Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Menantang


__ADS_3

Air mata Erika terjatuh, teringat dikepalanya Bobby pernah mencintai Yasmin. Erika membalik badannya keluar dari kedai, Bobby segera melepaskan Yasmin dan mengejar Erika.


"Erika..." panggil Bobby, namun Erika sudah naik sebuah taxi dan pergi entah ke mana.


Bobby mengambil ponsel disakunya dan menelpon Erika. Namun Erika terus menolak panggilannya, tak lama ponsel Erika sama sekali tak dapat ia hubungi. Bobby segera menghubungi Jiraiya dan menceritakan apa yang terjadi.


Awalnya Yasmin juga bermaksud mengejar Erika namun hal itu bertepatan dengan kliennya yang baru saja datang. Jadi Yasmin mengurus kliennya terlebih dahulu.


"Arghh....!!!" teriak Bobby diluar kedai, ia masuk kembali ke kedai dan mengambil kunci mobilnya lalu pergi.


Yasmin melirik sedikit ke arah Bobby dan berusaha fokus pada kliennya, setelah selesai Yasmin mencoba menghubungi Erika namun ponselnya tidak aktif dan Yasmin memutuskan untuk pulang.


"Aku pulang.." ujar Yasmin lemah, Samuel keluar dari kamar sambil menggendong Sheryl.


Hari ini Samuel sedang off syuting karena Yasmin agak sibuk, mereka bergantian menjaga Sheryl.


"Anak mamii..." Yasmin bermaksud mengambil Sheryl dari gendongan Samuel.


"Cuci dulu tanganmu lalu berkumur" ucap Samuel meniru kata-kata Yasmin setiap ia baru tiba di apartemen.


Yasmin cemberut lalu masuk ke kamar, ia mencuci tangan dan berkumur lalu mengganti pakaiannya.


"Berikan Sheryl padaku, aku sangat butuh pelukkan darinya" ucap Yasmin dengan wajah agak sedih.


"Aku bisa memelukmu.." Samuel menawarkan diri.


"Tidak tidak terima kasih" kata Yasmin sambil mengambil Sheryl dari gendongan Samuel, ia memeluk Sheryl dengan erat.


"Kau memeluknya terlalu kencang, Sheryl bisa kehabisan nafas nanti" Samuel menghentikan Yasmin memeluk Sheryl, karena putrinya itu mulai merengek.


Yasmin menghela napas panjang lalu menatap putrinya yang lucu. Ia memberikan Sheryl kembali kepada Samuel.


"Apa yang terjadi?" tanya Samuel penasaran.


"Suatu kesalahan pahaman" Yasmin mengusap kedua matanya dengan perlahan, ia merasa pusing mengingat kejadian tadi.


"Kesalah pahaman?" Samuel tidak paham.


"Nanti aku akan menceritakannya, sekarang aku butuh minuman hangat yang menenangkan" ucap Yasmin sambil memegang pundaknya sendiri.


Samuel langsung berinisiatif, ia memberikan meletakan Sheryl di gendongan Yasmin dan berjalan cepat ke dapur. Ia membuatkan teh manis hangat untuk Yasmin, Yasmin menahan senyumnya melihat tingkah Samuel.


Kembali ke Bobby yang masih kebingungan mencari Erika, ia sudah mencari ke rumah Jiraiya namun Erika tidak pulang ke sana. Bobby pun menelpon Rey.

__ADS_1


"Aku baru saja turun dari mobil dan berjalan menuju apartemen. Apa terjadi sesuatu antara kau dan Erika?" tanya Rey khawatir.


Bobby menceritakan kejadian yang dialaminya, Rey hanya menghela napas pelan.


"Baiklah, nanti aku akan memberitahumu jika Erika ada disini" ucap Rey.


Luna mencoba bertanya pada security tentang Erika. Ternyata benar, Erika baru saja datang ke sana. Luna dan Rey langsung menemui Erika di unitnya.


"Ka Luna...." Erika memeluk Luna saat membuka pintu, mereka tertahan oleh perut mereka saling bertemu.


Erika menangis tersedu-sedu, Luna menenangkan Erika dan mengajaknya masuk kembali ke apartemen. Rey langsung mengambil ponselnya.


"Jangan mencoba untuk menelpon Bobby, atau aku akan pergi dari sini!" ancam Erika, membuat Rey mengurungkan niatnya.


Erika terlihat sangat sedih, matanya merah karena menangis.


"Kenapa kau langsung pergi dan tak meminta penjelasan?" tanya Luna lembut, ia memilih kata-kata yang paling halus untuk bertanya pada Erika yang sangat sensitif selama hamil.


