Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Pengorbanan


__ADS_3

"Aku hanya memperingatkanmu" tukas James dengan wajah serius.


"Untuk apa memperingatkan ku? Aku sudah dewasa, aku tahu apa yang aku lakukan"


James malas menjawab pertanyaan Anne, ia masuk ke dalam ruangannya. Anne heran melihat James, biasanya James selalu terlihat cool dan acuh tapi hari ini berbeda.


"Apa dia cemburu pada Ben? Tapi aku tidak merasa melakukan hal yang tidak-tidak dengannya" Anne menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil berjalan ke arah kompor.


♥️♥️♥️


Saat pulang ke apartemen tak sengaja Luna berpapasan dengan Erika dilift, itu adalah kali pertama mereka berjumpa lagi setelah kejadian pertengkaran konyol waktu itu. Keduanya tampak canggung, tidak berani menatap satu sama lain.


"Hai Erika.." Luna memberanikan diri menyapa duluan namun ia masih ragu untuk menoleh pada Erika.


"Emm... Hai nona... Bagaimana kabarmu?" Erika juga takut-takut menjawabnya.


"Baik... Kau?"


"Ya aku juga baik.."


Setelah itu keduanya sama-sama diam.Luna melirik ke arah Erika, begitupun Erika. Lirikan mereka bertema satu sama lain mengalihkan pandangan ke arah lainnya.


Kenapa aku merasa belum siap bertemu dengan Erika? Ya Tuhan ini tidak benar....


Batin Luna merintih.


Bila aku meminta maaf sekarang, aku takut nona akan marah dan memakiku. Nanti akan pertengkaran lagi.. Aku harus bagaimana Tuhan...


Pikir Erika, ia menjadi salah tingkah karenanya.


Mereka saling menoleh satu sama lain, lalu berusaha tersenyum dengan wajah aneh.


Dia tersenyum padaku, apa artinya dia tidak marah?


Luna mulai berpikir positif.


Nona tersenyum? Apakah ini waktu yang tepat untukku meminta maaf?


Tanya Erika dalam hati. Keduanya berkecamuk dalam diri masing-masing, namun tanpa solusi karena berdiri sebelahan tanpa kata-kata. Luna melihat Erika membawa sebuah kantong belanja.


"Apa kau ingin memasak sesuatu?" tanya Luna ragu.


"Oh... iya nona. Sebenarnya aku berencana membuat resep kue yang baru untuk tokoku" jawab Erika, ia bersemangat sekali mengatakannya.


"Boleh aku nanti main ke apartemenmu untuk melihat caramu melakukannya?" Suasana mulai mencair, keduanya berbicara dengan normal.


"Tentu saja boleh nona, kau bisa menjadi orang pertama yang mencoba resep baruku" Erika tersenyum dengan tulus.

__ADS_1


"Ma.. maafkan aku Erika.." kata-kata itu lolos dari mulut Luna begitu saja setelah melihat senyuman Erika.


Erika terperangah, ia tak menyangka Luna akan meminta maaf terlebih dahulu.


"Aku lah yang seharusnya minta maaf..." kata Erika pelan, ia menunduk malu.


"Tidak Erika... aku yang menjambakmu dengan sekuat tenaga, pasti kau merasakan sakit dikepalamu kan?"


"Aku yang menantangmu nona, wajar saja kau marah" Erika masih menunduk.


"Tidak seharusnya aku berlaku kasar padamu Erika hanya karena masalah kecil seperti itu" Luna menghela napas menyesali perbuatannya.


Ting....


Lift sudah berhenti di lantai yang mereka tuju. Luna dan Erika turun bersamaan.


"Aku sudah memaafkanmu nona, tak ada gunanya marah kan?" Kata Erika sebelum masuk ke apartemen.


"Ya kau benar, aku pun sudah memaafkanmu"


Erika dan Luna berpelukan lalu masuk ke unit masing-masing.


"Akhirnya aku bisa berbicara lagi dengan nona.." kata Erika saat sudah memasuki apartemennya, ia mengeluarkan semua barang belanjaannya didapur dan mencuci tangannya di wastafel cuci piring.


Ponsel Erika berbunyi, Bobby menelponnya.


"Haloo darling..."


"Malam ini mungkin aku pulang terlambat, ada sedikit masalah di hotel. Ayah memintaku membantunya. Tak apa kau makan malam sendiri?"


"Ya tak apa Honey, tapi kau akan tetap pulang kan?"


