
"Berbohong?" Rey memastikan pendengarannya.
"Iya.. Aku sudah merasa jatuh cinta padamu, namun harga diriku masih belum bisa menerimanya. Tapi aku juga tak mau kau berkencan dengan Yasmin saat itu lalu aku mencari cara agar kau dan Yasmin tidak jadi bertemu" ucap Luna dengan wajah memerah.
Rey tersenyum malu, ia tak menyangka sudah lama Luna memendam perasaan cinta untuknya.
"Baiklah ceritakan lagi" kata Rey penasaran, ia menaruh dagunya di paha Luna.
Luna menceritakan semuanya pada Rey, Rey tersipu mendengar semua pengakuan istrinya.
"..dan pada akhirnya aku tetap mengakuinya. Kadang aku menyesal kenapa tidak aku akui lebih cepat perasaanku padamu" kata Luna sambil mencium puncak kepala suaminya.
"Tak apa sweety, semuanya sudah terlewat. Aku tetap mencintaimu apapun yang terjadi"
Tiba-tiba ponsel Luna berbunyi, nama Samuel tertera dilayar.
"Mau apa dia menelponku" ujar Luna kesal.
"Angkatlah sweety, siapa tahu ada hubungannya dengan Yasmin atau Sheryl" kata Rey mengingatkan.
Luna menghela napas panjang, lalu mengangkat telpon itu.
"Ada apa?" jawab Luna ketus.
"Kau masih saja terdengar senang menerima telpon dariku" ledek Samuel.
"Cepat katakan apa maumu!"
"Apa kau ada diapartemen saat ini? Aku sedang perjalanan ke sana"
"Mau apa kau ke sini? Aku tidak menerima tamu pria g**a seperti mu"
"Ada yang ingin aku bicarakan, bersama suamimu dan Bobby juga"
"Apa ini tentang Yasmin?" tanya Luna mulai penasaran.
"Ya kau benar, kau di apartemen?"
"Datang lah aku diapartemen, namun bila kau berniat macam-macam aku akan menyuruh Bobby menyiapkan alat penyiksa untukmu"
"Hahaha tenang saja Luna, aku akan menceritakan semua padamu nanti"
Luna memutus teleponnya.
"Samuel akan ke sini hubby" ucap Luna disambut anggukan oleh Rey.
"Apa dia akan makan malam disini?" tanya Rey polos.
__ADS_1
"Tidak, harusnya dia membawa sendiri minuman dan makanannya ke sini" ucap Luna agak kesal.
Sudah cukup lama Samuel tidak berkunjung ke apartemennya semenjak mereka putus beberapa tahun yang lalu. Tak lama Samuel datang, ia membawa beberapa minuman dan dua kotak besar pizza.
"Benarkan kataku" kata Luna bangga, Rey mengangguk sambil tersenyum.
"Masuklah Sam" ajak Rey.
Samuel berjalan dibelakang Rey, ia duduk di sofa. Luna menjauhkan dirinya dengan Samuel, ia membuat jarak sekitar 1 meter disofa panjang yang berada di ruang tamunya.
"Mana Bobby?" tanya Samuel heran.
"Ya Tuhan, aku lupa memanggilnya" Luna segera mengambil ponselnya dan memanggil Bobby.
Bobby segera datang dan mereka melakukan sebuah pembicaraan rahasia di apartemen Luna.
"Aku paham, aku akan menyiapkan sebuah rencana untuk itu semua. Kau hanya perlu mengikuti setiap arahanku" ucap Bobby, Luna sudah mengizinkannya membantu Samuel.
"Ya baiklah, aku percaya padamu Bobby" kata Samuel sambil tersenyum, namun Bobby seperti menolak senyuman Samuel itu.
"Balaslah senyuman Sam, Bobby. Itu tak akan membunuhmu" Rey menggoda Bobby.
Bobby menyeringai.
"Aku hanya belum terbiasa dengan senyuman menakutkan itu"
"Nona juga bersedia berteman dengannya?" Bobby agak terkejut.
"Kita semua kecuali aku" Luna merubah wajahnya menjadi kesal.
"Kalian masih saja memusuhiku. Aku sudah berubah saat ini, buktinya aku sedang berusaha mengambil hati istriku agar Sheryl memiliki keluarga yang sebenarnya" Samuel membela diri.
