
Anne menggunakan sebuah lingerie berwarna pink muda yang membuatnya terlihat semakin manis. Wajah malu-malunya membuat James menelan ludahnya berkali-kali. James menutup matanya sekejap sambil mengambil nafas dalam.
"James.. kemarilah.." Anne memanggil James lagi sambil menepuk sisi tempat tidur disebelahnya.
James masih diam, mulai terbayang hal-hal yang mengguncang hatinya. Ia pun mulai bertanya-tanya.
Apa Anne benar-benar sudah siap?
Pikir James dalam hati. Ia sendiri ragu akan hal itu.
"James.." untuk ketiga kalinya Anne memanggil nama suaminya.
"Emm.. ya.." James terbangun dari lamunan nakalnya.
"Aku mulai merasa kedinginan disini, baju ini membuatku tak nyaman diruangan yang cukup dingin" ucap Anne membuat James mau tak mau harus beranjak dari duduknya dan mendekati Anne.
James duduk disebelah Anne, istrinya itu langsung memeluknya. James merangkul lengan Anne.
"James.." Anne memanggil lagi.
"Ya.."
Saat James menoleh, Anne sedang memanyunkan bibirnya seolah meminta ciuman dari James. James menahan tawanya, Anne benar-benar terlihat seperti anak kecil. James menyentuh bibir Anne dengan jari telunjuknya.
"Apa itu?" tanya James akhirnya tak bisa menahan tawa.
"Aku melihatnya di film, pada malam hari setelah menikah saat didalam kamar suami istri akan berciuman" kata Anne sambil cemberut dan melepaskan pelukkannya.
James mengacak rambut Anne dengan lembut.
"Bagaimana bisa kau menonton film dewasa seperti itu?" tanya James gemas.
Wajah Anne memerah.
"Tentu saja aku ingin tahu bagaimana harus bersikap saat malam pertama kita" ujar Anne agak takut.
"Lalu apa yang kau dapatkan dari menonton film itu?"
"Entahlah, aku menutup mataku saat mereka sudah berada di atas ranjang. Aku merasa malu melihatnya" kata Anne jujur dan menundukkan wajahnya.
"Kenapa begitu?" James menjadi penasaran.
"Aku tidak tahu.. Rasanya seperti aku yang sedang tidak berpakaian"
James tergelak dengan kepolosan istrinya. Anne menjadi sedikit kesal, ia terlihat kecewa dan memukul lengan James.
"Setidaknya apa yang kau lakukan itu bisa sedikit menambah pengetahuanmu" Lagi-lagi James tertawa.
__ADS_1
Anne kesal dan beranjak, James meraih jemari Anne.
"Bagaimana sikapmu saat aku melakukan ini?" James memanyunkan bibirnya persis seperti yang Anne lakukan sebelumnya.
Anne mengulum senyumnya melihat tingkah James, ia mencubit bibir James pelan.
"Sangat menggelikan" kata Anne memalingkan wajahnya dan tertawa kecil.
James menarik tangan Anne dan menjatuhkan tubuh Anne dipangkuannya lalu memeluk Anne dari belakang. Anne menggenggam jemari James dengan kuat, pria besar itu menenggelamkan wajahnya dipunggung Anne.
"Semakin kau dekat denganku, semakin aku mencintaimu" ucap James lirih.
Anne tersenyum dan mencium jemari James yang ada digenggamannya.
"Aku juga mencintaimu James" balas Anne tanpa ragu.
"Tapi aku takut menyakitimu jika kau benar-benar belum siap" kata James lagi.
"Apa pasangan menikah saat malam pertama akan saling cambuk?" tanya Anne dengan wajah khawatir.
James makin gemas dengan sikap Anne yang polos, ia mempererat pelukkannya. Anne benar-benar banyak merubah dunia yang awalnya terasa gersang untuk James menjadi berwarna-warni.
"Bagaimana jika kita sama2 berbaring ditempat tidur? Aku benar-benar merasa kedinginan James" kata Anne, James juga merasakan tubuh Anne mulai dingin.
