Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Salah Menduga


__ADS_3

"Apa kepalamu terbentur saat syuting Sam? Atau kau demam jadi berimajinasi sesuatu yang tak kau sadari?" Yasmin bangun dari duduknya dan memegang kening Samuel memastikan suaminya baik-baik saja.


Samuel menangkap tangan Yasmin dan mengusapnya lembut, Yasmin langsung menarik tangannya.


"Itu sangat menjijikan Sam!" Ucap Yasmin sambil mengusap tangannya ke baju yang ia pakai.


"Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu? Aku adalah aktor terkenal, semua orang bermimpi disentuh olehku" ucap Samuel membuat Yasmin menjadi kesal.


"Ya semua orang kecuali aku!" tukas Yasmin dengan nada marah.


"Apa yang membuatmu begitu membenciku? Padahal aku sudah memberikan anak yang cantik dan lucu untukmu" ucap Samuel mengingatkan.


"Apa kau sungguh-sungguh mengatakannya? Huh.. kau lupa kalau kau pernah menolak kehadirannya dan menandatangani kontrak bahwa kau tidak mau bertanggung jawab?!" Yasmin tak mau kalah.


"Aku heran, kau itu selalu ingat semua yang aku lakukan. Sebegitu perhatian kah kau padaku?" Samuel besar kepala.


"Ya Tuhan... Keluar dari ruanganku, aku pusing melihatmu disini" usir Yasmin sambil memegang kepalanya.


"Kau pusing? Apa kau mau aku memijatmu?" Samuel berdiri hendak mendekati Yasmin.


"Berhenti disana dan jangan menyentuhku!" tolak Yasmin dengan kasar.


Samuel menghentikan langkahnya, ia menyeringai.


"Semakin kau menolak ku maka aku akan makin mengejarmu"


"Lalu jika aku tak menolakmu maka kau akan menolakku begitu? Kau benar-benar picik Sam" tebak Yasmin tak menyangka.


"Tentu saja tidak, aku akan mengikatmu agar kau tak bisa berpaling kemanapun" Samuel memperagakan gaya memeluk erat dengan tangannya.


"Cih.. aku tak percaya dengan kata-katamu" Yasmin memalingkan wajahnya.


Tiba-tiba Melisa masuk ke dalam ruangan Yasmin dan membawa Sheryl yang tengah rewel. Ia menangis tak mau berhenti. Samuel seger mencuci tangannya dan menggendong Sheryl dengan hati-hati.


"Kenapa menangis princess? Ada papi disini untuk menjemput kau dan mami" kata Samuel sambil menimang Sheryl.


Saat bersama Sheryl, Samuel menjadi sosok yang benar-benar berbeda. Jiwa kebapakannya sangat nampak jelas dan selalu membuat jantung Yasmin berdetak kencang saat tak sengaja melihatnya.

__ADS_1


"Apa tubuhnya panas?" Yasmin mendekati Samuel yang sedang menggendong Sheryl dan menempelkan tangannya ke pipi putrinya.


"Tidak, suhunya normal" Samuel menempelkan keningnya ke kening Sheryl, hal itu terlihat sangat manis.


Sheryl mulai terlihat tenang, dia adalah bayi yang sangat paham kondisi kedua orang tuanya. Terutama saat mami dan papinya bertengkar.


"Aku merasa Sheryl ingin aku dan kau selalu terlihat damai dan tenang" kata Samuel sambil melirik ke arah Yasmin, Yasmin memutar matanya tanda tak setuju.


"Aku rasa kau terlalu banyak membaca naskah drama Sam. Sheryl masih terlalu kecil untuk paham" ujar Yasmin.


"Kemarilah..." Samuel meminta Yasmin untuk mendekat padanya.


Yasmin acuh, Samuel menggendong Sheryl dengan satu tangan dan menarik Yasmin.


"Lihat..." ucap Samuel.


Sheryl yang tertidur terlihat tersenyum. Yasmin ikut tersenyum melihat Sheryl.


"Ini hanya untuk Sheryl, jangan berharap lebih!" bisik Yasmin dengan nada mengancam.


♥️♥️♥️


"Bila cucu mami lahir, mami akan membawanya ke rumah. Dan sebaiknya kau tinggal dirumah mami, apartemen kurang baik untuk tumbuh kembang mereka" ujar Mami, sambil menusukan garpunya ke roti panggang buatan Rey.


