Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
Kedatangan Mami


__ADS_3

"Dimana pria itu?" tanya mami sambil berjalan masuk ke dalam apartemen Luna, para pengawalnya menunggu diluar.


Bobby mengikuti langkah mami masuk, mami melihat Rey sedang duduk di sofa. Rey terkejut melihat mami datang untuk pertama kalinya selama Rey tinggal disana.


"Nyonya.." Rey berdiri hendak memberi hormat kepada mami.


"Duduklah, tidak perlu memaksakan dirimu" kata mami dengan nada datar, wajahnya masih terlihat angkuh melihat sekeliling apartemen Luna.


"Ternyata sudah sangat lama aku tidak ke sini" sambungnya.


"Ambilkan aku minum" perintahnya pada Bobby, Bobby mengangguk lalu ia segera berjalan ke dapur.


"Aku dengar kau terluka dan terkena racun kemarin. Bagaimana bisa?" tanya mami sambil duduk di sofa, ia mengambil bagian yang agak jauh dari Rey.


"Sa.. saya.." Rey sangat gugup menjawab pertanyaan mami, karena ini pertama kalinya mami bicara dengan nada biasa kepadanya.


Mami seperti malas mendengar kegugupan Rey.


"Kau sengaja minum racun dan menyakiti dirimu sendiri?" mami menebak tanpa memikirkan perasaan Rey.


"Ti.. tidak nyonya.. Mana mungkin saya melakukan hal itu" Rey menunduk.


"Ya sudahlah, apapun itu aku berharap kau tidak melakukan hal berbahaya yang dapat membuat Luna bersedih" ucap mami sambil meminum teh yang dibuatkan oleh Bobby.


Bobby berdiri dibelakang Rey. Mami melirik ke arah Bobby.


"Sedang apa kau disini?" tanya mami sinis kepada Bobby.


"Saya diperintahkan oleh nona Luna untuk menjaga tuan Rey, nyonya" jawab Bobby tanpa ragu sedikitpun.


"Apa kau tidak memiliki tugas lain?" mami masih bertanya dengan sinis, sepertinya mami tidak suka kepada Bobby karena cerita-cerita karangan Samuel.


"Tugas saya adalah menjaga dan melindungi tuan Rey, Nyonya" Sekali lagi Bobby menjawab dengan santai.


"Enak sekali tugasmu itu" mami melirik sinis kepada Bobby, Bobby tersenyum manis kepada mami.


Mami memalingkan wajahnya dari Bobby, ia melihat ke arah Rey.


"Bagaimana keadaan tanganmu?" tanya mami datar.


"Tangan saya belum bisa digerakkan nyonya" Rey menjawab namun ia takut menatap mami.


"Lihat aku bila sedang bicara padaku!" ujar mami ketus.

__ADS_1


"Tangan saya masih belum bisa digerakkan nyonya" Rey menjawab sekali lagi ia melihat mami dengan cepat.


Mami seperti menahan tawa melihat tingkah Rey yang terlihat kaku dan gugup, sangat berbeda dengan Bobby yang cuek dan santai padahal Bobby hanya seorang pengawal. Mami memperhatikan tangan Rey yang sakit.


"Apa lengan ini yang diracuni?"


"Itu tidak sengaja nyonya, pisau yang menggoresnya mengandung racun" jawab Rey mulai bisa menenangkan diri menghadapi mami.


"Bagaimana bisa sebuah pisau mengandung racun?" mami bergumam, Rey dan Bobby mendengar gumaman mami.


"Tentu sajaa bisa nyonya, jadi...."


Bobby menjelaskan dengan rinci hal yang mami ingin ketahui, mami mengangguk-angguk.


"Berhati-hatilah, bila tidak ditangani dengan cepat kau bisa saja mati dan membawa putriku mati bersamamu" ujar mami ketus.


"Maafkan saya nyonya" Rey menunduk lagi.


Mami berdiri dari duduknya, ia berjalan ke depan televisi dan berbalik menghadap Rey.


"Aku ke sini bukan hanya karena ingin melihat keadaanmu, tapi aku ingin membicarakan sesuatu yang penting padamu mengenai pernikahan mu dengan Luna"


"Bila nyonya bermaksud memisahkan tuan Rey dan nona Luna saya tidak akan membiarkannya" seru Bobby, ia mengatakannya sambil tersenyum seolah itu hanya gurauan.


