Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Overprotektif


__ADS_3

"Tidak mi!!! Aku tidak setuju jika mami ingin menikah lagi!" seru Luna kesal saat mami mengutarakan keinginannya walaupun dengan nada bercanda saat malam hari mereka berkumpul di ruang keluarga.


"Sweety tenanglah" ucap Rey sambil memegang kedua lengan Luna.


"Mami tidak serius kan?" tanya Rara yang untuk kedua kalinya mendengar niat mami tersebut.


"Apa salahnya bila mami ingin menikah lagi? Mami masih terlihat muda, lihat ini kulit wajah mami lebih kencang dari kulit wajahmu Luna" ledek mami tanpa rasa bersalah.


"Ya Tuhan mamiii... Kenapa tiba-tiba mami ingin menikah?" tanya Luna heran.


Rara terdiam, salah satu alasan mami yang mami ucapkan tadi siang adalah karena ia merasa cemburu dengan kemesraannya dengan Armando.


"Kalian berpasang-pasangan, sedangkan mami hanya menjadi penonton. Mami juga mau memiliki pasangan" ujar mami enteng.


Luna menepuk dahinya mendengar ucapan mami.


"Mi...." Luna kesal.


Mami melirik sinis ke arah Luna, ia masih terlihat tenang.


"Jangan melarang mami, mami bisa menentukan hidup mami sama seperti kau dan Rara" mami beranjak dengan santai dan masuk ke kamarnya.


Luna dan Rara saling pandang.


"Apa ini salahku?" tanya Rara dengan wajah bingung.


"Entahlah, aku merasa ini salahku" ujar Luna.


Luna mengambil ponselnya dan menelpon seseorang. Luna menjadi overprotektif kepada mami, ia pun sengaja mengutus seorang pengawal yang tidak mami kenal untuk membuntutinya.


"Bila mami tahu nanti kau akan bertengkar lagi dengannya" ujar Rey mengingatkaan Luna.


"Tidak! Aku harus mengawasinya, mami harus ingat usianya. Aku tak bisa membayangkan Avior dan Alioth memiliki seorang kakek yang seumuran denganku" Luna bergidik ngerih.


Rey tertawa kecil.


"Apa maksudmu? Apa kau pikir mami akaan mencari pria muda untuk menjadi pasangan barunya?" tanya Rey tak percaya dengan pikiran istrinya.


"Bisa saja kan??? Coba kau pikir hubby, mami bilang ia merasa muda. Bila benar ia terpesona dengan pria berusia sama denganmu maka aku kan menculik pria itu dan membuangnya jauuuh dari negara ini!" ancam Luna dengan nada menggebu-gebu.


"Sweety.. bagaimana bisa kau berpikir sejauh itu? Bukankah mami pernah bilang kalau dia hanya akan menikah dengan pria yang kaya raya, karena ia tak mau pria yang menikah dengannya hanya menumpang hidup"


Luna berpikir sejenak, wajahnya masih kesal.


"Semuanya bisa saja terjadi hubby" Luna masih bersikeras.


Rey menghela nafasnya, sepertinya ia tak akan menang bila berdebat dengan istrinya.


♥️♥️♥️


Keesokan harinya, mami pergi bersama Rara ke restauran milik Luna. Ini pertama kalinya Rara menginjakan kakinya disana. Anne sangat senang dengan kedatangan Rara.


"Pilihlah makanan yang kau suka, aku akan memasakannya untukmu" ujar Anne dengan bangga.


Rara mengangguk antusias, mami melihat menu dengan elegan. Sesekali dia bertanya pada Anne tentang menu yang dipegangnya.

__ADS_1


"Baiklah, tunggu sebentar makanan aku siap dengan segera" ujar Anne.


Ia berjalan cepat ke dapur. James melihat Rara dari dapurnya, ia merasa agak aneh dengan kedekatan mami dengan Rara karena memang James tidak mengenal gadis itu.


"Siapa itu?" tanya James acuh tak acuh.


"Oh itu, Dia Rara adiknya kak Rey" ujar Anne santai.


James menoleh ke Anne dengan tatapan heran.


"Adik Rey? Setahuku dia tidak punya saudara"


"Adiknya baru ia temukan beberapa bulan yang lalu"


"Oh" James menjawab singkat, ia keluar dari dapur menuju toilet.


