Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Kencan Pertama #1


__ADS_3

Sudah akhir minggu, Luna dan Rey berencana jalan pagi di taman dekat apartemen. Rey menyiapkan tempat minum dan buah-buahan untuk dibawa ditas ransel kecilnya.


"Terima kasih hubby kau mau menemaniku olahraga pagi ini" ucap Luna senang, ia mengeluarkan sepatu ketsnya dari lemari.


"Itu sudah tugasku sweety, aku ingin memastikan kau dan si kembar dalam kondisi baik juga sehat" Rey tersenyum, ia memasukan kotak buah dan tempat minum ke ranselnya dan menemui Luna di sofa.


Luna duduk dan hendak memakai sepatunya namun perutnya yang mulai membesar membuatnya kesulitan untuk menunduk. Rey tersenyum melihat Luna yang mulai putus asa. Rey langsung berlutut dan membantu Luna memakai sepatunya.


"Kau merasa baikkan?" tanya Rey sambil menatap wajah istrinya lekat.


Luna mengangguk dengan rona bahagia. Rey juga mengikatkan tali sepatu Luna, ia melakukan itu semua untuk memudahkan Luna memakai sepatunya.


"Sudah siap semua, ayo kita berangkat" Rey membantu Luna berdiri.


Mereka keluar dari apartemen dan mulai berjalan menelusuri taman, namun baru sebentar Luna sudah mengeluh lelah. Rey mengajak Luna untuk duduk.


"Perutku agak keram hubby" ucap Luna, Rey memegang perut Luna dengan lembut terasa gerakan aktif si kembar.


"Hubby aku sangat ingin melahirkan si kembar secara normal, seperti Yasmin melahirkan Sheryl"


"Apakah itu akan baik-baik saja untukmu sweety?" Rey ragu.


"Aku tidak tahu, namun aku sempat membaca dibeberapa artikel bahwa bayi kembar dapat dilahirkan secara normal. Dan aku menginginkannya"


"Kita harus berkonsultasi dengan dokter Bianca, tapi aku tak mau kau memaksakan diri untuk melahirkan secara normal bila kondisimu tidak memungkinkan"


Luna mengangguk, ia paham Rey sangat khawatir dengan kondisinya.


"Nanti kita akan mengunjungi Bianca, aku harus membuat janji dengannya dulu. Dia adalah dokter Obgyn yang terbaik di kota ini" puji Luna.


"Terkadang aku iri denganmu, semua temanmu adalah orang-orang terbaik dikota ini. Mulai dari Yasmin hingga dokter Bianca, bahkan Sam adalah aktor yang sedang naik daun. Dan itu seperti membunuhku secara perlahan karena aku bukan apa-apa" ucap Rey agak sedih.


"Apa yang membuatmu iri? Semua pria dikota ini iri padamu karena kau adalah satu-satunya pria yang aku cintai, tak ada yang harus lebih kau syukuri selain dirimu sendiri hubby" hibur Luna sambil menggenggam jemari Rey.


"Sekarang pun, kedaimu menjadi salah satu yang terbaik disini. Aku sangat bangga" sambung Luna.


"Terima kasih sweety, semua ini terjadi karena kau adalah istriku. Dan sebentar lagi kebahagiaan kita akan lengkap dengan hadirnya si kembar" Rey menempelkan tangannya diperut Luna.


"Wow.. gerakan yang cukup besar. Mereka setuju denganku, papanya adalah pria yang hebat"

__ADS_1


Rey tertawa kecil.


"Sweety.. bila dipikir-pikir kita belum pernah berkencan selama ini" ucap Rey, Luna menoleh ke arah suaminya.


"Ya kau benar, kita tidak pernah menjalin hubungan sebelum menikah dan setelah menikah pun kita disibukkan dengan banyak hal"


"Apakah kau mau berkencan denganku hari ini?" ajak Rey penuh harap.


"Emm.. sepertinya aku sibuk hari ini, coba aku lihat jadwalku" Luna membuka ponselnya.


"Ya Tuhan... jadwalku sangat padat. Aku harus menonton bioskop, berbelanja dan makan siang bersama suamiku" kata Luna dengan wajah terkejut.


Rey menekan hidung Luna pelan, ia gemas dengan tingkah istrinya.