Anne masuk ke dalam selimut lebih dahulu, sedangkan James mengganti baju handuknya dengan celana pendek dan kaos putih polos. Setelah itu, James masuk ke dalam selimut dan berbaring terlentang dengan posisi bersebelahan dengan Anne. Mereka menatap langit-langit kamar tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Kak Yasmin.. Dia mengatakan baju ini sangat cocok untukku" jawab Anne tanpa ragu.
"Oh.." sahut James singkat.
"Kau suka?"
James berdehem sambil mengangguk pelan. Entah mengapa sikap dingin James banyak mencair saat bersama dengan Anne.
"Kau sudah mengantuk?" tanya James.
"Belum.. Hoaam..." Anne menguap, membuat James melirik padanya.
"Istirahat lah jika kau lelah" ucap James, Anne mengangguk lalu ia memiringkan tubuhnya ke arah James dan mendekat serta memeluknya.
Dah Dig Dug....
Suara detak jantung James saat berdekatan dengan Anne, harum shampoo yang melekat pada rambut Anne sungguh membuat James gila.
Cup..
Tiba-tiba Anne mencium bibir suaminya sekilas, namun saat James melirik ke Anne mata Anne sudah terpejam dengan senyuman tersungging indah di bibirnya.
__ADS_1
"Anne.." kali ini James yang memanggil Anne.
"Hem..." Anne menjawab dengan dehemannya, ia terus memeluk James sambil mencium aroma tubuh suaminya.
"Tidak apa-apa" ucap James sambil mengalihkan pandangannya ke langit-langit kamar.
Anne membuka matanya sambil menatap James, perlahan Anne mencium kening James. James menatap mata Anne dalam, Anne juga membalas tatapan suaminya dengan senyuman manisnya.
"Apa aku boleh menciummu sedikit?" ujar James penuh keraguan.
Anne mengangguk dengan cepat, tak lupa ia membubuhi senyuman senang diwajahnya. James mendekati wajah Anne, bibirnya menyentuh bibir Anne yang mulai terasa dingin. Anne menyambutnya penuh kehangatan.
"Apa itu sudah cukup?" tanya Anne menyudahi ciumannya.
James menggeleng, sekali lagi ia mencium istrinya.
Cukup lama mereka berciuman, hingga tanpa disadari tangan James mulai menjelajah keseluruh tubuh Anne. Wanita muda itu menggeliat menahan geli. Sampai keduanya sudah dalam keadaan polos satu sama lain berbalut selimut.
Anne menjadi agresif, ia perlahan naik ke atas tubuh James. Rambutnya yang panjang terurai menutupi sebagian wajah dari James. Saat James mulai menghentak, Anne menggigit bibirnya untuk menahan diri.
Sampai waktu menunjukan pukul 4 pagi, barulah semuanya selesai dan Anne tidur dipelukan James dengan senyum bahagia.
♥️♥️♥️
Keesokan harinya, James bangun terlebih dahulu. Ia langsung mandi dan memesan sarapan untuk mereka berdua. Anne masih terlelap walaupun waktu menunjukan pukul 9 pagi.
Saat pintu kamar diketuk dan sarapan datang, Anne terbangun karena wangi roti bakar yang sudah diolesi butter dan selai coklat. Namun ia terkejut dengan keadaannya yang polos. Seolah ia lupa apa yang sudah terjadi semalam.
"Selamat pagi.." ucap James sambil tersenyum.
"Pagi.." sahut Anne malu-malu, ia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut rapat-rapat.
"Kau ingin sarapan atau mandi?" tanya James yang sedang duduk dikursi sambil minum secangkir kopi.
"Emm.. aku mau mandi" ucap Anne sambil tersipu.
"Baiklah, aku akan menunggumu selesai mandi dan kita sarapan bersama-sama" kata James.
Anne mengangguk paham. Namun ia tak beranjak dari tempat tidur, matanya menelusur ke semua bagian kamar.
"Apa yang kau lakukan? Bukankah kau mengatakan ingin mandi?" tanya James heran.
Mata Anne menangkap sesuatu yang memang ia cari sedari tadi.
"Emm.. James.." panggil Anne pelan.
"Ya.."
__ADS_1
"Bisakah kau mengambilkan bajuku yang terhempas didekat lemari?"