Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Secercah Harapan


__ADS_3

Erika menatap nanar kepada Yasmin, ia belum bisa menerima apa yang terjadi apalagi belum ada tanda-tanda Bobby akan ditemukan.


"A..aku.. merasa tak bisa hidup tanpa Bobby" ujar Erika pedih.


Yasmin mendengus kesal mendengar kata-kata Erika.


"Lalu kau mau apa? Hah! Kau hilang juga bersama suamimu? Lebih baik sekalian saja kau gugurkan kandunganmu itu!! Jangan egois Erika! Bila Bobby ditemukan dan dia tahu kau tidak menjaga bayi kalian dengan baik kira-kira bagaimana perasaannya?!!" kata Yasmin kesal, Luna mengelus punggung Erika lembut.


Tak ada yang salah dari kata-kata Yasmin, selama hamil pun banyak yang terjadi pada diri Yasmin hal itu membuat Yasmin menjadi lebih kuat dalam menghadapi hidupnya bersama Samuel.


"Cukup Yasmin, jangan memarahinya lagi! Saat ini Erika masih syok dengan kehilangan Bobby" akhirnya Luna ikut berbicara.


"Luna kau lihat dia, dia tak mau makan dan menjaga kandungannya. Padahal itu adalah bayi dari pria yang dia cintai, aku saja apapun yang terjadi selalu ingin melindungi Sheryl setelah kejadian waktu itu" Yasmin menjelaskan, bahwa kesedihan tak boleh membuat seorang ibu lalai akan anak dalam kandungannya.


"Ya kau benar nona, bila Bobby sudah pulang maka ia akan marah karena aku tak menjaga bayinya" Erika mengusap air matanya.


"Tenanglah, ada aku dan Luna yang akan selalu menjagamu. Minum susunya agar kandunganmu tetap kuat" Yasmin menyodorkan susu yang ia buat untuk Erika.


"Terima kasih nona Yasmin" Erika menerima susu itu, ia menatap gelas susu sambil berlinang air mata karena biasanya Bobby lah yang selalu membuatkan susu untuknya.


"Berdoalah agar Bobby bisa segera ditemukan" ujar Yasmin, lalu ia keluar dari kamar Erika untuk menemui anak dan suaminya.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Samuel, Yasmin menatap heran pada Samuel.


"Aku tak yakin kau benar-benar perduli"


"Aku hanya ingin memastikan kapan kita bisa pulang. Tadi Gio menelpon ada yang ingin ia bicarakan pada kita" kata Samuel yang masih betah menggendong Sheryl.


"Kita? Apa kau bercanda? Hanya kau yang memiliki urusan dengannya Sam" kata Yasmin tak percaya.


"Ini ada kaitannya dengan keluarga kecil kita, jadi dia harus bicara denganmu juga"


"Aku?" Yasmin mulai berpikir.


"Apa ini ada hubungannya dengan Sheryl juga?" Yasmin mulai curiga.


Samuel mengangguk ragu, karena ia tak yakin Yasmin akan setuju dengan permintaan managernya.


"Aku tak mau menjual anakku demi popularitas mu!" kata Yasmin ketus.

__ADS_1


"Ini bukan hanya tentang aku, tapi kita"


Yasmin tersenyum menyeringai.


"Kita? Hahaha apa kepalamu terbentur? Sejak kapan ada kita? Ini adalah aku dan kau, tak akan pernah menjadi satu dengan kata kita" Yasmin mengingatkan Samuel.


"Mereka hanya akan datang ke apartemen dan mewawancarai kita, emm maksudku aku dan kau. Ini pembicaraan mengenai kelahiran Sheryl. Kau pasti tahu kan suamimu ini adalah salah satu aktor berkelas yang ada di negeri ini jadi kau harus membiasakan diri" Samuel memulai kenarsisannya.


"Bisakah aku hidup tenang sehari saja tanpa mendengar ocehan besar kepalamu itu?" Yasmin mendengus kesal.


"Aku tidak besar kepala Yasmin, itu adalah kenyataan. Kau menikah dengan seorang aktor ternama"


"Cih.. Kebanggaan mu itu tidak berdampak apapun untukku"


"Ini hanya sebentar Yasmin, aku tidak membuat konferensi pers saat Sheryl lahir padahal banyak sekali penggemarku yang ingin melihat wajah Sheryl" ucap Samuel memohon.


