Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Berdamai


__ADS_3

Samuel dan Bobby berada dalam sebuah ring yang memiliki tinggi pinggiran 5 meter. Duel akan segera dimulai, Bobby memakai celana berwarna merah dan Samuel memakai celana berwarna biru.


Di bawah ring terlihat Luna, Rey, Erika, Yasmin dan Anne sedang menyaksikan duel tersebut. Bobby terlihat santai, sedangkan Samuel mulai bergerak. Ia berlari kecil mengitari Bobby dengan gaya bak petinju profesional.


"Ayo serang aku Bobby..." Samuel mulai memprovokasi Bobby dengan gayanya yang tengil.


"Apa hanya itu yang kau bisa lakukan tuan Sam?" Bobby menyeringai.


Samuel masih saja bertingkah sok berani dengan berpura-pura meninju Bobby dari jauh.


"Cepat Bobby selesaikan duel konyol ini!" Yasmin berteriak, diikuti dengan yang lainnya.


"Kak Sam, berhati-hati lah" Anne mendukung penuh kakaknya.


Samuel mulai maju mendekati Bobby, ia menyentuh sedikit bahu Bobby dengan ujung kepalan tangannya. Lalu menjauh lagi dan berlari kecil mengitari Bobby kembali.


"Apa kau sedang bercanda denganku tuan Sam?" tanya Bobby sambil tersenyum usil.


"Kau tidak lihat aku sedang mencari celah untuk menyerangmu? Kau harus berhati-hati aku bisa menyerangmu kapan saja" Samuel mencari alasan.


Bobby masih dalam diposisinya namun badan dan matanya mengikuti alur gerakan Samuel.


"Honey.. Aku mencintaimu" Erika berteriak dengan lantang.


Bobby menoleh dan tersenyum, Samuel merasa Bobby tengah lengah dan langsung menyerang.


Buk...


Samuel terjatuh dari sofa yang ada dikamar Yasmin dan terbangun dari mimpinya.


"Ya Tuhan.. hampir saja.." keringat bercucuran dari tubuh Samuel, dalam mimpinya saat ia menyerang Bobby langsung memukulnya dengan sekuat tenaga.


Samuel memegang wajahnya yang terpukul oleh Bobby tadi, dalam mimpi.


"Syukurlah..." ujarnya lega.


Samuel melihat jam di dinding, sudah pukul 1 dini hari. Ia keluar dari kamar untuk mengambil air minum dan mengatur nafasnya.


"Bagaimana jika benar-benar aku dihabisi oleh Bobby? Bagaimana jika ia membuat wajah tampanku babak belur? Bagaimana jika.."


"..kau kalah dari Bobby padahal kau yang sudah menantangnya?" tiba-tiba Yasmin sudah berada dibelakang Samuel dan mendengar semua ketakutannya.


Yasmin duduk disamping Samuel, ia mengambil gelas yang dipegang Samuel dan minum.


"Bertanggung jawablah Sam. Tunjukkan padaku bahwa kau pria yang memang pantas menjadi kepala rumah tangga" Yasmin berkata tanpa menoleh ke arah Samuel yang melihat Yasmin lekat-lekat.


"A...aku.."


"Kau bermimpi sedang berduel dengan Bobby kan?" tebak Yasmin sambil menoleh ke arah Samuel.

__ADS_1


Samuel mengangguk pelan.


"Hahaha, aku merasa kau seperti sedang menggali kuburan mu sendiri dan itu sangat menarik buatku"


"Apa kau benar-benar ingin aku mati ditangan Bobby?" tanya Samuel dengan wajah sedih.


Yasmin mengangguk sambil tertawa. Samuel menaruh kepalanya dibahu Yasmin, ada kegalauan dimatanya.


"Hei.. jangaan mengambil kesempatan" Yasmin menggoyangkan bahunya naik turun agar Samuel mengangkat kepalanya.


"Kau pelit sekali Yasmin, aku hanya minta waktu sebentar saja" ujar Samuel yang enggan mengangkat kepalanya.


"Bila aku mengizinkanmu maka kau akan besar kepala dan meminta yang lainnya" Yasmin mulai mengeluarkan taringnya.


Samuel menghela nafas panjang, dengan terpaksa ia meluruskan duduknya.


"Peluk aku.." pinta Samuel sambil menatap manjaa pada Yasmin, Yasmin melihat Samuel dengan tatapan jijik.


"Kau mau aku cekik?!" jawab Yasmin dengan kesal.


Namun tanpa disangka Samuel langsung menarik tangan Yasmin dan memeluknya dengan paksa.


