Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Kena Batunya


__ADS_3

Samuel mengajak Yasmin ke kantor agencynya, ia dan Yasmin ingin melihat kontrak yang ditawarkan untuk program acara keluarga kecil mereka.


"Hai.. Sam.." Seorang wanita cantik kira-kira berusia seumuran dengan Yasmin menyapa Samuel dengan tatapan menggoda.


"Hai.. Lisa.." Samuel membalas sapaan wanita itu, dengan santai wanita itu melakukan cipika cipiki dengan Samuel.


Mata Yasmin membulat.


Apa-apaan ini? Apa mereka tidak memandangku ada disini?


Gerutu Yasmin dalam hati. Lisa menoleh kepada Yasmin dengan tatapan tidak suka.


"Kau ingin bertemu pak Yang? Dia sudah menunggumu" ujar Lisa tersenyum pada Samuel, Yasmin melirik Lisa dengan sinis.


"Oke, terima kasih Lisa. Apa kau buru-buru?" tanya Samuel, dari cara mereka berinteraksi sepertinya Samuel dan Lisa cukup dekat.


"Tidak.. aku akan makan siang dibawah. Kau ingin aku menunggumu?" tanya Lisa dengan matanya yang genit.


Yasmin hampir saja menghentakkan kakinya karena kesal.


"Nanti aku dan Yasmin akan menyusulmu ke sana. Tunggu kami" ujar Samuel, ia mengajak Yasmin berjalan kembali menuju ruangan pak Yang.


Yasmin ingin sekali bertanya, namun ia cukup gengsi dan hanya menggembungkan pipinya karena menahan kesal.


"Kau pasti pernah melihat temanku tadi kan? Dia adalah lawan mainku di drama yang baru saja tamat. Dia memiliki kemampuan akting yang bagus" kata Samuel memuji Lisa.


"Apa kau berciuman dengannya didrama itu?" Yasmin bertanya dengan nada mencibir.


Samuel tertawa.


"Tentu saja, aku dan Lisa menjadi pasangan suami istri" Ujar Samuel, Yasmin melotot.


Mereka sudah sampai diruangan pak Yang, Yasmin menahan emosinya kembali. Ia menarik nafas dan mengeluarkannya perlahan.


"Bagaimana Sam? Apakah kau dan istri sudah bersedia untuk mengikuti program itu?" ucap pak Yang setelah menyambut kedatangan Yasmin dan Samuel.


"Istriku ingin membaca kontraknya terlebih dahulu, dia adalah wanita yang teliti. Itu sebabnya dia memilihku menjadi suaminya" Samuel berkelakar, pak Yang tertawa bersamanya.


Yasmin juga ikut tertawa kecil sambil mencubit paha Samuel diam-diam. Samuel meringis menahan rasa sakit dicubit oleh Yasmin.


"Baiklah, semua berkas dan kontrak sudah sekretaris ku siapkan sejak tadi. Ini silahkan.." Pak Yang menyerahkan sebuah map berwarna keemasan kepada Yasmin.


Yasmin menerima map itu dan membacanya perlahan-lahan.

__ADS_1


"Tak usah buru-buru Yasmin, kau boleh mengembalikannya besok" ujar pak Yang.


Yasmin tersenyum dan memasukan map itu ke dalam tas yang dibawanya. Tak lama ia dan Samuel pamit keluar dari ruangan itu.


"Bos ku itu orang yang sangat baik, dia tidak pernah memaksaku ataupun aktor dan aktris lain untuk menerima sebuah tawaran" ujar Samuel bangga.


Yasmin tak tertarik mendengarnya, ia masih penasaran dengan wanita bernama Lisa.


"Apa kau lapar Yasmin?" tanya Samuel.


Yasmin menggeleng karena ia ingin segera mengajak Samuel pulang tanpa harus bertemu lagi dengan Lisa.


Kriuukkk....


Perut Yasmin berbunyi kencang, Samuel menahan tawanya.


"Sepertinya hati dan perutmu tidak berteman dengan baik, ayo kita makan dulu" ajak Samuel memaksa Yasmin menuju ke bawah tempat makan mewah di kantor agencynya.


Benar saja disana ada Lisa yang sedang duduk dengan cantiknya. Saat melihat Samuel dan Yasmin, Lisa langsung melambaikan tangannya.


"Duduklah disini Sam.." Lisa menarik tubuh Samuel agar duduk disebelahnya.


Yasmin agak terkejut, namun ia pasrah dan duduk di berhadapan dengan Samuel. Yasmin dan Samuel sudah memilih menu makan siang mereka, Lisa melingkarkan tangannya dilengan Samuel sambil berbicara dengan manja.


