Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Perasaan Terpendam


__ADS_3

"Tapi mi..."


"Tidak ada tapi tapi.. mami sudah dengar semalam ibumu membuat keributan dan ingin mengambilmu kembali! Mami tak akan biarkan itu terjadi!" ucap mami geram.


"Bagaimana pun ibu yang telah melahirkanku" Rara menunduk sedih.


"Kau memiliki Kakak yang baik seperti Rey, dan mami bersedia mengadopsimu! Apa perlu mami memberikan uang lagi kepada ibumu agar dia berhenti mengganggu kehidupanmu?" Mami menjadi kesal.


"Terima kasih mi, tapi tidak seharusnya mami bertindak sampai sejauh itu" kata Rara penuh haru.


"Jangan bicarakan ibumu lagi!" ucap mami.


Setelah selesai keduanya memakai pakaian, Rara selesai terlebih dahulu. Ia keluar dan melihat Armando sedang duduk menunggu mereka sambil membaca surat kabar. Rara tersenyum melihatnya dan melangkah menuju Armando.


"Kau sudah selesai Rara?" Ben mengangetkannya.


Rara tidak sadar bahwa disana juga ada Ben.


"Iya aku sudah selesai" jawab Rara sambil menoleh kepada Ben.


"Apa Tante Lauren belum selesai?"


"Sepertinya belum, mami masih mengeringkan badannya"


Armando diam-diam memperhatikan perbincangan Rara dan Ben yang terlihat akrab satu sama lain.


"Maafkan aku, tapi tolong sampaikan pada Tante Lauren aku harus pergi sekarang. Ada hal yang harus aku selesaikan" kata Ben terlihat buru-buru.


Rara mengangguk paham, lalu Ben tersenyum dan pergi. Rara melangkah mendekati Armando yang usai membukakan pintu keluar untuk Ben.


"Ehmm.. terima kasih" ucap Rara tiba-tiba.


Armando menoleh ke arah Rara dengan tatapan bingung.


"Terima kasih?" tanya Armando.


"Untuk semalam.." Rara mengingatkan, ia mencoba tersenyum dengan wajar.


"Itu sudah tugas saya nona" ujar Armando datar.


"Tapi.. itu sangat berkesan untukku" kata Rara pelan.


"Apa?" Armando kurang mendengar kata-kata Rara.


"Emm.. tidak apa-apa. Hanya saja kau terlihat keren semalam" puji Rara membuat wajah Armando bersemu.


"Terima kasih nona" Armando memegang tengkuk belakang lehernya, ia mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


Mami yang sudah selesai mengganti pakaian melihat kejadian itu, dengan cepat ia menarik tangan Rara dan mengajaknya keluar dari tempat itu.


♥️♥️♥️


Sementara itu, Samuel menjemput Yasmin digaleri. Samuel yang memaksa menjemput Yasmin, karena syutingnya sudah selesai.


"Selamat sore semuanya" sapa Samuel dengan wajah senang, ia membawakan lima kotak pizza berukuran besar untuk karyawan Yasmin.


"Ini aku bawakan untuk kalian, makanlah" ucap Samuel sambil menaruh pizza dimeja resepsionis.


Sang resepsionis senang melihat Samuel datang.


"Apa Yasmin ada?" ucap Samuel lagi.


"Nona Yasmin ada di ruangannya tuan"


"Oke" Samuel mengedipkan mata pada resepsionis itu.


Resepsionis itu tersenyum malu. Samuel berjalan dengan gaya tengilnya dan memasuki ruangan Yasmin.


"Kau sudah siap pulang sayang?" kata Samuel saat memasuki ruangan Yasmin.


Yasmin menoleh malas kepada Samuel. Ia mengambil tasnya dan berjalan mendahului Samuel.


"Hei.. ada apa? Seharusnya kau senang, suamimu yang tampan dan terkenal ini meluangkan waktunya untuk menjemputmu" ucap Samuel sambil memegang tangan Yasmin.


Samuel mengikuti langkah Yasmin. Yasmin melihat karyawannya sedang membuka kotak pizza.


"Kau yang membawakannya?" tanya Yasmin pada Samuel.


Samuel mengangguk sambil memegang kerah bajunya. Yasmin melirik kesal.


"Kau ingin mengambil hati karyawan ku?" Yasmin curiga.


"Apapun ku lakukan untuk mengambil perhatianmu, dan membuatmu yakin bahwa aku adalah pria yang memang ditakdirkan untukmu" lagi-lagi Samuel menyadur kata-kata dari naskah filmnya.


