
"Apa? Jangan bercanda mi.." Luna melotot kepada maminya.
"Mami tidak bercanda, mami sebenarnya sangat ingin berada didekatmu selama kau hamil. Tapi pasti kau akan menolaknya dan pada akhirnya kita akan bertengkar. Jadi mami memutuskan untuk tinggal diapartemen ini selama kau hamil" mamai berkata dengan santai namun Luna terlihat tidak suka.
"Terima kasih mami atas perhatiannya" Rey tersenyum pada mami namun Luna melotot kepadanya.
"Kau selalu saja kesal bila bertemu dengan mami, makanya mami memperhatikan mu dari dekat tanpa harus bertemu denganmu" kata mami membela diri.
"Bila kita dekat maka yang ada hanya perselisihan terus menerus mi, mami tahu itu" Luna menghela napas panjang melihat tingkah laku maminya.
"Sebenarnya salah satu tujuan mami adalah membuat mu kesal dan terus kesal kepada mami" Mami mengatakannya tanpa ada keraguan, Rey menatap mami dengan heran.
"Memangnya kenapa mi?" Rey bertanya.
"Ya tentu saja agar cucu mami saat lahir mirip dengan mami, kau tahu Rey saat hamil bila wanit itu membenci seseorang maka anaknya akan mirip dengan orang itu. Jadi mami bersedia dibenci Luna agar cucu mami bisa memiliki fisik yang bagus seperti mami"
♥️♥️♥️
Usia Sheryl memasuki 1 bulan, namun malam itu Sheryl sangat rewel dan membuat Yasmin menjadi khawatir.
"Sam.. apa syutingmu sudah selesai?" tanya Yasmin melalui sambungan telepon.
"Masih ada satu scene lagi, apakah itu suara Sheryl menangis?" Samuel terdengar khawatir.
"Iya, Sheryl rewel. Badannya agak panas, aku ingin membawanya ke dokter" ujar Yasmin panik.
"Aku akan pulang sekarang, kau tetap peluk Sheryl. Dia butuh kehangatan"
Samuel menutup telponnya, ia pamit kepada Gio dan segera masuk ke mobilnya lalu menuju apartemen Yasmin.
"Ya Tuhan Sheryl, ada apa denganmu?" Yasmin menimang-nimang Sheryl, ia kesulitan untuk mempersiapkan keperluan Sheryl.
Yasmin menjadi bertambah panik karena tiba-tiba Sheryl terlihat diam saja, matanya terpejam.
"Sheryl.. Sheryl.." panggil Yasmin, ia semakin panik dan menggoyangkan pelan Sheryl yang ada digendongannya.
Yasmin menunggu Samuel dengan gusar, Yasmin berjalan mondar mandir diruang tamu. Sesekali ia menempelkan keningnya ke kening Sheryl untuk memeriksa suhu badan putri kecilnya.
"Bagaimana keadaannya?" Samuel langsung masuk ke dalam dan bertanya pada Yasmin.
"Aku tidak tahu, tapi dia tertidur seperti ya dia lelah menangis" kata Yasmin dengan nada khawatir.
__ADS_1
Samuel mencuci tangan dan segera mandi, setelah mandi ia sengaja tidak menggunakan baju. Samuel hanya menggunakan celana training lalu meminta untuk menggendong Sheryl. Yasmin yang terlihat heran hanya mengikuti permintaan Samuel.
Samuel mendekap putrinya sambil duduk di sofa, Sheryl terlihat sangat nyaman dipelukan papinya. Yasmin duduk disamping Samuel, ia menatap Sheryl dan memeriksa tubuh Sheryl. Seperti sulap suhu badan putrinya berangsur normal.
"Bagaimana bisa?" Yasmin terkesima, ia menatap Samuel.
"Aku adalah papi terbaik untuk Sheryl ahahaha" Samuel membanggakan diri, Yasmin yang awalnya terkesima menjadi kesal.
Ia berdiri, Samuel menahan tangan Yasmin untuk tidak beranjak pergi.
"Duduk disini" kata Samuel lembut, Yasmin mendengar suara Samuel terdengar berbeda.
Yasmin jadi mengikuti kata-kata Samuel dan duduk kembali disebelah kanan. Samuel meletakkan Sheryl disamping kirinya perlahan, ia menatap Yasmin. Yasmin melirik ke arah Samuel.
"Kau lihat aku adalah pria yang sempurna untukmu, seharusnya kau mulai memperhatikan ku" kata Samuel yang mendekat kepada Yasmin.
