Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Hanya Milikku


__ADS_3

Author mulai season 2 ya, tapi mungkin setiap hari cuma bisa UP 1-2 episode itu pun diusahain banget 😁 Jangan lupa untuk komen dan like setiap habis membaca ya...


Yasmin segera dilarikan ke ruang bersalin, Samuel ikut berlari bersama brankar yang membawa Yasmin. Samuel menghentikan langkahnya didepan ruang bersalin.


"Silakan masuk tuan" ujar perawat sambil mendorong tubuh Samuel masuk, wajah Samuel terlihat panik ia takut melihat darah.


Yasmin terlihat sudah sangat pucat, ia merintih menahan rasa mulasnya.


"Sam.." panggil Yasmin, ia meminta Samuel berdiri disebelahnya.


Samuel berjalan dengan ragu, wajahnya seperti melihat hantu.


"Temani aku melahirkan anak ini" pinta Yasmin dengan suara pelan, ia menggigit bibirnya.


"Ya baiklah" ujap Samuel gugup.


Dokter sudah masuk ke ruang bersalin, ia melihat kondisi Yasmin yang sudah di dudukan dengan posisi siap melahirkan.


"Baik nyonya, ini tidak akan memakan waktu lama. Ikuti arahan saya jangan mengejan terlalu kuat" ucap dokter itu sambil menenangkan Yasmin sekaligus Samuel.


Yasmin mengangguk paham, perawat mengarahkan Samuel untuk berdiri lebih dekat kepada Yasmin.


"Pegang tangan istri anda seperti ini dan tahan tubuhnya seperti ini" kata perawat wanita itu sambil menautkan jemari Samuel ke jemari Yasmin.


Samuel mengikuti arahan itu, ia sedikit takut Yasmin akan marah ia menyentuhnya seperti itu. Namun Yasmin langsung menggenggam erat jemari Samuel.


"Sepertinya sudah waktunya.." kata dokter, ia mulai mengarahkan Yasmin untuk mengejan.


Samuel ikut mengejan seperti Yasmin, ia mengikuti semua yang dokter arahkan kepada Yasmin.


"Baik nyonya angkat kedua tangan anda ke atas" pinta dokter dengan suara lembut.


Yasmin mengangkat kedua tangannya begitu juga Samuel. Tak lama...


Oweekk... owekkk..


Terdengar tangisan bayi yang memecahkan keheningan didalam ruang bersalin itu. Dokter segera menyerahkannya ke dada Yasmin dan membuka dada Yasmin agar bayinya bisa menyusu. Samuel terkejut ia langsung membalik tubuhnya agar tidak melihat Yasmin yang menyusui anaknya.


"Selamat tuan Samuel dan nyonya Yasmin, anak anda perempuan" ucap dokter sambil tersenyum.


Yasmin menatap haru bayinya yang baru saja lahir, semua rasa mulas dan sakit yang ia rasakan hilang begitu saja dengan kehadiran sang bayi yang cantik dan berpipi merah seperti buah cherry.


Samuel ingin sekali melihat bayinya, namun ia takut Yasmin akan memakinya bila membalik badannya dan melihat Yasmin sedang menyusui.

__ADS_1


"Sam.. apakah kau tidak mau melihat bayi ini?" tanya Yasmin heran melihat Samuel membelakanginya.


"Emm aku mau, tapi apa kau masih menyusuinya?" tanya Samuel ragu.


Yasmin melihat ke bayinya yang masih menyusu, ia menutup sedikit dadanya. Wajah Yasmin agak memerah karena malu pada Samuel, suasana terasa canggung.


"Aku sudah selesai menyusuinya, kau bisa membalik badanmu" kata Yasmin.


Perlahan Samuel membalik badannya sambil memejamkan mata, sedikit demi sedikit ia membuka matanya. Ia melihat bayi mungil dipelukan Yasmin, hatinya berbunga-bunga melihat putri kecilnya.


♥️♥️♥️


Luna mendapat chat dari Yasmin pagi itu yang memberitahu bahwa semalam Yasmin sudah melahirkan seorang bayi perempuan, Yasmin juga menyertakan foto bayi mungilnya.


"Hubby, lihat ini..." panggil Luna sambil berjalan ke arah Rey yang sedang membuat sarapan.


Luna memperlihatkan foto anak Yasmin kepada Rey.


"Cantik sekali bayi ini, aku ingin segera melihat dan menggendongnya secara langsung" ucap Rey gemas.


"Iyaa euumm... Kesayangan mama, cepatlah besar dan mama akan melihatmu lahir ke dunia" Luna mengelus perutnya sambil membayangkan kedua anak kembarnya lahir.


"Sabarlah sweety, sebentar lagi kita akan memilikinya juga" Rey memeluk Luna dari belakang.