Beberapa karyawan Yasmin meminta foto bersama Samuel, hal yang jarang mereka lakukan namun karena sudah hampir waktunya pulang jadi suasana lebih santai dan mereka dibebaskan untuk melakukan sesuatu.


"Apa kau keberatan jika aku berfoto dengan karyawan mu?" tanya Samuel kepada Yasmin.


Yasmin menggeleng, Samuel meladeni karyawan Yasmin yang berfoto dengannya. Entah mengapa ada aura lain yang Samuel pancarkan, sebuah ketulusan kepada penggemarnya.


Setelah itu, Yasmin dan Samuel pulang.


"Setahuku kau selalu tak nyaman jika diajak berfoto" ucap Yasmin saat mobil sudah melaju menuju kediamannya.


"Ya kau benar, tak sangka kau memperhatikan aku hahaha" Samuel besar kepala.

__ADS_1


"Apa kau juga melakukannya untukku?" tanya Yasmin lagi.


"Bisa dikatakan begitu, aku sangat cemburu kau dekat dengan suami Luna kemarin. Aku ingin tahu apa yang membuatmu sangat menyukainya. Ternyata setelah aku perhatikan, pria yang sangat kau sukai itu sering melakukan hal sederhana yang membuat orang lain senang. Jadi aku mencoba untuk berbuat hal yang sama" jawab Samuel dengan jujur, Yasmin dapat membaca mata suaminya yang saat ini tengah gusar.


"Ceritakan lagi.." Yasmin tertarik dengan apa yang Samuel ceritakan.


"Aku ingin mempertahankan pernikahan ini, dan memulai semuanya dengan cinta. Sudah waktunya Sheryl merasakan bahwa kedua mami papinya saling mencintai, jadi aku berusaha lebih keras untuk mendapatkan cintamu"


"Oh.. begitu.. Hemm.. tapi aku tak mau kau melakukannya hanya untuk mendapatkan hatiku, jika sudah dapat kau akan kembali menjadi si narsis yang sombong dan menyebalkan" ujar Yasmin sambil mencibir Samuel.


"Hahaha... Kau tahu ada beberapa hal yang tak dapat dirubah dariku" kata Samuel dengan bangga.


"Kebo***anmu?" tebak Yasmin asal.


"Bukan.."


"Kenarsisanmu?"


"No no.."


"Lalu apa?" Yasmin menjadi penasaran.


"Yang tak dapat dirubah adalah takdirku. Aku ditakdirkan menjadi pria tampan nan rupawan juga kaya. Itu adalah hal-hal yang tidak dimiliki oleh suami Luna dan kau tak bisa memungkiri hal itu" ucap Samuel, membuat Yasmin menghela nafasnya.


"Hampir saja aku terpesona oleh kata-katamu" kata Yasmin sambil menyilangkan tangannya tanda kesal.


"Tapi aku serius, aku ingin kau cintai. Aku melihat hidup Luna dan suaminya sangat nyaman karena mereka saling mencintai, aku juga ingin hidup nyaman bersamamu" wajah Samuel terlihat lain, matanya menunjukan kejujuran.


Yasmin diam saja dan suasana hening tercipta disana sampai mereka tiba di apartemen.


Yasmin dan Samuel saling diam, mereka memasuki lift. Samuel melirik ke Yasmin yang terlihat canggung, jemarinya menyentuh jari Yasmin perlahan. Yasmin melirik jarinya yang sudah Samuel kaitkan dengan jarinya. Pelan-pelan Yasmin menoleh ke arah Samuel.


"Jangan tolak aku.."


Samuel langsung menautkan bibirnya dengan bibir Yasmin, Yasmin langsung membalasnya dengan keadaan sadar. Keduanya menikmati tautan itu sampai lift berhenti di lantai tempat apartemen Yasmin.


Mereka sangat menikmatinya sampai tak mau melepaskannya saat berjalan keluar lift. Yasmin terdiam menghentikan tautannya, namun Samuel masih mencium pipi Yasmin dengan bergairah.


"Sam.." panggil Yasmin.


Samuel tak memperdulikan panggilan Yasmin, ia tetap mencoba mencium bibir Yasmin lagi.


"Sam..." Yasmin memanggil lagi sambil menepuk bahu Samuel pelan.


"Ada apa?" tanya Samuel yang nampak terganggu.


Yasmin menunjuk sesuatu dengan gerakan matanya. Samuel mengikuti gerakan itu, matanya membulat. Anne dan James sedang berada didepan apartemen Yasmin dengan tatapan malu melihat ke arahnya.

__ADS_1


"Bisakah kalian melakukannya di kamar saja?"


__ADS_2