Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
Pernikahan Mengharukan


__ADS_3

Luna sedang memilih pakaian ayang akan dipakainya dipernikahan Bobby dan Erika.


"Apakah menurutmu aku harus membeli sebuah gaun baru untuk datang ke acara Bobby?" tanya Luna, sepertinya ia mulai frustasi karena tidak ada baju yang cocok menurutnya.


"Gaun apapun yang kau pakai akan terlihat cantik sweety" Rey menghibur Luna.


"Aku tahu kau hanya menghiburku, antarkan aku ke galeri Yasmin besok" ujar Luna dengan wajah cemberut.


Rey hanya tersenyum dan mengangguk.


Esok siang, Rey dan Luna sudah berada di galeri Yasmin. Luna mencoba beberapa gaun yang ada disana. Tiba-tiba masuk seorang pria ke sana, dia adalah Samuel. Luna melirik sebal kepadanya.


"Hai Luna" sapa Samuel dengan gaya sombongnya.


"Mau apa kau ke sini!" seru Luna kesal.


"Tentu saja aku mau mencoba pakaian yang akan aku gunakan didrama. Yasmin adalah designer yang di kontrak oleh agensiku untuk mengurus semua fashion ku di drama itu" jawab Samuel sambil tersenyum sinis.


Rey yang baru saja dari ruang ganti tersenyum pada Samuel, namun Samuel mengacuhkannya dan masuk ke ruangan Yasmin.


"Apa yang dilakukannya disini?" tanya Rey pada Luna.


Luna malas menjawabnya, ia mengalihkan pembicaraan.


"Jas itu sangat cocok untukmu hubby" kata Luna sambil tersenyum manis.


Yasmin menerima kedatangan Samuel dengan malas.


"Aku sudah mencoba menolak pekerjaan ini agar tak perlu bertemu denganmu" ujar Yasmin terus terang, namun rasa mual dan tak enak diperutnya mulai berkurang semenjak bertemu Samuel kemarin bahkan boneka pemberian Samuel ia bawa ke galeri karena ia nyaman bersama boneka itu.


"Sudahlah Yasmin, kau hanya perlu membuatkan aku pakaian yang bagus. Dan ini terimalah..." Samuel memberikan sebuah bingkisan kepada Yasmin, Yasmin menatap heran kepada Samuel.


"Buka saja jika kau ingin memakannya" sambung Samuel, ia berdiri dan melihat-lihat isi ruangan Yasmin.


Walaupun ragu Yasmin membuka isi bingkisan dari Samuel, wajahnya berubah menjadi senang karena Samuel membawakan banyak sekali buah cherry untuknya.


"Darimana kau dapat buah ini?" tanya Yasmin, ia masih enggan memakannya.


"Banyak penggemar yang memberikannya padaku, namaku viral menyukai buah itu karena semalam ada yang memposting aku membeli pernak-pernik cherry yang ku berikan padamu" kata Samuel sambil duduk kembali.

__ADS_1


"Lalu kenapa kau memberikannya padaku?"


"Ya karena aku tak mungkin memakan buah itu banyak-banyak. Kau sepertinya menyukainya jadi aku bawakan untukmu, tapi bila kau tak mau aku akan mengambilnya kembali"


Yasmin melotot kesal ke arah Samuel. Luna yang tak sabar menunggu diluar akhirnya memaksa masuk.


"Bila sudah selesai pembicaraan kalian biarkan aku bertemu Yasmin!" seru Luna pada Samuel, tatapannya sangat kesal.


"Kau masih saja seperti dulu, tak bisa sabar menunggu sesuatu" kata Samuel sambil menatap Luna dari bawah ke atas dengan tatapan lapar.


"Hentikan tatapan menjijikan mu itu!" ujar Luna kesal.


Saat Samuel hendak menyentuh Luna, Rey langsung menangkap tangannya dan memutar tangan Samuel belakang tubuhnya.


"Aku sudah sangat bersabar dengan sikapmu selama ini Samuel, tapi jangan pernah mencoba menyentuh wanitaku" kata Rey dengan marah.


"Awww, lepaskan tanganku b****h!!" bentak Samuel menahan sakit.


"Keluar lah Samuel, semua pakaianmu sudah disiapkan oleh pegawaiku. Dan mulai hari ini kau hanya akan berurusan dengan pegawaiku!" seru Yasmin ikut kesal.


Rey melepaskan tangan Samuel, Samuel membetulkan pakaiannya dan keluar sambil bersungut-sungut. Luna menghela napas lega.


