Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Tantangan Samuel


__ADS_3

Luna kembali ke apartemennya, sambil menunggu Rey pulang ia bermain dengan ponselnya. Ia ingin mencari nama untuk bayi dalam kandungannya yang baru memasuki usia 3 bulan.


"Emmm.. aku harus mencari dua nama yang bagus untuk si kembar. Dua nama anak perempuan, dua nama anak laki-laki dan juga sepasang nama anak laki-laki juga perempuan" ucapnya sambil terkekeh sendirian, namun seketika ia teringat pada Erika yang masih bersedih.


"Bukan waktunya aku bersenang-senang seperti ini.. sebaiknya aku telpon hubby untuk menanyakan kabar terupdate mengenai Bobby"


Luna berusaha menelpon Rey, namun tidak bisa terhubung karena posisi Rey saat ini sedang berada ditengah lautan untuk menyeberangi pulau.


"Tidak tersambung.. Aku berharap kau baik-baik saja hubby" ujar Luna yang merasa khawatir sambil mengelus perutnya.


Saat hari mulai larut, Rey kembali dari pencariannya. Ia terlihat pucat karena tak biasanya dengan angin laut yang menusuk ke tulang.


"Hubby.. " Luna yang melihat Rey menjadi panik, ia membantu Rey masuk dan merebahkan badan Rey di sofa.


Luna mengambilkan air hangat untuk Rey. Rey tersenyum menerima gelas pemberian Luna.


"Bobby sudah dinyatakan hilang oleh pihak kepolisian dan aku belum menemukan apapun dari kedua pulau yang aku datangi" Rey terlihat termenung sebentar, Luna mengusap punggung suaminya lembut.


"Tak apa hubby, besok kau bisa ke pulau lainnya untuk mencari Bobby. Aku akan meminta Armando menyiapkan kapal yang lebih nyaman agar kau dan yang lainnya tidak sakit karena terlalu banyak terkena angin laut yang dingin" kata Luna, Rey mengangguk setuju.


"Bagaimana kabar si kembar?" Rey mengusap perut Luna dengan kasih sayang.


"Mereka sangat baik, bahkan aku tidak merasa terganggu sedikit pun saat menemani Erika tadi. Dia masih sangat terpukul namun Yasmin datang dan menyadarkannya untuk tetap menjaga kesehatan demi bayinya. Aku kasihan melihat keadaan Erika" Luna mengakhiri ceritanya.


"Masih ada harapan sweety, aku merasa Bobby masih hidup dan aku harus yakin dengan intuisi ku ini"


"Hanya itu yang kita miliki saat ini, aku berharap Bobby masih hidup dan bisa bersama Erika lagi"


Rey memeluk Luna, rasanya sangat rindu dengan istrinya setelah seharian mengarungi lautan.


♥️♥️♥️


Didepan apartemen Yasmin ada seorang gadis muda yang sepertinya menunggu kedatangannya.


"Siapa kau?" tanya Yasmin heran, ia menggendong Sheryl sedangkan Samuel masih kerepotan keluar dari lift dengan membawa dua buah gembolan berisi keperluan anaknya.


"Aku Carol.." kata gadis itu dengan wajah percaya diri.

__ADS_1


"Sam...." katanya senang saat melihat Samuel yang berjalan dibelakang Yasmin, ia menghampiri Samuel dengan wajah riang.


"Cih.. apa-apaan dia" gerutu Yasmin sambil membuka pintu apartemennya.


Samuel mempersilakan Carol masuk ke apartemen dan memintanya duduk di sofa. Tak mungkin seorang tamu dia biarkan diluar apartemen walaupun ia tak menyukai kehadiran Carol.


"Jangan berbuat mesum di apartemenku. Bawa dia ke hotel atau tempat lain!" ujar Yasmin ketus saat sudah berada di kamar bersama Samuel.


"Ahhh.. kau cemburu ya?" ujar Samuel sambil terkekeh, Yasmin melotot.


"Lebih baik kau buang jauh kata-kata mu itu, aku tak perduli sedikitpun dengan apa yang kau lakukan dengannya" bentak Yasmin kesal.


Yasmin menaruh Sheryl di boxnya dan berjalan ke arah kamar mandi. Samuel menarik tangannya keluar dari kamar.


"Carol, perkenalkan ini istriku yang paling cantik Yasmin" ucap Samuel sambil mengarahkan tangan Yasmin ke arah Carol.


