
"Sudahlah Sam, hentikan omong kosong mu! Setelah ini kita harus menemui Anne di restauran Luna. Aku ingin mengukur bajunya, persiapan pernikahan harus dimulai dari sekarang" ujar Yasmin.
"Kenapa kau selalu tertarik dengan hal-hal yang tidak aku sukai?" gerutu Samuel.
"Tidak kau sukai? Bagaimana bisa kau tidak suka saat adikmu menikah?" Yasmin melihat Samuel dengan heran.
"Bukan hanya itu, aku tidak menyukai semua hal mengenainya. Aku tidak ingin terlibat dalam pernikahan itu" Samuel mengalihkan wajahnya dari Yasmin.
Yasmin menarik kerah baju belakang Samuel.
"Jika kau memang mencintaiku dan tetap ingin menjadi pria yang aku cintai maka bersikaplah baik pada Anne. Dia sudah aku anggap sebagai adikku sendiri dan kau! Jangan pernah berpikir untuk memusuhinya didepan ku!" bisik Yasmin dengan nada membunuh.
Samuel menghela nafas panjang.
"Kau tahu? Hal ini yang tidak aku sukai darinya dan pria koki itu" Samuel melihat sekilas ke arah Rey.
"Apa maksudmu?!" tanya Yasmin heran.
"Anne dan koki itu sama-sama memiliki sesuatu yang membuat semua orang menyukai mereka tanpa melakukan hal-hal yang besar, itu sangat tidak adil untukku yang sudah berbuat banyak hal untuk disukai" ungkap Samuel.
Yasmin agak terkejut.
"Sam.. kau tahu? Anne adalah adikmu, dia gadis yang baik. Itu sebabnya semua orang menyukainya" kata Yasmin.
"Baik? Hal itu tidak cukup untuk menghadapi dunia Yasmin. Dulu aku adalah anak yang baik sampai papi menikah dengan mamiku yang sekarang lalu hadirlah Anne. Dia membuatku tidak diperhatikan oleh siapapun" keluh Samuel.
Yasmin mulai tahu alasan Samuel tidak menyukai Anne, padahal Anne terlihat selalu perduli padanya.
"Kau harus mengenal Anne lebih dekat Sam" Yasmin mengusap punggung Samuel dengan lembut.
"Jika aku berbuat baik pada Anne apakah itu membuatmu senang, Yasmin?"
Yasmin mengangguk dengan yakin, Samuel mendengus kesal.
"Aku tak yakin bisa melakukannya, selama ini aku tak pernah menganggapnya ada" ujar Samuel.
"Bertindaklah selayaknya kakak, kau hidup bersama Anne sejak ia lahir dan kau tak bisa menyayanginya. Kau contoh Rey, dia bisa langsung menyayangi adiknya padahal mereka baru bertemu"
"Jangan samakan aku dengan dia!" Samuel agak berteriak.
Mata para pengunjung kembali menatap padanya, Samuel berdiri lalu membungkukkan badannya untuk minta maaf.
__ADS_1
"Sebaiknya kita segera keluar dari sini" ujar Samuel, ia memakai kacamata hitam dan topinya.
Yasmin hanya bisa mengikuti langkah suaminya, ia juga tersenyum saat pamit pada Rey dan Bobby. Mereka langsung menuju restauran Luna yang ada disebelah kedai untuk menemui Anne.
"Kalian datang ke sini?"
Ternyata Luna ada disana, ia baru saja tiba dan akan melakukan pengecekan restauran yang telah lama tidak dia lakukan. Samuel terlihat terkejut melihat Luna.
"Bolehkah aku menemui Anne nona bos?" tanya Yasmin dengan nada meledek.
"Ya tentu saja nona designer" Luna tak mau kalah meledek Yasmin, keduanya tertawa kecil.
"Sam.. kau tunggulah disini" ujar Yasmin meminta Samuel duduk disalah satu meja restauran.
Samuel menurut saja, ia tak berani melihat ke arah Luna. Entah mengapa ia menjadi agak malu saat bertemu Luna.
"Kak Yasmin.." Anne senang melihat kakak iparnya.
Yasmin dan Luna mengajak Anne ke ruangan James.
"Aku pikir kau tak jadi datang" ujar Anne sambil mengaitkan tangannya dilengan Yasmin.
