Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
Ketakutan Samuel


__ADS_3

Samuel pulang malam itu, waktu menunjukkan pukul 23.45. Ia langsung mengganti pakaiannya dan merebahkan diri di tempat tidur sambil memegang ponselnya mengecek jadwal pemotretan maupun syuting esok hari.


"Hari yang melelahkan.... Ehmm bagaimana bisa scene hamil itu dirubah begitu saja dan tak dibahas lagi sedikitpun" pikir Samuel heran, padahal ia berusaha keras menenangkan diri setelah keceplosan marah tadi siang.


Samuel mulai meletakkan ponselnya di meja dekat tempat tidurnya lalu mematikan lampu kecil disamping ponselnya. Matanya mulai terpejam. Tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi pelan, namun lama-lama menjadi sedikit kencang dan kencang.


"Apa itu?" Samuel bergidik lalu menyalakan lampu kecinya, ia melihat ke sekitar kamarnya yang terasa mencekam.


"Siii... siapa itu?" Samuel memberanikan diri untuk mengeluarkan suara agak keras, namun tak ada siapapun dikamarnya kecuali dirinya dan suara tangisan bayi yang menyayat hati.


Suara tangisan itu mengecil, lalu mengeras kembali. Samuel bergidik kembali, ia membeku di tempat tidur. Samuel begitu takut untuk bergerak, untuk memejamkan matanya saja ia tak berani. Suara tangisan itu berhenti setelah 1 menit mengecil dan membesar.


"Apakah dia sudah pergi?" Samuel menoleh ke kanan dan kiri dengan cepat, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.


Ia langsung masuk ke dalam selimutnya dan berusaha untuk tidur.


"Kak... Kak Samuel.." Panggil Anne, hari sudah mulai pagi ia diminta maminya membangunkan Samuel.


Samuel bangkit dari tempat tidurnya, lingkar matanya hitam seperti mata panda. Anne terkejut melihat wajah Samuel.


"Kenapa wajahmu seperti itu kak?" tanya Anne penasaran.


"Semalam dikamarku ada hantu" jawab Samuel datar seperti tak bernyawa.


"Hantu?" Anne melihat ke kamar Samuel dengan seksama.


"Tidak ada apa-apa disana" kata Anne santai, ia meninggalkan Samuel yang masih mematung didepan kamarnya.


♥️♥️♥️


"Hahahaha sepertinya tuan aktor itu tak tidur semalaman" ujar Bobby pada Rey saat mereka bertemu di restauran.


"Kau benar-benar mengerjainya ya?" Rey tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku hanya ingin mengingatkannya kalau ia akan memiliki seorang anak dan dia harus bertanggung jawab" Bobby tertawa puas.


"Harus ku pastikan hari ini dia bertemu dengan nona Yasmin" sambung Bobby, Ia melihat ke ponselnya.


Samuel perjalanan menuju tempat pemotretan sebuah produk parfum, tanpa disangka Yasmin menjadi designer dari produk itu.

__ADS_1


"Kau lagi" kata Yasmin dengan malas.


Samuel diam saja, biasanya dia sangat suka membalas kata-kata tajam Yasmin.


"Tumben sekali kau diam, apa ini bagian dari pencitraanmu?" sindir Yasmin sambil melirik Samuel, Samuel menghela napas.


Seorang crew membawa bekal dan memakannya disudut ruangan namun aromanya tercium oleh Yasmin. Yasmin terlihat menahan rasa mualnya, tiba-tiba Samuel mendekatkan dirinya ke Yasmin agar Yasmin mencium wangi parfum yang menempel ditubuh Samuel.


Tanpa di sadari Yasmin sangat suka mencium wangi itu, ia menutup matanya. Samuel menyuruh Gio untuk mencari sumber bau dan menyingkirkannya.


"Baunya sudah hilang" kata Samuel kepada Yasmin.


Yasmin tersentak, ia membuka matanya.


"Ehm.. ya terima kasih" kata Yasmin dengan nada agak gugup ia memalingkan wajahnya dari Samuel.


Setelah selesai membantu Samuel menggunakan pakaiannya dengan rapih, Yasmin langsung duduk. Kaki dan perutnya terasa agak keram, Melisa memijat kaki Yasmin dengan lembut. Dari kejauhan Samuel melihat Yasmin.


Hanya berdiri sebentar saja dia sudah kelelahan begitu? Apa hamil memang sangat berat untuk wanita?


Pikir Samuel dalam hati. Ia kembali fokus pada pekerjaannya. Setelah selesai pemotretan Yasmin langsung berjalan ke mobilnya. Saat diparkiran Samuel menghampirinya.


