Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Lelah


__ADS_3

"Apa??" Luna ingin memastikan apa yang ia dengar tidak salah.


"Kau tuli?" tanya mami dengan enteng.


Luna menggelengkan kepalanya, Rara juga mengedipkan matanya berkali-kali seolah tak percaya dengan apa yang mami ucapkan.


"Mami tak akan mengulang kesalahan yang sama dengan yang terjadi dengan Luna, mami akan berusaha mendukung pilihanmu Rara" ucap mami sambil mengusap rambut Rara lembut.


"Tetapi jika satu kali saja dia berkhianat, maka mami tak segan akan memisahkanmu darinya" ancam mami dengan wajah serius.


"Kenapa tiba-tiba mami berubah pikiran?" tanya Luna sambil membuka amplop coklat yang ad ditangannya.


"Mami sudah tidak memiliki kesempatan untuk menjodohkan Rara dengan Ben, karena pria kaya dan tampan itu sudah memilih dokter Bianca. Jadi mami meminta Jiraiya untuk membawakan semua informasi mengenai pengawal itu" ucap mami bangga.


Luna tersenyum, ia mendekati mami dan memeluknya.


"Terima kasih mami, kau sudah banyak berubah" ucap Luna senang.


"Ya setidaknya kau bisa menjadi contoh yang baik untuk Rara, kau melawan mami dan mendapatkan pria yang baik, mami tidak mau Rara juga melawan mami untuk mendapatkan pria yang baik" mami menatap Rara dan mencium keningnya.


"Mamii, aku sangat menyayangimu" kata Rara dengan wajah haru.


"Tentu saja mami juga sangat menyayangimu" mami merangkul Luna dan Rara bersamaan.


Mereka terlihat senang siang itu dan berbagi cerita dengan riang. Mami terdiam, Rara dan Luna menatap heran ke arah mami.


"Apakah Rey sudah tahu tentang hal ini?" tanya mami, Luna juga belum tahu kejadian yang tadi dialami Rara.


Rara mengangguk membuat mami dan Luna agak terkejut.


"Lalu bagaimana tanggapannya? Apa dia setuju?" tanya Luna ragu.


Rara tersenyum dan mengangguk, Luna memeluk Rara.


"Aku tahu Rey tak akan membiarkanmu bersedih" ucap Luna senang.


"Baiklah, sekarang kau ajak pengawal itu ke sini. Mami ingin bicara padanya dan memberikan beberapa wejangan agar dia tidak akan pernah menyakitimu Rara"

__ADS_1


♥️♥️♥️


Samuel baru saja pulang dari syuting selama seminggu diluar kota, awalnya syuting dijadwalkan 3 hari namun karena ada beberapa kendala maka syuting ditambah menjadi 7 hari.


"Syukurlah kau pulang hari ini, mamimu menelpon kita harus ke sana sekarang" ucap Yasmin yang tengah bersiap pergi.


Samuel yang baru saja masuk ke kamar agak heran dengan ajakan Yasmin, dia sangat ingin membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


"Ayo Sam.. kenapa kau diam saja disitu?" ujar Yasmin sambil melihat ke arah Samuel yang berdiri tanpa melakukan apapun didekat pintu.


"Aku lelah Yasmin, bisakah aku istirahat sebentar dan kita ke rumah mami nanti malam?" ujar Samuel berjalan ke arah ranjang.


Yasmin berjalan cepat ke arah Samuel dan menarik tangannya dengan kasar.


"Mami mengatakan ada hal penting yang harus dibicarakan mengenai pernikahan Anne. Kau adalah kakaknya, perduli lah sedikit pada Anne!" seru Yasmin kesal melihat sikap Samuel yang seperti tak ingin tahu.


"Kau saja yang pergi, mami akan lebih membutuhkanmu. Perkataanku tak akan berpengaruh apapun dalam keputusan pernikahan Anne" kata Samuel hendak merebahkan badannya lagi.


"Tidak Sam!!! Ayo cepat bersiap. Semua barangmu sudah aku siapkan!" paksa Yasmin menarik lagi tangan Samuel, namun Samuel menarik kembali tangan Yasmin.


"Sebentar saja Yasmin.. Aku sangat merindukanmu" ucap Samuel sambil memejamkan matanya.


