
"Apapun yang membuatmu bahagia aku akan selalu mendukungmu Rara" ucap Rey, Rara langsung berhambur dipelukan kakaknya.
"Terima kasih kak, kau membuat hidupku menjadi bermakna" Rara menenggelamkan wajahnya dipelukkan Rey.
"Kau istirahat lah, bukankah besok kau harus check up bersama mami?" Rey melepaskan pelukkan Rara.
Rara mengangguk, Rey mengusap puncak kepada Rara dan keluar dari kamarnya. Rara tersenyum senang, ia bersyukur bertemu dengan Rey sang kakak yang baik hati.
Keesokan paginya, Rara terbangun. Ia mendengar ada yang mengetuk pintu kamarnya.
"Siapa yang mengetuk pintu kamar ku pagi-pagi begini?" tanya Rara dalam hati.
Dengan rambut yang masih acak-acakan dan wajah mengantuk, Rara membuka pintu kamarnya. Betapa terkejutnya Rara, ia melihat Armando sedang berada didepan kamarnya. Rara kembali menutup pintu kamarnya.
"Kenapa ada dia disitu???" gerutu Rara, ia segera masuk ke kamar mandi yang ada dikamarnya.
Rara mencuci wajahnya dan menyikat gigi, ia juga menyisir rambutnya hingga terlihat rapi lalu keluar dari kamarnya. Armando masih berada didepan kamarnya dengan wajah tegas.
"Kau mencariku?" tanya Rara sambil menyelipkan rambut ditelinganya, wajahnya tersipu melihat pujaan hati dipagi hari.
"Nona muda memintaku untuk membangunkanmu. Nyonya besar dan tuan Rey sudah menunggu untuk sarapan bersama" ujar Armando, Rara mengangguk malu-malu.
Armando mempersilahkan Rara berjalan mendahuluinya, Armando terlihat dingin berbeda dengan kemarin. Penuh senyuman dan perhatian. Rara sengaja memperlambat jalannya agar bisa sejejar dengan Armando namun Armando tetap berada dibelakangnya.
Rara menoleh dengan wajah cemberut.
"Apa kau sedang menghindariku?" kata Rara kesal.
Armando diam saja, ia tetap harus menjaga profesionalitas pekerjaannya. Apalagi mami bisa muncul kapan saja. Rara memanyunkan bibirnya dan berjalan cepat menuju ruang makan.
♥️♥️♥️
Yasmin sedang duduk dimeja riasnya, ia sudah berjanji pada Luna akan menjenguk Erika bersama.
"Kau tak mau ikut?" tanya Yasmin pada Samuel yang masih asyik dengan ponselnya di sofa, Sheryl masih terlelap setelah semalaman rewel.
"Tidak.. aku tak mau pura-pura bahagia disana" ucap Samuel acuh.
Yasmin mendengus kesal, ia ingin Samuel ikut karena akan aneh jika ia datang sendiri sedangkan yang lain bersama pasangannya. Namun ia terlalu menjaga harga dirinya untuk memaksa Samuel ikut dengannya.
"Oh begitu, baiklah jika itu maumu" Yasmin tak kalah acuh.
"Kecuali kau mau merayuku dan memberikan ciuman selamat pagi yang hangat padaku" goda Samuel sambil mengedipkan matanya pada Yasmin.
__ADS_1
Yasmin yang melihat Samuel dari cermin meja riasnya bergidik.
"Apakah yang ada dalam pikiranmu hanya mesum Sam?" Yasmin membalik tubuhnya dan menatap tajam ke arah Samuel.
Samuel mengangguk dengan yakin.
"Lalu menurutmu apa? Aku tak bisa menyentuhmu sesuka hatiku, kau selalu memiliki cara untuk menolakku dengan kata-kata pedas yang keluar dar mulutmu. Jadi jangan salahkan aku jika setiap ada kesempatan aku melakukannya dengan spontan" ujar Samuel sambil tersenyum usil pada Yasmin.
"Secara spontan katamu?! Apa kau bercanda? Spontan yang kau maksud adalah masuk seenaknya saat aku mandi?" Yasmin menjadi sewot.
"Hahaha aku hanya melakukannya dua kali, dan yang terakhir kau menggodaku" Samuel menyeringai.
Yasmin melirik sebal pada Samuel.
"Siapapun tak akan percaya aku menggodamu Sam, dalam mimpi pun aku menolaknya dengan keras" tukas Yasmin.