"Sam.. apakah dalam program barumu nanti aku bisa ikut serta sebagai bintang tamu?" tanya Lisa, Yasmin melirik sebal padanya sambil mengaduk minuman didepannya dengan sedotan.


Yasmin memanyunkan bibirnya, Samuel masih meladeni Lisa berbicara.


"Aku ingin ke toilet sebentar" ucap Samuel sambil berdiri dan berjalan ke arah toilet.


Yasmin mengangguk dan memaksakan senyumnya saat Samuel melewati sambil memegang bahunya.


"Ehem.. hei nona designer.." ujar Lisa membuka obrolan dengan Yasmin.


"Ya.." jawab Yasmin singkat, ia sudah tahu Lisa akan mengajaknya bicara sengit saat Samuel meninggalkannya.


"Kau tahu? Samuel sangat populer, dia juga menjadi pria yang manis dan humoris setelah menikah denganmu. Sangat berbeda dengan Sam yang dulu aku kenal, sangat sombong dan menyebalkan. Terkadang aku menyesal melepasnya untuk wanita yang tak bisa membahagiakannya sepertimu!" Lisa tak ragu-ragu.


"Apa?! Lancang sekali mulutmu bicara begitu padaku!" Yasmin mulai tersulut.


"Ya ya ya.. kau pasti akan membela diri karena memang pernikahan kalian bukan didasari oleh cinta melainkan karena sebuah 'kecelakaan' hahhaha.. Picik sekali kau menikahinya lalu mendapatkan cintanya tapi kau juga selalu mengabaikannya" Lisa menambah ucapan pedasnya.


"Apa Sam yang mengatakannya padamu?!" Yasmin naik pitam, wajahnya memerah karena marah.

__ADS_1


"Tidaaak.. Sam tak pernah mengatakan hal buruk tentangmu, sama sekali tidak pernah. Sangat menyebalkan mendengarnya selalu memuji hasil karyamu yang menempel ditubuhnya" ungkap Lisa, ia mengambil kentang goreng yang masih tersisa dipiringnya lalu menyuap ke mulutnya sedikit.


Yasmin terdiam, ia tak menyangka Samuel sudah benar-benar berubah.


"Dan satu lagi nona Yasmin, jangan menyiksanya terlalu lama. Bila kau tak menyukainya, sangat banyak wanita yang bersedia menggantikan posisimu. Dan aku salah satu wanita itu, yang tak segan akan mengambil Samuel saat kau melepaskannya" Lisa menyeringai.


Yasmin hanya menatap Lisa, namun bibirnya kelu tak bisa mengucapkan sepatah kata pun. Tentu saja karena Lisa bukannya anak kecil seperti Carol yang dulu juga ingin merebut Samuel.


"Baiklah.. aku harus pergi, sampaikan salam ku untuk Sam" ujar Lisa sambil berdiri.


Lisa berjalan mendekati Yasmin dan berbisik.


"Bila kau sudah mulai bosan dengannya maka berikan dia padaku"


Deg....


Dada Yasmin terasa bergemuruh, kata-kata itu pernah ia ucapkan pada Luna untuk dapat memiliki Rey. Lisa berjalan menjauh, Yasmin menoleh ke arah Lisa yang mulai tak terlihat.


"Dimana Lisa?"


Tak lama Samuel pun kembali. Yasmin diam saja, ia memikirkan sesuatu.


"Yasmin.." Panggil Samuel.


"Eh.. ya.." Yasmin agak terkejut.


"Kau tak apa-apa?" Samuel memegang tangan Yasmin.


Yasmin tak bergeming, ia menatap Samuel lekat.


"Yasmin.." panggil Samuel lagi.


"Oh ya.. Lisa harus pergi, dia menitipkan salam untukmu" kata Yasmin agak gugup, ia mengalihkan pandangannya dari Samuel.


"Apa dia mengatakan sesuatu yang buruk?" Samuel mulai curiga.


Yasmin menggeleng, ia menunduk dengan wajah malu.


"Yasmin.. katakan padaku apa yang terjadi?" Samuel menggoyangkan tangan Yasmin.


Yasmin menatap ke Samuel lagi, air mata membendung dipelupuk matanya.


"Hei... kenapa kau menangis?" Samuel berpindah tempat duduk, ia menyandarkan kepala Yasmin di bahunya.

__ADS_1


Yasmin mulai terisak, kata-kata yang Lisa ucapkan benar-benar menyayat hatinya. Ia baru bisa merasakan apa yang pernah Luna rasakan dulu.


"Sam... aku mencintaimu.."


__ADS_2