Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
Sebuah Rencana


__ADS_3

Bobby hanya diam, tak lama ia menggeleng.


"Saya tidak pantas untuk nona Erika" jawabnya tegas.


Luna dan Rey saling tatap, mereka seperti tahu isi hati Bobby.


"Jangan terlalu banyak berpikir Bobby, terkadang cinta tidak menggunakan logika" kata Rey sambil menahan tawa.


"Sudah jangan mengganggunya, aku membutuhkannya untuk menyelesaikan tugasku hari ini" ujar Luna beranjak dari sofa menuju meja kerjanya.


"Sebaiknya aku ke restauran, pasti pak James membutuhkan bantuanku karna Erika sedang menjaga Jiraiya"


"Baiklah, siapkan supir untuk mengantar Rey" ucap Luna kepada Bobby, Bobby mengangguk dan langsung sibuk dengan ponselnya.


"Armando menunggu tuan Rey didepan hotel" ucap Bobby.


Rey mengangguk lalu berdiri dari duduknya lalu menghampiri Luna.


"Aku pergi ya, nanti kita bertemu lagi diapartemen"


"Bagaimana bila kita menginap dihotel ini nanti malam?"


Rey mengerutkan keningnya.


"Kenapa?"


Luna membisikan sesuatu ditelinga Rey, Rey mengangguk sambil tersenyum. Rey menuju restauran, saat sampai Rey disambut dengan wajah kesal James.


"Kau dan Erika membuatku sangat repot, bisa-bisanya kalian pergi begitu saja" ucapnya geram smabil menyilangkan tangannya didepan.


"Maafkan aku pak, karena tahu Erika pergi makanya segera aku datang ke sini"


James melihat Rey dari atas ke bawah.


"Apa kau tidak sayang jika pakaianmu ini kotor terkena minyak?"


Rey melihat pakaiannya, ia belum mengganti baju setelah dari rumah mami tadi pagi.


"Tidak apa-apa pak, ayo kita mulai memasak"


Rey menggulung lengan kemejanya dan mulai membantu James memasak, keduanya sangat kompak saat memasak bersama.


Saat restauran tutup James memberikan pengumuman kepada semua pegawai.

__ADS_1


"Sesuai dengan instruksi nona Luna, akhir pekan ini restauran akan tutup dan kita semua akan diajak untuk liburan ke taman hiburan dipusat kota. Jadi kalian bisa mempersiapkan diri dari sekarang" tutur James sambil menutup pengumuman lalu ia berlalu sambil merokok.


Semua pegawai terlihat senang, Rey tersenyum karena Luna benar-benar akan menjalankan rencananya untuk menyatukan kembali Erika dan Bobby.


♥️♥️♥️


Rey baru saja tiba di kamar hotel, itu adalah kamar hotel yang sama seperti saat Luna memberikan kontrak pernikahan kepadanya. Rey duduk disofa tempat ia dibaringkan saat pingsan, ia seperti menerawang ke beberapa bulan yang lalu saat pertama bertemu dengan Luna.


"Apa yang kau lakukan hubby?" tanya Luna yang heran melihat Rey tersenyum sendiri.


"Melihat kamar ini aku seperti mengingat dulu saat kau memintaku menandatangani kontrak dan kita menikah pada pagi harinya. Waktu terasa sangat cepat ya" ucap Rey, tersirat bahagia dimatanya.


"Kau bukan sedang mengingat bagaimana kejamnya aku saat itu kan?" ujar Luna cemberut sambil menghampiri Rey.


Rey meraih tangan Luna dan memutarnya agar punggung Luna menyender di dadanya, Rey memeluk Luna dari belakang dan mencium tengkuknya.


"Apapun yang kau lakukan aku tak pernah memikirkannya" ucap Rey mengelus lembut rambut Luna.


"Aku tahu itu, kau sangat mencintaiku. Bahkan saat aku pertama kali menciummu sebagai ucapan terima kasih kau langsung pingsan" ledek Luna, Rey menutup wajahnya karena malu.


"Kau sangat cantik, dengan melihatmu saja aku merasa dadaku berdebar dengan kencang dan kau tiba-tiba menciumku seperti itu" Rey mencubit hidung Luna pelan.