"Kau tak apa-apa hubby?" tanya Luna sambil menghampiri Rey melihat seluruh tubuhnya


Luna dan Rey duduk dihadapan Yasmin yang mulai menyuapkan buah cherry kemulutnya. Luna menatap Yasmin dengan heran.


"Dari mana kau mendapatkan cherry sebanyak ini?"


"Emm tadi Samuel yang memberikannya" ucap Yasmin sambil terus makan buah itu, terlihat Yasmin menyukainya.


Luna dan Rey tersenyum lalu saling bertatapan.


"Ehhmm.. sepertinya sang ayah mulai perhatian" goda Luna, Yasmin terbatuk-batuk.


Luna panik langsung mengambilkan Yasmin air minum. Yasmin langsung minum dari gelas yang Luna berikan.


"Jangan bicara hal yang menyebalkan Luna!" kata Yasmin dengan nada kesal sambil menunjuk ke arah Luna.


"Kita sepakat ayah bayiku sudah mati!" sambung Yasmin, ia berhenti memakan cherry.

__ADS_1


Rey berusaha membantu Luna mengalihkan pembicaraan.


" Apa boneka itu baru kau beli? Terlihat lucu dan imut" kata Rey sambil menunjuk boneka yang ada didekat Yasmin.


Yasmin menghela napas berat.


"Rey, kau sudah ikut-ikutan Luna menggodaku tentang Sam?" kata Yasmin dengan malas.


Rey terkejut, begitu juga dengan Luna. Mereka mengambil kesimpulan bahwa boneka itu juga dari Samuel. Jadi mereka hanya tersenyum getir pada Yasmin yang terlihat sangat kesal.


"Ini inii.... lanjutkan makan cherrynya. Ini sangat baik untuk kau dan si mungil" ujar Luna sambil menyuapkan Cherry ke mulut Yasmin.


♥️♥️♥️


Hari yang ditunggu akhirnya datang, Bobby dan Erika akan menjadi sepasang suami istri. Jiraiya terlihat menenangkan dirinya, matanya berkaca-kaca namun ia berusaha untuk tidak menangis.


"Ayah, terima kasih berada di sisiku saat ini" ucap Erika, ia pun berusaha menahan air matanya.


Jiraiya memeluk anaknya dan tersenyum. Di lain sisi ibu Bobby menangis tersedu-sedu melihat Bobby yang akan menikah.


"Aku tak menyangka kau benar-benar menikah dengan gadis cantik itu" katanya sambil memeluk Bobby, Bobby tersenyum lebar melihat tingkah ibunya yang memang suka berlebihan.


Acara dimulai Bobby menunggu Erika di altar, Erika masuk didampingi oleh Jiraiya yang terlihat gagah dengan setelan jasnya. Erika tersenyum sambil memegang erat lengan ayahnya. Bobby tersenyum melihat Erika yang sangat cantik hari itu.


Namun saat sudah sampai didepan Bobby, Jiraiya seperti enggan melepaskan tangan Erika. Hal itu membuat Erika heran.


"Ayah, ada apa?" bisik Erika, sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Jiraiya.


Jiraiya tidak mengucapkan apapun tapi ternyata air matanya sudah mengalir deras.


"Aku baru saja bersamamu dan kau akan pergi dari ayah" isak Jiraiya, seketika wajah garang yang selama ini ia tunjukan berubah menjadi pria yang lemah.


"Ayah jangan seperti itu" ujar Erika memeluk ayahnya, semua hadirin melihat bingung kepada Erika dan Jiraiya begitu pula dengan Bobby.


Karena paham dengan situasi yang tak disangka ini, Bobby turun dari altar dan ikut memeluk Jiraiya bersama Erika. Para hadirin ikut terharu dan bertepuk tangan melihat kehangatan itu.


"Aku berjanji akan menjaganya dan dia akan tetap menjadi putrimu tuan" kata Bobby yakin, Erika menatap Bobby penuh haru.


"Berjanjilah satu hal, jangan pernah menyakitinya apalagi membuatnya menangis" Jiraiya menatap Bobby, Bobby mengangguk tegas.

__ADS_1


"Ayah tak perlu khawatir, aku akan selalu menjadi putri ayah" Erika ikut menghibur Jiraiya.


Jiraiya akhirnya menyerahkan Erika kepada Bobby, dan pemberkatan bisa dimulai.


__ADS_2