Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
Tipu Muslihat #2


__ADS_3

"Eeemmm aku harus meminta izin kepada nona dulu" ucap Rey.


"Jangan katakan apapun pada Luna. Aku ingin membuat pesta kejutan untuknya. Besok adalah hari ulang tahun Luna" Yasmin meyakinkan Rey.


"Benarkah?" Rey setengah berbisik, membuat Luna menjadi curiga karna tak bisa mendengar apa yang Rey dan Yasmin katakan.


"Iya segeralah ke sini"


"Baik aku akan kesana"


Rey menutup telponnya.


"Cepat kemari dan bantu aku" seru Luna yang kesal karna Rey mendapatkan telpon dari Yasmin.


Makanan sudah siap, Rey dan Luna makan siang bersama. Luna makan dengan lahap namun ia penasaran dengan apa yang Yasmin dan Rey katakan.


"Bukankah siang ini nona akan pergi ke restauran?" tanya Rey sambil menyuap makanannya.


"Untuk apa?" tanya Luna heran.


"Kemarin nona mengatakan akan mengadakan inspeksi serta ingin menemui Erika dan Bobby" Rey mengingatkan, Luna terlihat berpikir.


"Oia aku hampir saja lupa" Luna segera menghabiskan makanannya dan masuk ke dalam kamar.


Selang beberapa menit Luna sudah berganti pakaian. Ia lalu menuju pintu keluar. Setelah Luna pergi, Rey segera membereskan meja makan dan mencuci piring. Lalu ia segera bersiap pergi ke galeri Yasmin.


"Aku harus bergegas" ucap Rey, ia melihat ke arah jam tangannya dan keluar dari apartemen Luna.


Rey menggunakan ojek online untuk sampai di galeri Yasmin dan sepertinya Yasmin memang sudah menunggunya.


"Silakan masuk tuan" kata seorang pegawai Yasmin mengantar Rey ke sebuah ruangan.


"Selamat datang Rey, ayo silakan duduk" sambut Yasmin sambil tersenyum manis.


"Terima kasih nona" Rey membalas senyuman Yasmin dan duduk di kursi depan meja Yasmin.


"Jadi begini rencananya...." Yasmin menjelaskan denga rinci apa saja yang harus dipersiapkan untuk kejutan ulang tahun Luna.


"Kau sangat brilian nona" Rey sangat takjub dengan rencana yang dibuat Yasmin, Yasmin tersenyum senang.


"Mau kah kau membantuku untuk mencoba jas design terbaruku?" tanya Yasmin pada Rey.


Karena merasa tidak keberatan Rey menerima permintaan Yasmin.


♥️♥️♥️


Luna sampai di restauran, semua pegawai menyambutnya dengan sopan.


"Mana James?" tanyanya kepada salah seorang pegawai.

__ADS_1


"Pak James ada diruangannya nona menunggu anda"


Luna berjalan dengan anggun menuju ruangan James, semua pegawai memandang kagum kepadanya.


"Selamat siang James"


"Selamat siang nona"


James berdiri dari kursinya, ia mempersilakan Luna untuk duduk.


"Panggilkan Erika dan Bobby ke sini, ada yang perlu aku bicarakan dengan mereka"


"Mereka sudah menunggu nona sedari tadi"


"Bagus.. segera bawa mereka ke sini"


James keluar dari ruangannya, Erika dan Bobby menunggu dengan gusar di dapur.


"Nona Luna menunggu kalian diruanganku, katakan dengan benar. Aku tak mau terkena masalah" ujar James santai, lalu ia menuju ke salah satu kompor untuk memasak.


Bobby dan Erika saling tatap lalu bergidik.


"Aku akan mengundurkan diri bila memang salah satu dari kita harus keluar" ucap Bobby menenangkan Erika, Erika mengangguk.


Bobby menggenggam tangan Erika sambil tersenyum, Erika menjadi kuat dan yakin akan pilihannya bersama Bobby.


"Permisi nona"


"Ya silakan masuk" ucap Luna dingin.


Luna berdiri dari kursinya, dan menghampiri Erika dan Bobby yang berdiri berdampingan.


"Apa benar kalian menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih?" tanya Luna.


"Ya benar nona" Bobby menjawab tanpa ragu.


"Kau tahu Bobby, aku tidak suka pegawai ku saling berhubungan di satu tempat yang sama?"


