Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Rey Marah


__ADS_3

Setelah pernikahan Anne dan James selesai digelar, saatnya Luna bersiap untuk pernikahan mami. Erika juga sangat membantu karena ia yang mempersiapkan makanan dan kue pengantin. Yasmin mengerahkan semua assisten terbaiknya untuk membuat gaun untuk mami karena Samuel melarangnya untuk terlalu lelah.


"Iya iya aku paham, bisakah kau berhenti menelpon dan fokus pada syutingmu hari ini?!" ujar Yasmin ketus saat menerima telpon yang ke 78 kalinya dari sang suami pada siang itu.


Dengan kesal Yasmin menutup telponnya, Luna hanya menatap Yasmin sambil menahan senyumnya. Luna membawa serta kedua putranya saat mengunjungi galeri Yasmin.


"Sang suami posesif akan menelpon untuk ke 79 kali sebentar lagi" ledek Luna membuat Yasmin memicingkan matanya tajam ke arahnya.


"Jangan sampai aku mematikan ponselku Luna" tukas Yasmin.


"Tinggal beberapa sentuhan lagi maka Tante Lauren akan terlihat sempurna dengan gaun ini" kata Yasmin sambil melihat detail gaun mahakaryanya.


"Ini terlalu berlebihan untuk wanita tua seperti mami" ucap Luna sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Sudahlah.. jangan membuat suasana menjadi buruk. Aku melihat Tante Lauren sangat bahagia saat melihat proses pembuatan gaunnya kemarin" ucap Yasmin.


"Ya ya ya... aku akan diam dan pura-pura bahagia melihatnya menggunakan gaun ini" kata Luna seolah mencibir.


Yasmin tertawa kecil lalu mengajak Luna ke ruangannya. Luna menggendong Avior, sedangkan Alioth di gendong oleh baby sitternya.


"Hem... mereka terlihat menggemaskan. Setelah pernikahan mami, bolehkah aku menjadikan mereka model koleksi baju anak terbaru yang akan launching akhir tahun ini?" pinta Yasmin sambil menyentuh pipi bulat milik Avior.


"Sheryl adalah model yang sempurna untukmu, wajahnya cantik dan lucu. Lagi pula kau harus membayar mahal untuk menjadikan putra kembali sebagai model" Luna tergelak.


"Kau tidak lihat siapa yang memintanya? Aku, Yasmin Pandora seorang designer ternama dan juga istri dari aktor terkenal Samuel. Hahaha..." Yasmin ikut tergelak.

__ADS_1


"Sheryl sangat baik untuk menjadi model pakaian anak perempuan, namun Avior dan Alioth adalah kesempurnaan untuk pakaian anak laki-laki designku nanti" ucap Yasmin yakin.


"Aku akan membantumu Yasmin, namun setidaknya aku harus meminta izin pada Rey. Akhir-akhir ini dia menjadi sangat sensitif dengan segala hal yang berhubungan dengan kedua putranya" kata Luna menginat kejadian beberapa hari yang lalu.


"Apa yang terjadi?" Yasmin terlihat penasaran.


"Ya.. sesuatu yang tidak terduga dan membuatku harus menelan amarah Rey untuk pertama kalinya sejak aku bertemu dengannya" Luna terlihat sedih.


"Benarkah? Ini hal yang sangat menarik, pria hangat dan penuh kasih sayang seperti Rey bisa marah" Yasmin mengajak Luna duduk di sofa panjang yang ada di ruangannya.


Luna memeluk erat Avior, ia juga meminta Alioth didudukan dipangkuannya lalu memeluknya juga. Air mata Luna menggenang di pelupuk matanya.


"Kau sangat terpukul dengan kemarahan Rey?" Yasmin mengelus lengan Luna lembut.


Luna menggeleng dan sedikit tersenyum.


"..Untuk menangis saja aku tak berani. Aku diam duduk bersama Rey didepan ruang pemeriksaan. Sesekali aku melirik ke arahnya, Rey tidak melakukan apapun hanya diam dengan mata kosong. Setelah dokter keluar dan mengatakan Avior baik-baik saja kami masuk ke ruangan bersama-sama dan melihat Avior sudah tertidur pulas. Rey berkata 'syukurlah' dan senyum baru terlihat diwajahnya, aku hanya bisa bersyukur dalam hati dan saat itu air mataku baru menetes. Dalam hatiku berkata jika terjadi sesuatu yang buruk maka Rey tidak akan memaafkanku seumur hidupnya.."


Yasmin mengusap kepala Avior yang terlihat nyaman dipelukan mamanya.


"Mereka anak yang kuat, apakah kau sudah bicara pada Rey setelah itu?"


Luna tersenyum dan mengangguk.


"Saat pulang dari rumah sakit Rey mengelus rambutku dan mengucapkan maaf karena tak bisa menguasai amarahnya saat melihat Avior terluka" Kata Luna sambil menghapus air matanya.

__ADS_1


"Rey memang pria yang luar biasa, bahkan saat kau yang bersalah ia tetap meminta maaf. Kau sangat beruntung Luna" kata Yasmin sambil meminta Alioth untuk dipangku olehnya.


"Ya begitulah, terlalu sempurna hingga aku sangat ingin mengikatnya dirumah" ucap Luna lalu tersenyum miris.


"Jika hal itu terjadi pada Sheryl wah... aku tak tahu apa yang akan terjadi. Samuel akan membom atom rumah dan perang dunia akan terjadi" Yasmin memecah suasana dan membuat Luna tertawa.


"Kau pasti akan ribut besar dengannya..." kata Luna.


"Ya.. dan aku tak mau disalahkan sendiri. Namun setelahnya Sheryl akan memiliki bodyguard 10 orang dewasa yang akan menjaganya dari jatuh..." Yasmin tergelak lagi.


Alioth dan Avior juga terlihat tertawa mendengar celotehan Yasmin.


"Ahh... lucunya. Aku berharap anak laki-laki dari kehamilanku yang kedua ini" kata Yasmin sambil mencium kening Alioth dengan gemas.


"Setidaknya persiapkan dirimu untuk merawat dua orang anak Yasmin. Kemarin adalah pengalaman yang sangat luar biasa untukku" pesan Luna.


Yasmin mengangguk dengan cepat.


"Tentu saja aku tidak akan melakukan hal yang sama. Karena dua hal, yang pertama karena pengalamanmu ini aku akan meminta baby sitter untuk beristirahat secara bergantian dan kedua karena suamiku bukan Rey.. Hahahaha" Yasmin tertawa dengan sangat puas.


Luna mencubit lengan Yasmin pelan, membuat Yasmin mengaduh pura-pura.


Tulalit...


Ponsel Yasmin berdering, tertera nama Samuel di layar ponselnya. Dengan wajah geram Yasmin mengangkat telpon itu.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja Sam.. Jangan meneleponku terus!" Yasmin menjawab telpon dengan kesal.


"Hallo.. Yasmin ini aku Gio. Sam kecelakaan saat syuting dan saat ini dia tidak sadarkan diri. Aku diperjalanan menuju rumah sakit sekarang!"


__ADS_2