Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Ibu Tiri


__ADS_3

Mohon maaf karena update terlalu lama akhir-akhir ini ya readers, ini karena author sedang banyak pekerjaan dan mudah lelah.. Mohon pengertiannya 🙏🙏😘


Setelah menemui Yasmin, Luna ke hotel untuk memeriksa pekerjaan, ia juga ingin bertemu Jiraiya. Rey yang berada disana menyambut kedatangannya.


"Bagaimana dengan perkembangan hotel hubby?" tanya Luna, ia duduk di sofa ruangan yang dulu adalah tempat kerjanya.


Rey tersenyum, ia memberikan beberapa berkas untuk Luna lihat.


"Ini perkembangan yang baik, kita bisa bekerja sama dengan pemerintah setempat. Akan banyak wisatawan asing yang menggunakan hotel kita untuk menginap" kata Luna dengan wajah gembira.


"Aku meminta Jiraiya untuk mempertemukan aku dengan beberapa pejabat dan mengadakan perundingan. Hasilnya cukup memuaskan" ujar Rey.


Tak lama Jiraiya masuk keruangan itu, ia langsung membungkukkan badan ada Luna dan Rey. Luna mengulum senyumnya.


"Duduklah.." ucap Luna.


Jiraiya menolak permintaan Luna dengan menggelengkan kepala.


"Ini perintah.." ucap Luna lagi.


Jiraiya menghela nafas dan mengikuti perintah nona mudanya yang memang tidak suka dibantah.


"Jadi.. sejak kapan kau dan mami menjalin hubungan?" tanya Luna enteng sambil meletakan berkas yang ia telah baca.


Rey terkejut mendengar pertanyaan Luna namun ia diam saja dan menunggu jawaban Jiraiya yang terlihat gugup.


"Saya... " Jiraiya nampak ragu.


Luna mengerutkan dahinya, rasa penasaran semakin membuatnya tak sabar.


"Apa aku harus meminta Bobby untuk mencari tahu?" ucap Luna santai namun penuh ancaman.


"Tidak nona, saya belum siap untuk memberi tahu Erika mengenai hal ini" kata Jiraiya cepat.


"Hemm.. baiklah.." Luna mengangguk-angguk, ternyata bukan hanya dirinya yang tak tahu mengenai hal ini.


"Segeralah beritahu Erika, aku ingin hubunganmu dan mami bisa segera diresmikan" ucap Luna lagi, Rey menatap Luna dengan wajah tak percaya.


Jiraiya pun terbelalak.


"Saya sudah terlalu tua untuk melakukannya" kata Jiraiya sembari menunduk.


Luna tersenyum melihat sikap Jiraiya.


"Apakah kau mau putus saja dengan mami atau menjalani hubungan sembunyi-sembunyi selamanya?"


Pertanyaan Luna membuat Jiraiya berpikir sejenak.

__ADS_1


"Hem.. sepertinya aku mulai paham. Jiraiya lebih baik kau menikah dengan mami, kalian sudah cukup lama saling mengenal dan tak ada salahnya jika memang saat ini kalian memiliki ketertarikan satu sama lain. Kalian sama-sama lajang" Rey ikut menimpali.


"Kau benar hubby, aku berpikir hal yang sama. Bukankah bila kau dan mami bertemu diam-diam seperti itu akan terasa lebih memalukan?" Luna semakin mendesak Jiraiya.


"Saya tidak yakin Erika akan setuju" ungkap Jiraiya, ia terlihat sangat khawatir.


"Aku yakin Bobby sudah tahu mengenai hal ini, dia adalah detektif yang ulung. Tak mungkin kau bisa mengelabuinya" Luna terbahak.


Jiraiya menghela nafas dan mengusap wajahnya, karena sedang dimabuk cinta ia bahkan lupa siapa menantunya.


"Kau mau aku menelpon Bobby dan memintanya kesini?" Luna mengambil ponselnya.


"Tidak nona, biarkan saya menyelesaikannya dengan anak dan menantu saya"


"Baik, sekarang jelaskan padaku bagaimana dengan perkembangan hotel dan kerja sama dengan pihak lain"


♥️♥️♥️


Ditempat lain, Bobby sudah mengetahui bahwa hubungan Jiraiya dan nyonya besar sudah terungkap oleh Luna. Ia mencoba memberitahu Erika secara perlahan-lahan mengingat istrinya memiliki temperamen yang tidak jauh dengan nona mudanya.