"Ya saya tahu nona"


"Lalu?"


"Saya sudah jatuh cinta pada Erika nona, apakah saya harus kembali hotel saja?" tanya Bobby nada bicaranya berubah tidak tegang lagi.


"Kau ini! Aku meminta Jiraiya untuk memperkerjakan mu disini untuk menjaga Rey bukan untuk memadu kasih!" seru Luna.


"Maafkan saya nona" ujar Bobby sambil tersenyum malu.


Erika tidak paham apa yang dibicarakan Bobby dan Luna, bahkan Erika bisa menangkap bahwa keduanya adalah orang yang sudah lama saling mengenal karena Bobby bisa berbicara dengan santai dengan Luna yang terkenal dingin kepada pegawainya.

__ADS_1


"Aku akan tetap mengizinkanmu bekerja disini bersama Erika tapi jangan berbuat hal yang bisa membuat ku marah!"


"Nona tidak perlu khawatir, aku akan menjaga tuan Rey dengan baik sekaligus bekerja disini tanpa membuat masalah" ucap Bobby enteng.


"Terkadang aku ragu dengan kemampuanmu yang sangat mengagumkan bila melihat tingkahmu yang seperti anak kecil" Luna mendesah pelan melihat tingkah Bobby.


"Ayolah nona, kau bisa percaya padaku" ucap Bobby sambil memohon.


"Iya baiklah, kau bisa tetap bekerja disini. Tapi kau harus ingat pekerjaan utamamu!"


"Siap nona" ucap Bobby tegas sambil memberi hormat kepada Luna.


"Sudah sudah, lihatlah kekasihmu itu terlihat bingung. Jelaskan padanya apa yang sebenarnya" kata Luna sambil menahan tawa melihat wajah Erika yang bingung dan penuh tanda tanya.


Bobby tersipu malu, ia membungkukkan badannya dan menarik tangan Erika keluar.


"Apa maksud nona? Menjaga si kacamata? Siapa kau sebenarnya?" Erika memandang curiga kepada Bobby.


"Aku akan menceritakan semuanya kepadamu, aku berjanji tapi tunggulah sampai kita selesai bekerja"


Erika mendengus kesal dan meninggalkan Bobby menuju kompornya.


Sementara itu, Luna masih diruangan James memeriksa keuangan dan kinerja para pegawai yang sudah dibuat oleh James.


Cling...


Sebuah pesan masuk ke ponselnya. Luna melihat itu dari Yasmin, dengan malas ia membuka pesan itu.


Datanglah ke galeriku, suamiku mendatangiku dengan suka rela


Luna tidak percaya kepada pesan itu, ia mengabaikannya. Namun tiba-tiba ia teringat pada Rey yang tadi sempat menerima telpon dari Yasmin.


"Apa rencanamu Yasmin!!" seru Luna dengan geram.


Luna mengambil tas dan kunci mobilnya, ia menelpon Jiraiya untuk menanyakan dimana Rey berada dan benar menurut GPS yang Jiraiya taruh di tas Rey bahwa Rey sedang berada di galeri Yasmin.


Luna memacu laju mobilnya cepat menuju galeri Yasmin. Hati Luna merasa sangat was-was Rey sedang bersama Yasmin.


Aku tahu kau akan melakukan sesuatu untuk merebut Rey dariku, aku tak akan membiarkannya!!!!


Setelah beberapa lama, Luna sampai di galeri Yasmin. Salah satu pegawai Yasmin memberitahu Luna datang. Yasmin mengangguk dengan senyuman menyeringai.


"Rey, tunggu.. aku lihat kemeja yang kau pakai kurang cocok. Bagaimana bila kau menggantinya dengan yang ini?" Yasmin mendekati Rey, lalu ia membukakan kancing kemeja Rey satu persatu.


"Aduuh" Kuku Yasmin patah, Rey langsung memegang jemari Yasmin hendak melihat apakah Yasmin terluka.


"Rey..." Yasmin memanggil Rey dengan suara menggoda, Rey menoleh ke arah Yasmin.


Tanpa diduga Yasmin langsung berjinjit memegang kedua pipi dan mencium bibir Rey. Rey terkejut dan tidak sempat menghindari ciuman Yasmin, Luna masuk ke ruangan itu dan melihat apa yang sedang mereka lakukan.

__ADS_1


"Nona.. ini tidak seperti yang kau pikirkan"


__ADS_2