
"Kemana dia?" Suara Luna terdengar kalut, ia sudah berusaha menelpon Rey berulang kali namun tak ada jawaban apapun dari Rey.
"Sebentar nona saya akan mengeceknya" jawab Bobby lalu menutup telponnya dan melihat GPS Rey bergerak.
Bobby melihat Rey baru saja berhenti di stasiun.
"Aku harus pergi sekarang"
"Kemana?"
"Mengejar Rey, dia berniat untuk pergi!"
Bobby segera naik ke motornya dan memacunya dengan kecepatan tinggi, ia berharap tidak terlambat mengejar Rey.
"Rey!!!" Panggil Bobby saat melihat Rey yang baru saja akan masuk ke peron.
"Bobby?" Rey terbelalak, ia segera berlari.
Bobby mengejarnya dengan kekuatan penuh, saat sudah dekat ia langsung menendang bagian belakang Rey dan Rey langsung tersungkur. Bobby melipat tangan Rey kebelakang.
"Ada apa denganmu!" seru Bobby kesal.
Rey membenamkan wajahnya ke bawah, ia menahan air matanya.
"Jangan bertindak bodoh! Nona mencarimu hingga hilang kendali" Bobby berteriak karena ia sangat marah.
Bobby mengangkat tubuh Rey dan merangkul Rey. Ia membawa Rey ke tempat duduk yang ada disana.
"Kenapa kau ingin pergi? Nona terlihat sangat khawatir"
"Aku takut menyakitinya" Rey menutup wajahnya, air matanya hampir menetes.
"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti. Ayolah Rey jangan membuatku bingung" Bobby mendesak Rey.
Rey diam seribu bahasa.
"Apa ini ada hubungannya dengan penculikan Erika semalam?" Bobby mulai curiga.
"Aku akan membalaskan semua yang terjadi pada Erika, cepat kau katakan semuanya padaku. Aku akan segera membebaskanmu dari hal-hal yang mengganggu pikiranmu itu"
Rey mengangguk, ia menceritakan kepada Bobby apa yang terjadi. Bobby terlihat sangat geram, ia mengepal jemarinya kuat dan matanya memerah marah.
"Tuan sombong itu tidak tahu sedang berurusan dengan siapa" Bobby tersenyum menyeringai.
"Aku tidak bisa menyakiti siapapun" Rey masih terlihat sedih.
"Kau itu sangat bodoh! Nona adalah yang paling tersakiti jika kau pergi begitu saja. Kalau kau mencintainya seharusnya kau bertahan untuk terus bersamanya!" Bobby memaki Rey.
"Sulit untuk berpikir jernih saat itu, aku tak bisa membuat Erika menjadi korbannya"
"Terima kasih Rey, kau sudah menolong kekasih hatiku yang paling ku cintai di dunia"
__ADS_1
Mendengar kata-kata Bobby, Rey menjadi tertawa geli.
"Tenanglah Rey, kau memiliki aku sebagai pengawalmu. Aku juga sudah lama ingin menghabisi aktor bodoh itu. Ayo kita pulang, aku akan mengantarmu ke apartemen nona. Setelah itu hubungi dia dan katakan ponselmu tertinggal saat akan ke restauran. Kita akan menyembunyikan masalah ini dari nona muda"
Rey menjadi sedikit tenang, Ia mengikuti apa yang dikatakan oleh Bobby. Selang beberapa lama mereka sampai diapartemen Luna, Rey masuk ke dalam lalu menyobek surat yang dibuatnya dan membuangnya ke tempat sampah yang ada didapur.
"Halo Rey.... Kau kemana saja? Aku hampir gila karena tak bisa menghubungimu"
"Maafkan aku nona, ponselku tertinggal di apartemen. Aku baru saja kembali ke apartemen untuk mengambilnya"
"Jangan pergi kemana-mana, aku akan segera pulang dan memukulmu!"
"Aku akan menunggumu dan kau bisa melakukan apapun padaku"
Luna menutup telponnya dan segera membereskan tasnya. Jiraiya yang baru saja masuk ke ruangan Luna.
"Jiraiya batalkan meetingku hari ini!"
Jiraiya terlihat bingung dengan apa yang Luna ucapkan, tapi ia menuruti kata-kata nona mudanya itu.
Luna mengendarai mobilnya dengan cepat, ia ingin segera bertemu dengan Rey. Ia benar-benar sudah tergila-gila dengan suami kontraknya itu.
