Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
Bulan Madu #3


__ADS_3

Terima kasih untuk semua pembaca yang masih setia membaca karyaku ini, Jangan lupa Komen dan Like yaa untuk menambah semangat author UP setiap harinya 🥰🥰🥰🥰🥰 sayang kalian banyak banyak


Rey tertawa mendengar kata-kata polos yang keluar dari mulut Luna.


"Bila kita hanya ingin berada dikamar saja, buat apa kita pergi jauh-jauh ke sini. Cukup di apartemen dan kita tak perlu keluar kamar saja" ucap Rey sambil mendekati Luna yang masih saja merebahkan diri di tempat tidur.


"Villa ini cukup nyaman hubby, sangat menyenangkan bersamamu didalam kamar" Luna memeluk perut Rey dari belakang, ia benar-benar enggan pergi kemana pun.


"Kau harus merenggangkan tubuhmu sweety"


"Kita melakukan banyak perenggangan semalam" goda Luna, Rey hanya tersenyum simpul mendengar jawaban Luna.


"Bukan itu maksudku. Ayo kita keluar, setidaknya kita berjalan-jalan disekitar villa"


"Ya baiklah"


Luna bangun dengan malas, ia menarik tangan Rey. Rey terjatuh di atas tempat tidur, Luna langsung naik ke atas tubuh Rey. Sebelum keluar dari villa mereka menghabiskan waktu beberapa jam didalam kamar.


Luna dan Rey mengatakan pada Bobby dan Armando jika mereka ingin berjalan-jalan disekitar villa. Armando diam-diam mengikuti mereka.


"Aku ingin makan sesuatu yang hangat" ucap Luna pada Rey saat berjalan-jalan disekitar villa sore itu.


"Eeem sepertinya ada kedai mie yang enak didekat sini, sudah lebih dari satu tahun aku tidak ke sana" kata Rey sambil melihat ke kanan dan kiri.


Luna mengikuti Rey menengok.


"Itu dia sudah dekat dari ini, kau tak apa-apa bila harus berjalan kesana?" tanya Rey khawatir.


"Iya tak apa-apa, jika aku lelah kau akan menggendongku kan?" Rey mengangguk dengan cepat.


Mereka berjalan kaki dengan santai menuju kedai yang Rey maksud.


"Hubby, selama ini kau tahu semua masalahku namun aku banyak tak tahu tentangmu" kata Luna sambil bergelayut manja di lengan Rey.


"Apa yang ingin kau ketahui?" Rey memegang jemari Luna.


"Apa kau memiliki mantan kekasih sebelumnya?" tanya Luna penasaran, Rey hanya tersenyum.


"Ceritakan padaku.." rengek Luna.

__ADS_1


"Aku tak yakin menceritakan ini padamu" Rey tertawa kecil, Luna menjadi semakin ingin tahu.


"Ayolaaah..." desak Luna.


"Aku memiliki satu mantan kekasih" kata Rey sambil tersenyum menatap Luna, wajah Luna sudah berubah menjadi agak kesal.


Rey dan Luna sudah sampai di kedai mie. Mereka memesan dua mangkok mie dan teh manis dingin lalu mereka duduk disudut kedai itu yang menghadap ke arah jendela luar. Rey melanjutkan ceritanya.


"Dulu aku pernah menjalin hubungan dengan kakak kelasku ketika aku SMA. Dia lebih tua dariku dua tahun. Dia mengajakku berkencan dan makan ice cream" Rey mengenang masa lalunya.


Wajah Luna seketika berubah agak kesal, Rey menyentuh jemari Luna.


"Bila kau tak sanggup mendengarnya, aku tidak akan melanjutkannya" kata Rey menahan tawa.


"Tidak tidak, aku tidak apa-apa. Lanjutkan ceritamu" Luna memaksakan senyumannya, ia sangat penasaran dengan cerita Rey itu.


"Aku dan kakak kelasku itu menjalin hubungan sekitar 1 tahun, selama itu aku banyak menghabiskan waktu dengannya. Dia sangat menyayangiku, bahkan ia pernah membelikanku ponsel namun aku menolaknya karena aku tak suka merepotkan orang lain" kata Rey tersenyum malu.