Yasmin kembali fokus berias, Samuel memperhatikan istrinya sambil tersenyum. Tiba-tiba wajahnya berubah gusar, ia berdiri dan berjalan cepat ke arah Yasmin.
"Tunggu tunggu.. jangan memakai make up terlalu tebal dan ini.. lipstick-mu terlalu mencolok" Samuel mengambil tissue yang ada dimeja rias Yasmin dan berusaha menghapusnya.
"Apa-apaan kau Sam!" Yasmin menjadi kesal.
"Apa kau berdandan agar terlihat cantik didepan suami Luna?! Kau masih menyukainya kan?!" Samuel menjadi ikut kesal.
"Bila kau memang cemburu seharusnya kau mengantarku menjenguk Erika"
"Tidak!! Aku malas bertemu Bobby dan suami Luna. Lagipula aku heran, kau suka sekali mempertemukan ku dengan Luna. Apa ini salah satu caramu untuk mendekatkan ku kembali dengan Luna agar kau bisa merebut suaminya?" Samuel bertambah kesal.
"Kau sangat paham tipu dayaku, tak heran Tuhan menjadikanmu suamiku" Yasmin tertawa meledek lagi.
"Jadi itu semua benar??!!" Samuel gusar.
Yasmin menoleh ke arah Samuel dengan tatapan malas.
"Apa menurutmu aku bisa memisahkan mereka berdua dengan cara murahan seperti itu? Jika mereka memang mudah dipisahkan, maka aku sudah memisahkan mereka sejak dulu!" ucap Yasmin membuat Samuel berpikir.
"Ya kau benar, tapi tetap saja aku tak suka! Lihat bajumu? Itu terlalu pendek, pakai gaunmu yang lain" Samuel kembali protes.
"Ya Tuhan Sam!! Apa kau benar-benar ingin membunuhku?! Lebih baik aku memakai piyama lengan panjang dan celana panjang agar kau tak mencurigai ku terus" Yasmin kehilangan kesabaran.
"Itu ide yang bagus" Samuel tersenyum senang, ia membuka lemari Yasmin.
Yasmin beranjak dari duduknya, ia membanting pintu lemari yang ada dihadapan Samuel.
__ADS_1
Brak....
"Jangan berlebihan Sam!" seru Yasmin.
Samuel memegang tangan Yasmin dan mendorong tubuh Yasmin perlahan agar ia bersandar di lemari.
"Berikan aku satu ciuman dan aku akan mengantarmu" bisik Samuel.
Yasmin menatap wajah Samuel lekat, ia memutar matanya terlihat berpikir.
"Ya baiklah! Hanya kali ini saja dan hanya satu kecupan"
Samuel langsung melakukan tugasnya dengan baik, bukan satu kecupan namun sebuah ciuman yang dalam. Yasmin juga menikmati ciuman itu.
Cling..
Sebuah pesan masuk kedalam ponsel Yasmin, Yasmin tersadar dan melepaskan ciumannya. Samuel seolah tak mau kehilangan kesempatan dan mencoba mencium Yasmin lagi tetapi Yasmin menahan bibir Samuel dengan jari telunjuknya.
"Hanya satu kecupan Sam! Ingat itu"
Yasmin mendorong tubuh Samuel dan melepaskan diri dari suaminya.
"Cepat mandi dan bersiap!" seru Yasmin.
Samuel hanya bisa pasrah, ia berjalan malas ke arah kamar mandi. Yasmin tertawa kecil dan mengambil ponselnya. Ada sebuah pesan dari Luna.
Maafkan aku Yasmin, sepertinya aku harus menunda menjenguk Erika. Avior terlihat kurang sehat, aku pikir ia agak kelelahan setelah kemarin berjalan-jalan seharian..
Itu isi pesan dari Luna, Yasmin mengangguk paham dan membalasnya.
Baiklah, hari ini aku dan Sam yang akan menjenguk Erika. Semoga Avior segera sehat kembali, cium sayang aunty Yasmin untuknya.. 😘😘
Tak lama Samuel keluar dari kamar mandi, ia terlihat segar dengan hanya menggunakan handuk dipinggangnya. Yasmin melihat suaminya sambil tersenyum.
"Apa kau baru sadar memiliki suami yang berkarisma dan menawan sepertiku?" ujar Samuel yang menyadari tatapan Yasmin.
Yasmin menyeringai.
"Kenarsisanmu sudah sangat akut Sam, namun terkadang aku merindukannya"
Samuel menghampiri Yasmin.
"Apa kita bisa melakukan hal lain sebelum berangkat menjenguk Erika?"
__ADS_1