
"Ya Tuhaaaan, apakah ini artinya bulan maduku akan batal?!" tanya Luna kesal.
"Apakah nona ingin merubah destinasi bulan madu? Saya akan mempersiapkan secepatnya"
Luna berpikir sejenak, ia menatap ke arah Rey.
"Bagaimana bila kita ke villa keluargaku yang berada kampung halamanku? Jaraknya sekitar 10 km dari rumah Bibi May" usul Rey, Luna melihat Rey seakan tak percaya.
"Memang villa itu tidak besar dan mewah seperti milikmu, namun disana suasananya cukup sejuk dan nyaman. Aku dan keluarga bibi May suka menghabiskan waktu liburan disana"
Luna ragu akan usul dari Rey itu.
"Aku banyak tahu tentang dirimu, disini semuanya tentang kau sweety. Tak ada masalah bila kau lebih tahu mengenai asal usul ku" Rey meyakinkan Luna.
"Emm apakah disana akan aman?" Luna masih nampak tidak setuju, Rey tersenyum.
"Apakah selama di rumah Bibi May kau merasa tidak nyaman?"
Luna menggeleng lalu tersenyum.
"Kalau begitu biarkan Jiraiya mengurus semuanya dulu" kata Luna memberi kode pada Jiraiya.
"Tidak.. tidak... kita akan membereskan segala sesuatunya sendiri disana. Aku ingin kita merasakan masa-masa kecilku bersamamu. Aku harap kau tidak keberatan" Rey memegang jemari Luna.
Bobby dan Armando menyiapkan segala hal yang akan dibawa, mereka menggunakan mobil besar agar semua kebutuhan Luna dan Rey dapat terpenuhi. Setelah siap, Luna dan Rey masuk ke dalam mobil dan berangkat.
"Aku senang kita akhirnya berangkat untuk bulan madu" ucap Luna, ia meletakan kepalanya di pangkuan Rey lalu Rey mengelus kepala Luna dengan lembut.
"Akupun merasakan hal yang sama, kau akan berada dalam bagian masa kecilku disana. Nanti kita juga akan berkunjung ke rumah Bibi May"
"Ya pasti, aku ingin bertemu Syafa dan Lody. Kita akan membelikan sesuatu untuk mereka" ujar Luna sambil tersenyum.
"Ini akan menjadi kejutan untuk mereka" Rey mencolek hidung Luna.
Sore itu mobil mereka berhenti didepan rumah Bibi May, Luna dan Rey turun dan mobil lalu membunyikan lonceng yang ada didekat pagar. Syafa keluar dan melihat mereka.
"Ibu... Kak Rey dan Kakak Princess datang!!" teriaknya, ia kembali masuk ke dalam rumah dan mencari ibunya.
Syafa keluar sambil menarik-narik tangan Ibunya, ia menunjuk keluar.
"Rey, Luna? Kenapa tidak bilang akan ke sini" tanya Bibi May sambil membukakan pagar untuk Luna dan Rey.
__ADS_1
Bobby hanya menyapa Bibi May sekilas karena mereka memang saling mengenal namun ia berjaga diluar bersama Armando.
"Kami hanya mampir sebentar Bi, sekalian ingin menanyakan sesuatu" kata Rey sambil menggendong Syafa.
"Masuk masuk, pamanmu sedang di kebun. Hari ini kami panen buah anggur" ujar Bibi May disambut senyuman merekah dari Luna.
"Waah aku ingin melihat kebun anggur yang sedang berbuah" kata Luna dengan mata berbinar.
"Sebaiknya kita disini saja, kita hanya sebentar disini dan lanjut ke villa" kata Rey.
"Owwh kalian akan ke villa? Kemarin Bibi dan Paman baru saja menyuruh orang untuk membersihkan villa itu" ujar Bibi May terlihat terkejut.
"Apakah pak Ling masih yang menjaga disana?"
Bibi May tersenyum kecut dan menghela napas panjang.
"Beberapa bulan lalu bibi mendapat telpon dari seseorang yang tidak bibi kenal, ia komplain mengenai fasilitas yang ada di villa. Padahal bibi tidak pernah menyewakannya kepada siapapun. Ternyata selama ini pak Ling menyewakan villa kita kepada orang lain tanpa sepengetahuan bibi" ujar Bibi May kesal.