Carol melihat Yasmin seksama dan membuat wajah tak suka.


"Aktor berkelas seperti mu seharusnya memiliki istri yang seksi dan muda seperti ku" ucap Carol sombong, karena setelah melahirkan Yasmin belum sempat membentuk badannya kembali.


"Sebenarnya apa tujuanmu ke sini Carol?" tanya Samuel heran.


"Aku ingin melihatmu, kau tahu sekarang jadwal syuting ku dibuat tidak bisa bertemu denganmu. Apa itu permintaan istrimu yang kesal karena aku menyebutnya pelayan?" ujar Carol enteng.


Yasmin meremas jemarinya, Samuel merangkulnya untuk membantu Yasmin menahan amarahnya.


"Istriku tidak memiliki dendam seperti itu Carol. Lagi pula bila kau ingin berfoto dan tanda tangan dariku, maka aku akan memberikannya sekarang. Ya aku paham semua orang menginginkannya" ujar Samuel mulai narsis, Yasmin menatap Samuel dengan wajah tak percaya.


Dalam segala situasi Samuel tak pernah lupa untuk memuji dirinya sendiri.


"Buat apa tanda tangan dan sekedar foto. Aku ingin menjadi pacarmu Sam.." Carol mengatakannya tanpa perduli ada Yasmin selaku istri Samuel disana.


"Apa kau sudah tidak waras gadis muda? Bisa-bisa kau tidak melihatku ada disini" Yasmin mulai membalas kata-kata Carol.


"Emm.. aku melihatmu selalu acuh pada Sam, bahkan sering kali kau membentaknya sesuka hatimu"


Yasmin menatap heran kepada Carol, bagaimana bisa gadis itu tahu perlakuan Yasmin pada Samuel karena didepan kamera mereka selalu menunjukan kemesraan dan contoh keluarga bahagia.

__ADS_1


"Kau heran aku bisa tahu? Hahaha tentu saja detektif ayahku yang mencari tahu tentang kalian dan itu bisa dengan mudah aku ketahui" Carol tertawa dengan gaya licik.


Yasmin mendengus kesal.


"Bila kau tidak mencintai Sam, maka berbagilah dengan wanita lain yang bisa memperlakukan suamimu dengan baik. Dan aku adalah wanita yang tepat untuk hal itu"


"Apa? Berbagi suami? Kau pikir ini film drama hah!!!" Yasmin bertambah kesal ia memajukan tubuhnya untuk menantang Carol, gadis muda itu tidak bergeming malah ikut maju dan menantang balik Yasmin.


"Bisakah kau berlaku sopan di apartemenku!" kata Yasmin mulai meninggikan suaranya.


"Tidak, aku hanya ingin kau memberikan kesempatan padaku bila memang kau tidak menginginkannya" kata Carol santai.


Samuel tersenyum puas melihat dua wanita yang memperebutkannya. Yasmin menoleh ke arah Samuel, seketika senyuman Samuel berubah menjadi wajah kesal yang menghadao ke Carol. Memang pandai dia berakting.


"Bila kau mau ambilah dia.." Yasmin melepaskan tangannya yang sedari tadi dipegang oleh Samuel.


"Nah kau lihat kan Sam? Istrimu dengan mudah memberikan kau kepadaku. Itu artinya dia tidak mencintaimu" kata Carol sambil menatap Samuel.


"Kau benar-benar akan melakukannya Yasmin?" tanya Samuel sambil menatap heran pada Yasmin.


Yasmin menggigit bibirnya.


"Jika kau tak suka tinggal bersamaku pergilah bersamanya!!" bentak Yasmin.


"Kau serius? Ini adalah kesempatan yang tak bisa aku lewatkan" ujar Samuel menyeringai.


"Jadi kau benar-benar akan menerima gadis ini menjadi pacarmu? Kau betul-betul rendahan" Yasmin terlihat marah.


"Mungkin aku akan berubah pikiran bila kau menunjukan sisi manismu" kata Samuel sambil menatap tajam kepada Yasmin.


"Sisi manis? Huh itu hanya dalam mimpi!"


"Kalau begitu baiklah, ayo kita pergi Carol"


Samuel melangkahkan kakinya ke arah Carol.


"Bila kau berani maju satu langkah lagi, maka aku akan mematahkan kakimu Sam!"

__ADS_1


__ADS_2