
"Rara..."
Mami memanggil Rara yang baru saja memasuki pintu rumah dengan wajah sumringah.
"Iya mi.." sahut Rara riang.
Mami memperhatikan Rara dengan seksama, wajah Rara memang terlihat lain.
"Apa terjadi sesuatu?" tanya mami penuh selidik.
Wajah Rara seketika merona, ia kikuk dan bingung saat ingin menjawab pertanyaan mami.
"Tidak ada apa-apa mi" jawab Rara untuk meyakinkan mami sambil mengibaskan tangannya juga memaksakan senyumnya.
Cincin yang diberikan Armando berkilau membuat mami dengan mudah melihatnya.
"Ehm... kemarilah" ujar mami, membuat Rara menjadi agak takut.
Perlahan Rara berjalan ke arah mami. Mami langsung meraih jemari Rara dan melirik usil ke arah Rara, Rara menatap mami dengan perasaan agak takut.
"Apa ini artinya kau akan menikah segera dengan pengawal itu?" sindir mami sambil menahan tawa.
Rara menggeleng dengan cepat.
"A.. aku belum berpikir sampai ke sana mi" ujar Rara dengan ragu.
"Hemm.. ini cukup bagus. Mami akan membuat cincin yang lebih bagus dari ini untuk pernikahan mami nanti" ujar mami sambil menjentikkan jarinya.
"Apakah mami ingin cincin dengan butiran berlian?" tanya Rara dengan mata berbinar.
"Tentu saja tidak, butiran itu terlalu kecil. Akan terlihat mewah dengan sebongkah berlian"
♥️♥️♥️
Hari mulai malam, Anne dan James sudah berada di dalam kamar hotel, sebuah tempat tidur berukuran besar dengan taburan bunga mawar berwarna merah. Disana juga ada dua buah baju handuk berwarna putih. Anne dan James masih menggunakan pakaian biasa.
"Ini sangat indah..." ucap Anne penuh kebahagiaan.
James menelan ludahnya perlahan, ia seakan tak memiliki keberanian melihat ke arah Anne. Istri mungilnya itu langsung berlari kecil ke arah kamar mandi.
"Kemarilah James..." teriak Anne.
James menghela nafas, ia mengikuti instruksi wanita muda yang baru saja ia nikahi. Saat masuk ke kamar mandi, matanya disambut bath up yang berbau harum aroma terapi yang lembut juga taburan bunga mawar seperti yang ada ditempat tidur.
"Airnya hangat" ucap Anne antusias sambil tersenyum pada James.
James hanya mengangguk sambil menelan ludahnya sekali lagi.
"Apa kau ingin mandi?" tanya Anne dengan wajah polos.
__ADS_1
Mata James terbelalak mendengar kata-kata Anne. Bibirnya terasa kelu, ia seolah menolak tatapan Anne. Rasa malu menjalar keseluruh tubuhnya. Pria yang sudah berusia lebih dari 30 tahun itu merasa gugup setengah mati.
"Ayo kita mandi bersama.." ajak Anne santai.
James seakan tak percaya dengan apa yang didengarnya. Anne mulai membuka cardigan yang membalut tubuhnya, seketika Anne tersadar ada James disebelahnya.
"Emm... James.." ucap Anne, suaranya terasa agak gugup.
"Eh.. iya.." jawab James dengan nada agak takut.
"Bisakah kau keluar dulu? Emm.. aku merasa malu" kata Anne dengan wajah memerah.
James melayangkan pandangannya ke sisi lain, ia berusaha menyembunyikan perasaannya. Lalu ia mengangguk.
"Eh.. jangan..." Anne meraih tangan James tanpa melihatnya, terbersit wajah malu-malu di wajah wanita muda itu.
James mulai gemetar.
"Kau juga ingin mandi kan?" Anne bertanya untuk memastikan dengan bibir bergetar.
"Ya.." jawab James pelan.
Suasana canggung mulai terasa, keduanya diam seribu bahasa. Pikiran mereka melayang dengan hati yang berdebar-debar.
"Kita saling membelakangi saja dan masuk ke dalam bath up" ucap Anne memecah keheningan.
James hanya mengangguk. Mereka membuka pakaian masing-masing dan masuk ke dalam bath up, Anne dan James saling memunggungi dengan kaki terlipat.