"Aku tak mau! Bagaimana anak-anakku biisa berkembang dengan baik dirumah yang memiliki singasana besar seperti kursi yang selalu mami banggakan" Luna menjawab ketus.


"Mami adalah ratu dirumah, sudah seharusnya mami memiliki singasana sendiri" mami membela diri.


"Mi, aku sangat tidak nyaman dengan keberadaan kursi besar dan letak karpet merah yang terbentang panjang. Ya Tuhan aku merasa seperti ada di zaman kerajaan" keluh Luna, ia mengingat kondisi rumah mami yang aneh semenjak papinya meninggal.


"Tapi itu terlihat keren mi, aku belum pernah masuk ke rumah yang memiliki singasana seperti di rumah mami" puji Rey membuat Luna melirik kesal kepadanya.


"Itu ada sebuah hal yang artistik Luna, kau tidak memiliki jiwa seni. Lihat Rey, ia paham selera mami" ujar Mami senang dengan pujian Rey.


"Apa kau benar-benar ingin anak-anak kita tumbuh dilingkungan kerajaan buatan seperti itu hubby? Ya Tuhan aku tak bisa membayangkan anak-anakku akan bergaya layaknya putri dan putra raja. Bisa-bisa mereka memenggal orang yang bersalah hanya karena membuat makanan yang tidak enak" Luna bergidik.


"Mami tidak pernah melakukannya Luna, dirumah mami tidak ada tempat hukuman seperti itu" Lagi-lagi mami membela diri.

__ADS_1


"Ya ya ya tapi semua pelayan dirumah mami bergaya seperti pelayan disebuah kerajaan. Aku melihat seragam mereka sangat bagus dan memiliki renda dibagian celemeknya"


"Itu akan membuat mereka tampak berkelas dirumah besar kita" Kali ini mami membanggakan dirinya.


"Ya Tuhan, pantas saja mami bisa sangat akrab dengan Sam. Mami memiliki sifat narsis yang sama dengannya" Luna geleng-geleng kepala, Rey hany mendengarkan pembicaraan Luna dan mami pada akhirnya.


"Itu bukan narsis tapi kenyataan. Mami sangat senang akhirnya Sam menikah dengan Yasmin, dia gadis yang baik dan penurut. Pasti dia bisa melayani Samuel dengan baik" kata Mami dengan yakin.


Luna dan Rey saling pandang, mereka menahan tawa. Di mata Mami, Yasmin lebih bisa diajak bicara dibandingkan Luna. Yasmin juga selalu membuatkan gaun yang bagus untuk mami dan mengikuti semua keinginan mami dalam mendesign gaunnya.


"Sepertinya mami salah paham suatu hal" ucap Luna pelan, Rey tersenyum.


"Apa maksudmu? Apa Sam tidak bahagia menikah dengan Yasmin?" Mami curiga.


"Emm bukan mi, aku tak bermaksud begitu. Namun..." Luna menggigit bibirnya, menahan kata-katanya.


Mami menatap tajam kepada Luna menunggu Luna melanjutkan kata-katanya.


".. namun semenjak adanya Sheryl rumah tangg mereka semakin lengkap mi" Rey mengambil alih pembicaraan, Luna menyiku lengan Rey.


"Anak adalah sumber kebahagiaan. Walaupun mami masih heran, bagaimana mereka bisa jatuh cinta dan langsung menikah. Sejak kapan mereka menjalin hubungan? Apa kau tahu Luna?" kata mami dengan wajah penasaran.


Luna berusaha mengelak, ia menggeleng kuat.


"Hmmm..mereka menyembunyikan hubungan mereka selama ini" gumam mami sambil terlihat berpikir.


"Ya itu mungkin saja terjadi mi" jawab Luna asal.


"Namun satu hal yang pasti..." ujar mami dengan nada meyakinkan.


"Apa itu?" Rey penasaran.


"Yasmin pasti sangat mencintai Samuel, dimana lagi ia dapat memiliki suami yang tampan, terkenal dan sempurna seperti Samuel"


Luna terkekeh, mami tak suka melihatnya.


"Kenapa kau tertawa? Dugaan mami benar kan?" ucap mami tanpa bersalah.

__ADS_1


"Ku rasa mami harus memastikannya sendiri"


__ADS_2