"Tentu saja, aku tak bisa tidur jika tidak denganmu"


Erika mengulum senyumnya mendengar rayuan Bobby.


"Ya baiklah aku akan menunggumu"


"Aku sangat mencintaimu ERIKA....." Entah mengapa Bobby berteriak memanggil nama Erika dengan kencang, itu sebuah hal yang tak biasa.


"Jangan berteriak honey, semua orang akan mendengarmu" ucap Erika malu-malu.


"Biarkan seluruh dunia tahu, aku mencintaimu dan kau adalah milikku" Bobby terkekeh.


"Kau membuatku malu..."


"Aku tutup telponnya darling, ayahmu datang. Aku akan segera pergi nanti aku akan menelponmu lagi. Ingat.. aku mencintaimu..."

__ADS_1


"Aku juga mencintaimu... Emm bolehkah aku meminta sesuatu padamu honey?" tanya Erika.


"Apapun.."


"Tolong jaga ayah untukku..."


"Baiklah semuanya hanya untukmu, bye darling.. muaah"


Bobby menutup telponnya. Jiraiya datang bersama beberapa pengawal Luna.


"Ada masalah serius, pengiriman barang dari perusahaan tuan Ben untuk pembangunan hotel barunya dibajak oleh orang tak dikenal..."


Jiraiya menjelaskan detail masalahnya pada Bobby dan beberapa pengawal yang menunggu bersamanya. Para pengawal akan bekerja sama dengan polisi laut untuk membebaskan kapal yang membawa barang-barang tersebut.


Bobby adalah salah satu perenang terhebat yang dimiliki Jiraiya, karena masalah berada di laut ia membutuhkan perenang-perenang handal untuk ikut bersamanya. Dan ia memilih menantunya Bobby untuk ikut dalam misi ini.


"Baik Tuan!!" jawab mereka serempak.


Semuanya bersiap, mereka menggunakan perlengkapan khusus untuk memulai misi. Mobil melaju menuju dermaga, sudah banyak polisi laut yang menunggu dengan sebuah kapal yang besar.


"Bobby, jaga dirimu dengan baik. Putriku selalu menunggumu.." ucap Jiraiya sambil menepuk pundak menantunya, Bobby mengangguk dengan tegas.


Mereka mulai memasuki kapal dan kapan berangkat menuju tempat kapal barang yang dibajak.


Kapal barang mulai terlihat, semuanya berjaga dengan ketat. Beberapa perompak terlihat berjaga dikapal itu dengan senapan laras panjang.


"Ini misi yang berbahaya.." ucap Armando sambil memegang kalung salip yang melingkar dilehernya.


"Kita berdoa semoga kita semua bisa menyelesaikan misi ini dengan baik..."


Misi dimulai, kapal mendekat ke arah target perlahan-lahan karena penjaga terlihat lengah saat mentari mulai tenggelam.


Bobby dan beberapa temannya masuk dari arah belakang, mereka juga membawa senapan dan senjata yang dapat mereka gunakan untuk melumpuhkan musuh.


"Kau dan kau ke sana, aku dan Armando akan ke sisi lain.." Bobby memberikan arahan.


Para polisi juga mengikuti mereka dari belakang.


Dor...


Sebuah tembakan dilepaskan oleh seorang polisi, itu membuat semua perompak tersadar akan keberadaan mereka. Para pengawal yang lain siap siaga saat para perompak keluar. Terjadi perkelahian yang sengit saat itu namun Bobby beserta para pengawal dan polisi berhasil memenangkannya karena jumlah mereka lebih banyak.


"Pakailah ini" Bobby memberikan jaketnya pada seorang tawanan ABK yang terlihat pucat karena kedinginan.


Mereka menggiring para perompak untuk berpindah kapal. Tiba-tiba air laut pasang dan membuat kapal bergoyang dengan keras, seorang perompak melihat polisi yang lengah ia segera mengambil pistol kecil yang ada disaku senjata polisi itu dan menembak ke arah Jiraiya yang juga terlihat lengah.


"Ayahh... Awaasss..!!!!"

__ADS_1


Bobby yang melihatnya langsung menjadikan dirinya tameng untuk Jiraiya lalu seorang perompak yang berada didekatnya langsung mendorong Bobby sehingga Bobby jatuh ke laut dengan arus air yang sangat deras.


"Bobby!!!!!!!!"


__ADS_2