"Saat itu aku melakukannya dengan spontan karena aku merasa kau sudah menyelamatkan hidupku, bila kau tak ada mungkin saja mereka sudah berbuat hal-hal yang jahat kepadaku" Luna mengingat kenangannya saat bertemu Rey pertama kali.


"Jadi kau benar-benar tidak tahu kalau aku yang meminta pertolongan saat itu?"


"Aku hanya mendengar kau berteriak, wajahmu tidak terlihat karena sudah malam"


"Begitukah?" Rey mengangguk.


"Bila aku tahu itu kau, pasti aku akan langsung menemanimu kemana pun kau pergi dan tidak akan membiarkan seorang pun melukaimu"


"Terima kasih hubby, Tuhan sangat baik mengirimkan mu untukku" Luna memegang pipi Rey, mereka akan berciuman.


"Ya Tuhan, bajumu seperti bawang goreng" Luna terkekeh, Rey mencium badannya dan tersenyum malu.


"Aku memasak seharian hari ini, aku akan mandi dulu. Apakah ada baju ganti ku disini?"


"Tentu saja hubby, aku akan menyiapkannya untukmu hubby"


"Terima kasih sweety"


Rey masuk ke kamar mandi, ia melihat sekitar. Dulu ia masuk ke kamar mandi itu untuk memulai sandiwara pernikahan dengan Luna dan kini semuanya sudah berubah.

__ADS_1


Luna mengetuk pintu kamar mandi, Rey sedang berendam di bath up dan tidak menyadari Luna mengetuk pintu. Tubuhnya lelah bekerja seharian.


"Aku masuk ya" katanya.


Luna masuk ke dalam, pintunya memang tidak dikunci. Rey sepertinya terlalu menikmati air hangat yang ada didalam bath up. Luna yang melihat Rey sedang berendam langsung membuka pakaiannya dan ikut masuk ke dalam bath up. Rey tersadar Luna berada didalam kamar mandi, ia terlihat malu-malu.


Sekitar satu jam mereka berada didalam kamar mandi, lalu keluar dengan wajah bahagia.


"Apa kau ingin makan sesuatu hubby?" tanya Luna sambil berjalan ke arah tempat tidur, Rey sedang memakai kaosnya didalam kamar mandi yang pintunya terbuka.


"Ya aku ingin makan sesuatu yang hangat" jawab Rey sambil berjalan keluar dari kamar mandi.


"Baiklah"


Luna mengangkat telpon yang ada di meja samping tempat tidur dan menelpon bagian resepsionis untuk memesan makanan. Tak beberapa lama makanan mereka datang.


"Makanan ini enak, tuan Bob sangat pandai mengolah makanan" puji Luna.


"Tentu saja, aku merebutnya dari restauran diluar negeri karena aku jatuh cinta pada masakannya. Aku menculiknya ke sini" Luna terkekeh.


"Kau tidak serius kan mengatakannya?" Wajah Rey mendadak berubah penasaran.


"Hahaha tentu tidak hubby, sejak muda dia sudah menjadi koki disini. Banyak orang-orang yang mencintai papiku disini"


"Aku bersyukur kau dikelilingi orang-orang yang baik"


"Aku juga bersyukur kau ada disini sekarang"


Mereka menghabiskan makanannya lalu duduk bersama disofa.


"Aku tak menyangka kau benar-benar akan mengajak semua pegawai di restauran ke taman hiburan"


"Aku harus berterima kasih kepada mereka telah bekerja keras bersamaku selama ini, aku harus membuat mereka nyaman agar mereka terus bersamaku"


"Kau adalah bos yang baik sweety" Rey membelai rambut Luna.


"Tapi ini juga akan jadi ajang penyatuan kembali Bobby dan Erika, aku harus berhasil" ujar Luna bersemangat.


"Apa rencanamu?"


Luna tersenyum menyeringai melirik ke arah Rey. Rey melihat bingung ke arah Luna.


"Aku akan mengubah destinasi liburan para pegawai ke water park dan meninggalkan mereka berdua disana"

__ADS_1


__ADS_2