"Aku sudah berjanji akan datang kan" ucap Yasmin.
"Dimana Avior dan Alioth? Aku sangat merindukan si kembar tampan itu" ucap Yasmin, tangannya masih sibuk mengukur dan mencatat ukuran tubuh Anne.
"Aku meninggalkannya dirumah sebentar. Rara yang menjaga mereka bersama para baby sitter. Aku harus tetap mengerjakan pekerjaanku, ini hanya sebentar" kata Luna, ia membaca dengan teliti laporan yang ada ditangannya.
"Jangan lupa bawalah mereka saat pertunangan James dan Anne dilaksanakan"
Luna mengangguk, ia tidak ingin diganggu dengan pertanyaan Yasmin.
"Baiklah ini sudah selesai" ucap Yasmin.
"Ini untuk gaun pertunanganku kan kak?" tanya Anne.
"Ya tentu saja, dengan gaun pernikahanmu juga" tutur Yasmin membuat Anne senang.
"Baiklah. aku harus kembali bekerja. Terima kasih kak"
Anne mencium pipi Yasmin, Yasmin memegang pipi Anne lalu gadis itu keluar dari ruangan James.
__ADS_1
"Dia sangat beruntung memiliki kakak ipar seperti dirimu" ujar Luna tanpa menoleh karena matanya tertuju pada angka-angka yang ada dihadapannya.
"Namun dia tak beruntung memiliki kakak seperti Sam" kata Yasmin, ia sedikit memiringkan bibirnya dan mendesah pelan.
"Samuel tak pernah bisa menerima Anne, itu sudah terjadi sangat lama" kata Luna, tentu saja Luna tahu karena ia menjalin hubungan dengan Samuel cukup lama.
"Aku ingin Samuel bisa menerima Anne seperti Rey menerima Rara" Yasmin menopang dagunya dengan tangan kanan.
"Itu tidak semudah yang kau bayangkan, Sam membenci Anne sejak gadis itu masih dikandungan"
"Tentu saja kau paham karakternya, kau pernah sangat sangat sangat mencintainya" Yasmin mencibir Luna.
Luna melotot dan melemparkan sebuah pulpen pada Yasmin. Yasmin tertawa.
"Jangan mengatakan hal yang membuatku kesal Yasmin"
Yasmin tertawa dengan puas.
"Hem.. terkadang aku merasa kehidupan sangat tak bisa kita tebak, kemarin kau mencintai Sam dan saat ini kau menikah dengan Rey lalu mencintainya lebih dari apapun" ucap Yasmin, sambil memainkan pulpen yang dilemparkan Luna lalu berpikir.
"Ya.. dan kau mencintai Rey lalu menikahin Sam. Kini kau jatuh cinta pada Sam, padahal dulu kau sangat membencinya" Luna ikut berpikir bersama Yasmin.
"Itulah yang dinamakan takdir, Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Bila aku menikah dengan Rey maka aku akan mengurungnya dikamar agar tidak bertemu denganmu lagi" Yasmin terbahak-bahak.
Luna melotot lagi.
"Ya karena kau tahu Rey sangat mencintaiku dan tak bisa mencintai wanita lain kan?" Luna menyeringai.
Yasmin mengangguk, ia tak bisa memungkiri hal itu. Dimata Rey hanya ada Luna sejak awal Yasmin melihatnya.
"Kita seperti dimainkan oleh waktu" ucap Yasmin sambil tersenyum.
"Bukan waktu yang mempermainkan kita, tapi kita yang selalu bermain-main dengan waktu" Luna seolah tak setuju ucapan Yasmin.
"Ya kau benar, kita terlalu banyak bermain-main. Kini kita sudah memiliki anak, aku memiliki Sheryl dan kau mempunyai si kembar yang lucu menggemaskan"
"Sudahlah, jangan bicarakan masa lalu. Kita harus menatap ke depan" kata Luna sambil terkekeh.
"Kata-katamu seperti nenek-nenek" Yasmin ikut tertawa.
Kedua sahabat itu terlihat semakin akrab. Tiba-tiba Yasmin terdiam dan menatap Luna.
__ADS_1
"Hem.. Anne akan menikah, lalu bagaimana dengan Rara? Apakah dia dan pria gagah itu juga akan segera menikah?"