James hanya menjawab dengan dehemannya.
"Aku tak menyangka hari ini kita menikah, mengucap janji sehidup semati didepan Tuhan dan akan hidup bersama selamanya" kata Anne mengenang kejadian tadi pagi.
Sekali lagi James hanya menjawab dengan berdehem.
"Apa aku terlihat cantik tadi?"
James mengangguk, namun Anne tak dapat melihatnya dan menganggap James tak menghiraukannya.
"Apa aku terlihat cantik tadi James?" Anne mengulang pertanyaannya.
Sekali lagi James mengangguk, Anne merasa diabaikan dan kesal.
"Apa kau tak mendengarku?" Anne membalik tubuhnya dan tiba-tiba ia merasa malu melihat James yang sedang menoleh sambil menatapnya.
"Ehem.. maaf.." Anne kembali ke posisinya semula dengan wajah merah padam.
"Kau sangat cantik, membuatku merasa kurang percaya diri bersanding disebelahmu" ucap James dengan suara beratnya.
"Hihihi terima kasih.." ucap Anne riang.
__ADS_1
Suasana kembali hening. Mereka kehabisan bahan pembicaraan dan air didalam bath up mulai terasa dingin. Tubuh Anne sedikit menggigil dan menyentuh punggung James.
"Kenapa?" tanya James.
"Udaranya mulai dingin.." ucap Anne tanpa keraguan.
James tampak ragu untuk membalik badannya. Namun tiba-tiba Anne memeluk James dari belakang membuat James terkejut karena ada sesuatu yang menempel ditubuhnya dan terasa sangat lembut.
"Aku sangat malu.." ucap Anne lirih.
James menahan dirinya, ia tahu pasti ada perasaan takut dalam diri Anne. Untuknya ini juga pertama kalinya.
"Tidak apa-apa, bila kau sudah selesai berendam kau bisa keluar duluan" kata James menenangkan Anne.
"Baiklah.."
Tak lama Anne beranjak dari bath up dan memakai baju handuknya lalu keluar. James menghela nafas panjang.
Byurrr..
James menenggelamkan dirinya dalam bath up beberapa detik, lalu bangun kembali.
"Ya Tuhan, dia sangat menggemaskan. Setidaknya aku harus bisa menahan diri sampai Anne benar-benar siap" gumam James dalam hati.
Setelah 30 menit Anne keluar, James beranjak dari bath up dan memakai baju handuk. Ia tak langsung keluar, James menatap dirinya dicermin besar yang ada didalam kamar mandi.
"Aku hanya tinggal mengatakan, hari ini cukup melelahkan. Ayo kita beristirahat dan tidur. Ya itu mudah.." gumam James lagi dengan yakin kepada dirinya sendiri.
Sebelum keluar James menepuk kedua pipinya dua kali karena terbersit pelukkan Anne dalam bath up tadi yang membuat tubuhnya bergetar. Sambil merenggangkan tubuhnya, James keluar dari kamar mandi.
"Kau sudah selesai? Aku membuatkanmu teh hangat" ucap Anne yang terlihat masih mengenakan baju handuk.
"Oh.. ya.." jawab James singkat.
Anne dan James duduk di kursi yang ada dikamar itu dan duduk berhadapan. Canggung sangat terasa, tak ada bahan pembicaraan yang bisa mereka katakan.
"Apa besok pagi kau ingin keluar?" tanya Anne sambil memaksakan senyumannya.
"Emm.. ya.. boleh saja" ucap James seakan acuh.
"Kita akan berangkat ke negara X untuk bulan madu besok sore" Anne mengingatkan.
"Em.. " jawab James lagi sambil mengangguk.
"Aku sudah membuat list tempat apa saja yang harus kita kunjungi selama 3 hari disana" kata Anne antusias.
"Aku serahkan semuanya padamu" ucap James.
Anne tersenyum, ia beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah tempat tidur.
__ADS_1
"Kemarilah jika memang kau sudah selesai minum tehnya" kata Anne agak malu-malu.
James mengangguk dan menoleh ke Anne. Matanya membulat. Anne duduk menggoda dengan baju tidur minim ditempat tidur.