Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Keraguan


__ADS_3

"Apa kau sudah tidak waras Sam? Menantang Bobby yang sedang kesal sama saja aku menawarkan untuk babak belur dihajar olehnya" hardik Yasmin kesal, ia tak percaya Samuel berani menantang Bobby seperti itu.


"Aku tak bisa menerima jika seseorang memeluk istri yang aku cintai" Samuel tak mau kalah sewot dari Yasmin.


"Wajah yang kau kagumi itu akan rusak dengan satu pukulan" ujar Yasmin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Lihat ototku.. aku berbeda dari diriku beberapa bulan yang lalu, mana mungkin aku bisa kalah darinya" Samuel begitu percaya diri.


Yasmin memegang kepalanya.


"Aku tak akan meminta Bobby untuk memberimu belas kasihan, karena kau tak pantas untuk dikasihani" ujar Yasmin sambil meninggalkan Samuel di ruang tamu sendirian.


Samuel mengikuti Yasmin ke dalam kamar.


"Memang seberaa hebat dia? Sampai kau bisa berkata seperti itu. Aku belajar bela diri untuk drama" Samuel membanggakan diri.


"Jadi kau tak tahu siapa pria yang kau tantang dengan sombong tadi? Ya Tuhan.. Sheryl, mami sangat prihatin padamu. Papimu lebih b***h daripada yang mami pernah perkirakan" ucap Yasmin sambil memeluk Sheryl penuh haru.


"Katakan padaku apa yang kau tahu?" Samuel menjadi penasaran.


Yasmin menghela napas panjang, ia mengeluarkan ponselnya.


"Baca ini..." kata Yasmin dengan tatapan malas.


Yasmin menaruh Sheryl diatas temoat tidurnya dan bermain bersama putri kecilnya.


"Kau pasti bergurau, mana mungkin dia sehebat itu? Hahahaha.. ha.." ujar Samuel tertawa garing.


Yasmin hanya menatap Samuel dengan tatapan serius, Samuel mulai gugup.


"Ini semua benar? Apa kau yakin?"


Yasmin mengangguk dengan yakin.


"Aiiishhh... kenapa kau tidak memberitahuku lebih awal?" Samuel frustasi, ia melihat kembali ponsel Yasmin dan bergidik ngeri.


Bobby memiliki kemampuan yang tinggi hampir dalam semua bidang bela diri. Ia juga sudah memperoleh sabuk hitam Dan 3 dalam olahraga karate.


"Aku sudah berusaha memperingatkan mu tadi, tapi apa? Kau bertindak seperti jagoan dalam drama yang kau mainkan. Hahaha aku tak sabar melihat Bobby menyerangmu dengan satu pukulan dan kau langsung tersungkur" Yasmin terkekeh membayangkannya.


Samuel mengembalikan ponsel Yasmin, ia mendekati Yasmin dengan wajah agak takut.


"Emm.. bisakah kau menghubungi Bobby dan mengatakan padanya bahwa kau tidak mengizinkanku berduel dengannya?" bujuk Samuel ragu.


"Tidak, lebih tepatnya aku tidak mau melakukannya. Kau sendiri yang menelpon dan menantangnya, jadi sebagai seorang rpia sejati kau harus menghadapi keputusanmu sendiri"


Samuel mengusap wajahnya dengan kasar, ia memikirkan alasan untuk membatalkan duel tersebut.

__ADS_1


♥️♥️♥️


Erika masih belum menemui Bobby, ia terbakar emosi dengan pemikirannya sendiri.


"Lebih baik kau dengarkan penjelasan Bobby. Dia hanya mencintaimu, yang kau lihat hanya sebuah kebetulan" saran Luna, Erika menggeleng.


"Tidak kak, Bobby masih mencintai kak Yasmin" Erika bersikeras.


Luna menghela nafasnya, ia kehabisan akal menjelaskan pada Erika yang sedang emosi.


"Lalu apa yang ingin kau lakukan?" tanya Luna pada akhirnya.


Erika menatap Luna dan terdiam, ia tak tahu apa yang dia inginkan.


"Erika?" Luna memaksa Erika menjawab.


Erika mengalihkan pandangannya dan mengangkat kedua bahunya.


"Aku tidak tahu.."


"Kau ingin mendiamkan Bobby untuk seterusnya? Dan membiarkan dia tidur di sofa sambil menangis merindukanmu?" Luna memberikan sebuah contoh yang membuat Erika berpikir ulang.


