Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
Pencuri Hati


__ADS_3

"Sudahlah Bobby jangan menakutinya terus, lihat ia sudah buang air kecil dicelananya" Rey menepuk pundak Bobby.


Bobby tertawa terbahak-bahak melihat wajah pucat Samuel dan celana Samuel yang basah. Rey melepaskan ikatan Samuel, ia tak tega melihat Samuel yang tampan itu diperlakukan buruk oleh Bobby.


"Jauhkan aku darinya" Samuel memohon sambil berjongkok dan memegang kaki Rey, ia menatap takut kepada Bobby.


Bobby semakin senang menggoda Samuel.


"Aku belum memberinya pelajaran karna berani menculik wanitaku dan mengancam akan memperkosanya!" seru Bobby.


"Aku tidak benar-benar mengatakannya, hei pria miskin katakan padanya aku hanya bercanda!" Samuel berlindung dibalik kedua kaki Rey.


Rey kesal mendengar Samuel menyebutnya "Pria Miskin" namun Rey tetap tidak tega kepadanya.


"Cepatlah lari ke tempat kau syuting, aku akan menahannya untuk tidak mengejarmu" ujar Rey dengan nada agak kesal.


Secepat kilat Samuel lari, pengawal yang ada didepan pintu menahan tawa melihat Samuel lari tunggang langgang.


"Kau itu terlalu baik padanya Rey" kata Bobby sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak bisa melihat orang lain tersiksa seperti itu, apalagi aku tak bisa memungkiri bahwa ia adalah pria yang pernah dicintai nona" jawab Rey sambil tersenyum samar.


"Ya kau benar, sayangnya aku tak sebaik dirimu. Suatu saat aku akan menculik aktor bodoh itu lagi" Bobby tertawa, Rey hanya tersenyum melihat tingkah temannya itu.


♥️♥️♥️


Samuel memanggil taxi, ia melihat ke belakang memastikan Bobby tidak mengejarnya. Ia menaiki taxi dengan buru-buru dan hampir terjatuh.


"Antarkan aku ke pusat kota! Aku sedang syuting disana" kata Samuel dengan sombong.


Supir taxi itu mencium bau pesing dari celana Samuel. Ia menutup hidungnya dengan jari telunjuknya sambil menatap jijik kepada Samuel.


"Ayo cepat jalan, aku bisa kehilangan sceneku"


Taxi itu melaju ke tempat yang Samuel inginkan, Samuel mengambil ponselnya dari saku celana dan menelpon.


"Mami kapan kau pulang?" ia menelpon mami Luna.


"Ada apa Sam, mami masih berlibur di pantai saat ini"


"Pulanglah segera, pria miskin itu semakin berani kepadaku. Ia baru saja menculikku dengan pengawal gila bernama Bobby" Adu Samuel.


"Benarkah? Berani sekali dia menculik calon menantuku yang tampan" suara mami terdengar geram.


"Iya mi, untungnya aku bisa melawan mereka dan berhasil kabur" Samuel berbohong.


"Mami akan pulang dalam dua sampai tiga hari lagi. Kau bersabarlah dan jangan melakukan hal apapun yang dapat membuatmu dalam masalah dengan Luna"


"Baik mi"


Samuel menutup telponnya lalu tersenyum senang.

__ADS_1


"Aku akan segera membalasmu" gumam Samuel dalam hati.


Sementara itu Bobby mengantar Rey kembali ke apartemen Luna lalu pulang. Saat tiba di kamar kosnya Erika menelponnya.


"Iya darling"


"Apa kau sudah sampai kamarmu?" tanya Erika.


"Ya tentu saja, aku baru saja merebahkan diriku"


"Syukurlah, aku sangat khawatir saat kau bilang ingin membalas dendam kepada orang yang menculikku"


"Aku senang kau mengkhawatirkan ku, aku jadi sangat merindukanmu saat ini"


"Apa kau mau datang ke tempatku?" goda Erika.


Bobby langsung bangun dari rebahannya.


"Bila kau mau aku akan ke sana sekarang" Bobby sangat bersemangat.


"Hahaha nanti kau bisa dimarahi oleh ibu kos ku yang galak"


"Aku tidak takut" ujar Bobby yakin.


"Buktikan bila kata-katamu benar"


"Bila aku berani, kau harus menciumku"


"Kau tidak akan berani" tantang Erika sambil tertawa kecil.