"Rey..." Luna membuka pintu apartemennya dan langsung memanggil Rey.
Rey menoleh ke arah Luna, Luna langsung berlari ke arah Rey dan memeluknya.
"Aku disini nona" Rey memeluk erat Luna, air matanya menetes.
"Aku tidak bisa kemana pun, hatiku ada padamu" ucap Rey sambil tersenyum bahagia.
Luna melepaskan pelukannya, ia cemberut.
"Aku sampai harus membatalkan meetingku siang ini karena kau" Luna membalik tubuhnya dan melipat tangannya kedepan.
Rey memeluk Luna dari belakang, ia mencium tengkuk Luna.
"Maafkan aku nona, sudah membuatmu khawatir"
"Aku hampir mati karena tak bisa menghubungimu!"
"Sekarang aku ada disini nona"
Luna membalik badannya memeluk Rey lagi. Ponsel Rey berdering.
"Aku harus mengangkat telpon itu" Luna mengangguk.
Telpon itu dari Bobby.
"Bersiaplah Rey, nanti malam kita akan bersenang-senang"
♥️ Sebelumnya ♥️
__ADS_1
Bobby menghubungi Jiraiya dan menceritakan apa yang terjadi. Jiraiya sangat geram dengan apa yang dilakukan oleh Samuel.
"Bolehkah aku membuat permainan terlebih dahulu?" tanya Bobby sambil menyeringai.
"Lakukan dengan cepat, aku tidak suka dengan orang yang bermain-main dengan kebahagiaan nona muda" seru Jiraiya.
"Berikan aku pengawal-pengawal terbaikmu, maka malam ini aku akan segera membalikkan keadaan"
♥️ Balik Semula ♥️
Sore itu Luna harus kembali ke hotel karena Jiraiya mengatakan meeting tak dapat ditunda. Klien yang akan bertemu Luna adalah klien penting dari luar negeri.
"Aku akan kembali nanti malam, jangan pergi kemana pun tanpa izinku!" kata Luna sambil mencium pipi Rey, Rey mengangguk.
"Tapi bolehkah aku keluar bersama Bobby malam ini?"
"Ya pergilah, tapi kau harus kembali sebelum aku pulang" Luna berjalan ke arah pintu keluar.
"Oke nona"
Luna memberikan kiss bye kepada Rey, Rey menangkapnya dan memasukannya kedalam bajunya lalu Luna keluar.
"Aku harus bersiap untuk pergi"
Bobby akan menjemput Rey sebelum petang, Luna akan dibuat sibuk oleh Jiraiya setidaknya sampai pukul 10 malam agar semua rencana Bobby dapat berjalan lancar.
Pukul 19.00 mereka sampai di lokasi syuting Samuel. Bobby sudah menyebar semua pengawal mengelilingi lokasi itu. Saat break, Samuel duduk sendiri didalam tenda artis.
"Apa yang kalian inginkan...eemmmpppp"
Mulut Samuel di bekap dan matanya ditutup lalu dibawa ke gudang dimana ia menyekap Erika.
Penutup mata Samuel dibuka, ia melihat ke sekelilingnya dan bergidik.
"Kau ingat ini dimana??"
Bobby datang dari arah belakang Samuel, Samuel sangat tidak suka kepada Bobby. Karena ia sudah pernah dihajar dua kali oleh Bobby.
"Apa yang kau inginkan dariku, lepaskan akuuuu!!" Samuel merengek, ia memang seorang pria yang pengecut.
"Kau pikir aku akan melepaskan orang yang sudah berani menculik kekasihku?" Bobby tersenyum menyeringai.
"Apa??!!! Lepaskan akuu!! Aku benar-benar tidak tahu wanita itu kekasihmu" Samuel makin menggila, ia memberontak terus menerus ia sangat ketakutan melihat Bobby.
"Hahaha wajah ketakutanmu itu membuatku senang" ucap Bobby sambil tertawa puas.
"Apa kau mau bertemu dengan bosku?" sambung Bobby, lalu Rey masuk menemui Samuel.
Mata Samuel terlihat memerah.
"Aku mohon lepaskan aku, aku sedang syuting sekarang reputasiku sedang dipertaruhkan" Samuel menjatuhkan harga dirinya.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan berikan kau dua pilihan. Jangan lagi kau mengganggu Rey dan nona muda atau aku tidak segan-segan menculikmu lagi lalu melemparkanmu ke mulut buaya"