"Akhirnya kemarin Bibi menyuruh Mike dan Sandra untuk menjaga villa itu, sudah sebulan ini mereka disana" Bibi May mengakhiri ceritanya.
"Jadi sekarang Mike dan Sandra yang berada disana?"
Bibi May mengangguk pasti, ia berjalan ke dapur dan membuatkan minuman.
"Tenang saja sweety, aku akan menyewakan penginapan untuk mereka selama kita disana" ujar Rey menghibur Luna.
"Aku akan meminta Armando untuk mengantar mereka ke penginapan nanti" kata Luna.
Bibi May kembali menemui Rey dan Luna di ruang tamu ia membawa nampan berisi 4 cangkir teh hangat.
"Ajak Bobby dan temannya masuk untuk minum teh" ujar Bibi May kepada Rey.
Rey mengangguk lalu berjalan keluar mengajak Bobby dan Armando masuk. Mereka memilih duduk di teras rumah bibi May yang sejuk.
"Bibi akan menelpon Sandra dulu, biar mereka bisa menyambut kedatangan kalian" ujar Bibi May sambil mengambil ponselnya, Syafa duduk di pangkuan ibunya.
Setelah Bibi May menelpon Sandra, Rey dan Luna pamit. Mereka segera menuju villa. Sesampainya disana, terlihat Sandra dan Mike menyambut mereka. Sandara sangat tertarik dengan mobil yang mereka gunakan.
"Haii Rey apa kabar?" sapa Mike yang merupakan sepupu dari paman Ken.
"Aku baik, Hai Sandra" sapa Rey.
__ADS_1
Rey mengenalkan Luna, Bobby dan Armando kepada mereka. Bobby dan Armando melihat Mike dan Sandra dengan tatapan curiga.
"Maaf sebelumnya kalian harus berpindah ke penginapan selama kami disini. Hanya tiga hari" ucap Rey, Mike dan Sandara mengangguk paham.
"Kami paham Rey, tenang saja. Apakah kami akan ditempatkan di penginapan yang mahal?" tanya Sandra seperti ingin mengambil kesempatan.
Rey menatap heran ke arah Sandra, Mike melotot ke arah Sandra.
"Armando akan mengantar kalian ke penginapan" ujar Rey.
"Kami akan diantar dengan mobil besar itu?" tanya Sandra bersemangat.
Rey mengangguk, Sandra segera masuk ke kamarnya dan mengambil dua buah tas besar miliknya.
"Ayo kita berangkat" ujar Sandra sambil berjalan keluar.
"Baiklah Rey, terima kasih banyak" ucap Mike sambil menepuk lengan Rey.
Sandra dan Mike sudah berangkat ke penginapan, Luna mengarahkan Armando untuk mengajak mereka ke hotel yang bagus yang ada di tempat itu.
"Aku harus berkeliling untuk memastikan tempat ini aman" ujar Bobby sambil melihat sekitar.
"Berhati-hatilah" pesan Rey.
Rey membawa Luna masuk ke kamar. Sandra sudah mengganti seprai dan gorden jendela kamar utama. Rey mulai memasukan pakaian ke dalam lemari.
"Ini cukup bagus dan bersih" ucap Luna sambil duduk ditempat tidur.
"Pastinya tempat tidur ini cukup untuk kita berdua" Rey menghampiri Luna.
Luna menarik kerah baju Rey dan mereka saling menautkan bibirnya mulai menikmati bulan madu.
Tok tok tok...
Pintu diketuk, Rey melepaskan tautannya dan membuka pintu. Ia melihat Bobby yang berada diluar dengan wajah terengah-engah.
"Ada apa Bobby?" tanya Rey bingung.
"Aku baru saja melihat sekitar, apakah disini memang ada ruang bawah tanah?"
Rey mengangguk, ia tahu disana tempat bibi dan pamannya menaruh alat-alat perkakas.
__ADS_1
"Aku menemukan beberapa kotak botol anggur ilegal disana"