Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Damai Sementara


__ADS_3

"Terima kasih hubby sudah memahami keresahanku" ujar Luna, ia menaruh kepalanya dibahu Rey.


Rey mengusap kepala Luna dengan lembut. Rara yang melirik ke arah Rey menjadi sedikit kalut. Yasmin menyadari hal itu.


"Hei Rara.. Kau tahu, suami istri yang mesra adalah pasangan yang bahagia. Kau hadir sebagai pelengkap untuk kebahagiaan mereka, bukan sebagai kerikil" bisik Yasmin, Rara menoleh ke arah Yasmin dengan tatapan bingung.


Yasmin tersenyum, Samuel sedang keluar untuk menerima telpon.


"Kau adalah adik Rey, itu tak akan bisa berubah. Namun kau harus tahu, Rey juga harus memperhatikan istri dan calon bayinya. Rasa iri yang ada dihatimu akan membuat Rey menjadi sedih"


Rara mulai berpikir, ia mulai merasa bersalah.


"Aku, Luna dan Samuel juga akan memperhatikan mu sama seperti Rey. Bahkan masih ada beberapa orang yang belum sempat kau temui dan mereka pasti dengan senang hati mau berteman denganmu" ucap Yasmin, ia berusaha bersikap lembut untuk meluluhkan hati Rara.


"Tapi..." mata Rara tertuju pada Rey dan Luna.


Rara mengambil nafas panjang.


".. Aku sangat takut kak. Apa kak Rey akan tetap menyayangiku sama seperti ia menyayangi kak Luna?"


"Tentu saja akan berbeda Rara, kau adiknya. Dia menyayangimu karena adanya ikatan darah yang kuat. Rey dengan Luna saling mencintai, mereka terikat dengan perasaan saling memiliki. Tapi... jangan berpikir Rey lebih sayang kepada siapa, Rey adalah pria yang baik. Dia pasti tahu yang terbaik untukmu dan Luna" ucap Yasmin yang tidak menyadari Samuel sudah berada dibelakangnya.


"Kau sangat lancar saat membicarakan pria lain" kata Samuel agak ketus, kecemburuan sangat terasa dari kata-katanya.


"Apa maksudmu sayang? Aku sedang menasehati Rara" Yasmi memaksakan senyumnya pada Samuel, tangannya mencubit tangan Samuel.


Samuel melirik sebal kepada Yasmin.


"Bilang saja kau masih menyukai pria itu, iya kan?" Samuel seperti sengaja menyulut kemarahan Yasmin.


Yasmin berdiri dan menoleh ke Samuel sambil melotot.


"Jangan memancing emosiku Sam" bisik Yasmin dengan suara geram.


"Kenapa? Kau takut semua orang tahu kalau sebenarnya istriku mencintgai pria lain?" Samuel makin menjadi, ia ingin membuat Yasmin benar-benar marah.


Yasmin menutup matanya untuk menahan ledakan yang ada dihatinya, Yasmin menoleh ke Rara sambil tersenyum wajar.

__ADS_1


"Rara.. sebentar ya. Aku punya sedikit urusan dengan suamiku" ucap Yasmin lalu menarik tangan Samuel dengan kasar keluar dari ruangan.


Luna dan Rey yang melihat kejadian itu langsung menghampiri Rara untuk menemaninya.


"Apa itu? Apa mereka bertengkar?" tanya Rara, ia bisa membaca kemarahan dipenekanan kata-kata Yasmin.


"Tidak Rara sayang, pasti mereka ingin membicarakan sesuatu tentang pernikahan mereka. Kau masih kecil jadi mereka tidak ingin melibatkan mu" ucap Luna sambil mengelus lengan Rara, lalu duduk disebelah ranjang Rara.


Rara mengangguk-angguk tanda paham, ia menoleh ke Rey dan Luna secara bergantian. Kata-kata Yasmin terngiang ditelinganya. Seorang perawat datang dan meminta Rey untuk ke ruangan dokter. Tinggalah Rara dan Luna berdua diruangan itu.


Keduanya diam seribu bahasa, suasana canggung tercipta seperti kedua musuh yang bertemu lagi setelah sekian lama.


"Em.. kak Luna. Apa kau tidak suka dengan kehadiranku?" tanya Rara ragu, Luna terkejut dengan pertanyaan Rara.


Ia menggenggam jemari Rara dan menggeleng.