"Tidak.. Bobby akan kedinginan bila tidur di sofa" ucap Erika pelan.


"Lalu?" desak Luna.


"Aku akan memikirkannya nanti, aku lelah kak. Bolehkah aku tidur sebentar?" tanya Erika, ia malas berpikir.


Setelah Erika tertidur, Luna keluar dari kamar. Terlihat Bobby dan Rey sedang membicarakan hal yang serius.


"Ada apa?" tanya Luna penasaran.


Rey dan Bobby menoleh ke arah Luna.


"Bagaimana keadaan Erika?" Rey malah balik bertanya.


"Dia sudah tertidur, dia lelah dan ingin istirahat. Temani dia Bobby" kata Luna, Bobby segera berdiri.


"Terima kasih nona" kata Bobby sambil tersenyum getir.


"Tenanglah, bicara perlahan dengannya. Jangan emosi" pesan Luna sambil menepuk pundak Bobby.


"Iya nona" jawab Bobby, ia berjalan menuju kamar sambil memegang tengkuknya yang pegal.


Setelah Bobby masuk, Luna duduk di sofa bersama Rey.


"Sepertinya kalian bicara serius tadi, ada apa?" tanya Luna.

__ADS_1


"Oh.. Tadi Sam menelpon dan menantang Bobby berduel" ucap Rey sambil menggenggam jemari Luna.


"Berduel? Dengan Bobby? Apa Sam serius mau melakukannya?" Luna terkejut.


Rey menganggukan kepalanya.


"Apakah Samuel sudah memiliki nyawa cadangan? Beraninya dia menantang Bobby" Luna menyeringai.


Ia mengambil ponselnya dan menelpon Yasmin.


"Ya Luna" Yasmin menjawab diujung telpon.


"Apa benar Sam menantang Bobby berduel? Kau sudah memberitahunya tentang apa saja yang Bobby bisa lakukan?" tanya Luna penasaran.


"Hahaha kau sudah mendengarnya? Itu kan menjadi suatu hiburan yang menyenangkan" Yasmin terkekeh.


"Ini benar-benar g**a, Apa yang ada dipikirannya? Bobby tak akan segan-segan membuatnya tersungkur" ucap Luna tak habis pikir.


"Aku sudah memberitahunya tentang keahlian Bobby, dia memintaku untuk memohon kepada Bobby untuk membatalkan duel itu. Tapi aku tak mau melakukannya"


"Biar aku yang mengatakannya pada Bobby" ujar Luna.


"Jangan lakukan itu Luna, biarkan saja. Sam harus mendapat pelajaran dari apa yang dia lakukan. Jadi biarkan saja" Yasmin meyakinkan Luna.


"Apa kau yakin?" Luna masih agak ragu.


"Sangat yakin, aku ingin lihat apa yang akan Samuel lakukan untuk melawan Bobby.. Hahaha" Yasmin terkekeh lagi, ia membayangkan Bobby membuat Samuel bersujud padanya sebelum Bobby melakukan apapun.


"Hahaha ya kau benar, sudah lama Bobby tidak bermain-main dengan Sam" Luna menjadi ikut terkekeh.


"Nah kau mulai sepaham denganku, kita tunggu saja apa yang akan terjadi nanti. Tak usah memperdulikan kelakuan Sam yang sok jagoan itu"


"Oke oke, aku juga akan bersiap menontonnya"


Luna memutus telponnya sambil tersenyum senang.


"Bagaimana bisa kalian kompak membiarkan Bobby dan Sam berduel sweety?" Rey bertanya dengan nada heran.


"Yasmin mengatakan Sam harus bertanggung jawab atas apa yang sudah dia katakan" ujar Luna sambil tersenyum usil, Rey hanya mengangguk-angguk.


"Apakah itu tak akan menjadi sebuah masalah yang besar?" Rey meyakinkan Luna.


Luna mengangguk dengan yakin.


"Bila wajah Sam menjadi babak belur itu akan menjadi sebuah masalah yang besar, namun aku akan meminta Bobby untuk tidak melukai wajahnya" Luna tertawa.


"Terkadang aku tak bisa membaca jalan pikiranmu dan Yasmin. Kalian sangat senang melihat Sam menderita" Rey geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Dan yang menyebalkan adalah dia ikut tak rela jika kau tersakiti. Seharusnya hanya aku yang merasa seperti itu" kata Luna dengan nada sebal.


"Sudahlah sweety, aku tidak mau ada tantangan kedua antara kau dan Yasmin nantinya"


__ADS_2