Nona Muda Kejam Kesayangan Ku

Nona Muda Kejam Kesayangan Ku
S2 - Pengertian


__ADS_3

Luna terbelalak dengan apa yang Yasmin katakan.


"Tidak tidak... kau akan membuat keributan nanti" tolak Luna.


Yasmin melirik sinis pada Luna, lalu ia berdiri berkacak pinggang dihadapan Luna.


"Kau mau ini menjadi berlarut-larut dan membuatmu frustasi?" nada bicara Yasmin seperti mengancam.


"Tak ada satupun orang yang dapat melakukannya. Kau harus ingat, aku Luna!" seru Luna membanggakan diri.


"Hah?! Apa katamu? Kau Luna? Hahaha ya kau Luna tapi kau bukan Luna yang dulu!" ledek Yasmin.


Luna terdiam, Yasmin benar. Banyak hal yang berubah dalam dirinya, sifatnya yang suka semena-mena dan kasar sudah berubah. Berbeda dengan Yasmin yang terlihat semakin sesuka hati.


"Kau benar. Tapi aku tak mau membuat Rey menjadi bingung, aku dan Rara bukan sesuatu yang harus dipilih olehnya" ujar Luna sambil cemberut.


"Menurutmu aku akan melakukan apa? Hah? Mana mungkin aku meminta Rey memilih diantara istri dan adiknya, kau pikir aku b***h?" kata Yasmin membukakan mata Luna.


"Aku hanya ingin melihat, apa yang sebenarnya diinginkan oleh gadis bernama Rara itu. Bila memang ia hanya ingin perhatian lebih dari Rey maka kita harus mencari jalan keluar agar kau tidak merasa cemburu terus menerus" sambung Yasmin membuat Luna mengangguk-angguk.


"Bisa saja aku yang terlalu terbawa perasaan karena sedang hamil dan juga tak biasa melihat Rey memperhatikan wanita lain. Aku tak merasa cemburu pada Bibi May dan Syafa saat mereka dekat dengan Rey"


Yasmin memeluk Luna, ia tak bisa merasakan apa yang Luna rasakan namun setidaknya dia ingin Luna berbagi kegelisahan bersamanya.


"Tenanglah Luna, semuanya akan menjadi biasa. Tapi aku harus tetap melihatnya dulu, kita harus tetap waspada pada siapapun"


Yasmin mengusap punggung Luna dengan lembut, itu hampir sama dengan saat Luna patah hati dengan Samuel dulu.


"Tapi bukankah kau trauma dengan rumah sakit?" Luna melepaskan pelukkan Yasmin.


Yasmin tersenyum dan menggeleng.


"Sudah waktunya aku melepaskan segala ketakutanku Luna, aku harus mencoba melangkah ke depan" ucap Yasmin dengan yakin.


"Besok juga aku akan membawa Samuel, dia akan ku jadikan pengalihan agar Rara tidak terlalu menempel pada Rey" Yasmin tertawa puas.


"Kau tidak cemburu?" tanya Luna heran.


Yasmin melirik malas ke Luna.


"Menurutmu? Bila aku cemburu padanya, maka dia akan besar kepala" ucap Yasmin enteng membuat Luna tertawa kecil.

__ADS_1


♥️♥️♥️


Esoknya Yasmin menjenguk Rara bersama Luna dan Samuel. Rara yang melihat Samuel, sangat terkesima.


"Bukankah kau...." Rara menggantung kata-katanya, saat melihat Samuel.


Yasmin sempat agak ketakutan namun Luna dan Samuel menggenggam kedua tangannya agar ia merasa nyaman.


"Aku? Kau mengenalku? Eheeem.. kau lihat itu Yasmin" Samuel merasa bangga, ia mendehem sambil mengedipkan mata pada Yasmin.


Yasmin memutar matanya karena kesal melihat tingkah Samuel.


"Hubby... " Luna mendekati Rey, ia duduk disebelah ranjang Rara.


Rey langsung memeluk Luna dengan kasih sayang, ia merasa rindu semalam saja tak bersama istrinya. Rara melirik kesal kepada Luna, Yasmin diam-diam memperhatikannya.


"Rara.. " panggil Yasmin dengan lembut, ia tersenyum sewajarnya.


Rara menoleh ke arah Yasmin, ia tersenyum kecut karena perhatiannya kepada Rey dan Luna yang sedang berbicara dengan mesr.


"Aku Yasmin.. Dan ini suamiku.." Yasmin belum sempat menyebut nama suaminya namun Rara sudah tahu.