Bobby mematikan telponnya, Erika bingung tiba-tiba telponnya mati. Hanya sekitar lima menit Bobby menelpon Erika.


"Dimana kamarmu?"


"Hah??! Apa maksudmu?" Erika terperangah dengan pertanyaan Bobby.


"Aku sudah berada didepan kosanmu" jawab Bobby enteng.


"Pulanglah, aku tak mau nanti ketahuan oleh ibu kos ku"


"Bila aku bisa masuk ke kamarmu tanpa ketahuan kau harus menciumku"


"Tidak Bobby!!"


Klep..


Bobby menutup telponnya lagi. Ia menyelinap masuk ke kosan Erika, dia berjalan perlahan menaiki tangga dan mencari Erika. Erika yang mencari Bobby dari balik jendela kamarnya terkejut saat Bobby sudah berada didepannya.


"Cepat masuk, kalau ketahuan aku bisa diusir dari sini" Erika menarik tangan Bobby dengan cepat.


Bobby segera masuk, lalu ia membuka sepatunya dan menaruhnya dibawah meja rias Erika. Dengan seenaknya dia duduk di tempat tidur Erika.

__ADS_1


"Fiuuuhh, ibu tua yang gemuk itu duduk di kursi goyang dengan mata yang sangat menyeramkan" ujar Bobby sambil bergidik.


"Itu ibu kos ku" ujar Erika sambil menuangkan minuman air mineral kepada Bobby.


"Apakah setiap malam dia akan berjaga seperti itu?" tanya Bobby terkejut lalu meminum minuman yang diberikan Erika.


Erika mengangguk lalu ia duduk kursi yang ada didekat tempat tidurnya.


"Setahuku dulu ada seorang penghuni kos yang ketahuan sedang bercumbu dikamar kos oleh si ibu, lalu mereka dinikahkan di depan umum. Itu sangat memalukan" ujar Erika sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku mau jika dinikahkan denganmu" ucap Bobby senang.


"Tidak! Aku ingin menikah dengan gaun yang bagus dan indah. Lagi pula terlalu memalukan bila aku menikah karna ketahuan sedang melakukan perbuatan mesum" jelas Erika dengan wajah memerah.


"Baiklah aku akan membelikanmu gaun yang indah dan aku akan menikahimu" Bobby beranjak dari duduknya, ia memegang pinggang Erika.


"Kau berhutang ciuman padaku nona"


Erika tersenyum, ia membiarkan Bobby mendekatkan bibirnya.


Dok dok dok...


"Erika! buka pintunya"


Ibu kos galak menggedor pintu kamar Erika. Bobby dan Erika tersentak, mereka kalang kabut. Bobby melihat jendela di sisi lain kamar Erika. Ia mengecup bibir Erika sekilas lalu keluar melalui jendela itu seperti angin.


"Hoaaaam, iya ada apa bu?" Erika dengan rambut yang terlihat acak-acakan dan mata yang mengantuk, pandai sekali dia berakting ya.


"Aku mendengar kau sedang mengobrol dengan seseorang tadi" ibu kos menengok ke dalam kamar Erika.


"Tidak ada siapapun disini Bu"


"Aku harus mengeceknya sendiri"


Ibu kos menerobos masuk ke dalam kamar Erika, ia memperhatikan setiap sudut kamar Erika. Ibu kos curiga melihat jendela kamar Erika bagian luar terbuka.


"Mengapa kau tak menutup jendelamu?" tegur ibu kos.


"Itu karena kipas anginku sedang rusak Bu, lihat ini aku menyalakannya dan ia tetepa dalam keadaan mati" ujar Erika, padahal memang sakelar kipas angin itu sengaja tidak dicolokkan.


"Tutup jendela itu, karena pencuri bisa masuk kapan saja"


"Termasuk pencuri hati" gumam Erika pelan lalu tertawa kecil.


"Apa katamu?" Ibu kos melotot ke arah Erika.


"Tidak, aku hanya mengatakan kita harus berhati-hati" ujar Erika cepat.


"Baiklah, kau bisa kembali beristirahat. Ingat pesanku untuk tidak membawa pria masuk ke kamar mu!"


"Siap Bu" jawab Erika yakin.

__ADS_1


Ibu kos berjalan keluar dari kamar Erika, namun ia melihat ada sepasang sepatu di bawah meja rias Erika. Ia membungkuk dengan susah payah dan mengambil sepatu itu.


"Apakah sepatu ini adalah milikmu?"


__ADS_2