"Aku sangat takut, aku butuh pelukan darimu untuk menenangkanku. Tolong diamlah sebentar saja dan jangan bicara apapun" ujar Samuel berbisik ditelinga Yasmin.


Yasmin terdiam, entah mengapa ia menjadi merasa sedikit kasihan pada Samuel. Bila benar Bobby menerima tantangan itu maka mimpi Samuel akan menjadi kenyataan.


Cup...


Bibir Samuel mendarat di bibir Yasmin dengan cepat. Yasmin berusaha melepaskannya dengan mendorong lagi tubuh Samuel sekuat tenaga.


"Argh... Kau ini!!!" bentak Yasmin kesal saat sudah berhasil melepaskan diri.


"Itu hadiah dariku atas pelukkan yang kau berikan" kata Samuel santai.


"Hadiah ma**mu?!! Aku tidak memberikan pelukan itu, kau yang menarik tubuhku!" Yasmin menjadi sewot, ia berdiri dengan wajah marah.


Samuel menarik tangan Yasmin agar Yasmin duduk kembali disebelahnya.


"Kau mau kemana?" Samuel menahan tangan Yasmin untuk pergi.


"Aku mau melihat Sheryl, aku takut dia terbangun saat aku membentakmu tadi. Biasanya Sheryl sangat peka terhadap kemarahan ku padamu" Yasmin berdiri kembali dan berjalan ke kamar.


Samuel memeluk Yasmin dari belakang.


"Kau kejam, tapi aku suka. Entah mengapa semakin kau menghindariku aku semakin ingin mengejarmu" bisik Samuel mesra ditelinga Yasmin.


Yasmin melirik malas ke arah Samuel.


"Itu adalah salah satu alasan mengapa aku akan selalu berbuat semena-mena padamu!" Yasmin melepaskan pelukan Samuel dan masuk ke kamar.

__ADS_1


Samuel tersenyum senang dan mengikuti langkah Yasmin masuk ke dalam kamar.


♥️♥️♥️


Erika masih diam, ia tak mau bicara pada Bobby. Padahal saat itu mereka hanya berdua didalam kamar, mereka masih di apartemen dan Bobby sudah menelpon Jiraiya mengatakan mereka akan menginap malam itu.


"Darling.. Aku sudah menjelaskan yang sebenarnya. Aku mohon jangan diamkan aku seperti ini" Ujar Bobby yang masih berusaha meyakinkan Erika, walaupun hari sudah menjelang pagi.


Erika hanya melirik kesal kepada Bobby.


"Darling..." Bobby memegang tangan Erika dan menaruh dipipinya.


"Rasakan ini, aku merasa dingin tanpa pelukkan darimu malam ini" ujar Bobby manja, hal yang tak biasa ia lakukan.


Erika menahan senyumnya melihat tingkah Bobby yang seperti anak kecil.


"Ya ampun.. Ya ampun.. apa yang harus aku lakukan.." Bobby melakukan aegyo dengan imut, Erika menutup matanya menahan tawa.


Bobby memaksa Erika melihat ke arahnya, dia bergaya imut layaknya gadis. Erika tertawa sambil memegang perutnya.


"Kau lebih cantik bila tertawa dan tersenyum" Bobby menyelipkan rambut Erika ketelinganya.


"Aku tak bisa menerimanya, kau memeluk wanita lain dan wanita itu adalah kak Yasmin. Hatiku sangat sakit" ujar Erika cemberut lagi.


"Apakah kau lebih suka bila aku membiarkan nona Yasmin jatuh di kedai saat itu?" tanya Bobby dengan wajah serius.


"Bila kau melakukannya aku pun akan marah" Erika berkata dengan santai.


Bobby geleng-geleng kepala.


"Lalu aku harus bagaimana?"


Erika menaikan kedua bahunya.


"Aku menyesal karena melihatnya disaat yang tidak tepat" Erika terlihat sedih kembali.


"Suamimu ini tak akan mengkhianatimu, hanya ada kau di hatiku. Bila tak percaya belah saja dadaku" Bobby membuka bajunya menunjukan dadanya, Erika mendorong dada Bobby pelan.


"Kata-kata mu itu sangat kuno" Erika terkekeh mendengar Bobby.


"Baiklah, apa kau sudah memaafkanku?" Tanya Bobby.


Erika mengangguk dan tersenyum.


"Kalau begitu tinggal 1 hal lagi yang harus aku bereskan" kata Bobby sambil menyeringai.


"Apa itu?"


"Apakah boleh aku berduel dengan tuan Sam, darling?"

__ADS_1


__ADS_2