"Akhir-akhir ini kau sering memberiku sesuatu, apa tujuanmu?" tanya Yasmin dengan nada ketus, Samuel menghela napas panjang.


"Apakah aku tak boleh sedikit saja perhatian pada anakku itu?" kata Samuel sambil menunjuk perut Yasmin, Yasmin menyeringai.


"Anak katamu? Kau tak pantas menyebutnya anakmu! Ini anakku! Hanya milikku! Camkan itu!" Yasmin langsung masuk ke mobil meninggalkan Samuel begitu saja.


"Apa-apaan dia! Seenaknya saja mengakui anak ini setelah ia menandatangi perjanjian tidak akan bertanggung jawab!" gerutu Yasmin didalam mobil, Melisa hanya menahan senyum melihat Yasmin malah terlihat gelisah.


"Apakah nona ingin membeli buah cherry? Stok cherry simpanan di lemari es nona sudah habis" ujar Melisa, Yasmin membelalakkan matanya.


Ia melirik ke arah luar mobilnya yang belum melaju, Samuel masih diluar mobil sambil terlihat termenung. Yasmin membuka pintu mobil dan mengambil bingkisan yang dipegang oleh Samuel lalu masuk kembali tanpa merasa berdosa.


"Ayo kita berangkat" ujar Yasmin seolah ingin sgeera kabur, Melisa tersenyum dan melajukan mobilnya.


Samuel yang seperti tak menyangka apa yang terjadi masih terkesima.


"Sam, ayo kita berangkat. Setengah jam lagi kau harus syuting" panggil Gio dari dalam mobil, Samuel tersadar dan langsung masuk ke mobilnya.

__ADS_1


Yasmin menatap bingkisan Samuel yang diambilnya tadi.


"Dia itu pria aneh, apa tujuan dia sebenarnya!" Yasmin menggerutu lagi, Melisa melihat Yasmin dari kaca spion mobil.


"Apa menurutmu dia sedang melakukan kebaikan? Atau pencitraan? Cih.. dia sungguh murahan!" Yasmin sangat membenci Samuel.


"Iya nona" jawab Melisa singkat, Yasmin merasa Melisa mendukungnya.


Yasmin mengoceh tentang Samuel sepanjang perjalanan menuju galerinya. Berbeda dengan Yasmin, Samuel hanya termenung sepanjang perjalanan menuju lokasi syuting.


"Gio, apa kau pernah diganggu hantu?" tanyanya, Gio melirik Samuel dari kaca spion dengan tatapan aneh.


"Tidak, menurutku hantu itu tidak ada" ujar Gio santai.


"Tapi semalam ada hantu dikamarku!!" seru Samuel yakin, Gio terkekeh.


"Sam Sam... apa kau sedang banyak pikiran akhir-akhir ini?" kata Gio tidak percaya ucapan Samuel.


"Kau tak percaya kata-kataku?!" Samuel jengkel.


"Bukannya aku tidak percaya, tapi kau terlalu banyak mengada-ngada. Apa kau melihat sebuah sosok atau apa?" Gio Bali bertanya.


"Tidak aku tidak melihat apapun, hanya suara yang menakutkan ku. Semalaman aku jadi sulit untuk memejamkan mata" ujar Samuel.


"Aaah itu hanya perasaanmu saja, bisa jadi itu adalah angan-anganmu. Atau... mungkin saja kau sedang memikirkan suara yang mengganggumu itu" Gio masih menjawab Samuel dengan santai.


Samuel terdiam, suara semalam adalah suara bayi. Dia bertanya-tanya dalam hati, apakah itu suara dari bayi yang dikandung Yasmin meminta pertanggungjawabannya.


"Sam... Sam..." panggil Gio.


"Eh.. Ada apa?" Gio membuyarkan Samuel dari pikirannya.


"Kita sudah sampai" ujar Gio sambil keluar dari mobil.


Samuel juga keluar dari mobil, ia berjalan menuju lokasi syuting yang berada di seberang tempat mobil diparkir. Beberapa penggemar mendekati dan mengajaknya berfoto.


"Terima kasih sudah datang menemuiku hari ini" ujar Samuel pada para penggemarnya, ia berjalan kembali dan memasukkan tangannya ke saku celana.


Entah mengapa ada secarik kertas didalamnya. Saat Samuel mengambil kertas itu dan membukanya, matanya membulat besar. Ada tulisan dengan tinta merah dan sedikit bercak darah.

__ADS_1


"Ayah.. menikahlah Ibu"


__ADS_2