
"Mereka masih muda, biarkan mereka menikmati masa menjadi kekasih. Bila menikah maka mereka harus menghadapi kenyataan" Luna terkekeh.
Prang...
Tiba-tiba terdengar suara piring terjatuh dan suara Anne sedang marah. Luna dan Yasmin keluar dari ruangan James melihat apa yang terjadi.
"Aku hanya ingin kita melakukan foto prewedding, itu akan menjadi kenangan yang berharga untuk kita nanti!" teriak Anne kesal.
James terlihat menatap Anne dengan serius.
"Jangan membuang waktu untuk hal seperti itu" ujar James enteng, ia kembali memotong daging yang ada dihadapannya.
Anne menghentakkan kakinya kesal.
"Aku tetap ingin melakukannya dan kau harus ikut serta!" seru Anne, sambil membalikkan badannya meninggalkan James.
"Tidak" jawab James datar.
Anne menoleh dengan wajah tak percaya.
"Apa kau benar-benar tak ingin mengikuti kemauanku!" Anne menjadi sangat kesal.
James menghentikan aktifitasnya, ia menoleh ke Anne.
"Apa karena aku tak mau maka pernikahan akan dibatalkan?" tanya James.
Anne menggenggam jemarinya dengan keras.
"Ya.. pernikahan akan batal, jadi kau ikuti kemauanku!" Anne mengatakannya dengan agak gugup.
"Ya sudah batalkan saja" James berkata dengan santai lalu melanjutkan pekerjaannya.
"Apa?!!!! Baiklah jika itu maumu!!" Anne sungguh tak percaya dengan apa yang didengarnya.
Anne membuka apronnya dan keluar dari dapur, Luna dan Yasmin saling pandang. Yasmin menangkap tangan Anne saat ia melewatinya.
"Anne.. " Yasmin menatap wajah Anne dengan serius dan menggeleng, berharap Anne tidak pergi.
Anne mendengus kesal, ia menoleh ke arah James yang terlihat acuh. Ia melepaskan tangannya dari genggaman Yasmin dengan kasar dan keluar dari pintu depan restauran. Samuel yang sedang menunggu Yasmin, menoleh saat adik tirinya berjalan melewatinya dengan wajah marah.
"Kita harus mengejarnya.." Yasmin langsung mengikuti langkah Anne.
Samuel memegang tangan Yasmin.
"Tidak perlu melakukannya, dia harus bisa berpikir dewasa" ucap Samuel.
"Lepaskan aku Sam! Jangan sampai Anne melakukan sesuatu yang merugikan dirinya sendiri!" Yasmin melotot, Samuel melepaskan tangan Yasmin.
Yasmin langsung berlari untuk mengejar Anne, Samuel berjalan santai mengikuti langkah Yasmin. Yasmin sudah sampai diluar restauran, ia menoleh ke kanan dan kiri.
"Dimana dia?" ujar Yasmin khawatir karena Anne sudah tak terlihat.
__ADS_1
"Kau tak perlu risau" ucap Samuel.
"Bagaimana aku bisa tenang Sam! Anne pergi dan kita tak tahu dia dimana!" kata Yasmin gusar.
"Ikut aku" Samuel berjalan ke arah mobil.
Yasmin menatap ke arah Samuel dengan heran.
"Kemana?" tanya Yasmin ragu.
"Bukankah kau ingin menemui Anne?" Samuel membukakan pintu mobil untuk Yasmin sambil menoleh kearahnya.
Yasmin berjalan menghampiri Samuel, Samuel memberikan kode kepada Yasmin untuk masuk ke mobil dengan matanya. Yasmin masih menatap Samuel penuh curiga.
"Cepat masuk" Samuel memegang puncak kepala Yasmin dan memaksanya masuk ke mobil.
Yasmin hanya bisa mengikuti kata-kata Samuel, lalu Samuel juga masuk ke mobil dan melajukannya.
♥️♥️♥️
Luna masih berada didapur menatap James penuh tanda tanya, James tak bergeming. Ia tetap memasak dengan profesional.
"James.." panggil Luna.
James menoleh ke arah Luna, Luna mengajaknya untuk bicara diruangannya. James mencuci tangan dan membasuhnya pada apron yang ia kenakan.
Luna sudah duduk di kursi menatap ke arah James dengan serius. James membalas tatapan Luna dengan malas.
