
"Menikah ulang? Untuk apa?" tanya Luna heran.
"Aku ingin kita menikah atas dasar rasa cinta kita saat ini. Aku ingin mami, paman, bibi dan teman-temanku datang ke pernikahan kita. Akan terasa lengkap pernikahan ini apabila diawali dengan sesuatu yang menyenangkan'
Luna berpikir sejenak.
"Sepertinya kau benar hubby, aku akan mempersiapkannya" Luna mengambil ponselnya.
"Tidak sweety, aku yang akan mempersiapkannya. Aku pria dan aku mau pernikahan kita disesuaikan dengan kemampuanku. Mungkin aku hanya bisa memberikan pernikahan sederhana untukmu, tapi itu semua hasil jerih payahku"
Luna memeluk Rey dengan erat.
"Ya aku mau, aku mau melakukan apapun asalkan bersamamu"
"Terima kasih karena mau memahamiku"
"Jadi kapan kita akan menikah ulang?" tanya Luna bersemangat.
"Semoga tanganku dapat segera pulih, agar kita bisa segera menikah ulang"
"Mulai besok kau akan mulai terapi hubby, akan menemanimu"
"Terima kasih sweety"
♥️♥️♥️
Sudah 3 hari Rey dirawat dan diperbolehkan pulang. Terapi akan boleh dilanjutkan sambil berobat jalan. Namun pagi itu Luna harus berangkat ke negara KS untuk meninjau lokasi pembangunan hotelnya.
"Aku hanya 2 hari disana, setelah selesai aku akan segera pulang. Bobby akan menjagamu selama aku disana" ujar Luna sambil mengepak barang-barangnya malam itu.
"Boleh Bobby menginap disini?" tanya Rey.
"Ya tentu saja, tapi biarkan dia tidur di sofa. Aku tak mau kau dengan Bobby terlihat seperti pasangan g*y diapartemen ini"
"Hahaha tentu saja aku tidak akan tidur bersamanya sweety, aku hanya akan tidur denganmu dikamar ini"
"Oia aku akan pergi bersama Jiraiya, Erika akan mulai tinggal di apartemen sebelah kita. Kau awasi kedua pasangan itu, mereka baru boleh tinggal bersama disana bila sudah menikah nanti" Luna mengingatkan Rey.
"Mereka adalah dua orang dewasa yang mengerti norma sweety, kau tak perlu khawatir"
"Tak bisa dipungkiri hubby, mereka adalah pasangan yang sedang mabuk cinta. Jangan sampai mereka melakukannya sebelum pernikahan terjadi"
"Kita sudah melakukannya berulang kali sebelum pernikahan sesungguhnya terjadi" goda Rey membuat Luna menoleh ke arahnya dengan wajah kesal.
"Tapi pernikahan kita sudah dilakukan pemberkatan secara benar oleh pendeta, bahkan pamanku menjadi pendampingku saat itu"
__ADS_1
"Hahaha aku hanya bercanda sweety, aku juga tidak akan melakukannya denganmu bila tak yakin dengan pernikahan waktu itu. Namun aku tetap ingin mengulang pernikahan kita agar kita memiliki kenangan yang manis bersama orang-orang yang kita sayangi"
"Kau benar hubby. Baiklah, aku sudah selesai mengepak barang-barangku. Ayo kita tidur" Luna naik ke tempat tidur dan memeluk Rey.
"Apakah bisa kita tidur agak malam? Aku sangat merindukanmu" Rey mengedipkan matanya, Luna mengangguk malu-malu.
Pagi hari Jiraiya sudah datang mengantar Erika sekaligus menjemput Luna.
"Apa kau suka dengan tempat ini?" Luna datang mengunjungin apartemen Erika sebelum berangkat.
"Ya aku suka nona, terima kasih banyak. Ini sangat bagus dan berkelas"
"Aku berpikir akan mudah Bobby melindungi ku dan Rey bila kami tinggal berdekatan, apartemen sebelah sana juga milikku. Ada dua pengawalku yang merupakan suami istri"
"Kau sangat baik nona" Erika menggenggam jemari Luna.
Luna mengangguk, Jiraiya menghampirinya.