Bobby mengikuti kata-kata mami dan berjalan ke dapur, namun ia menatap lurus ke arah tempat mami dan Rey sedang berbicara.


"Aku akan meneruskan apa yang ingin aku sampaikan pada mu"


Rey menelan ludahnya pelan agar mami tak mendengar.


"Kau tahu, aku sudah menyetujui pernikahan mu dengan Luna kan?"


Rey mengangguk cepat.


"Karena itu aku ingin kau dan Luna menikah kembali, karena aku tak ingin ada teman-temanku yang membicarakan kau dan Luna. Aku tidak mau mereka berpikir bahwa kaliaan menikah diam-diam. Jadi aku akan membuatkan pesta pernikahan yang meriah untuk mu dan Luna"


Rey melongo mendengar kata-kata mami.


Bagaimana bisa mami memiliki pikiran yang sama denganku?


Pikir Rey bingung, Bobby yang mendengar hal itu menahan tawa.


"Setelah Luna pulang dari luar negeri segeralah melakukan fitting baju pengantin di galeri Yasmin, aku sudah menghubunginya. Aku yakin dia bisa membuatkan gaun pengantin yang indah untuk Luna beserta jas yang bagus untukmu" ujar mami lagi.

__ADS_1


"Nona Yasmin?" Rey bertanya ragu.


Rey berpikir bahwa mami belum mengetahui bahwa Luna dan Yasmin sedang bertengkar.


"Ya, Yasmin. Dia adalah desinger terbaik di kota ini, tidak ada yang lebih pantas untuk membuatkan gaun pengantin untuk Luna selain Yasmin"


Rey hanya mengangguk paham, kali ini Bobby terlihat geram. Ia akan melakukan pengawalan ekstra saat fitting nanti, begitu pikirnya.


"Pesta akan dilakukan di ballroom terbesar di hotel, aku akan mengundang banyak tamu. Kau boleh mengundang bibimu itu ke sini" mami mengatakan kata Bibi dengan wajah jijik, karena pertama kali bertemu mami dan bibi sempat berdebat.


"Baik nyonya"


"Bobby.." panggil mami.


Bobby segera menghampiri mami.


"Iya nyonya"


"Pesankan 1000 undangan untuk resepsi pernikahan Luna, tapi berikan dulu contoh design undangan terbaik ke rumah ku" perintah mami, Bobby mengangguk sambil tersenyum.


"Tapi nyonya, kenapa tidak menunggu Luna pulang dari luar negeri?" Rey bertanya heran dengan rencana mami.


"Bila aku mempersiapkannya saat Luna sudah pulang, maka semuanya hanya akan berakhir dengan perdebatan yang tiada usainya. Dia akan menolak ini dan itu, bahkan dia akan membuatku duduk manis. Aku tak mau itu terjadi. Aku ingin punya andil besar dalam pernikahan putri ku satu-satunya" ujar mami sepertinya sangat antusias.


Wajahnya seketika berubah bersemangat saat menjabarkan persiapan pernikahan Rey dan Luna. Rey hanya menganggukkan kepalanya, sepertinya tidak ada celah baginya untuk menolak semua rencana mami.


"Dan kau Bobby, aku mau kau merahasiakannya dari Luna! Kalau tidak, aku akan membuat perhitungan dengan gadis koki itu" ancam Mami, Bobby menaikan kedua tangannya ke atas tanda menyerah.


"Baik nyonya, bila ini untuk kebahagiaan nona dan tuan muda saya laksanakan" Bobby berkata dengan yakin.


"Bagus, kau juga jangan terperdaya dengan rayuan Luna yang membuatmu membocorkan rencana ini" mami melotot ke arah Rey, sekali lagi Rey mengangguk.


"Iya nyonya saya akan menjaga rahasia ini, setidaknya sampai Luna kembali"


"Baiklah, hanya itu yang ingin aku beritahukan pada kalian. Cepatlah sembuh Rey, dan persiapkan dirimu untuk pernikahan" ujar mami membuat senyum Rey merekah karena ini pertama kalinya mami menyebut namanya.


Mami berjalan ke arah pintu keluar Bobby mengantarnya, namun tiba-tiba mami membalik badannya dan menghampiri Rey.


"Satu hal lagi, berhentilah memanggilku nyonya. Kau harus memanggil ku mami sama seperti Luna!"


Visual mami ❤️❤️❤️ cantiknya aweet 😍😍😍


__ADS_1


__ADS_2