"Ya aku berterima kasih kau sudah membantuku menjaga Sheryl selama ini" ucap Yasmin sambil menoleh ke arah Samuel.
Tanpa disangka Samuel langsung mencium bibir Yasmin. Yasmin memukul-mukul bahu Samuel untuk melepaskan ciumannya, Samuel menahan tubuh Yasmin yang ada dalam dekapannya.
Samuel pelan-pelan membuat kepala Yasmin bersandar dipinggaran sofa, Yasmin mulai menutup matanya.
Ting tong...
"Terima kasih atas hadiahnya.." ucap Samuel sambil menyeringai.
Yasmin diam saja ia terlihat agak malu lalu ia membereskan rambut dan pakaiannya lalu berjalan ke arah pintu.
"Kak Yasmin, bagaimana keadaan Sheryl?" Anne datang dengan wajah khawatir.
Yasmin memang menelpon Anne juga saat panik tadi, ia cukup dekat dengan adik iparnya.
"Sheryl sudah baik-baik saja, Samuel sudah pulang dan menggendongnya"
"Syukurlah.." Anne menghela napas sambil berjalan menuju sofa.
Samuel keluar dari kamar sambil memakai kaosnya, mata Anne membulat. Lalu Anne melirik usil kepada Yasmin membuat wajah Yasmin memerah.
"Emm sepertinya aku datang disaat yang tidak tepat" kata Anne tersenyum malu.
"Kau ingin minum sesuatu?" tanya Yasmin, ia berusaha mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Anne terkekeh melihat Yasmin salah tingkah. Yasmin berjalan menuju dapur bermaksud membuatkan Anne minum. Samuel mendekati Yasmin, namun Yasmin langsung gugup. Anne yang melihatnya semakin menahan tawa.
"Apa sebaiknya aku pulang?" Anne menggoda Yasmin lagi.
"Tidak!! Tetaplah disini" Yasmin sedikit berteriak tak setuju.
Samuel mengambil minuman lalu berjalan ke sofa duduk bersama adiknya.
"Mau apa kau disini?" tanya Samuel acuh.
"Emmm aku ingin melihat keadaan Sheryl, aku izin pulang cepat dari restauran agar bisa menemani Kak Yasmin menjaga Sheryl" jawab Anne sambil menatap Samuel.
"Oh.. sudah ada aku disini, kau bisa pergi" ujar Samuel membuat Anne cemberut.
"Jangan seenaknya mengusir tamuku Sam!" Yasmin yang sudah berada didekat Anne kesal dengan tingkah Samuel.
"Tapi dia mengganggu.." Samuel menghentikan kata-katanya karena Yasmin melotot.
"Bolehkah aku melihat Sheryl?" Anne akhirnya memutuskan untuk menghindar dari Samuel dan Yasmin yang sepertinya akan bertengkar, sesuatu yang tidak mengherankan.
"Ya tentu saja, minum ini dulu lalu cuci tanganmu" kata Yasmin sambil tersenyum pada Anne.
"Oke kak"
Anne meminum sirup yang dibuatkan Yasmin lalu ia mencuci tangan dan masuk ke kamar. Yasmin ikut masuk ke kamar bersama Anne.
"Aku lega Sheryl baik-baik saja. Aku sangat takut keponakanku yang cantik sakit" kata Anne sambil memeluk Yasmin yang berdiri disebelahnya.
"Saat Samuel datang ia langsung memeluk Sheryl dan itu membuatnya nyaman" cerita Yasmin sambil mengingat kejadian beberapa menit yang lalu.
"Kak Samuel terlihat keren?" tanya Anne sambil melirik Yasmin, Yasmin mengangguk lalu menoleh ke Anne.
"Sepertinya kau sudah mulai luluh.." goda Anne sambil tertawa kecil.
Yasmin tak mau membahas lebih lanjut mengenai hal itu, karena dia sendiri malas memikirkan suaminya yang masih terlihat b***h dimatanya.
"Lalu bagaimana hubunganmu dengan James? Jarang sekali kau terlihat bersamanya" tanya Yasmin..
Anne menghela napas panjang, wajahnya berubah.
"Entahlah kak, aku merasa ia mencintaiku terlalu sedikit. Dia banyak mengacuhkan ku" Ucap Anne sedih.
__ADS_1
"Mana mungkin ada pria yang mengacuhkan gadis semanis kau" hibur Yasmin, membuat Anne tersenyum miris.
"Ada seorang pria lain yang menarik perhatianku, apakah berdosa bila aku berpaling dari James?"