"Sudah saatnya berangkat nona"
"Ya baiklah"
Luna kembali ke apartemennya, ia berpamitan kepada Rey lalu berangkat bersama Jiraiya. Bobby sudah sampai untuk menjaga Rey sedangkan Erika juga bergegas berangkat ke restauran.
"Apa kau ingin makan sesuatu tuan?" tanya Bobby dengan nada meledek.
Bobby tertawa, dia mengambil dua buah apel dari lemari es. Ia mencucinya dan memberikannya satu kepada Rey.
"Makanlah ini, bila kau ingin makan yang lain aku akan memesannya untukmu"
Bobby duduk di sebelah Rey yang sudah duduk terlebih dahulu di sofa.
"Terima kasih Bobby" Rey menggigit apelnya, Bobby menyalakan televisi.
"Apakah kau akan disini selama Luna pergi?" tanya Rey.
"Ya tentu saja, nona tidak mau aku meninggalmu walaupun hanya sedetik saja" Bobby tertawa lebar.
Rey menghela napas panjang.
"Ia saja pelatihan yang kau lakukan selama ini?" tanya Rey.
"Aku menjalani banyak sekali pelatihan selama 6 bulan tanpa istirahat, kami memang dituntut untuk bisa bekerja tanpa kenal istirahat. Namun nona Luna selalu membagi kami dalam dua shift, karena saat ini banyak pengawal yang ia miliki kami pun menjadi memiliki waktu untuk libur. Kenapa kau bertanya begitu?"
"Tak apa-apa, aku hanya merasa sangat lemah bila berada didekatmu Bobby. Kau begitu hebat bahkan kemampuan bela dirimu saat ini jauh diatasku" Rey menunduk sambil memandang apel yang baru digigitnya.
__ADS_1
"Itu hanya perasaan mu saja Rey, kau sangat kuat. Bahkan kau menolongku karena janjimu pada Erika, sedangkan aku selalu saja ceroboh dalam melakukan tugasku" ujar Bobby sambil tersenyum kearah Rey.
"Apakah aku bisa berlatih seperti mu untuk bisa menjadi kuat seperti kau? Aku ingin menjadi pria yang bisa melindungi Luna kapan saja"
"Tenanglah, nona Luna dikelilingi pengawal yang sangat kuat dan tangguh selama ini" Bobby menepuk bahu Rey.
"Itu yang membuatku merasa kecil, aku ingin Luna merasa selalu terlindungi jika berada di dekatku walaupun tanpa para pengawalnya. Kau pasti bisa membantuku kan?"
Bobby melirik Rey sambil tersenyum menyeringai.
"Apakah ini akan menjadi kesepakatan antara kita saja?"
"Ya begitulah, aku akan menikah ulang dengannya dan aku harus menjadi suami yang bisa menjaganya"
" Menikah ulang? Kenapa harus begitu?" tanya Bobby heran.
Rey menjelaskan maksudnya menikah kembali dengan Luna.
"Itu adalah maksud yang baik Rey. Baiklah aku akan membantumu berlatih"
"Bisa kita mulai sekarang?"
Bobby tertawa.
"Kau sedang terburu-buru?"
"Tidak juga namun segala sesuatu terjadi begitu cepat akhir-akhir ini, membuat ku merasa harus bisa menjadi lebih kuat dari hari ke hari. Aku harus segera bisa menggerakkan lenganku dengan normal agar bisa segera berlatih denganmu" Rey terlihat bersemangat.
"Baiklah, namun sekarang aku akan membantu terapimu dulu"
Rey menjauhkan dirinya dari Bobby yang terlihat mendekat.
"Heii jangan menyentuhku, aku tak percaya kau bisa melakukannya"
Bobby tertawa terbahak-bahak, ia hanya ingin mengambil ponsel yang berada di dekat Rey.
"Tidak mungkin aku menjadi therapist mu dalam satu malam Rey, aku akan menghubungi therapist mu dan bertanya apakah dia sudah dekat dari sini?"
Rey bernapas lega. Bel apartemen Luna berbunyi sebelum Bobby menyalakan ponselnya.
"Itu pasti therapist nya" ujar Bobby sambil berdiri dan berjalan ke arah pintu.
"Sebentar, aku akan membukakan pintunya" teriak Bobby.
Dengan santai Bobby membuka pintunya, matanya terbelalak.
__ADS_1
"Nyonya besar?"