"Samuel.. aku benarkan?" Rara mulai teralihkan kembali.


"Kau benar cantik.." ucap Samuel sambil mengulurkan tangannya.


Rara mencubit pipinya, dan terasa sakit. Lalu ia menyambut tangan Samuel dengan wajah bahagia. Selama ini hanya televisi hiburan Rara, ia tak boleh keluar rumah. Ia sangat mengagumi sosok Samuel yang terlihat keren ditelevisi.


"Ya Tuhan.. Kak Rey.. apa aku bermimpi?" Rara memanggil kakaknya yang sedang fokus pada istrinya.


Rey menoleh ke arah Rara dan tersenyum.


"Tidak Rara, itu memang Samuel yang bermain drama Kejutan Cinta" ucap Rey sambil mengusap kepala adiknya.


Luna menghela napasnya, ia mulai membiasakan diri dengan manjanya Rara. Walaupun dalam lubuk hatinya, ia sangat amat cemburu dengan perhatian Rey pada Rara.


"Bagaimana bisa kak Rey dan kak Luna membawa Samuel dan istrinya ke sini untuk menjengukku? Aku sangat terharu dengan kejutan ini" ucap Rara sambil menutup wajah dengan kedua telapak tangannya.


"Yasmin dan Samuel adalah sahabat Luna. Mereka datang untuk bertemu denganmu" ucap Rey, Rara menatap Luna penuh haru.


Luna tersenyum dengan tulus kepada Rara.

__ADS_1


"Kau senang kami datang?" tanya Yasmin, tanpa sadar ia mengaitkan tangannya dilengan Samuel sebagai tanda kepemilikan.


Luna mengulum senyumnya melihat tingkah Yasmin, Rey juga melakukan hal yang sama dengan Luna.


"Kalian terlihat sangat mesra, persis dengan apa yang aku lihat ditelevisi" mata Rara berbinar, Yasmin menyadari apa yang dilakukannya.


Yasmin berusaha mengeluarkan tangannya dari lengan Samuel, namun Samuel sangat mengapit tangan Yasmin. Yasmin melotot pada Samuel, Samuel tak mau menoleh ke istrinya yang galak.


"Bolehkah aku berfoto dengan Samuel, kak Rey?" Rara memberikan ponselnya pada Rey, Rey menerimanya.


Samuel menarik Yasmin untuk ikut berfoto bersama.


"Kita foto bertiga, istriku sering cemburu bila aku dekat dengan wanita lain" ucap Samuel, Yasmin mencubit perut Samuel dengan tangan yang satunya.


"Aaaaw... jangan menggodaku disini sayang" kata Samuel, Yasmin menghela napas.


Seperti senjata makan tuan, Yasmin malah terus menerus ditempel oleh Samuel. Ia memang hanya berani menunjukan sifat aslinya pada ketiga sahabatnya.


"Woow.. hasil fotonya sangat bagus" puji Rara saat Rey mengembalikan ponselnya.


Rey menghampiri Luna yang sedang duduk sambil mengelus perutnya. Rara tetap tak bisa 100% teralihkan dengan adanya Samuel, ia tetap sesekali melirik ke arah Luna dan Rey.


"Ceritakan padaku Rara, apa yang ingin kau lakukan setelah keluar dari rumah sakit?" tanya Yasmin yang sudah duduk disamping ranjang Rara.


"Emm.. aku ingin tinggal bersama kak Rey" ucap Rara polos.


Yasmin tak melihat sedikitpun aura jahat dari tatapan mata Rara, ia hanya iri bila Rey dekat dengan orang lain.


"Usiamu berapa?" tanya Samuel yang berdiri dibelakang kursi Yasmin.


"Bulan depan aku berusia 20 tahun" jawab Rara.


"Kau seusia dengan adikku, kalian akan menjadi teman yang cocok" Samuel berkelakar.


"Benar juga, kau harus berteman dengan gadis yang sebaya denganmu. Nanti aku akan mengenalkanmu dengan Anne" Yasmin mendukung usul Samuel.


Rey menatap ke arah Yasmin dan Samuel yang sedang menemani Rara, mereka mulai terlihat akrab.


"Kau menceritakan tentang keresahanmu pada Yasmin?" tebak Rey, wajah Luna memerah.


Luna langsung mengalihkan pandangannya dari Rey, ia merasa tak enak hati pada Rey.

__ADS_1


"Wajar saja kau merasa seperti itu, mungkin jika tiba-tiba kau memiliki adik laki-laki dan perhatianmu langsung tertuju padanya. Aku juga akan bersikap yang sama"


__ADS_2