Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Mencari Kebenaran


__ADS_3

Bobby menoleh ke arah Rey dengan tatapan tak percaya.


"Ayah? Pria ini ayahmu?"


Rey hanya mematung sambil menatap pria yang ada dihadapannya. Bobby menatap Rey dan pria itu bergantian.


"Aku bukan ayahmu!" pria jagoan membantah Rey sambil memalingkan wajahnya.


Rey meneteskan air matanya, ia tak menyangka bertemu dengan ayahnya yang selama ini meninggalkan dia bersama Bibi May sejak Rey baru masuk sekolah dasar. Namun Rey tidak pernah mencari ayahnya karena Bibi Mau selalu melarangnya.


"Ayah! Kenapa kau meninggalkan aku?" tanya Rey lirih.


"Aku sudah bilang aku bukan ayahmu!" seru pria itu sambil tetap memalingkan wajahnya dari Rey.


"Ayah..!!!" Rey berteriak karena kesal, ayahnya tak mau mengakuinya.


"Hei pria kuat, cepat bawa aku pergi dari sini sebelum pelayan ini memakanku karena aku tak mau mengaku sebagai ayahnya!" ujar pria jagoan itu kepada Bobby.


Bobby menoleh kepada Rey, Rey hanya menatap ke arah pria yang ada dihadapannya dengan nanar.


"Kenapa kau tidak mau mengakui ku sebagai anakmu ayah?" Rey bertanya dengan air mata mengalir deras dari pelupuk matanya.


Pria jagoan tetap tidak mau menoleh ke arah Rey.


"Tatap mata tuanku bila ia bicara denganmu!" Bobby menjadi kesal dan membentak pria itu.


Pria jagoan terkejut saat Bobby menyebut Rey sebagai 'tuanku'. Ia menoleh ke arah Bobby dengan tatapan tidak percaya, ia lalu melihat ke Rey dari atas sampai ke bawah.


"Lebih baik aku mati daripada harus mengakui ku sebagai an..."


Plak...


Tangan Rey bergerak menampar pria itu dengan keras.


"Kau sudah meninggalkan aku sejak aku kecil dan sekarang.. kau tidak mau mengakui ku sebagai anakmu! Apakah kau tidak punya hati nurani!" tukas Rey, bibirnya bergetar karena marah.


"Rey.. sudah.." Bobby menenangkan Rey dengan memegang bahunya.

__ADS_1


Rey menutup wajahnya dengan satu tangan, ia menjadi frustasi.


"Bawa mereka ke kantor polisi dan pastikan mereka membusuk disana!" perintah Bobby.


Para pengawal lain langsung membawa perampok-perampok itu dengan mobil yang sudah disiapkan ke kantor polisi. Tubuh Rey menjadi lemas, ia menjatuhkan dirinya ke bawah dengan lutut yang menyangga tubuhnya.


"Rey.. kau baik-baik saja?" Bobby mulai khawatir.


"Dia ayahku, Bobby. Aku yakin dia ayahku" ucap Rey dengan penuh kesedihan.


Bobby mengajak Rey masuk ke kedai, kedai ditutup siang itu dan harus dilakukan beberapa perbaikan disana.


♥️♥️♥️


"Ayah? Ayahmu masih hidup hubby?" Luna terheran-heran mendengar cerita Rey saat mereka sudah berada di kamar apartemen.


Rey mengangguk pelan, pandangannya masih kosong dan penuh kepedihan.


"Tenanglah hubby, Bobby sedang mencari tahu tentang pria itu dan kita akan memastikan apakah dia ayahmu atau bukan" Luna memeluk Rey dengan kasih sayang namun Rey tak membalasnya, ia hanya diam dan sesekali air mata menetes dari matanya.


Luna mengusap punggung Rey dengan lembut. Ia merasa kondisi Rey sedang tidak stabil saat ini.


"Hubby, ada aku disini. Aku akan selalu menerima apapun keadaanmu, kau tak perlu khawatir tentang apapun. Kau anak yang baik, mungkin ayahmu malu karena dia tertangkap sebagai perampok" Luna berusaha menenangkan Rey.


"Kita tunggu hasil penyelidikan besok dari Bobby, kau harus istirahat. Bila kau sakit nanti si kembar juga akan sedih" Luna melepaskan pelukannya dan menaruh tangan Rey di perutnya yang besar.


