Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
Penyesalan


__ADS_3

Erika terdiam mendengarkan permintaan ayahnya. Ia sadar Jiraiya tak tahu bahwa hubungannya dengan Bobby telah kandas. Namun Erika menyembunyikannya, ia hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Baik ayah" ucapnya miris.


"Maaf tuan, aku harus pergi, tuan Rey membutuhkan bantuanku" ucap Bobby saat masuk ke dalam ruangan Jiraiya.


Jiraiya seperti ingin mengatakan sesuatu kepada Bobby, Erika langsung memotong kata-kata Jiraiya.


"Aku akan mengantarkan mu keluar" jawab Erika cepat sambil mengedip-ngedipkan matanya lalu mendorong Bobby keluar dari ruangan.


Bobby yang bingung hanya mengikuti kode yang Erika berikan.


"Maafkan aku Bobby, tapi sebaiknya kau tidak berbicara kepada ayahku dulu untuk waktu yang lama" pinta Erika.


"Apakah Tuan Jiraiya yang memintamu bicara begitu padaku?" tanya Bobby heran.


"Ya.. ya kau benar, ayahku bilang ingin lebih dekat denganku tanpa gangguan dari manapun" Erika berbohong, ia takut Jiraiya akan bertanya langsung kepada Bobby mengenai masalah lamaran.


"Baiklah jika tuan Jiraiya berkata seperti itu" Bobby hanya menaikan bahunya lalu pergi, Erika hanya menatap Bobby yang semakin jauh dari pandangannya seperti halnya cinta Bobby untuknya.


Erika mengusap air matanya dan kembali masuk ke ruangan Jiraiya dengan wajah ceria.


♥️♥️♥️


Luna dan Rey sampai di hotel, semua mata tertuju pada mereka. Mereka langsung menuju ruangan Luna.


"Sweety, apa yang sebenarnya terjadi pada Jiraiya?" tanya Rey saat sudah berada diruangan Luna, mereka duduk di sofa yang ada disana.


"Aku tidak tahu hubby, tapi mungkin ada hubungannya dengan Grace wanita yang selama ini dicari olehnya" jawab Luna sambil berpikir.


"Grace? Siapa dia?"


"Dia adalah wanita yang menjadi cinta pertama Jiraiya, mereka melakukan hubungan terlarang lalu wanita itu pergi meninggalkannya karena suatu hal yang aku sendiri tak tahu dengan pasti apa. Selama ini Jiraiya mencarinya, namun entah mengapa sangat sulit untuknya menemukan wanita itu"


"Begitukah? Apakah hal itu juga yang membuat Jiraiya tidak menikah sampai sekarang?" Luna mengangguk.


"Ya begitulah hubby, cinta Jiraiya begitu dalam walaupun mereka hanya memiliki pertemuan yang singkat"


"Aku berharap Jiraiya segera menemukan wanita itu dan menikah dengannya"


Luna mengangguk setuju.


"Baiklah sekarang aku harus menyelesaikan tugas-tugas ku. Kau bantulah aku membaca file-file ini, aku akan sedikit mengajarkanmu untuk memahami bisnis ini" ujar Luna sambil tersenyum.


"Aku akan berusaha membantumu semampuku"

__ADS_1


Luna dan Rey beranjak dari sofa menuju meja kerja Luna. Mereka berdua bergulat dengan pekerjaan Luna yang terlihat tiada habisnya. Menjelang siang Luna sepertinya sudah kelelahan. Mereka kembali duduk di sofa.


"Aku harus memanggil Bobby" ucapnya.


"Bobby?"


"Ya.. Aku mau memintanya ke sini untuk membantuku. Bobby dipersiapkan Jiraiya untuk menggantikannya suatu saat nanti"


"Aku tak menyangka Bobby bisa sekeren itu saat ini"


"Aku pun sama, dilihat dari bagaimana pertemuannya dengan Jiraiya aku melihat perkembangan yang pesat dari Bobby" ujar Luna sambil mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Bobby.


"Dia memang anak yang pandai, ia cepat belajar akan sesuatu" Rey menyenderkan punggungnya ke sofa.


"Jiraiya beruntung menemukannya. Aaah pundakku terasa pegal" keluh Luna.


Rey langsung memijat pundak Luna dengan lembut.


"Terima kasih hubby, kau sangat memanjakan ku" Luna menikmati pijatan Rey.