"Kau pasti merasa aku adalah orang yang sudah mengambil perhatian kak Rey darimu kan?" suara Rara mulai parau, ia sepertinya menahan tangis.


Luna mulai panik mendengar kata-kata Rara, bila Rara menangis nanti akan banyak orang yang salah paham.


"Apa kau ingin mendengar sebuah dongeng Rara?" ucap Luna perlahan, ia ingin mencairkan suasana.


"Dahulu kala ada seorang putri yang sangat kejam dan tak berperasaan. Ia selalu menganggap orang lain sebagai pelayan dan menganggap dirinya paling benar. Sampai suatu hari, ia bertemu dengan seorang pelayan yang baik hati dan menikah dengannya. Setelah menikah putri itu memperlakukan pelayan itu dengan buruk tapi sang pelayan tetap bersikap baik dan mencintai putri itu dalam diam.."


Rara termangu mendengar cerita Luna.


"Bagaimana bisa seorang pelayan yang baik menikah dengan seorang putri yang kejam?" Rara penasaran.


"Itu karena sang putri sedang lari dari perjodohan ratu, ibunya. Pelayan itu adalah penolong bagi sang putri, beberapa kali sang putri ditolong olehnya namun sang putri masih saja tidak menyadari kebaikan pelayan itu"


Rara makin penasaran dengan akhir cerita itu.


"Lalu kak?"


"Dengan berjalannya waktu sang putri semakin mengetahui kebaikan hati pelayan yang sudah menjadi suaminya itu. Putri itu semakin tak bisa jauh dari sang pelayan, dan sejak awal perhatian sang pelayan hanya untuk sang putri hingga pada suatu hari sang pelayan bertemu adiknya.."


Rara mulai paham arah cerita Luna.

__ADS_1


"Kak Luna merasakan apa yang aku rasakan?" tanya Rara dengan wajah sedih, Luna mengangguk.


"Bila kau takut Rey tidak memperhatikan mu, itu juga yang aku rasakan. Tapi Rey hanya ada satu, aku merasa sangat bersalah bila harus terus membuatnya bimbang. Kita harus bisa berteman dengan baik agar Rey bisa bahagia juga" ucap Luna.


Rara paham, ia adalah gadis yang cukup mudah mengerti sebuah kondisi. Tak lama Rey datang, Luna dan Rara menatap Rey bersamaan.


"Ada apa?" tanya Rey heran.


Rey berjalan menghampiri Rara dan Luna, keduanya langsung memeluk Rey.


♥️♥️♥️


Sementara itu, saat keluar. Yasmin membawa Samuel agak menjauh dari ruangan Rara.


"Apa yang kau lakukan? Apa kau sengaja ingin bertengkar didepan Rara? Hah!" Yasmin marah dengan suara kecil karena mereka sedang di rumah sakit.


"Aku tak suka kau memuji pria lain, dan kau selalu memuji suami Luna. Kau punya suami yang sempurna seperti aku, tapi kau selalu menghinaku" protes Samuel.


"Kecilkan suaramu b***h! Kau mau semua orang melihat kita bertengkar dan besok wajahku akan terpampang disurat kabar gosip?" Yasmin menjadi bertambah kesal.


"Kita bisa melakukan konferensi pers dan membantahnya, lalu popularitas ku akan naik" ucap Samuel dengan angkuh.


"Kau mau aku pukul?!" Yasmin melotot.


"Bagaimana dengan satu kecupan?" Goda Samuel, Yasmin menjadi geram dengan tingkah Samuel.


"Satu kecupan di pipiku, maka aku akan diam.." kata Samuel enteng.


Yasmin menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia mulai berpikir.


"Ya baiklah, kali ini saja. Aku tak mau ini menjadi pertengkaran yang panjang" ucap Yasmin, ia meminta Samuel untuk mendekatkan wajahnya.


Samuel tersenyum dan menyodorkan pipinya ke bibir Yasmin. Dengan wajah agak ragu Yasmin menutup matanya dan mencium pipi Samuel.


Cup..


Samuel dengan cepat menoleh ke Yasmin dan membuat bibir mereka bertemu. Yasmin membuka matanya dan langsung mencubit lengan Samuel dengan keras.

__ADS_1


"Lain kali aku benar-benar akan memukulmu" ucap Yasmin sambil mengelap bibirnya dan berjalan menuju ruangan Rara.


"Dipukul 100 kalipun aku terima asal bisa dicium olehmu setiap hari"


__ADS_2