"Mana mungkin aku menolak berkencan dengan pria yang sangat aku cintai. Aku akan berdandan tapi ini akan menjadi kencan pertama untuk kita berempat" kata Luna sambil memegang perutnya.


"Ya tentu saja, namun aku ingin kita tak terlalu banyak berjalan karena aku tidak mau perutmu menjadi keram. Mungkin kita bisa nonton beberapa film dan makan siang bersama" ujar Rey.


"Dua film?" tanya Luna bersemangat.


Rey mengangguk.


"Ya Tuhan ini sudah lama sekali. Aku sampai lupa kapan terakhir aku nonton di bioskop" kata Luna lagi.


"Apakah terakhir kau ke bioskopa bersama Samuel?" tanya Rey dengan nada meledek.


"Huh bila memang iya aku tak ingin mengingatnya" Luna berkata dengan ketus, ia merasa tak pernah berhubungan sama sekali dengan Samuel.


Rey tertawa puas melihat wajah Luna yang kesal, Luna yang melihat Rey menertawakannya langsung mencubit lengan Rey dengan gemas.


"Ayo kita pulang.. sepertinya kau tidak bisa melanjutkan berjalan pagi ini" Rey menggenggam tangan Luna dan mereka pulang ke apartemen.


Rey menelpon Bobby mengatakan ia akan libur ke kedai hari ini, Bobby mengiyakan karena esok hari ia akan bergantian dengan Rey untuk libur. mereka memang partner yang kompak.


"Aku sudah siap" kata Luna sambil berjalan keluar kamar menemui Rey yang menunggunya di sofa.


Rey menoleh, istrinya terlihat cantik dengan dress panjang selutut tanpa lengan yang dipadu dengan cardigan berwarna pastel.


"Kau sangat cantik" puji Rey, ia berdiri dan mencium pipi Luna dengan mesra.

__ADS_1


"Ayo kita berangkat, kalau tidak nanti kita akan kembali ke kamar" ujar Luna yang sangat suka dicium oleh suaminya.


Rey tersenyum malu dan mengangguk. Mereka pun pergi menuju bioskop. Disana Luna sudah menentukan film pertama yang akan mereka tonton, mereka memilih studio private agar bisa nonton berdua dengan nyaman.


"Kau yakin akan menonton film itu?" tanya Rey kurang yakin dengan film pilihan Luna.


Luna mengangguk dengan santai.


"Aku tidak suka film drama percintaan, itu terlalu cengeng dan aku tak mau menangis saat berada didekatmu"


"Hanya karena itu?"


"Iya.. si kembar akan menjadi pria-pria yang kuat, kita harus menonton film yang mencerminkan kekuatan" Luna sangat bersemangat.


Wajah berubah menjadi heran.


"Kau berpikir sampai sejauh itu?"


"Tentu saja, aku tak mau meracuni si kembar dengan menonton film yang berisi banyak adegan berciuman. Mereka akan dewasa sebelum waktunya" Luna berkata dengan yakin.


"Si kembar masih belum melihat apapun sweety"


"Mereka melihat dari mataku dan merasa dari hatiku. Jadi apa yang aku lihat mereka juga melihatnya"


Rey menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia hanya bisa mengikuti permintaan Luna.


"Dan film kedua adalah yang ini" Luna menunjuk salah satu poster film yang tertera disana.


Rey makin heran, bahkan terkejut. Luna memilih film horor.


"Film itu akan membuatmu ketakutan didalam" ujar Rey khawatir.


"Tidak, aku adalah wanita pemberani. Aku akan tunjukan pada si kembar bahwa mamanya wanita yang tangguh"


"Itu semua tak ada hubungannya sweety, kita pilih film ini saja ya" Rey memilihkan film animasi untuk Luna.


"Tidak... tidak.. tidaak.. aku mau film yang itu"


Rey menghela napasnya, ia akan mencoba membujuk Luna lagi nanti. Film pertama akan dimulai, Luna dan Rey masuk ke dalam studio. Film baru dimulai menunjukkan adegan bom yang meledak.

__ADS_1


"Ya Tuhan... Apakah mereka bisa mengecilkan sedikit suaranya, hubby? Si kembar bisa lahir disini bila ada suara sekencang itu"


__ADS_2