"Tidak Sam, aku tak ingin banyak orang yang menjadikan Sheryl objek. Apalagi aku tahu isi dalam otakmu itu hanya tentang ketenaran dan bisnis didunia hiburan semata"


"Hanya wawancara, aku ingin memperlihatkan betapa bahagianya aku memiliki Sheryl.." Samuel menggantung kata-katanya.


Yasmin memicingkan matanya.


"..dan kau pastinya" kata Samuel pelan, ia takut Yasmin akan marah lagi.


"Mungkin besok, namun sepertinya di apartemen tidak akan muat. Gio yang akan mempersiapkan tempat untuk konferensi nanti"


"Ya baiklah.." ujar Yasmin, ia mengambil Sheryl dari gendongan Samuel.


Entah mengapa Samuel tiba-tiba mengambil kesempatan untuk mencium kening Yasmin.


"Kau mau mati ya?" ujar Yasmin sambil melotot, ia tak bisa berkutik karena sedang menggendong Sheryl.


"Sesekali aku ingin merasakan mencium istriku, hanya sekali aku menciummu itu pun saat pernikahan dan kau terlihat sangat jijik" Samuel terkekeh mengingat acara pernikahannya.


"Kau mengambil kesempatan waktu itu!" wajah Yasmin seketika memerah.


Sheryl terbangun dan menangis, Yasmin berusaha menimang-nimang Sheryl agar tenang. Samuel mendekat Yasmin dan merangkulnya dengan tangan kanan lalu tangan kirinya memegang tangan kiri Yasmin yang menggendong Sheryl.


Tanpa disangka Sheryl tenang.

__ADS_1


"Tak bisa dipungkiri, Sheryl berpihak padaku" goda Samuel, Yasmin menyikut rusuknya pelan.


"Lain kali aku akan mematahkan semua tulangmu" bisik Yasmin kesal.


Wajah Sheryl terlihat ingin menangis kembali mendengar kata-kata Yasmin.


"Tenanglah sayang, mami hanya bercanda. Mamimu sebenarnya sangat tergila-gila pada papi"


♥️♥️♥️


Rey masih ada didermaga, ia melihat beberapa pulau yang terlihat kecil dari tempatnya berdiri.


"Apa mungkin Bobby sudah terdampar disalah satu pulau itu?" pikir Rey sambil menatap pulau-pulau itu dengan seksama.


Armando berjalan ke arah Rey, ia baru saja diberikan informasi bahwa Bobby belum ditemukan.


"Emmm, bisakah kita menggunakan sebuah kapal untuk pergi ke beberapa tempat?" tanya Rey pada Armando.


"Kapal? Tuan ingin pergi kemana?" Armando balik bertanya dengan heran.


"Kau lihat itu? Ada beberapa pulau disekitar dermaga ini dan jaraknya agak berjauhan satu sama lain. Aku ingin kita mencari Bobby hingga ke pulau-pulau itu. Bagaimana menurut mu?"


Armando berpikir sejenak, perkataan Rey ada benarnya. Karena memang mungkin saja arus yang deras itu membawa tubuh Bobby sampai ke salah satu pulau yang ada disana.


"Baik tuan saya akan segera menyiapkannya" ujar Armando, ia berjalan ke arah kapal milik Luna yang melabuh disana.


Rey menelpon Luna untuk memberitahukan rencananya, karena waktu yang dibutuhkan untuk mengunjungi pulau-pulau itu akan lama.


"Baiklah hubby, jaga dirimu dengan baik. Aku berharap kau bisa membawa Bobby pulang dengan selamat"


"Aku pun berharap yang sama, pencarian ini akan membutuhkan waktu beberapa hari. Tapi hari ini mungkin hanya dua pulau yang bisa aku datangi"


"Berhati-hati lah hubby, aku tidak mau nanti malah kau yang hilang"


"Aku bisa menjaga diriku, aku juga perenang yang handal. Percayalah padaku"


"Ya baiklah. Aku mencintaimu hubby"


"Aku juga mencintaimu sweety"

__ADS_1


Rey menutup telponnya, Armando sudah siap dengan kapal yang Rey minta. Ia membawa seorang navigator dan beberapa pengawal yang akan membantu mereka. Dua orang polisi juga bersama mereka.


"Aku berharap bisa menemukanmu segera Bobby"


__ADS_2