." ucap Erika dengan suara yang sedikit bergetar.


Saat Erika menerima telpon dari mami, Jiraiya meninggalkan Erika agar ia dapat lebih leluasa.


"Erika.. kau dimana?" tanya Mami diseberang telpon.


"A...a... aku dirumah nyonya" jawab Erika kikuk.


"Kenapa kau tidak kemari?" suara mami terdengar meninggi.


"Kemari? Kemana?" Tanya Erika bingung, ia sedikit mengernyitkan dahinya.


"Segeralah ke galeri Yasmin" perintah mami.


"Ta.. tapi Bintang sedang tidak sehat nyonya" ucap Erika terbata-bata karena merasa canggung menolak permintaan mami.


"Ah... ya benar aku sampai lupa. Baiklah.."


Klik...


Erika hanya bisa terdiam saat mami menutup telponnya, lalu ia menghembuskan nafas lega sambil mengusap dadanya perlahan.


"Hampir saja jantungku lepas.." ucap Erika sambil menatap layar ponselnya.


Erika melihat kearah putrinya yang tertidur pulas.


"Lekas sembuh putriku sayang" Erika mengelus lembut kepala Bintang sambil mencium keningnya.


Erika keluar dari kamar menemui Jiraiya yang duduk sambil membaca buku diruang tengah.


"Ayah.."


Jiraiya menoleh.


"Apa yang dikatakan nyonya besar padamu?" tanya Jiraiya terlihat penasaran.


"Tidak ada. Nyonya hanya ingin aku datang ke galeri kak Yasmin tapi aku tidak bisa meninggalkan Bintang saat ini" kata Erika sambil duduk disebelah ayahnya dan langsung menaruh kepala dipundak ayah tercintanya.


"Apakah nyonya terdengar marah?" tanya Jiraiya lagi.


Erika menggeleng.


"Nyonya berkata baiklah lalu menutup telponnya"

__ADS_1


Jiraiya menutup buku yang dibacanya dan menoleh ke arah Erika. Erika menegakan kepalanya dan menatap heran kepada ayahnya.


"Bersiaplah nak, sebentar lagi nyonya besar akan datang ke sini dengan beberapa dokter dan perawat"


__ADS_2