Rey melihat perut Luna dengan pandangan sedih.


"Papa berjanji tak akan pernah meninggalkan kalian apapun yang terjadi" Rey mengecup perut istrinya.


Luna tersenyum, dan memegang pipi Rey. Rey meraih tangan Luna yang ada dipipinya dan menciumnya.


"Maafkan aku sweety, kau harus melihatku dalam keadaan terburuk dalam hidupku. Aku tak bisa memungkiri bahwa aku adalah anak yang dibuang oleh ayahku, Bibi May dan Paman Ken lah yang selalu menjadi orang tuaku selama ini. Aku pun tidak tahu saat ini harus senang atau sedih bertemu kembali dengan ayahku" ungkap Rey membuat Luna ikut merasakan kesedihan yang ia rasakan.


"Tidak perlu memikirkan hal-hal semacam itu hubby, kita memiliki kehidupan yang baik saat ini. Bila memang dia adalah ayahmu, setidaknya kau tahu keadaannya baik-baik saja" Luna membesarkan hati suaminya, Rey mengangguk setuju.


Rey tersenyum penuh kepedihan, air matanya kembali menetes lalu Luna mengusapnya.

__ADS_1


"Besok semuanya akan terungkap hubby, saat ini kita hanya harus beristirahat karena besok akan menjadi hari yang baru bagi kehidupan kita" Luna menarik selimut agar menutupi tubuhnya dan tubuh Rey.


Rey memeluk Luna dan mengecup puncak kepala istrinya. Betapa beruntungnya dia bisa menikah dengan wanita yang cantik, kaya dan baik hati seperti Luna.


"Aku mensyukuri hadirnya kau dalam hidupku, nona muda" ucap Rey sambil mengelus lengan Luna.


Mereka terlelap. Pagi-pagi Bobby sudah datang dan menyerahkan beberapa berkas pada Luna. Luna keluar kamar dengan hati-hati karena Rey masih tertidur, ia lelah karena semalam terbangun setiap 1 jam sekali. Rey terus memikirkan ayahnya.


"Apa kau yakin dengan semua berkas ini Bobby?" Luna memeriksa satu persatu berkas yang Bobby berikan.


Bobby mengangguk.


"Masa lalu pria bernama Yoshida ini kurang baik, istri pertamanya meninggal setelah melahirkan anak pertama mereka dan istri keduanya kabur bersama pria lain meninggalkan seorang putri yang saat ini berada di panti asuhan"


"Anak pertamanya adalah Rey?" Luna bertanya dalam keraguan besar.


Bobby menunduk dan mengangguk pelan. Luna menghela napasnya, Rey akan sangat sedih bila ia tahu.


"Namun dari hasil penyelidikan ini, alasan utamanya menjadi perampok adalah untuk membiayai pengobatan putrinya yang saat ini yang memiliki kelainan jantung dari lahir juga membayar hutang-hutang istri keduanya yang jumlahnya sangat besar" Bobby menjelaskan dengan wajah sedih, ia membayangkan bagaimana perasaan Rey saat tahu ini semua.


"Rey akan sangat terpukul bila tahu semua ini" gumam Luna, disambut anggukan oleh Bobby.


"Tapi kita tidak bisa menyembunyikan hal ini dari Rey nona, dia berhak tahu semuanya" usul Bobby, Luna menatap Bobby dalam diam.


Tak lama Rey keluar dari kamar, ia merasa istrinya tak ada disampingnya dan terbangun. Rey melihat banyak berkas dimeja depan sofa. Ia sangat penasaran dan langsung menghampiri Luna juga Bobby.


"Apakah sudah ada hasil? Dia benar ayahku kan?" Rey langsung memberondong Bobby dengan pertanyaan.


Bobby mengangguk pelan. Bobby menceritakan sedikit mengenai ayah Rey, seperti yang ia ceritakan pada Luna.


"Aku harus menemui ayah dikantor polisi" ucap Rey, ia bermaksud kembali ke kamar untuk bersiap.


"Sabarlah Rey, aku akan menemanimu" Bobby menenangkan Rey, Luna tak mungkin menemani Rey dalam keadaan hamil besar ke kantor polisi.


"Hubby.. ini masih terlalu pagi" Luna mengusap lengan Rey pelan.


"Aku harus tahu dimana keberadaan adikku dan menyelamatkannya"

__ADS_1


__ADS_2