Mami baru keluar dari toilet bertemu dengan James.


"Selamat siang nyonya" sapa James.


"Kau James, bagaimana kabarmu?" tanya mami masih dengan gaya elegannya.


"Saya baik-baik saja nyonya"


"Syukurlah jika begitu. Bagaimana keadaan ayahmu? Ku dengar dia sudah kembali bekerja" ujar mami.


"Ya beliau sudah kembali bekerja namun harus melakukan pengobatan dalam waktu beberapa bulan ini"


"Benarkah? Aku kenal dokter yang bagus di negara Q, bila Bob ingin ke sana aku akan meminta dokter itu untuk merawatnya"


"Bob adalah harta berharga untukku, aku ingin dia mendapatkan perawatan yang terbaik" kata mami lagi.


"Terima kasih atas perhatiannya nyonya" James membungkukkan badannya.


Rara melihat sekilas mami yang sedang berbincang dengan James. Mereka kelihatan sangat akrab.


"Siapa itu? Apakah dia adalah kenalan mami? Tak biasanya mami berbicara akrab dengan orang lain, apalagi seorang pria" gumam Rara sambil memperhatikan mami.


Pelayan datang membawakan minuman yang mami dan Rara pesan. Rara meminumnya dengan mata mengarah ke mami yang masih berbicara dengan pria yang tak dikenalnya.


"Rara.." Anne memanggilnya, lalu ia menoleh ke arah yang Rara perhatikan.


Mami berjalan ke arah Rara, namun James sudah masuk ke toilet.


"Kau lihat apa?" tanya Anne heran.


Rara sedikit terkejut.


"Ah.. tidak" Rara sedikit memaksakan senyumnya.


"Ini makananmu, aku memasaknya spesial untukmu dan Tante Lauren" ungkap Anne sambil tersenyum.


Mami duduk dihadapan Rara.


"Terima kasih Anne" ucap Rara, mami juga tersenyum pada Rara.

__ADS_1


Anne meninggalkan mami dengan Rara agar mereka dapat makan dengan nyaman.


"Mi.. bolehkah aku bertanya satu hal padamu?" tanya Rara agak takut.


"Makanlah dulu" ujar mami.


Rara mengangguk namun ia makan dengan begitu banyak rasa penasaran. Setelah makan, James menghampiri mereka.


"Terima kasih makanannya James" ucap mami lalu tersenyum.


Rara memperhatikan interaksi mami dan James dengan seksama. James tersenyum sambil membungkukkan badan.


"Kapan-kapan ajaklah ayahmu berkunjung ke rumahku" ujar mami, Rara tercengang.


Berkunjung ke rumah? Dengan ayahnya? Apakah yang dimaksud mami datang untuk melamar? Ya Tuhan mami sangat gerak cepat untuk hal ini..


Pikir Rara, sepertinya dia salah paham.


"Ayah pasti senang bertemu denganmu" jawab James agak malu-malu, tentu saja ia malu karena itu adalah ajakan dari bos yang selama ini baik pada keluarganya.


"Baiklah, aku pergi" ucap mami.


Rasa penasaran Rara belum terjawab, kepalanya diisi dengan pemikirannya sendiri.


"Mi.." panggil Rara saat sudah berada di mobil.


"Ya.." mami menjawab enteng sambil memainkan ponselnya.


"Apa mami serius ingin mencari pasangan lagi?" tanya Rara dengan ragu.


Mami mengalihkan matanya dari ponsel dan melirik ke Rara.


"Kau ini seperti Luna saja" gerutu mami.


"Mi... jawablah pertanyaanku" rengek Rara.


"Ada apa kau bertanya seperti itu?"


"Tadi aku melihat kau sangat akrab dengan pria yang mengantar kita sampai ke mobil"


"Tentu saja, mami sudah lama mengenalnya" kata mami santai.


Mata Rara membulat.


"Jadi mami sudah lama berhubungan dengannya?" tanya Rara penasaran.


"Ya kau benar, bahkan mami kenal dengan keluarganya"


Rara makin terkejut. Pikirannya melambung kemana-mana.


"Ke.. keluarganya?"


"Iya.." mami kembali sibuk dengan ponselnya.


"Tapi mi, bukankah pria itu terlihat terlalu muda untuk mami?"

__ADS_1


__ADS_2