"Bisa-bisanya kau membawa Sheryl dalam masalah ini, kau jatuh cinta pada Yasmin dan tujuan utamamu adalah membuat Yasmin membalas cintamu. Huh.. Sheryl terlalu lucu untuk kau jadikan tameng Sam" Luna dapat membaca apa isi dalam pikiran Samuel.
Samuel terbahak, Luna masih mengenalnya dengan baik.
"Hahaha baiklah, aku menunggu sebaik apa kau merencanakannya. Sekarang sudah cukup malam, aku harus pulang" ucap Samuel undur diri.
"Ya baiklah" jawab Luna.
"Hati-hati dijalan Sam" Rey mengingatkan.
Bobby menjentikan jarinya, itu sebuah tanda ia mendapatkan ide yang bagus.
"Aku juga harus kembali, rencana in harus berjalan dengan sempurna" Bobby berjalan mendahului Samuel dan langsung masuk ke apartemennya meninggalkan tanda tanya besar dibenak ketiga orang itu.
♥️♥️♥️
__ADS_1
Bobby mempersiapkan rencananya, pagi-pagi ia sudah berangkat untuk bertemu beberapa temannya pengawal Luna.
"Baiklah jadi begini rencananya.."
Bobby menjelaskan dengan detail susunan rencananya yang sudah dibuatnya, mereka semua tersenyum mendengar rencana itu.
"Ini adalah rencana penyatuan cinta jadi kita tetap harus berhati-hati, pangeran terkenal itu harus kita awasi dengan ketat"
Semuanya paham, dan langsung mulai melakukan apa yang Bobby arahkan. Disisi lain Samuel sedang berada di lokasi syuting, dengan gusar ia menunggu kabar dari Bobby.
"Kenapa dia belum menghubungiku juga?" pikir Samuel sambil menatap layar ponselnya.
Tiba-tiba dua orang pria berbadan besar memegang kedua tangan Samuel, Samuel terkejut namun ia menduga bahwa ini adalah bagian dari rencana Bobby. Ia mengikuti dua pria besar itu tanpa paksaan apapun.
"Sam? Kenapa dia pergi bersama pria-pria itu?" Gio, manager Samuel heran.
Gio mengikuti kemana Samuel akan pergi dan ia melihat Samuel dibawa dengan mobil besar oleh pria-pria besar itu.
"Ya Tuhan, jangan-jangan Sam diculik oleh pria-pria itu" pekik Gio panik.
Gio tak mau bertindak gegabah karena bila media tahu maka akan menjadi berita yang menghebohkan dunia entertainment. Jadi Gio mengikuti mobil itu diam menggunakan mobilnya. Dengan polos Gio menelpon Yasmin untuk memberitahukan penculikan Samuel.
"Apa?!! Kenapa kau tak menolongnya sebelum ia benar-benar diculik Gio!!!" teriak Yasmin frustasi.
Yasmin langsung menutup telponnya dan menelpon Luna.
"Luna tolong aku, manager Sam tadi menelpon dan dia mengatakan bahwa Sam diculik pria tak dikenal" kata Yasmin dengan nada khawatir.
Luna berpikir sejenak sebelum menjawab Yasmin.
Apa ini bagian dari rencana Bobby? Hemm.. aku harus membuatnya lebih panik lagi..
"Benarkah? Ya Tuhan, aktor terkenal seperti Samuel pasti memiliki banyak pesaing yang mengerikan. Kau harus menolongnya Yasmin" Lunaembuat Yasmin menjadi frustasi.
"Bagaimana caraku menolongnya?" Yasmin mulai merengek.
"Coba kau telpon Gio dan tanya dimana Samuel di sekap, jangan menelpon polisi karena bisa saja mereka menyakiti Samuel" ujar Luna menakut-nakuti Yasmin.
"oke oke baiklah, terima kasih Luna" Yasmin menutup telpon, karena panik ia tak bisa berpikir jernih padahal bisa saja dia meminta bantuan pengawal Luna untuk membantunya.
Yasmin masuk ke kamarnya dan melihat Sheryl.
Sheryl masih tidur, aku harus bergegas..
Pikir Yasmin, ia menitipkan Sheryl pada Melisa lalu pergi meninggalkan apartemen. Sementara itu Luna tertawa puas, ia menelpon Bobby.
"Bobby, Yasmin sudah menuju TKP untuk menolong Samuel. Kau benar-benar g**a, menggunakan cara yang sama seperti dulu dengan menculik Samuel" ujar Luna sambil terkekeh.
__ADS_1
"Menculik? Aku tidak melakukannya nona"