"Semuanya sudah jelas kak, mereka berpelukan dan aku melihatnya sendiri" Isak Erika, Luna mengusap punggung Erika.


"Itu adalah sebuah kesalahpahaman Erika, percayalah.. Bobby tak mungkin mengkhianati mu" Rey mencoba membantu Luna menjelaskan.


"Apa kalian berpihak pada Bobby dan mengatakan aku berbohong?" Erika mulai marah.


"Ehm.. Erika.. Kenapa kau langsung berpikiran kalau Bobby berkhianat?" tanya Luna pelan.


"Bobby pernah sangat mencintai kak Yasmin, mungkin saat ini dia masih memendam perasaan padanya. Itu yang membuatnya memeluk kak Yasmin" tuduh Erika yakin.


"Apa kau yakin itu sebuah pelukkan? Bukan sentuhan yang tidak disengaja?" Luna benar-benar berhati-hati.


"Mereka saling berpegangan kak, jelas sekali itu sebuah pelukan. Bobby masih mencintai kak Yasmin" Erika mulai merengek, hatinya terasa sakit.


Luna menoleh ke arah Rey, Rey menaikan kedua bahunya. Ia bingung harus berkata apa pada Erika yang sedang dipenuhi perasaan marah. Namun diam-diam Rey mengirim pesan kepada Bobby.


"Memang sulit melupakan wanita yang sempurna seperti Kak Yasmin" ujar Erika sedih.


Tak lama Bobby datang, Erika tak ingin bertemu dengan Bobby ia berjalan cepat menuju kamar.


"Darling, dengarkan aku.." Bobby berlari dan memegang lengan Erika.


Erika diam saja, ia tak ingin mendengar penjelasan apapun dari Bobby.


"Lepaskan aku.." Erika menatap nanar ke arah Bobby, Bobby menggeleng.

__ADS_1


"Lepaskan aku..!!!" Erika berteriak, Bobby langsung melepaskan tangan Erika.


Erika masuk ke kamar, Luna segera mengikutinya untuk masuk. Ia ingin menemani Erika.


"Aku akan berusaha menjelaskan pada Erika, kau cobalah untuk lebih tenang" bisik Luna sepelan mungkin karena takut Erik mendengarnya.


Bobby menghela napas panjang, Luna dan Erika sudah masuk ke dalam kamar lalu menguncinya.


"Ya Tuhan...!!" Bobby menutup matanya dan berteriak.


Rey menghampiri Bobby dan merangkulnya, mengajak Bobby duduk bersama di sofa.


"Erika hanya sedang emosi saat ini, kau pahamilah kondisinya Bobby" ujar Rey, Bobby menutup wajah dengan kedua tangannya.


"Mudah sekali dia salah paham akhir-akhir ini" Bobby frustasi.


"Banyak hal yang tidak mudah kita mengerti dari seorang wanita, kita hanya harus berusaha untuk tetap bertahan mencintai mereka. Aku yakin Erika hanya cemburu sesaat" hibur Rey.


Bobby diam saja, ia masih menyesali kejadian tadi. Rey mengambilkan Bobby air mineral untuk menetralisir keadaannya. Ponsel Bobby berbunyi, tertera nama Samuel disana.


"Apa lagi ini?" keluh Bobby kesal melihat Samuel menelponnya.


Dengan terpaksa Bobby mengangkat telpon itu.


"Dimana kau!?!" suara Samuel terdengar marah.


"Hei.. buat apa kau menelponnya? Aku sudah bilang itu hanya salah paham!" terdengar suara Yasmin tengah kesal karena Samuel menelpon Bobby.


"Apa maumu tuan Sam?" jawab Bobby masih dengan nada datar.


"Beraninya kau memeluk istriku! Kau mau mati ya!" hardik Samuel, membuat Bobby mulai kesal.


"Sam!!! Tutup telponnya, jangan membuatku malu!" sekali lagi suara Yasmin terdengar.


"Diamlah Yasmin! Ini adalah masalah antar pria" Samuel tak kalah lantang.


"Sekarang apa maumu tuan?" suara Bobby mulai naik, ia menahan emosinya mendengar kata-kata Samuel.


"Kita duel, aku tak terima kau memeluk istriku tanpa izin seperti itu!" ucap Samuel yang sangat percaya diri dengan otot-otot yang kini ia miliki.


Bobby menghembuskan napas pelan mendengar apa yang Samuel katakan.


"Apa kau benar-benar ingin menantangku?"

__ADS_1


__ADS_2