Luna menghela nafasnya.
"Tidak seharusnya kau berlaku seperti itu" kata Luna.
"Aku sudah bilang aku tak mau mendengar nasehatmu nona" James mengulang kata-katanya.
"James.." Luna sedikit memaksa.
"Aku tahu apa yang harus aku lakukan nona, Anne harus tahu saat menikah dia tak bisa semaunya seperti itu. Menentukan sesuatu harus berdasarkan keinginan keduanya, dia tak bisa selalu memaksakan kehendaknya" ungkap James.
"Dia masih muda James..."
"Aku tahu nona, aku tahu. Apakah kau ingin mengingatkanku bahwa aku sudah tua?" ucap James membuat Luna menjadi kesal.
"Bukan itu maksudku"
"Atau karena ia muda sebaiknya aku batalkan pernikahan ini?" tanya James membuat Luna melotot.
"James......" Luna menekan kata-katanya.
"Lalu apa? Apakah aku harus mengalah seumur hidupku dan membuatnya selalu manja?" ucap James.
Luna menyenderkan tubuhnya di kursi.
__ADS_1
"Aku heran padamu, apa buruknya foto prewedding? Itu bagus untuk dekorasi pernikahanmu nanti, dan semua orang akan melihat betapa kalian saling mencintai"
"Apakah dengan aku menikahinya itu belum cukup membuktikan bahwa aku mencintainya?"
Luna terdiam, ia berpikir sejenak.
"Setidaknya aku berharap kau bersikap baik padanya, kata-kata membatalkan pernikahan itu sangat keterlaluan!" kata Luna geram.
Kini James yang terdiam, dari matanya terlihat ia menyesali sesuatu.
"Bagaimana jika Anne depresi dan bunuh diri karena perkataanmu tadi?" ucap Luna lagi.
"Dia tidak akan melakukannya nona, jangan menakutiku. Aku akan menemuinya nanti dan menyelesaikan masalah ini" ujar James lalu bangkit dari duduknya dan berjalan keluar.
Tiba-tiba James menghentikan langkahnya dan menoleh kembali ke Luna.
"Dan aku akui bahwa perkataanku tadi keterlaluan, aku akan meminta maaf padanya" kata James lalu melangkahkan lagi kakinya keluar ruangan.
Luna tersenyum, ia tahu James pria yang baik dan bisa diajak bicara dalam keadaan apapun.
Sementara itu, Yasmin masih didalam mobil dengan Samuel.
"Aku tak yakin kau tahu dimana Anne" kata Yasmin sambil melipat kedua tangan didepan.
"Kau akan terkejut bila aku benar-benar tahu dimana dia" ucap Samuel yang fokus menyetir.
Yasmin menatap Samuel tak percaya. Samuel berhenti disebuah taman dekat rumah maminya. Disana terlihat Anne sedang duduk termenung disebuah ayunan. Saat melihat Anne, Yasmin langsung turun dari mobil dan menghampirinya.
"Anne..." panggil Yasmin, ia langsung memeluk adik iparnya.
"Kak Yasmin.." Anne heran melihat Yasmin bisa mengetahui tempatnya berada.
Samuel juga turun dari mobil dan berjalan santai menghampiri Anne juga.
"Kau baik-baik saja?" Yasmin melepaskan pelukkannya dan melihat Anne dari atas sampai ke bawah.
Anne mengangguk, tersirat kesedihan diwajahnya.
"Semuanya akan baik-baik saja" Yasmin memeluk Anne lagi.
"James sangat jahat, ia tega saat mengatakan akan membatalkan pernikahan ini" ucap Anne, ia sudah tak ingin menangis.
Dalam hati Anne juga ada penyesalan karena ia banyak menuntut ini dan itu kepada James menjelang pernikahannya.
"Sudah kau tak perlu memikirkannya, kau harus tenang. Nanti dia pasti akan menghubungimu" ujar Yasmin menenangkan Anne.
"Bila sudah memutuskan menikah, kau tak bisa terus menerus manja padanya seperti kau manja kepada mami dan papi. Kau tahu wanita yang manja sangat membosankan dan hanya menjadi bebas di masa depan" ucap Samuel membuat Anne terkejut.
Yasmin menoleh ke Samuel dengan wajah kesal.
"Apa yang salah? Dia harus belajar, bahwa dunia ini masih banyak yang harus ia kenali"
__ADS_1