Yasmin terdiam sejenak, ia juga merindukan Samuel namun ia merasa hanya akan membuat Samuel besar kepala jika ia mengatakannya.


"Sudah cukup.. Mami menunggu kita" Yasmin melepaskan diri dari Samuel, terdengar suara Sheryl merengek.


Yasmin menghampiri Sheryl dan menggendongnya.


"Apakah kau benar-benar tak mau mengantarku dan Sheryl, Sam?" ujar Yasmin dengan nada mengancam.


"Bukahkah biasanya Melisa yang mengantarmu pergi kemanapun?" ujar Samuel yang enggan menggerakkan tubuhnya.


"Sheryl.. lihat itu, papi tak mau mengantar kita. Apa sebaiknya mami mencari papi baru yang mau melakukan apa saja untuk kita?" ujar Yasmin sambil berbicara dengan nada manja kepada Sheryl.


Sheryl terlihat bertepuk tangan, Samuel yang mendengar perkataan Yasmin langsung melonjak dari tempat tidur.


"Heii.. heii.. heii... jangan ajarkan Sheryl seperti itu!" Samuel ketakutan.

__ADS_1


"Cepat bersiap jika kau tak mau hal itu menjadi kenyataan!" tukas Yasmin kesal, ia membawa Sheryl keeluar dari kamar.


Samuel menghela nafas panjang, ia tak akan pernah menang dari Yasmin. Ia menoleh ke arah tempat tidur dengan tatapan pasrah. Akhirnya Samuel berjalan gontai ke kamar mandi dan bersiap.


Setelah beberapa lama, Samuel keluar dari kamar. Yasmin sedang duduk disofa sambil memangku Sheryl menonton televisi. Samuel juga membawa tas yang disiapkan Yasmin.


"Ayo kita berangkat" ajak Samuel sambil berjalan ke arah pintu.


"Duduklah disini sebentar aku ingin kekamar mandi" ucap Yasmin.


Samuel hanya bisa mengikuti perintah istri tercintanya, ia menaruh tas yang dibawanya ke lantai dan menerima Sheryl dari tangan Yasmin. Yasmin bergegas masuk ke dalam kamar mandi yang ada dikamarnya.


"Sheryl.. kau tahu papi baru saja pulang dan membawa uang yang banyak. Papi sangat ingin istirahat dan tidur" ucap Samuel, ia menatap putrinya.


"api..." Sheryl memanggil Samuel dengan wajah lucu, Sheryl juga menunjuk dada Samuel dengan jari mungilnya.


Samuel tersenyum melihat Sheryl.


"Kau sudah bertambah besar dan pintar. Papi juga bersyukur kau memiliki fisik yang bagus seperti papi" ujar Samuel memulai kenarsisannya.


"Fisik bagus apanya?!" Yasmin yang baru keluar dari kamar tak setuju dengan ucapan Samuel.


"Jelas-jelas Sheryl sangat mirip denganku. Lihat mata dan hidungnya, semua itu milikku" ucap Yasmin sewot.


"Lihat lagi.. wajah sempurna ini sudah pasti berasal dariku. Kau tahu? Aku memiliki gen super yang bisa aku turunkan kepada anak-anakku" Samuel tak mau kalah.


"Apa?! Gen super?! Aku tak percaya kau mengatakannya" Yasmin meremehkan Samuel.


"Lihat aku, aku tampan dan menarik. Seluruh tubuhku memiliki harga yang fantastis. Setiap produk yang aku bintangi selalu laris dipasaran" ungkap Samuel membuat Yasmin terkekeh.


"Ya ya ya baiklah tuan terkenal, memang harus aku akui kau memiliki harga yang fantastis disetiap jengkal tubuhmu. Apakah aku harus membayar juga untuk setiap bagian tubuh Sheryl yang mirip denganmu?" ledek Yasmin.


Samuel memicingkan matanya, ia tak mau melanjutkan perdebatan yang akan merugikan dirinya.


"Daripada kita bertengkar, lebih baik kita segera berangkat" ujar Samuel sambil bangkit dari duduknya.


"Emm.. Mami baru saja menelpon. Kalau kita sebaiknya ke sana nanti malam karena James dan Anne baru pulang serta membicarakan pernikahan mereka setelah pulang bekerja"

__ADS_1


__ADS_2