"Darling, apakah bintang sudah tidur?" tanya Bobby malam itu.


"Ya.. hari ini Bintang agak rewel entah apa yang mengganggunya. Tapi aku bersyukur ia bisa tidur dengan tenang" kata Erika yang sedang berada didepan meja rias dan sambil menguncir rambut panjangnya.


"Bisakah aku bicara sebuah hal yang serius?" kata Bobby penuh kehati-hatian.


"Apa itu?" tanya Erika dengan penuh penekanan.


"Kemarilah.." Bobby menepuk sisi tempat tidur sebelahnya, berharap sang istri bisa lebih tenang saat duduk disebelahnya.


Erika berdiri dan menghampiri Bobby, ia duduk seperti yang Bobby harapkan. Bobby juga duduk berhadapan dengan istrinya.


"Apa kau menyayangi ayah?" tanya Bobby penuh rasa khawatir.


Erika mengangguk dengan cepat dan tanpa keraguan.


"Kenapa kau bertanya begitu? Apakah ayahku sakit? Apakah sakitnya parah?" Tiba-tiba Erika menjadi histeris.


"Tenang darling, tenang..." Bobby berusaha menenangkan istrinya.


Erika mulai tenang, ia mengikuti arahan suaminya.


"Ayah baik-baik saja dan ia sehat" ucap Bobby sambil menghela nafas.


"Syukurlah" Erika menatap nanar pada Bobby, ia sangat lega ayahnya baik-baik saja.


"Lalu kenapa kau bertanya begitu?" Erika menjadi penasaran.

__ADS_1


"Aku hanya berpikir, pasti ayah terkadang kesepian jika kita berpergian atau berada dikamar bersama Bintang" tukas Bobby, ia menunggu reaksi Erika.


"Apakah menurutmu kita harus terus menemani ayah saat ia berada dirumah?" tanya Erika dengan wajah polos.


Bobby menggeleng dengan wajah merana, Erika belum paham maksud suaminya.


"Maksudku, apakah kau tak pernah berpikir bahwa ayah selalu tidur sendirian selama hidupnya?"


Erika diam sejenak.


"Oh iya kau benar, saat aku sudah bersamanya pun aku tak pernah menemani ayah tidur karena terlalu malu" Erika memanyunkan bibirnya sebagai tanda menyesal.


Bobby mulai tersenyum lebar, ia mulai akan mengarahkan ke tujuan yang sebenarnya.


"Aku merasa kasian karena ayah tak pernah memiliki teman tidur selama ini" kata Bobby dengan wajah tak tega.


"Apa sebaiknya kita tidur bersama ayah juga mulai besok?" kata Erika dengan wajah memohon.


Bobby menepuk keningnya pelan.


"Jika kita tidur bersama ayah maka Bintang akan kesepian tanpa adik saat dewasa" kata Bobby asal, Erika melotot dan mencubit perut Bobby.


Bobby mengaduh sekaligus tertawa, Erika juga tersenyum malu.


"Kalau bukan begitu lalu bagaimana? Tidak mungkin Bintang tidur dengan ayah karena itu bisa mengganggu waktu istirahat ayah" kata Erika sambil berpikir.


Bobby menelan ludahnya perlahan, ia mengedipkan kedua matanya sekali dan mengambil ancang-ancang untuk mengusulkan pernikahan Jiraiya.


"Hemm.. apa lebih baik aku minta ayah untuk menikah saja?" kata Erika sambil memicingkan matanya, ia menoleh ke arah Bobby yang sudah tersenyum lega.


"Itu bukan ide yang buruk" jawab Bobby dengan antusias.


"Tapi bukankah itu artinya ayah akan mengkhianati ibuku?" Erika terlihat sedih, Bobby menghela nafas hampir putus asa.


"Tidak seperti itu darling, tentu saja cinta ayah untuk ibumu tak akan berubah. Namun saat ini menurutku ayah butuh seorang pendamping untuk kehidupannya" kata Bobby.


"Begitukah? Apa ayah bicara begitu padamu?"


Bobby menggeleng lagi dan tersenyum terpaksa.


"Ayah tidak bicara apapun padaku, apakah kau keberatan jika ayah menikah?" tanya Bobby perlahan.


Erika berpikir lagi.


"Aku takut" jawab Erika penuh kekhawatiran.


"Takut apa?"

__ADS_1


"Ibu tiri selalu terlihat buruk dalam cerita dongeng, dan aku tak mau dijadikan upik abu olehnya"


__ADS_2