"Bagaimana bila kita makan siang?" usul Rey, Luna mengangguk setuju.


Luna dan Rey keluar dari ruangan, mereka menuju restauran yang ada dihotel. Bob, koki restauran hotel melihat Rey dengan heran, ia mendekati Rey dan Luna yang sedang duduk bersama untuk memastikan.


"Ada apa Bob?" tanya Luna sambil menahan tawa, ia sudah tahu apa yang membuat Bob penasaran.


"Selamat siang tuan Bob, apa kabar?" Rey bangun dari duduknya dan memberi hormat kepada Bob dengan membungkukkan badannya.


"Wah ternyata benar, apa yang kau lakukan disini dengan nona Luna? Apakah dia membuat masalah lagi nona?"


"Iya.. kau benar Bob, dia membuat masalah besar hingga aku harus menikahinya" jawab Luna dengan nada bicara meledek Rey.


"Menikah? Ya Tuhan.. kau pria bodoh yang beruntung" ucap Bob lalu menyalami tangan Rey, Rey tersenyum.


"Kau tahu Bob, Rey ini sekarang bekerja di restauran ku bersama James. Dan dia banyak menghasilkan menu baru di restauran ku" kata Luna dengan bangga.


"Waaah, ternyata dibalik kecerobohanmu itu kau memiliki bakat memasak yang luar biasa" puji Bob.


"Bisakah kau memberikan aku makanan untuk ku makan siang ini? Aku sangat lapar" ucap Luna sambil memegang perutnya.


"Aaah iya, kenapa aku malah mengajakmu mengobrol terus. Baiklah aku akan menyiapkan makanan yang enak untuk kalian berdua"


Bob masuk ke dalam dapur dan memasak untuk Luna dan Rey. Luna tersenyum kepada Rey. Setelah mereka makan, Bobby baru saja sampai di hotel.


"Bobby!!" panggil Rey.

__ADS_1


Bobby menghampiri Rey dan Luna yang ada di restauran hotel.


"Bagaimana keadaan Jiraiya?" tanya Luna penasaran.


"Keadaannya membaik nona"


"Syukurlah, dia memang pria yang kuat. Siapa yang menjaganya saat ini? Sebenarnya aku khawatir tak ada yang menjaga didekatnya bila kau aku minta ke sini" ucap Luna agak menyesal.


"Tuan Jiraiya ditemani oleh putrinya"


Luna dan Rey terbelalak, mereka sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Bobby.


"Putri katamu? Sejak kapan Jiraiya memiliki seorang anak?" tanya Luna heran.


"Tuan Jiraiya sudah menemukan kabar mengenai nyonya Grace dan ternyata mereka memiliki seorang putri"


"Syukurlah Jiraiya akhirnya bisa menemukan Grace" Luna menghela napas lega, begitupun dengan Rey.


"Tidak nona, Nyonya Grace sudah meninggal 3 tahun yang lalu"


"Baiklah kita akan bicara diruanganku"


Luna dan Rey berdiri lalu berjalan bersama Bobby menuju ruangannya.


"Ceritakan padaku Bobby, bagaimana bisa dengan cepat Jiraiya bertemu dengan putrinya?"


Luna dan Rey duduk di sofa, mereka juga mengajak Bobby duduk bersama namun Bobby menolaknya. Bobby menceritakan apa yang terjadi dengan jelas, Luna dan Rey mengangguk-angguk.


".. dan putri tuan Jiraiya adalah Erika"


Lagi-lagi Luna dan Rey terkejut.


"Erika kekasihmu, emm maksudku Erika mantan kekasihmu?" tanya Luna penasaran.


Bobby mengangguk, wajahnya sedikit berubah.


"Syukurlah Erika dapat bertemu dengan ayahnya" Rey bernapas lega.


"Jadi selama ini Erika juga sedang mencari Jiraiya? Maksudku ayahnya?"


Rey mengangguk, ia menceritakan apa yang Erika katakan padanya. Wajah Bobby makin berubah, ada penyesalan yang besar terselip disana.


"Mereka saling mencari selama ini" ucap Luna.


"Ya setidaknya saat ini mereka sudah dipersatukan kembali oleh Tuhan" kata Rey.

__ADS_1


Luna menatap Bobby dan tersenyum usil.


"Lalu bagaimana denganmu Bobby? Apa kau akan kembali pada Erika setelah tahu semuanya?'


__ADS_2