Luna mengangguk senang, ia membiarkan Rey membentuk tanda cinta dengan jari diperutnya.


"Kau mau aku mengantarmu?"


Luna menggeleng.


"Jiraiya yang akan mengantar kami, kau sudah sering izin kepada Bobby untuk tidak datang ke kedai kopi. Sebaiknya kau ke sana hari ini" kata Luna sambil membalikan tubuhnya dan mencium suaminya dengan gemas.


"Ya kau benar, terima kasih sweety sudah mau memahami usaha yang baru aku rintis bersama Bobby"


Rey melepaskan pelukannya dengan Luna, masakannya sudah matang dan mereka sarapan bersama. Setelah mandi Rey berangkat ke kedai kopi bersama Bobby.


"Nona saya sudah berada didepan apartemen nona" ucap Jiraiya lewat jaringan telpon.


"Ya baiklah aku akan keluar" kata Luna, ia mengambil tasnya dan segera keluar dari apartemennya.


Erika dan Jiraiya sudah menunggu diluar, mereka terlihat akrab. Erika membetulkan kerah kemeja ayahnya.


"Aaah kalian membuatku iri" ujar Luna dengan wajah sedikit kecewa.

__ADS_1


Erika tersenyum. Luna berjalan mendahului Erika dan Jiraiya. Sebelum ke rumah sakit, Erika dan Luna mampir disebuah toko perlengkapan bayi yang ada disalah satu mall besar dikota itu.


"Semua barang-barang disini sangat bagus dan lucu, apakah aku harus memborong semuanya untuk ku berikan kepada bayi Yasmin?" ujar Luna dengan mata berbinar.


"Beli lah sesuatu yang paling ia butuhkan nona, saya yakin tuan Samuel pasti bisa membeli semuanya juga" Jiraiya mengingatkan Luna, Luna menghela napas karena kecewa.


Luna berjalan ke sana kemari memilih hadiah yang akan dia berikan pada Yasmin, sedangkan Erika sedang menatap gambar seorang ibu yang menggendong bayi di toko itu.


"Lihat ayah, aku akan punya bayi seperti itu" kata Erika sambil mengaitkan tangannya di lengan Jiraiya.


"Jagalah kesehatan mu Erika, ayah ingin kau bisa merawat anakmu dengan baik"


Erika mengangguk yakin, ia menghampiri Luna yang sepertinya sudah mantab akan membeli sebuah kursi mobil khusus bayi untuk bayi Yasmin dan ia memilih warna merah muda.


"Ini sangat bagus nona" Erika ikut kagum atas hadiah Luna.


Setelah selesai membeli hadiah untuk Yasmin, mereka pun menuju rumah sakit. Banyaak wartawan yang berkumpul dihalaman rumah sakit.


"Ini pasti ulah Samuel" gerutu Luna sebal karena ia menjadi sulit untuk masuk ke dalam.


Para wartawan yang melihat Luna langsung berhambur mendekatinya, mereka tahu Luna adalah mantan kekasih Samuel.


"Apakah nona datang untuk menjenguk istri Samuel?"


"Bukankah nona sudah bermusuhan dengan Samuel sejak putus?"


"Bagaimana hubungan anda dengan Samuel selama kalian sudah menikah satu sama lain?"


"Apa pendapat anda mengenai hamil diluar nikah yang merebak tentang Samuel dan istri"


Banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan pada Luna, membuat Luna ingin meledak.


"Kenapa aku harus berurusan denganmu Samuel???!!!" kata Luna dalam hati, ia sangat tak suka menjadi pusat perhatian seperti saat ini.


Jiraiya yang tahu keadaan yang tidak disukai oleh Luna keluar dari mobil dan mengerahkan beberapa pengawal yang senantiasa mengikuti Luna.


"Jangan ganggu nona....!!" seru pengawal itu, mereka berbadan besar dan membuat para wartawan itu ketakutan.


Luna dan Erika berjalan santai melewati para wartawan dengan wajah ketakutan. Mereka masuk ke ruangan Yasmin dan melihat bayi perempuan yang imut didalam tempat tidurnya mungilnya.


"Siapa namanya?" tanya Erika sambil melihat ke bayi.


"Samuel menamainya Sheryl. Nama yang tidak buruk namun aku tak mau ada namanya di nama anakku!" ujar Yasmin ketus.

__ADS_1


"Hahaha kau masih saja terlihat membencinya, dia sudah memberikan benih yang bagus untukmu. Lihat ini.. Sheryl terlihat sangat lucu dan cantik" goda Luna.


"Semua yang ada dianakku berasal dariku, Sam hanya menitipkan hal yang tidak berguna waktu itu!"


__ADS_2