"Apa kau sangat menyukainya saat itu?" tanya Luna dengan penasaran, Rey menghela napasnya berat.


"Aku tidak bisa mengatakan aku menyukainya, karena aku sangat tertekan waktu itu. Banyak pria yang menyukainya dan aku sering mendapat perlakuan tidak baik karenanya, itu yang menjadi salah satualasanku berlatih bela diri. Namun setelah aku mahir bela diri kami berpisah" Rey mengakhiri kisahnya.


"Emmm aku tak tahu pasti, yang aku tahu dia telah lulus dari SMA dan akan melanjutkan sekolahnya di kota. Ia memberiku surat dan mengatakan hubungan kami telah selesai"


"Begitu saja?" Luna menjadi kesal.


"Ya begitu saja" ujar Rey enteng.


"Kau tidak mencoba mencarinya? Atau meminta penjelasan?" Rey menggeleng dengan cepat.


"Untuk apa menanyakan hal yang tidak perlu" Rey tertawa kecil.


"Bila aku jadi kau, aku pasti akan meminta penjelasan padanya" ujar Luna geram.


"Hahaha itu sudah berlalu sweety, aku menceritakannya hanya karena kau ingin mengetahuinya"


"Apa dia cantik?" tanya Luna ragu, ia meremas tissue yang ada ditangannya.


Rey menatap Luna dalam-dalam.

__ADS_1


"Tidak ada yang lebih cantik darimu" ujar Rey namun kata-katanya tidak membuat Luna senang.


"Jangan merayuku! Wajahmu sangat senang saat menceritakan wanita itu, dia pasti sangat cantik dan kau sangat menyukainya" ujar Luna sambil cemberut.


"Tidak begitu sweety, hanya saja bila mengingat masa-masa sulitku saat itu dan melihat dirimu saat ini aku merasa sangat beruntung" Rey mengelus pipi Luna dengan jemarinya.


"Kau hanya menghindari kekesalan ku dengan bicara seperti itu kan?" kata Luna dengan nada curiga.


"Aku heran padamu"ucap Rey sambil melihat wajah Luna dengan seksama.


"Kenapa?" Luna mulai sewot.


"Bagaimana bisa wajahmu itu tetap terlihat sangat sangat sangat cantik saat kau sedang marah" wajah Luna memerah, ia tak bisa menahan senyumannya.


Luna memukul lengan Rey pelan karena kesal dengan rayuan Rey yang dapat mematahkan kemarahannya.


"Aku kesal karena awalnya aku berpikir, tidak ada wanita lain yang pernah ada dihatimu selain aku" ucap Luna sambil meminum teh manis yang baru saja datang.


"Kalau memang itu yang ingin kau ketahui sesungguhnya, hanya kau yang benar-benar bisa membuatku jatuh hati. Bahkan aku mengalihkan dunia ku yang hampa tanpa tujuan saat itu"


"Aku berharap itu bukan hanya sekedar kata-kata untuk menyenangkan hatiku"


"Sudahlah sweety, jangan menanyakan hal yang kau sendiri tak sanggup untuk mendengar jawabannya sweety"


Luna mengangguk, ia tersenyum manis pada Rey. Mereka mulai menyantap mie yang ada dihadapan mereka.


"Mie disini sangat enak, apa kau suka kemari bersama paman dan bibimu?"


"Ya begitulah, Syafa dan Lody juga suka makan mie disini. Bahkan Syafa pernah merengek untuk menginap di villa hanya karena ingin makan mie disini" ujar Rey sambil tertawa, Luna suka wajah riang Rey saat itu ia memandangi wajah Rey.


"Apa ada yang aneh dengan wajahku?" Rey bertanya dengan heran.


"Kau terlihat sangat gembira, aku ingin terus melihat wajah gembiramu itu hubby"


Luna menyentuh pipi Rey lembut lalu melanjutkan makan mie. Wajah keduanya terlihat bahagia, bulan madu yang sempurna untuk keduanya.


"Rey??"


Seorang wanita memanggilnya dari belakang. Rey dan Luna menoleh dari arah suara yang memanggilnya.

__ADS_1


"Benar kau Rey kan? Ya Tuhan, kau bertambah tampan saat ini"


__ADS_2